You Now Here »

Denny Siregar Ke Menkes: Ke Mana Mana Bayar Rapid 300K, Ternyata 70 T Ngendon!  (Read 156 times - 104 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,225
  • Poin: 23.302
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




C Jon:
Dr. Terawan atau siapa pun penggantinya harus belajar sama BTP gimana bisa punya nyali besar melawan birokrat bawahan yg jumlahnya besar dan bermental korup. Jejaring antara birokrat PNS, akademisi dan rekanan di Kemenkes sudah demikian menggurita, jadi harus segera dipotong dua generasi.

hoetomo:
Harus berani main geser dan pecat seperti Ahok dulu , kalau takut atau mungkin dianggap baik lebih baik jangan jadi Pimpinan yang pasti akan banyak musuhnya juga.

Wenas:
saya yakin pak Terawan adalah org baik...tapi mungkin kurang dalam hal manajerial...terlebih kalo mau sebut kemenkes kan bukan cuma ybs aja...banyaknya birokrasi saling terkait...jadi jgn cuma ybs saja yg jadi kambing

Isworo Josef:
Yang saya heran adalah mengapa Presiden Jokowi mempermalu Menkes, pembantunya yang dipilihnya sendiri? Bahkan hal ini tidak terjadi pada para pembantunya yang telah diberhentikan sebelumnya. Seperti AB, RR, dan sebagainya.

Barkah Adi:
Iya yak. Benernya saat ngangkat mantriĀ² atau pbantunya kita nggak usah dikasih tau yak. Jadi dipecat pun kita gak perlu tau.

Isworo Josef:
Iya pak. Apa yang dilakukan Presiden Jokowi ini di luar pakem sifat masyarakat Jawa, yang tidak mau mempermalukan orang lain. Apalagi Presiden Jokowi adalah orang Jawa Solo yang selama ini terkenal halus. Ada apa yah???

doodleramen:
Menkes beberapa penulis termasuk saya sendiri terjebak pada pemikiran kalau ia akan sehebat Ahok.
Lha dari awal ane sudah berasa aneh dengan yg satu ini. Sebagai seorang dokter yg ditempa bertahun-tahun untuk selalu melihat masalah dari sisi ilmiah kok malah bisa mengatakan rakyat cukup berdoa saja dalam mencegah covid. Red flag nya itu sudah kelihatan sejak awal... gak perlu jadi rocket scientist untuk membaca keanehan ini.

nihayatur rohmah:
Agree? ??? ??? ??? ??? ???

LAKSMANA BINTAN BANDAR BESTARI:
Saya pikir perlu dipertimbangkan kembali posisi Bapak Letjen TNI [Purn] Terawan Agus Putranto, jangan sampai beliau di-reshuffle dari posisinya itu. Jika masalahnya persoalan manajerial, mungkin ada baiknya Bapak Presiden Joko Widodo memberikan tambahan 2 [Dua] Posisi Wakil Menteri Kesehatan, sebagaimana 2 [Dua] Wakil Menteri di Kementerian BUMN. Saya masih menaruh apresiasi dan rasa respectfully kepada Bapak Menkes RI ini.

Vivi Pebrys:
Benar sekali, kalau memang ada dananya harus nya pemerintah mengratiskan rapid test untuk semua masyarakat serta membagi bagikan masker gratis ke semua masyarakat. kalau bisa masker nya di beli dari UKM UKM untuk membantu usaha kecil juga.

Puguh Wahyu Santoso:
??? ??? ??? ??? ??? ?????

Akbar-NM:
Apa takut menggunakan uang, apa ga ngerti mau apa digunakan anggaran sebanyak itu, apa ga bs denger atau membaca berita ttg intensif perawat/dokter yg blm turun, hadeh, sama tuh, yg dibagian umkm, dananya blm dipake juga.

jeremy edy d:
Kalau saya jadi pimpinan perusahaan , seandainya ada anak buah yg tdk memenuhi target kinerja yg diberikan, maka saya langsung ambil tindakan phk atau ganti dgn orang lain yg dianggap lebih cakap.
Tanpa perlu saya mempermalukan didepan khalayak, apalagi ternyata data yg kita sampaikan kurang tepat, bahkan anggaran yg seharusnya diberikan ternyata realisasi masih jauh panggang dari api.

Ini namanya mengolok olok dan mempermalukan seluruh sendi bangsa.

Tidak perlu ada koreksi dari semua pernyataan utk mencari pembenaran.

Lebih baik sujud mohon ampunan pada sang pencipta.
Kita berdoa bersama utk kebaikan bangsa dan negara dan terlepas dari kepentingan diri dan kelompok.
Keadilan dan kemakmuran bagi seluruh bangsa.

Mr.BIG:
gantian dgn dokmo aja

Anton Satya:
semua masih takut salah memakai uang yang akibatnya bisa dicokok KPK. Ini trauma yang sulit dihilangkan. Sekali kena KPK, nama baik akan lenyap seumur hidup.

BritneyYang:
Kalo Takut buat apa jadi Menteri

Supreme Leader:
Bagaimna takut Di cokok KPK klo untuk kesejahteraan rakyat, gaberner Indonesia Aja duit ratusan milliar ke formula e Masih belom Di colek kpk

Wenas:
justru dana endapan dari anggaran yg tak terpakai juga rawan di jadikan bancakan

Mr.BIG:
justru skrg mafia sdg beraksi di seputaran COVID19

Bocah Kantor:
Niceeeee Mbak Niha!!!!! Pendapat saya kalau penanganan covid di Indo lamban akhirnya terbukti.

nihayatur rohmah:
??? ??? ??? ??? ????

Wanda Bagus Sebastian:
La, habis reshuffle, apa ada jadi opo sisih ingus aka oposisi dengan kadrun? ????

Cahkene:
Rapid tesnya lebih mahal daripada harga tiket KA ekonomi jarak jauh

Di:
Dok Mo aja Mbak, penggantinya Menkes saat ini !! Maaf Mbak, ini hanya usulan sepihak aja dari saya.

nihayatur rohmah:
Iya gpp saya dukung? ??? ??? ?????

Fendy:
saya lebih setuju Menkes dijabat oleh menteri sebelumnya saja biar tidak lg bingung dg amburadulnya birokrasi di Kementrian Kesehatan

Di:
Usulan Anda ditampung dulu, kelanjutannya, nanti dikasih tahu

Yulius:
Apakah penulis sdh punya pengalaman di birokrasi atau setidak-tidaknya punya akses ke manajemen keuangan di birokrasi ??? Kalau belum ada sebaiknya lebih bijak dan simak benar2 apa yang disampaikan Bu Menteri Keuangan. Bahwa yang disampaikan beliyo 1000% benar adanya.
Jangan terlalu membangun opini untuk ada tokoh menteri yang bisa spt BTP.
Soroti pula dng detil bagaimana kinerja di level-level dibawah menteri. Apa yg dituliskan oleh BP Dahlan Iskan dapat menjadi acuan.

ImAn GSaragih:
Pak terawan itu seorang ahli kesehatan tok tanpa manajerial yang mumpuni

hoetomo:
Kalau akan jadi Pimpinan di Negeri ini , siap2 kalau akan banyak musuh , contoh Ahok , cuma saya salut da tidak perduli .Kayaknya MenKes ini penakut , lebih baik mengundurkan diri saja dengan gentle.
Tetapi nanti ada yang berani tapi korupsi ..........pusing.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Denny Siregar Ke Menkes: Ke Mana Mana Bayar Rapid 300K, Ternyata 70 T Ngendon! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/denny-siregar-ke-menkes-ke-mana-mana-bayar-rapid-bsWmdFvBW3

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: