You Now Here »

Jangan Paksa Kita Maklumi Penanganan Kadrun Dan Radikalisme Pakai Kompromi?  (Read 158 times - 56 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,235
  • Poin: 23.312
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Love The Truth:
Saya setuju dengan apa yg penulis katakan...Pemerintah terlalu berkompromi. Saya rasa kalo Indonesia benar Mau Maju...Tidak ada jalan Lain, harus Main keras dan Basmi habis semua Radikalisme. Baru kita bisa Focus membangun...Setuju ???

DC:
Bagaimana pun juga harus sesuai dengan hukum. Kesalahan pertama orba adalah bertindak seenaknya keluar dari jalur hukum. Mulai saja dari memprotes keras parlemen, cukup mengeluarkan pernyataan dan UU mengenai radikalisme dan pembentukan/perubahan dasar negara khilafah dari Pancasila 11 12 dengan ISIS ataupun mendukung UU untuk membina Pancasila seperti yang kemarin sudah dibicarakan. Sekali lagi, bukan UU HIP namun UU untuk membantu mengkokohkan Pancasila.

Brian:
Tidak ada jalan lain lagi bagi pemerintah & penegak hukum untuk bertindak secara keras dan tegas.

Pilihan bagi makhluk tsb haruslah dibuat menjadi tiga:
- meninggalkan ideologinya dan berhenti berbuat busuk secara jujur; atau
- dibuang secara massal ke pulau terpencil selama minimal 100 tahun; atau
- dimusnahkan di tempat

Daripada membuang2 uang, tenaga dan waktu untuk melakukan pengamanan, dialog dan pendekatan lembut, jauh lebih baik apabila uang-tenaga-waktu yang ada digunakan untuk membuang atau memusnahkan makhluk2 tsb.

DC:
Buat UU nya dulu, parlemen yang harus tegas. Percuma saja commander in chief memberi penegasan, kalau di belakang parlemen masih lembek dan bolak - balik, maju mundur terus menerus.

Brian:
Masih halusinasi kalau pemerintah isinya "hanya" eksekutif om?

si memble:
Agak beda sedikit dgn penulis, sekarang kelihatan berkompromi krn sedang menghadapi masalah besar yg lebih urgent yaitu covid dan akibat2nya, tapi jika setelah pandemi usai dan masih bersikap sama, barulah bisa se7 100% dgn penulis.

Agung Nugroho:
Xhardy jangan patah semangat ... syukuri dan teruskan, anda msh bisa nulis kebenaran2 yg hrs diperjuangkan. Kami orng kampung cuma bisa support doa sambil ber-jaga2. Gbu

Lanina:
Yg nama nya negara hukum, cuma sekedar formalitas

Sita W:
Radikalisme....salah satu yang belum 'disentuh' negara dengan cara yang benar! Kita capek, kita kesal, kita marah! Tapi kalo tidak ada kita yang punya suara keras ini, mungkin mereka berkembang biak tanpa hambatan. Biarlah lelah dan marah ini kita yang merasakan, tapi jangan pernah menyerah!! Teruus teruus dan teruuus....paling tidak bila kita ingin menghibur diri, kita menang satu babak, 10 tahun mereka terhambat untuk sampe puncak, bukan menang yang sempurna, karena mereka belum punah. Satu-satunya cara adalah terus menanamkan idealisme dan cinta NKRI pada semua orang! Satu dua tiga orang....dan ketika populasi ini makin besar, mereka akan mati dengan sendirinya...walau mungkin cuma mati suri

Toleransi:
Seperti yg saya katakan di artikel lain, terawangan saya walaupun sambil tidur di siang bolong sambil ngences, seperti yg prnh dibilang seseorang, tahun 2030 akan muncul bbrp negara kecil baru di Asia Tenggara, sebab oleh pemerintah dan para nasionalis serta pancasilais..mahkluk gurun ini dibiarkan saja seenak jidatnya, walau ada yg marah dan tidak setuju dgn segala tindak tanduk mereka yg sdh kayak pemilik negri ini, namun marahnya dalam hati saja, tidak ada satu pun yg mencoba bergerak, paling galak juga ngomel ke tetangga dan teman2. Ini bukan adu domba, tapi wahai mayoritas waras, kebenaran kalian sedang diinjak2 seenak hati, diputarbalikkan sesuai dengan kehendak dan tujuan mereka, mencoreng nama baik kebenaran itu sehingga banyak pihak kemudian menjadi sangsi bahkan takut akan kebenaran yang kalian punya. Tapi saya salut dengan kesabaran kalian, bersabarlah terus sampai benaran muncul negara2 kecil yg baru

Riwandi Sigalingging:
Sepertinya ramalan itu sedang berproses.bersabar dan bermaklumlah wahai pemerintah pusat yang punya segala daya sampai kalian menikmati masa pensiun dan penuh dengan harta .mau runtuh negara ini terserah,begitu kira kira sob....

jeremy edy d:
Sering kita bicarakan kadrun radikalis dan label2 jahat kpd mereka yg katanya sdh masuk disemua lini negara ini.
Tapi akan lebih baik sekarang hentikan saja semua itu, kalau dalam kasus penyebaran identitas DS hanya akan menjadikan korban seorang bocah kecil dihukum pidana.
Apalagi DS tidak melakukan gugatan perdata dimana gugatan perdata itu yg memungkinkan peradilan memberikan hukuman administratif kpd korporasi utk melakukan perbaikan dan disitulah saat yg tepat pemangku kepentingan melakukan perombakan secara besar2an atas putusan pengadilan.

Tapi kalau nggak mengajukan tuntutan perdata maka sudahi saja semua ini, karena ini hanya dagelan politik dan nggak ada untungnya kita ambil resiko.
Kerja aja cari makan juga makan sendiri.

harriz salim:
Gampang basminya , ada kemauan ada keberanian pasti beres atau memang pembiaran , kan ada pepatah kesengsaraa Rakyat adaah anugrah bagi para pejabat , tidak ada beban lagi tapi lambat bergerak keburu sselesai menjabat ga bakal beres urusannya, hrs punya nyali dan nyawa double baru selesai

Kartono Tono:
Pak presiden harus menekan anak buahnya supaya lebih tegas menghadapi ini jgn sampe terlewatkan trus.. knren soal bendera pdi p sdh hilang skrg yg begini juga mau hilang ? Ngeri bangsa ini lama lama bangsa ini hilang

gencnzn:
Moga moaga kalau AP jadi Panglima bisa mengambil sikap & pernyataan yg berlawanan dengan si Gatot. Sikap & pernyataan tsb akan berdampak turunnya mental & kebrutalan si  kadrun

sutan saja:
Pokoknya saya akan mengganti kartu telkomsel, lalu ke kelurahan untuk mengurus ganti nomor KTP dan KK.

DC:
Ganti perangkat juga setelah pembuktian Polisi. Karena kalau benar dugaan bisa mengakses ponsel, seluruh data di ponsel anda sudah bocor.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jangan Paksa Kita Maklumi Penanganan Kadrun Dan Radikalisme Pakai Kompromi? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/jangan-paksa-kita-maklumi-penanganan-kadrun-dan-GzT2vvYSvw

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: