You Now Here »

Ragam Upaya Penyelamatan Menkes Dari Reshuffle, Apa Bisa?  (Read 197 times - 61 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,563
  • Poin: 23.641
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Ragam Upaya Penyelamatan Menkes Dari Reshuffle, Apa Bisa?
« on: July 14, 2020, 08:45:14 AM »




Samiun:
Mas alif, jangan berburuk sangka......posisi terawan sama dan sebangun dengan jokowi, mereka orang baik dan bersih....sayangnya orang2 di sekeliling dan bawahan nya hitam semua. sehebat dan secerdas apa pun dia tidak bisa bekerja sendiri terlalu banyak  bandit dan bromocorah di sekelilingnya

contoh paling kasat mata adalah ahok, sepandai dan sebersih serta setulus apa pun dia bekerja toh berakhir di penjara......

Fidi W:
Mungkin Bung Alif tdk maksud menuduh Menkes pasti cari untung /"korupsi", tetapi kalau sbg pemimpin yg membiarkan praktek preman terjadi di kementerian nya ya berarti beliau tdk pantas utk terus jd menteri sehingga sebaiknya diganti. Semoga Menteri berikutnya lebih rational dan tegas....

Samiun:
mas fidi, kalau batasan nya yg seperti anda sebutkan.......saya rasa SELURUH peminpin /pejabat pusat dan daerah HARUS dan PANTAS diganti?....termasuk JOKOWI.....

doodleramen:
Kalau menurut saya Menkes itu seorang teknokrat yg ahli di bidangnya, yaitu interventional radiology. Itu tok. Kalau pandemi atau epidemi itu bidangnya sudah meleset jauh, jadi ya begitu deh. Tidak maksimal, dan agak kagok. Beliau juga menurut saya agak kurang dalam hal leadership dan eksekusi.

yoseph:
Menarik da cukup tendensius.

Toni Edwin:
Mas Alif  jangan ikut jadi kadrun,

vango 77:
Menkes takutdiancam sama Idii, makanya sungkem aja

Turbocharged:
Turut bersimpati atas surat saran dari
Dr. Berlian Siagian untuk Bapak Presiden RI.
-------------------------------------------------------------------

Saran kepada Bapak Presiden...

Menkes jangan sampai diresuffle...

A L A S A N

1. Di kemenkes itu yg bobrok eselon 1 dan 2 nya... banyak kadrunnya yg mengaku sok agamis tapi juga bekerjasama dg pabrik2 obat.

Dampaknya Pak Menteri yg bersih dan idealis,  kebijakannya dlm menghadapi C19 dihambat terus oleh eselon 1 dan 2 nya, sehingga penyerapan anggaran kecil sekali, hanya <2% dari 75T.

Mereka memang ingin menumbangkan menterinya dan kalau  bencana ini bisa ber larut2 pemerintahan yang tumbang.

Waspadalah !!!

2. Eselon 1 dan 2 bekerjasama dgn IDI yang
 isi juga kadrun semua. Ditandai dgn penyembuhan C19 dengan Terapi Plasma Konvalesen yang murah belum dapat direalisasikan secara masif di RS RS rujukan.

Mengapa ?

Karena terkait dgn obat yg sudsh dikuasai oleh pabrik farmasi. Bahkan Unair berani menjadi bemper dari pabrik obat dgn pernyataannya bahwa telah menemukan obat C19 walaupun belum ada diuji klinik.

Nggak tahunya obat itu ( cortisol ?? dan hextro ?? yang sudah dilarang di Amerika.
Mereka dengan beraninya mengatakan di TV gugus tugas covid pusat bhw racikan obat ini sdh tersedia ratusan ribu butir.
 ( Betul2 gila ??? )

3. Letjen Terawan dijadikan menteri mendapat suara sumbang dr IDI pusat sampai daerah yg cukup kuat, karena dgn penempatan
dr.Terawan dikhawatirkan dapat mengungkap mafia2 alkes dan peredaran obat.

4. Bencana C19 saat ini dipakai dokter kadrun kesempatan  untuk menguras APBN.
Ada kejadian  didesa antara lain  Ambulu Jember, pasien meninggal karena kecelakaan dikatakan covid.
Di Surabaya ada pasien operasi terus meninggal, kemudian dikenakan biaya 24 jt, karena keluarga tidak mampu  bayar, maka keluarga pasien ditawari kalau mau teken sebagai akibat covid maka digratiskan.
Jadi berita di TV ada keluarga yg dikasih duwit asal mau teken covid nampaknya ada benarnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Kerena ada "disparitas biaya pengobatan"
covid dgn penyakit umum.

Contoh lain :

Biaya penguburan, kalau biasa hanya 2 jt kalau protokol covid 18 jt.
Ini belum biaya RS yg katanya untuk pasien sampai sembuh ( 20 hr ) menghabiskan 500 jt/orang yg akan ditanggung APBN. Saat ini banyak RS mau menjadi rujukan covid.
Saya khawatir kalau hal ini dipakai untuk pembiayaan pilpres 2024.
Mudah2an perkiraan saya salah.
Tapi melihat dokter perempuan lemu spesialis paru di RSPS Sulianti Saroso ( ga tahunya kadrun juga ), kan minta beli ventilator seharga 500 jt.
Untung BPPT,  ITB, Pindad dah bisa bikin lebih murah dg harga kurang dr 35 jt.

Sebenarnya pilpres itu adalah pertarungan antara kader GMNI dan HMI.
Dan saat ini HMI membabi buta (menghalalkan segala cara ) krn pd jaman orba sd SBY mereka ber hura2 ria.  Namun saat ini mulai dipotongi guritanya.

Waspada !!!

Yg memperkuat Jokowi hanya rakyat Nasionalis sejati...

MERDEKA ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

Mohon maaf saat ini banyak dokter kadrun.
Suaranya ke pemerintahan Jokowi juga sumbang.

Noor Arief:
Kurang greget menkes sekarang sih, blom siap jadi menteri

Sita W:
Menjadi pemimpin di lingkup kecil tentu berbeda dgn memimpin di lingkup besar, perlu kemampuan manajerial dan komunikasi publik yg mumpuni,serta hrs punya nyali! Karena di sekitar mungkin byk senior ato mantan sob, banyak serigala dan domba yg sukar dibedakan krn sama-sama berbulu, apalagi kalo ada yg berganti bulu.Kemampuan di bidang medis tak lagi menjadi syarat utama kalo tdk bisa dibilang tidak diperlukan lg saat sudah memimpin sebuah kementerian. Susahnya di saat msh harus belajar dan beradaptasi dgn jabatan dan rumah baru, pandemi melanda, tentu jd ujian berat. Tapi org yg kuat memang teruji saat ada krisis, di situlah akan terlihat kemampuannya sbg pemimpin yg handal. Mengenai rapid test seharga 150 rb sudah ada dan dijalankan beberapa RS, sebagian lain tentu menyusul, apalagi skr sdh beredar produk anak bangsa RI-GHA seiring dgn maklumat Jokowi utk 'melarang' import alat kesehatan. Memang dilema, rapid test sbg alat skrining tetap butuh biaya, tapi tetap kita kembali berhitung keuntungan dan kerugian saat melakukan ato tidak melakukan itu, dua-duanya akan pahit, tp tetap ada yg lebih baik, tetap hrs ada pilihan, tanpa kita hrs berpikir ada org yg diuntungkan dgn program rapid test ini. Dan lagi org yg naik pesawat mestinya golongan mampu yg gak perlu mikir lg hari ini makan apa. Negara lain melakukan swab, gratis, krn sdh kaya raya, bahkan pendatang pun diberi bantuan. Sedang kita? Harapannya kita selalu berusaha melihat sisi positif yg sedang diupayakan, memang sulit, lebih mudah melihat yg gelap-gelap, dan yg gelap itu bila sdh terbukti ya hrs dibasmi agar tidak menggerogoti. Ya sudah, Jokowi yg paling tau tingkah polah pembantunya, pasti ada eksekusi, tentu dgn caranya, kita cuma bisa mengingatkan. Terima kasih artikelnya mas Alif, ada opini yg membuat kita terus berpikir, supaya otak tetap berfungsi, saluuut!

silabo hatung:
terawan termasuk lumayan baik, perasaan tidak rakus (amat), ia biasa berempati pada pasien parah dan mengabdi penuh pada lingkup terbatas rumah sakit .. ia tak cocok mengurusi kementerian yang masuk kategori sarang maling. ia terlalu naif berada diantara para bajingan importir yang bekerja sama dengan para pengkhianat di lingkungan pemerintah yang eksis berkolaborasi sejak zaman kaisar hiroharto ! .. atau, sesungguhnya ybs sudah ikutan juga alias sami mawon. beda dengan jokowi ? .. wallahua'lam !

Andreas Aja:
Right Man on The Wrong Place......

jeremy edy d:
Kalau digantipun pasti gantinya dari kelompok yg kemarin2 lagi, bukankah sdh puluhan tahun nyaman sehingga kemajuan bidang kesehatan belum nampak.

Teha Sugiyo:
kabarnya kmenkes sarang kadrun?

Samiun:
saya rasa seluruh departemen pusat dan daerah, TNI/POLRI sdh jadi sarang kadrun. tinggal tunggu waktu saja,,,bukan nya pesimis tapi inilah kenyataan nya

Bossi Thian:
??? ??? ??? ??? ??? ?????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ragam Upaya Penyelamatan Menkes Dari Reshuffle, Apa Bisa? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ragam-upaya-penyelamatan-menkes-dari-reshuffle-JpzWyTvi4A

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: