You Now Here »

Vaksin Covid China Tiba Di Indonesia, Masih Relevan Ngomongin Vaksin?  (Read 117 times - 92 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,246
  • Poin: 23.323
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Will Lim:
Iri ya sob dengan keberhasilan China menemukan vaksin Covid? cari saja linknya di google, banyak kok yang menjelaskan tentang tahapan uji coba vaksin dari Sinovac ini.
Vaksin dan terapi plasma kovalen itu saling melengkapi sob. Vaksin untuk mencegah penularan dan terapi plasma itu untuk menyembuhkan yang sudah kena.
Ingat kita belum sepenuhnya tahu efek dari bersarangnya virus Covid dalam tubuh manusia yang tanpa gejala.
Dan perlu dicatat sob, per hari ini Indonesia sudah di peringkat 24 dalam jumlah kasus Corona melampaui China yang hanya di peringkat 26 dan untuk kasus kematian kira-kira minggu depan segera melampaui China juga. Semoga tidak melebihi Amerika Serikat juga.
Bisa sembuh sediri kan? asal g ada sakit bawaan kan? jadi ya udah dilupakan saja juga TPK nanti bakal jadi mainan anggaran juga kan? g perlu repot new normal juga kan? cukup kembali seperti yang biasa saja kan?

tambah lagi ini :
"Sampai hari ini, sudah sebelas orang pasien kondisi buruk dinyatakan sembuh berkat terapi plasma. Kesebelas orang ini semuanya memiliki penyakit bawaan. Hanya 3 orang yang meninggal dunia meski telah diberi plasma. Artinya tingkat kesembuhannya sangat tinggi."

Ini maksudnya apa ya ? ada 14 orang diberi TPK kemudian 3 meninggal? atau 11 sembuh dan 3 mati (yang mati siluman ya, jadi g diitung? LOL)
3 mati dari 11 artinya 3/11 : 27% meninggal
3 mati dari 14 artinya 3/14 : 21% meninggal
hampir seperempat dan ini namanya tingkat kesembuhan tinggi?

Coba dibuka dong cerita tentang mafia alat kesehatan yang dulu sudah diceritakan sob, bongkar dan mari kita tangkap pelakunya. Buka siapa-siapa pelakunya, sekalgus juga orang-orang yang mau memperpanjang darurat nasional soal Covid ini.

firman proindo:
Ane pilih vaksin yang dari korsel aja karena yg china kan haram ????

Will Lim:
Korsel juga makan babi sob, jadi haram. LOL
sob cuma mau pakai vaksin dari Arab Saudi ato negara-negara gurun sana
ah buruk banget, vaksin dari China, Inggris, Canada, Amerika Serikat eh kafir dan haram semua
balek pake TPK saja tapi nanti dari pasien yang sudah sembuh dan beragama tertentu saja supaya tidak kena darah yang haram.
lol

firman proindo:
Yg dari sinovac yg megang izin edarnya biofarma
Kalo yg dari korsel genexine sudah dipastikan bahwa kalbe farma yg dapet izin edarnya
Mereka ternyata sudah inden
Bagaimanapun juga IDI juga kecipratan rezeki ????

BritneyYang:
opini bung Alif Kali ini melenceng ga tahu kemana.
Virus itu ga Ada obatnya, untuk mencegah ya pakai Vaksin.
masak anda bilang perlukah bicara vaksin Bagaimana dgn vaksin2 yg sdh terbukti untuk cacar, hepatitis DLL .
terapi plasma bagus tapi anjuran anda sdh melenceng.
Vaksin Dari sinovac hanya utk uji klinis,bukan dikirim ke Indonesia Aja.
sementara uji klinis 1 n 2 sdh Di lakukan.
sejauh ini sdh Ada 4 vaksin Di dunia yg melakukan uji klinis tahap 3.
soal peredaran buat umum Masih lama bung.

Oma Acel:
Setuju,  mas Alif agak ngelantur kali ini ya. Apa terpengaruh teori2 konspirasi ??? ??? ???

Will Lim:
Bukan cuma teori konspirasi, akhirnya belangnya kelihatan yaitu kadrun.

Patrick Jahja:
Covid tidak mematikan adalah fakta.



Bukan fakta.


Covid sembuh sendiri juga fakta.



Kalau tidak mati, sure.


Lebih banyak yang sembuh ketimbang yang mati, juga fakta.



Ironically, kalimat ini adalah bukti kuat kalau Covid tidak mematikan bukanlah fakta.


Sebelum membahas teori medis dan yang rumit-rumit, terima dulu ini
sebagai ken yataan, baru kita bicara soal solusi dan langkah-langkahnya.


kalau kenyataannya uda ada yang salah dan bahkan salah satu dari kenyataannya membuktikan kalo kenyataan yang diberikan itu salah, berarti gimana ini, paradox?

Patrick Jahja:

Kita harus mengakui bahwa PSBB atau lockdown ternyata tidak mampu
mencegah penyebaran virus.

Kita juga harus mengakui bahwa hukum pidana juga ternyata tidak mampu mencegah meningkatnya jumlah kriminalitas bentuk pidana kan?
Bukannya setuju Indonesia lock down yah, toh lock down ga sanggup kok emang Indonesia, level jabodetabek aja uda ga bisa lho, tapi merendahkan sesuatu dengan alasan seperti itu? Hmmm. May be kita harus biarinin kadrun2 itu bebas berkeliaran (walau sanggup), toh hukum mana juga gak ada yang 100% mampu mencegah penyebaran virus kadrun kan?


 
Kita juga mulai sadar bahwa yang bisa
dilakukan hanya meminimalisir jumlah kematian. Dan kabar baiknya, solusi
 untuk meminimalisir kematian sudah ada, yakni terapi plasma.


katanya bisa sembuh sendiri, ngapain terapi plasma? another paradox?

Anti Prakerja:
Masih kesel ya sob, ide TPK nya gak jalan? Teknis sudah jalan sob,  saran saya strategi diubah. Cobalah berkompromi dengan JK. Sebagai penguasa PMI dia punya jaringan kuat. Soal nama biarlah dia dapatin yg penting tujuan kemanusiaan ini tercapai. Sama IDI juga, walaupun ada oknumnya, bagaimana pun juga dia penguasa jaringan media. Coba pendekatan politik nya diperkuat. Namanya politik ya pasti ada deal-deal ada komprominya. Kalau strategi nya tidak diubah hasilnya gini-gini aja. Ngedumel di seword impact-nya gak seberapa

Patrick Jahja:
Ga jelas sebenernya ini si admin belakangan....maunya ikut maen politik ato maunya targetnya supaya buruan lepas dari corona....

Will Lim:
G dapat jatah, terus merasa berjasa dengan TPK tapi lagi-lagi g dapat jatah.
makanya kecewa berat.
coba bongkar yang tentang mafia alkes sob, pasti langsung diangkat jadi menteri ganti menteri yang katanya g sehat dan g waras, asyik kan?

Makibau:
Intinya kebaikan tak terorganisir akan kalah dengan keburukan yg terorganisir.. ??? ?????

Maykada Mpu:
Itulah era kini, cuma pengamat tapi bisa mengasih usulan lagaknya paling bener aja. Hei alif nyemot, ngomong doank gampang tong. Vaksin juga diuji sama kimia farma, dasar hoax lu.

Will Lim:
Maaf tolong kritik dengan argumen, jangan dengan membawa nama-nama binatang. nanti binatangnya tersinggung, lol

firman proindo:
Gak masuk logika vaksinnya langsung uji klinis tahap 3, tapi masuk tahap 3 karena sudah indent ??? ?????

BritneyYang:
itu bukan indent bung.
uji klinis bukan ke Indonesia saja.
Ada juga ke Brasil.
tahap 1 n 2 sdh dilakukan Di China.
tahap 3 uji klinis ke pasien langsung Salah satunya.
Sinovac memilih Brasil ,Indonesia, Arab juga.
vaksin yg datang bukan utk Di edarkan.

Will Lim:
Buat pembaca Seword yang mau berpikir objektif, silahkan cek perkembangan jumlah penderita Corona di seluruh dunia. itu juga dibuat-buat ? untuk mengganggu Indonesia? untuk melengserkan Jokowi?
kemudian silahkan baca bagaimana seluruh dunia berlomba mencari vaksin untuk membuat antibodi melawan Covid. di sini malah dibilang tidak relevan. silahkan baca berita di Reuters dengan judul
"CanSino coronavirus vaccine shows immune response in human trial"
kemudian untuk terapi plasma kovalen, silahkan sob bagikan link tentang bagaimana hebatnya TPK ini telah dipakai dan diterapkan di seluruh dunia bukan cuma dari klaim sob saja yang entah 11 orang atau berapapun yang sudah sembuh karena diterapi TPK

Chuck Longthong:
“bahwa meskipun belum ada vaksinnya, mayoritas orang bisa sembuh dengan sendirinya.”
“Covid tidak mematikan adalah fakta. Covid sembuh sendiri juga fakta. Lebih banyak yang sembuh ketimbang yang mati, juga fakta.”

Saya tertarik dengan dua kalimat di atas dari penulis. Bukankah dulu Pak Menkes juga bilang bahwa penderita Covid-19 itu bisa sembuh dengan sendirinya??? Tapi dikritik keras dan dibilang CENGENGESAN??? Padahal Pak Menkes ini memang dikaruniai wajah yang murah senyum.

PSBB, Gugus Tugas, Obat-obatan, TPK, dan vaksin adalah bagian dari ‘main aman’, setidak-tidaknya begitulah sudut pandang saya. Dan karena sudut pandang juga, maka orang yang piawai dalam bermain aman, diibaratkan sebagai ‘pecatur ulung’.

PSBB: Jika wabah menggila seperti di negara lain, pemerintah tidak tidak bisa dituduh tidak melakukan apa-apa. Setidak-tidaknya PSBB itu sepupunya lock-down. Begitu kira-kira argumentasi kepada mereka yang menuntut lock-down.

Gugus Tugas: Pemerintah tidak bisa dituduh tidak serius dalam penanganan wabah ini. Buktinya gugus tugas dibentuk.

Obat-obatan, TPK dan vaksin: Ketiga ini relevan dengan wabah penyakit yang disebabkan oleh virus. Setidak-tidaknya ini bisa untuk menjawab tudingan bahwa pemerintah tidak serius menangani wabah ini.

Kalau kita beranggapan penderita Covid-19 bisa sembuh dengan sendirinya, berarti TPK juga tidak perlu dong??? Kalau argumentasinya bahwa TPK lebih ditujukan kepada penderita yang berpenyakit bawaan lain, untuk mengurangi angka kematian. Tapi bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati??? Untuk pencegahan, vaksinlah jawabannya.

Kalau yang dipersoalkan adalah ‘anggaran yang menggiurkan’ dan bisa jadi bancakan, apa sih yang tidak bisa jadi bancakan? Apa sih yang tidak bisa dibisniskan? TPK pun bisa jadi tempat permainan anggaran. Mungkin ekonomi di Indonesia masih berputar juga berkat segala permainan dan bancakan anggaran. Bukankah presiden sendiri mengatakan bahwa belanja negara juga merupakan salah satu penggerak ekonomi? Bahkan presiden marah-marah karena ada lebih dari 100T yang mengendap di bank dan belum dimanfaatkan. Tidak mungkinkah bancakan itu yang juga menyebabkan kita belum resesi seperti negara tetangga kecil yang selalu dijadikan role model?

Bukankan ada seorang tokoh politik “terkenal” pernah mengatakan bahwa korupsi adalah oli pembangunan??? Dari sudut pandang yang berbeda, mungkin apa yang dia katakan ada benarnya.

Fsasosi:
Lho trus kalung anti korona gimana ?

XxX:
Nguap,? ??? ??? ??? ??? ??? ????

firman proindo:
Knp sudah tahap 3? Karena sudah terlanjur banyak yg inden, kalo jujur ntar merusak bisnis

Samiun:
ditengah bencana ....masih banyak tangan yang masih berbuat nista...sungguh sedih dan prihatin......

Makibau:
Hore vaksin datang,Lahan baru nie buat nyari untung,.. ??? ?????

yadiriku:
Yes, saya setuju. Sebagai contoh, tiru saja Iran yang sudah melakukan terapi plasma darah dan terbukti menekan angka kematian.

Will Lim:
ada link berita?

Barkah Adi:
OKok mangkin banyak yak orang² yang berpikiran dan berperilaku jahat?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Vaksin Covid China Tiba Di Indonesia, Masih Relevan Ngomongin Vaksin? yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/vaksin-covid-china-tiba-di-indonesia-masih-d0acdxFpI3

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: