You Now Here »

Menjebak Jokowi Lewat Vaksin China  (Read 151 times - 102 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,246
  • Poin: 23.323
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Menjebak Jokowi Lewat Vaksin China
« on: July 23, 2020, 04:21:04 PM »




doodleramen:
Dua hal ini agak bertentangan dan aneh. Mana bisa klaim aman terhadap
pasien noncovid di China, tapi di Indonesia mau disuntikkan ke pasien
covid dengan alasan tidak berbahaya?
Gila, kacau nih sekarang penulis. Saya sarankan penulis sekarang berhenti menulis tentang Covid dari sisi medis. Karena jelas penulis punya pemahamam selevel lulusan SMP dalam bidang medis. Kemampuan berpikir penulis hanya satu dimensi dan cukup primitif.


Yg dimaksudkan disuntikkan ke pasien yg punya penyakit selain Covid adalah bahwa vaksin itu cukup aman bahkan untuk orang yg punya komplikasi lain. Masa gitu saja gak ngerti? Untuk covidnya sendiri, sudah dilakukan pengukuran terhadap antibodi coronavirus yg dihasilkan dan hasilnya cukup positif. Makanya dilanjutkan ke fase ketiga. Vaksin Sinovac ini selain diujikan di Indonesia juga diujikan di Brazil dan Bangladesh. Alasannya sederhana saja, yaitu karena di China kasus aktif Covid sudah sedikit, yaitu 240 orang per data hari ini. Sedangkan uji klinis fase ketiga membutuhkan puluhan ribu orang sukarelawan.


Terakhir, suka tidak suka, covid adalah virus tidak mematikan. Bisa sembuh sendiri asal imun tubuh bagus.
Suka tidak suka, sudah banyak dilaporkan kerusakan permanen oleh Covid ini. Mulai dari kerusakan otak hingga paru2. Gugel saja "covid permanent damage". Serius sob, mending sob jangan lagi nulis soal covid. Kalau mau ngomong soal fee dan mafianya di pemerintahan ya silakan, tapi gak usah ngomong medisnya, karena memang pemahaman dunia medis penulis sangat rendah. Ini sesuatu yg tidak bisa dibantah. Cukup bahaya disinformasinya...

Mblandyang:
saya sepemahaman n sepemikiran dgmu utk case yg ini

Bocah Sakti:
Coba kalo mau reply itu dibaca baik-baik pernyataannya, mas :

Dua hal ini agak bertentangan dan aneh. Mana bisa klaim aman terhadap
pasien non-covid di China, tapi di Indonesia mau disuntikkan ke pasien covid dengan alasan tidak berbahaya?


Yang mau disoroti di pernyataan tersebut adalah KLAIM AMAN.

Di Cina, jika percobaan vaksin kepada pasien non-Covid diklaim aman maka di Indo, percobaan vaksin mestilah juga dilakukan kepada pasien non-Covid untuk membuktikan klaim aman tersebut, bukan malah kepada pasien Covid.


Sekarang sila baca lagi pernyataan berikutnya :

Tapi setelah itu, Eddy mengatakan bahwa vaksin sinovac tersebut terbuat dari virus yang dimatikan, tapi punya daya untuk anti bodi. Sehingga kalau diberikan pada pasien covid kondisi berat, tidak berbahaya.

Sekarang coba jelaskan kepada gue, APA DASAR KLAIM TIDAK BERBAHAYA ALIAS AMAN dari pernyataan tersebut ??? Apakah sudah ada percobaan yang dilakukan kepada pasien Covid kondisi berat di Cina ??? Apakah pihak Cina sendiri sudah mengklaim aman berdasarkan percobaan yang mereka lakukan ???

firman proindo:
Vaksin polio aja harus disuntik ke balita yg dlm kondisi sehat bukan sakit.

Joe aja:
Langsung tanya ke farmakolog atau dokternya ke China sob...kita disini awam

firman proindo:
Statemennya edi musti dipertanggungjawabkan

Arumanis:
mo nanya om..kerusakan otak dan aru yg om sebut itu murni cause by covid atau covid memperparah otak dan paru yg telah sakit atau tidak sehat dalam kondisi tertentu?dalam waktu yang singkat yg obat untuk sakit paru dan otak tdk ada yg ber efek cepat adan tidak ada nya obat covid..
oh ya..om naikin tulisan dong dalam artikel..tentang kesalahan mas alif..jadi enak bacanya..kan seru tuh data apa saja dari om dan dan mas alif data dari mana aja..siapa tau om alif ternyata data nya dari ikatan yang mana..om dari ikatan yang mana

'raja King:
mas kalo anda claim banyak yg rusak permanen akibat covid, brapa persen mas, kalo dibawah 1 persen dibilang banyak ya anda salah to mas, yg rusak parah akibat covid itu bukan kesehatan tapi ekonomi, kalo itu penurunan udah diatas 1 persen. Kayaknya anda yang kurang pintar sih mas. Alifurahman pintar, anda saja yang tidak cukup memahami kepintarannya

doodleramen:
Salah kaprah situ. Ane gak pernah nuntut lockdown dsb, sama sekali gak nyinggung ekonomi. Malah ane dukung pencabutan lockdown, tapi protokol kebersihan tetap dijalankan. Yg ane singgung itu pentingnya vaksin ini, dan harus mengganggap serius virus ini.


Dilaporkan 15-20% penderita covid yg masuk ICU itu mengalami lecet (scarring) di paru2. Kalau seandainya statistik kemungkinan pesawat terbang itu jatuh 15%-20%, ente masih berani naik pesawat terbang? 15-20% itu tidak bisa diabaikan. Bahkan yg katanya mengalami gejala ringan 70+% mengalami penurunan fungsi paru2. Nafas jadi pendek dan sering terengah-engah. Gak mati sih, tapi situ mau gak paru2 ente berkurang kapasitasnya? Efek jangka panjangnya juga belum jelas karena ini virus baru. Masih banyak studi yg mesti dilakukan.



Makanya mikir yg panjang dan cek data yg benar tong. Kapasitas otak situ kelihatannya agak pas2an, jadi saya tidak yakin situ mengerti komentar ane.



  https://www.newscientist .com/article/2247086-the-coronavirus-is-leaving-some-people-with-permanent-lung-damage/
https://www.forbes .com/sites/joshuacohen/2020/06/13/report-suggests-some-mildly-symptomatic-covid-19-patients-endure-serious-long-term-effects/#1f1d01935979

jerico:
Ah bung doodleramen... Uda tahu itu raja king kapasitas otaknya kecil, masi dikirim link dalam bahasa inggris pula. Untuk nerjemahin artikelnya aja mungkin butuh waktu 2 bulan dia.

Bocah Sakti:
Sampeyan yakin @doodleramen bisa dan sudah baca itu artikel, mas ???

jerico:
Ya ente nanya langsung ke orangnya.

YOSEP Official:
Sejak kapan "vaksin" (untuk membentuk kekebalan tubuh) bisa berubah fungsi menjadi obat pembasmi penyakit?  Contoh: bayi diberi vaksin/imunisasi BCG (untuk kekebalan tubuh supaya tidak terpapar penyakit TBC), tetapi kalau yg sdh terpapar TBC penyembuhannya bukan pakai vaksin BCG, tetapi pakai obat refampisin (obat anti TBC) !!!?

Donny Rahardian:
Eh ferguso !, tulisan loe punya tendensi negatif ke banyak pihak, mulai dari orang dekat presiden sampai ke team dokter kusnandi,


Jokowi dan Dr Kusnandi itu tanya jawab, bukan perintah mendesak dan ditolak bawahan, baca berita nya yg benar.


Yg dipaparkan Dr Kusnandi dan team itu untuk menepis polemik dan pertanyaan yg timbl terhadap vaksin.


Btw Link berita loe mana ? sementara penulis yg lain dengan hati2 dan apik nya melampirkan link2 yg berkaitan dengan tulisan, Loe sebagai kakak pembina bikin tulisan seperti mengarang bebas.

Nunik Rachmad:
Setahu saya vaksin mmg disuntikkan pada orang yg sehat, supaya imun terhadap penyakit tertentu. Seandainya orang tsb terpapar virus yg dimaksud, sakitnya gak seberat/separah dibanding yg gak divaksin. Maaf kalau saya salah.

si memble:
Bener koq, vaksin bukan untuk pengobatan, tapi untuk pencegahan dgn menciptakan antibodi dari tubuh masing2.

Chuck Longthong:
Biasalah. Bangsa aseng ini kan pada tahap seperti jepang pada tahun 1970-an. Pada waktu itu bagaimana nyinyirnya dunia barat khususnya amerika terhadap jepang. Produk2nya dianggap low quality, copy, cheap. Padahal waktu dunia barat berada pada tahap ini, barang2nya juga mungkin low quality, tapi karena mereka yang mulai duluan sehingga tidak ada pembanding. Sekarang siapa yang berani pandang rendah produk jepang?

Sebetulnya produk2 china sekarang mungkin sedikit lebih baik dari produk jepang thn 1970-an, hanya saja memang produk2nya terdiri dari beberapa tingkat kualitas, tergantung harga. Tapi yang membuat penilaian orang negatif adalah lebih banyak disebabkan oleh penggiringan opini oleh dunia barat, khususnya amerika. Hal lainnya yang cukup berkontribusi terhadap pandangan negatif juga adalah karena sdh ada rasa benci duluan (alergi) terhadap segala sesuatu yang mengandung kata china (termasuk tionghoa, aseng, dan asong). Dan yang terakhir ini yang sangat parah, menurut saya.

Senopati:
vaksin beda dengan obat, vaksin untuk mencegah orang sehat agar tidak terkena penyakit atau kalaupun terinfeksi, menjadi ringan akibatnya.
Makanya seharusnya yang didahulukan adalah protokol kesehatan dan obat atau terapi terhadap penderita COVID, dan bukan vaksin. Kalau mengikuti pengalaman yang lalu2, vaksinasi untuk seluruh penduduk Indonesia, membutuhkan waktu bisa sampai 8 tahun atau program jangka panjang.

Muhammad Triswedi Susilo:
Padahal inti dari vaksin itu sederhana yakni ketika orang yang sehat diberi vaksin, kemudian tidak tertular virus nya dan tetap segar bugar maka vaksin itu manjur. Begitu pula vaksin penangkal covid-19,

'raja King:
vaksin ini baiknya diujikan ke para dokter saja yang rentan terpapar covid 19. Jangan ke orang awam.
Nanti dokternya dikasih insentif saja

Panda:
Namanya uji coba ya ke Semua golongan, bukan utk satu golongan aja.
Biar tahu efek nya masing2 orang.

Simon Kwan:
Anda benar, jadi tim uji coba itu terkesan abal2. Seperti ngga ada otaknya gitu.

purajp:
Efek LEMBEK Dan Selesai dgn Materai 6000

Stefanus Chandra:
Sebaiknya setiap vaksin yang katanya sudah diketemukan, baik oleh China, atau Oxford Inggris, atau NASA Amerika, semuanya harus diuji klinis terlebih dahulu. Apakah vaksin tersebut cocok dan aman dipakai oleh orang Indonesia? Dan untuk uji klinis ini jelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kemungkinan keberhasilan uji klinis itu bisa diperoleh nanti di tahun depan (2021) atau bahkan lebih lama lagi. Oleh sebab itu, para ilmuwan Indonesia tentunya diharapkan secara serius untuk menyelidiki vaksin-vaksin tersebut, jangan sampai terjadi cocok hanya untuk 1-2 orang tetapi berbahaya bagi banyak orang. Jadi lebih baik masyarakat lebih konsentrasi menjaga kesehatan diri dan mematuhi aturan protokol kesehatan dengan benar, sambil menunggu vaksin yang benar-benar terbukti cocok untuk semua orang tanpa terkecuali.

Samson Hakim:
Menurut saya "Mabuk" ????

Joe aja:
Mungkin presiden dan tim pengendalian khusus covid 19 juga gk bodoh2 amat. Vaksin mungkin tidak disuntikkan ke semua pasien (phase 1). Secara random akan di pilih misalnya 10 org dan di uji beberapa hari/minggu. Jika berhasil sembuh maka vaksin akan di teruskan. Sebaliknya, jika vaksin memperburuk atau terjadi kematian, maka vaksin akan dihentikan. Kita tau covid 19 blm ada vaksin atau obatnya. At least, kl ada penemuan yg blm teruji hasilnya kenapa tidak di coba. Toh semua penemuan obat/Vaksin baru sebuah farmasi pembuat obat bekerja sama dgn dokter utk menentukkan apakah obat/Vaksin layak utk di berikan berdasarkan hasil uji klinis secara scientific. Terlepas itu ada mafia atau penggarong uang pembelian vaksin, kita serahkan yg punya otoritas.

Muhammad Triswedi Susilo:
Belum pernah ada ceritanya vaksin apapun apapun pada penderita. Sebab yang namanya vaksin adalah merupakan penangkal disaat seseorang itu sehat.

Kalau sakit namanya obat untuk penyakit yang diderita dan bukan vaksin namanya.
Vaksin diberikan saat sebelum kemasukan virus.

Joe aja:
Anda dokter bukan? Serahkan saja pada yg ahlinya knp penderita di berikan vaksin itu

Teguh Budiono:
Presiden harus baca ini

Panda:
Ya tambah bingung bung

Bocah Sakti:
Kok sampeyan yakin bingits, mas ??? Apa jangan-jangan sampeyan itu salah satu pembisiknya presiden ???

Arif Soetanto:
Beginilah dunia medis Indonesia
Serba ga jelas. Pdhl ini sdh uji klinis tahap 3, jadi vaksin sdh bisa dibilang aman & manjur. Tapi tetap aja ada yg ngeyel

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menjebak Jokowi Lewat Vaksin China yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/menjebak-jokowi-lewat-vaksin-china-z9HSSvJWHu

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: