You Now Here »

TPK Bukan Euforia Seword, Percayalah!  (Read 100 times - 59 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,415
  • Poin: 23.492
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
TPK Bukan Euforia Seword, Percayalah!
« on: August 05, 2020, 08:22:34 PM »




Anti Prakerja:
Yang saya rindukan dr. Monica menulis lg ttg TPK. Lebih detail lebih teknis.

Terima kasih

Wele Wele Machih Learn To Joke:
bagi dr mo: "satu nyawa itu berharga"

namun..
bagi kadrun: "satu bidadari itu berharga" haha

doodleramen:
karena terbukti hasilnya dan murah dari segi biaya
Memang TPK ini cuma euforia Seword kok. Dari sini saja sudah kelihatan penulis ini sama sekali gak mengerti TPK. Saran saya, pinjam dulu protap TPK nya sama dr. Mo dan dibaca dengan teliti.



Gimana mungkin TPK bisa murah kalau sebiji alat plamapheresis paling murah saja ratusan juta harganya. Ini masih belum biaya prosedur2 lain misalnya tes terhadap 8 jenis pathogen dan biaya rawat inap. Lebih murah vaksin dong, sekali suntik paling $10. Plus, gak usah nunggu sampai pasien kritis dan paru2 rusak  dulu. Daripada memperjuangkan TPK, lebih baik memperjuangkan vaksin.

Anti Prakerja:
Setuju sebagai euforia. Penulis Seword hanya menuliskan keberhasilan protab dr. Monica, dapat penghargaan muri, sembuh 7 dr 10 dan benar2 dr  10 orang, kekesalan pada menteri, kepala daerah, plus 1 testimoni. Tak ada yg menyentuh akar masalah. Bagaimana pasien bisa  mendapat TPK. Prosedur nya, pengalaman dr yg pernah TPK. Agar orang tahu bahwa ada TPK disamping metode lain.
Akibatnya ya hanya ramai di seword. Saya ditanya, apakah cara menyembuhkan covid, saya jawab dengan TPK. Lalu ditanya lagi, bagaimana cara kita dapat terapi dimaksud, dimana saja yg melayani? Trus saya jawab apa? Disini missing linknya antara di seword sama dunia nyatanya.

Hanya saya gak setuju juga membandingkan TPK dengan vaksin. Saya dukung semua metode yg bermanfaat bagi umat.

Tandry:
Rs.C tsb menolak TPK saya percaya hal itu. Karna ada mafia kesehatan bermain-main disana , baik perusahaan obat , alkes dan paramedis dan jajaran direksi RS tsb. Tp info dokter tsb menolak dan memilih mati yg saya agak meragukannya (maaf klo saya kritisi hal tsb).

Zeffanya N Zeevanka:
Hormat setinggi2nya buat Seword yg terus menyuarakan TPK Dr. Mo! Terbukti para penulis bkn hanya pintar tapi jg punya hati buat bangsa INI. Suarakan terus kebenaran walaupun ...sekalipun... Malah...God speed.

Mpok Desy:
Salam hormat kembali Zeffanya.


Ini bukan perjuangan Seword, tapi perjuangan kita semua. Semangat...n God bless you

Lanina:
Jd dokter, tp pilih mati syahid? Kombinasi aneh, di luar akal sehat.

Patrick Jahja:
"mengunci angka kematian" ini perlu penjelasan lebih banyak. apakah dengan TPK sudah garansi penuh 100% gak bakal mati dan 100% kedepannya gak bakal kena lagi?

mungkin perlu detail lebih banyak disitu supaya TPK bisa lebih "populer".
dan itu baru tahap dasar yang saya liat banyak yang promoin TPK langsung belon apa apa gagal.

masih ada banyak tahap laen tentunya, tapi may be mesti start dari detail yang tegas secara netral bahkan dari sebelon mulai promo.

Mpok Desy:
Terima kasih sudah mampir di artikel saya.


Pertama yang harus disepakati bahwa TPK membantu menekan angka kematian, terutama pada pasien kritis.  Tentunya ada kondisi yang harus disepakati, salah satunya pasien sudah di kondisi menggunakan ventilator.  Selain itu juga plasma dari donor yang nantinya diberikan kepada pasien, harus juga memenuhi beberapa kriteria.  Kira-kira inilah gambaran kondisi yang menjadi kunci keberhasilan TPK. 



Di artikel ini saya memang tidak rinci mengupas TPK,  Tetapi, jauh hari mengenai TPK sudah banyak di bahas oleh rekan penulis Seword sebelumnya, misalnya Mbak Jemima, Manuel Mawengkang, dan bahkan oleh Mas Alif sendiri.  Terakhir Ronindo juga menuliskan kesaksian dari adik pasien yang sembuh dari Covid berkat TPK.  Bahkan lengkap dengan videonya, yang saya rasa bisa menjadi jawaban keberhasilan TPK.



Thanks anyway untuk komennya.  Jika mau lebih jelas mengenai TPK silahkan mencari di Seword ini, banyak sekali infonya.  Maaf ini bukan promo atau apapun.  Ini demi nyawa manusia yang harusnya bisa tertolong.  God bless you.

Aan Widjaya:
Suwer ya mas, jangan pake TPK ya. Rekornya sudah70% yg sembuh, mau jelasnya cari aja di seword ini.

Patrick Jahja:
Tidak menjawab pertanyaan.
Apakah TPK sudah pasti 100% sembuh dalam keadaan apapun?
Apakah TPK sudah pasti 100% gak bakal kena corona lagi selamanya?

Ngarepin orang kena corona terus gak bisa pake TPK atau berusaha bikin orang suwer gak pake TPK ( may be dengan harapan tu orang takut suwer)is not a good way to promote TPK, kecuali itu emang cara Anda untuk bikin supaya TPK makin ga laku tuh. :D

Saya salah satu orang yang dukung kalo Indonesia mao jalanin TPK, tapi bukan artinya kita sembah buta tu TPK kayak kadrun sembah rizieq sih....

Bocah Sakti:
Apakah TPK sudah pasti 100% sembuh dalam keadaan apa pun ???
Tidak tahu. Tetapi semakin cepat diberikan, semakin besar potensi kesembuhannya.


Apakah TPK sudah pasti 100% gak bakal corona lagi selamanya ???
WHO bilang orang yang pernah terinfeksi covid-19 masih berpotensi terinfeksi kembali. TPK adalah semacam imunisasi pasif dengan memindahkan kekebalan tubuh dari pasien yang sembuh kepada pasien yang terinfeksi.


Sampeyan tidak perlu sampai bilang menyembah buta kepada TPK karena TPK bukanlah hal baru di dunia kedokteran akan tetapi MENGAPA SAMPAI SAAT INI TPK TIDAK DIJADIKAN PENGOBATAN PERTAMA DAN TERUTAMA untuk pasien yang terbukti positif terinfeksi Covid-19 dengan alasan yang begitu konyol ???


PROTAP sudah dibuat dan tinggal mengikuti seteliti-telitinya dan sisanya berserah kepada Yang Maha Kuasa. Apakah ini begitu sulit ???


Buat mereka yang menolak TPK, termasuk para dokter, FINE, itu pilihan mereka TETAPI bagaimana dengan mereka yang menghendaki TPK untuk diri mereka atau keluarganya ??? Apakah dibiarkan begitu saja.

Aan Widjaya:
Wah Bocah Sakti bener bener sakti, thanks ya sob.
BuatPatrick Jahja, kan dah dibilang rekornya 70%  bukan 100%, nggak ada obat/cara lain yg punya rekor setinggi TPK, jadi kalau masih mengharapkan 100%, hanya satu yaitu yg namanya VAKSIN aktif. Masalahnya kenapa tidak dipake kecuali kAalau otonom pasien, kalau tahap uji klinis yg dipermasalahkan, Dr. Mo dah bilang haanya kurang data tapi terbukti manjur. Masalahnya bukan kurang promo dan kurang data tapi kemauan Negara untuk menetapkan bahwa TPK harus dipake, itu saja. Bahkan Pemprov DKI, Jabar/Jateng/Jatim mana suara TPK nya, jadi sami mawon dengan Pusat. Makanya sy sering bilang kalau sudah KEPEPET APBN AMMMBYYAAARRR!!! baru pake TPK, karena apa, karena sudah nggak ada duit lg negara buat beli obat atau alkes lainnya, jadi cari yg gratisan.

Anti Prakerja:
Oh seword pengen menekan pemerintah agar TPK dijalankan dan dibiayain gitu. Baru mudeng aku. Kirain mensosialisasikan bahwa ini loh model terapi alternatif pengobatan Covid. Silahkan dicoba keberhasilannya 70% lho. Pantesan tidak ada informasi bagaimana kalau ingin TPK, prosedur nya gimana, di RS mana saja yg melayani?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel TPK Bukan Euforia Seword, Percayalah! yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/tpk-bukan-euforia-seword-percayalah-7dNj8hPnhH

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: