You Now Here »

Pak Muhadjir Kebanyakan Nonton Sinetron! Seword #1 Opini Indonesia  (Read 99 times - 64 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,421
  • Poin: 23.498
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Jay:
Otak isinya Kadrun

Zolda:
kami, yang miskin inilah yang turut ikut bayar pajak buat menggaji kalian

Zeffanya N Zeevanka:
Tugas kalian dong harusnya mengatasi kemiskinan?!? Bukankah ITU tujuan kln ditunjuk?

Ronak:
Jadi ingat statemen pejabat tentang kawin kontrak di puncak, biar perbaikan keturunannya bagus2, ntar  bisa jadi artis...

No Fear:
Mujair dijadiin mentri ya gitudeh
.... (Dipepes aja)

Han:
Pak menteri ini menganggap pernikahan manusia kayak binatang kawin saja. Kucing coklat kawin sama kucing putih lalu anaknya jadi belang2. Atau jangan2 dia ada modus pengin poligami dengan gadis semlohei dari keluarga kurang mampu.

Padahal sebenarnya orang kaya raya menyesuaikan hidup miskin itu jelas susah. Sebaliknya pun juga sama, meski mungkin ada sebagian orang mengira itu mudah.

Ada teman cewek saya married dengan keluarga crazy rich. Istilah orang chinese "kawin masuk". Sekilas memang pernikahannya seperti fairy tale. Teman saya ini memang cantik sementara cowoknya mapan secara finansial dan penampilan juga cukup keren. Tapi dia tidak bahagia dan sering curhat ke teman ceweknya. Karena keluarga suaminya terutama ibu mertua seringkali mengeluarkan statement yang menyakitkan hati meski mungkin tak bermaksud menghina. Selain juga selalu ikut campur urusan keluarga. Singkatnya, duit berapapun tak masalah tapi sang menantu harus nurut 100% termasuk urusan pendidikan anak2 mereka dll.

Contoh lain adik sepupu saya sendiri (cowok) yang pernah pacaran sama cewek anak keluarga kaya raya. Sepupu saya ini kerjaannya cukup bagus untuk usianya yang baru 20-an. Tapi dia cuman bisa nyengir aja tiap kali ceweknya dengan antusias nunjukin bag strap merk H**m*s yang baru dia beli yang harganya kalo dirupiah-in 30an juta. Dan itu baru tali tasnya doang bukan tasnya sendiri yang harganya minimal ratusan juta. Penghasilan bersih per bulan sepupu saya tanpa makan dan minum juga ga bisa beli seharga itu. Sementara ceweknya beli barang2 mewah spt itu kayak beli kacang goreng saja.

Perbedaan status sosial yang terlalu jauh akan sulit membuat keduanya jadi bahagia. Padahal mereka ini masih tergolong kelas menengah yang relatif mapan bukan dari kalangan yang betul2 miskin tak mampu. Kecuali salah satunya bersedia untuk "hijrah total" secara lahir batin. Tapi itupun juga masih sulit karena ada faktor keluarga.

HARIARA:
Di masa ORBA, tersebar pernyataan seperti ini.

Di negara seperti Indonesia hanya ada tiga peluang keluar dari kemiskinan:
1. Menjadi personel militer
2. Bekerja di perusahaan multi nasional
3. Menikah sama orang kaya

Waktu itu, saya pikir ini hanya guyonan. Namun, ternyata dibahas serius oleh beberapa akademisi. Salah satu argumen mereka adalah hal ini terjadi karena dampak dari pemerintahan otoriter. Mereka juga membuat solusi untuk menghargai KEBEBASAN. Di negara yang menghargai kebebasan sejati, tidak terbatas peluang keluar dari kemiskinan bagi warganya.

Han:
Saat ini harusnya pendidikan dijadikan sarana untuk keluar dari kemiskinan. Bukan hanya sekedar pendidikan formal namun pendidikan praktis termasuk perubahan cara berpikir serta etos kerja.

Jesse Sihombing:
Pak Muhajir, biar gak tambah org miskin, boleh saya kawinin anak bp ya. Kan bp org kaya

Dnapiet:
Maaf Pak Prof, saya meragukan bahwa dalam hati anda tdk mengakui/menyadari Bpk Jkwi sbg Presiden dan boss anda yah. Kemiskinan selalu ada di setiap tempat dan waktu dr jaman dahulu kala hingga nanti. Hanya bgmna sikap maupun perlakuan negara dan masyarakat menghadapi dan membantu meringankan beban mereka, agar hal tersebut tidak menjadi komoditi kepentingan ataupun dimanfaatkan oleh oknum dan kelompok2 yg tidak bertanggung jawab dan tidak manusiawi.

Paijo:
Cak Muhajir ini jg Profesor lho, jd ga cm sekelas menko

IsakItlay:
Betul..ucapannya menyakitkan .. smg beliau sgr menyadari dan minta maaf.

Maanaa Taahaan:
utk apa merasa sakit?
orang miskin selalu siap utk menjadi miskin apalagi menjadi kaya.

orang kaya yg tidak siap menjadi miskin.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pak Muhadjir Kebanyakan Nonton Sinetron! Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pak-muhadjir-kebanyakan-nonton-sinetron-0zFDym4HTX

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: