You Now Here »

Presiden Tersesat Di Istananya Sendiri  (Read 123 times - 68 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,422
  • Poin: 23.499
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Presiden Tersesat Di Istananya Sendiri
« on: August 07, 2020, 08:04:44 PM »




Yosef Kurniawan:
Sip. Jadi disuruh herd immunity ya. Oke. Kans kita sembuh cukup besar kok, dr 16 orang, 15 akan sembuh dan 1 yang tidak beruntung akan meninggal. Kalau kena dengan tanpa gejala bersyukur, gak usah keluar duit banyak bisa sembuh. Kalau kena dengan gejala parah, ya sudah pasrah saja. Loh bukannya ada TPK yang dibangga-banggakan itu? Oh iya, di lapangan sudah semakin dipersulit ya, dan lagi biayanya juga tidak murah.

Intinya seperti yang saya bilang bulan-bulan kemarin, kalau pembaca tahu diri, hiduplah sesuai protokol kesehatan sebaik mungkin. Kita tidak bisa mengharapkan bantuan pemerintah, tetangga bahkan keluarga. Jika pembaca berbudi baik, maka  harus membiasakan pakai masker jika pergi keluar, sehingga dapat mengurangi kans menyebarkan virus.

Ini pilihan pembaca, mau sengaja terkena covid dan berharap pada TPK (yang sekarang tidak jelas statusny) atau menjaga diri sebaik mungkin.

firman proindo:
Jgn karena tpk dijegal terus protokol kesehatan dilonggarkan
Protokol kesehatan jgn dilonggarkan biar saja syarat masuk dgn rapid tes saja yg ditiadakan.
Ingat jgn egois kalo imunnya kuat, orang lain juga berhak hidup tetap perhatikan protokol kesehatan. Pakai masker apa susahnya

nihayatur rohmah:
Semoga Indonesia bisa melalui semua ini

Snipersiantar:
Semoga di Seword dengan munculnya gugus opini berbeda yang saling menguat tidak membuat ada yang tersesat di rumahnya (Seword ini) sendiri..entah itu para penulis, para komentator apalagi pembaca setianya.
☕☕☕☕

doodleramen:
Tidak perlu lagi memperketat protokol kesehatan.
Tadinya saya mau meng-counter si sob lagi. Tapi setelah dipikir-pikir si sob ini ada benarnya. Maksudnya, buat kalian2
(yg ber-IQ rendah) yg percaya Covid itu bukan sesuatu yg perlu dianggap serius. Hanya sedikit demam dan batuk kecil, memang sebaiknya tidak usah peduli protokol kesehatan.


Hajar bleh saja...adakan Covid Parties seperti di AS sana kalau perlu, atau ngumpul bareng rame2 dan tidak usah masker2an. Menurut saya ini hal yg bagus. Karena berarti seleksi alam akan bekerja dengan sebagaimana mestinya. Yg IQ-nya rendah dan fisiknya lemah akan banyak jadi korban. Kalau mereka mati berarti index IQ orang Indonesia secara keseluruhan akan naik. Ini turut mencerdaskan dan menyehatkan bangsa secara pasif. *Kan lagi ngetren kekebalan pasif* ????


Lebih cepat lebih baik, jadi buat yg agak pas2an di urusan otak sebaiknya buruan rame2 kena Covid. Ketika sudah mencapai 60-70% jumlah penduduk berarti herd immunity akan terbentuk. Orang2 yg lebih pintar akan berterima kasih dan tidak perlu takut covid lagi.

Anti Prakerja:
Sekedar usul saja, bikin dong petisi agar TPK di nasionalkan. Endorse besar-besaran bikin trending topik. Dalam keterisolasian di istana yakin presiden masih bermedsos. Posting statistik yg betul, paparan teknis yg benar. Kumpulkan testimoni semua pasien yg sembuh. Bagaimana bisa percaya jika TPK tidak hanya euforia di seword saja.

 "Menyalakan lilin kecil jauh lebih baik daripada mengutuk kegelapan"

Batitong Mapongka:
Sepakat, sob.

Suharsono:
Yang nda bener, kenapa dokter2 yg memberikan plasma autonomi mandiri kok ditegur dan disetop. Maksudnya apa.....
Apa TPK merupakan ganjalan bisnis Rapied Test dan lainnya ?

Ivan Budiutama:
Mmm maap kl gw gak setuju dgn beberapa point. Terserah deh gw mau dibilang pemuja statistik. Faktanya psbb/lockdown itu berhasil. Asalkan disiplin. Liat Korea Selatan, penduduk 50 jt, jumlah kasus cuma 14 rb, meninggal 300an. Ini faktanya. Masalahnya di Indonesia, udh jelas ada tulisan wajb masker, tetep aja ada yg gak pake, kalo ditegur lbh galak dia (yg melanggar). Dibilang kasih jarak duduk, tetep aja ngumpul nempel2an. Ini jg fakta. Lagi2 kl ditegur lbh galak dianya. Gw gak ada masalah sama lifting aturan psbb tp gw masalah sama manusia2 yg mikir "may the best immune system win". Selain itu egois, menurut gw terlalu arogan. What next? Mau setuju dengan si So-Mad kalo virus ini tentara allah? Coba sebutin kata2 di tulisan ini ke orang yg keluarganya korban meninggal virus, coba bilang ke mereka "virus ini gak mematikan kok, data bilang gt, kalo keluarga ente mati karena itu ya emang lg sial aja" ayo gw mau tau hasilnya kayak apa. Gak susah kok, disiplin pake masker, kl sempet, cuci tangan yg sering, jaga jarak

jeremy edy d:
Ada lagunya kok mas alif kondisi sekarang ini :
Berdagang jangan berdagang
Berdagang boleh saja kalau ada perlunya
Berdagang boleh saja kalau sedang kuasa

Ayo kita jogeti saja.....

Di:
Perang Kepentingan
Perang Keberpihakan
Perang Anggaran
Perang Angkara Murka

iam hêylêl:
Jangan jangan utk membaca seword juga di halangi dg sangat sangat ketat.. Ahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Presiden Tersesat Di Istananya Sendiri yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/presiden-tersesat-di-istananya-sendiri-WLT8OpGDpv

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: