You Now Here »

Payah, Pelaku Pengacau Di Solo Menangis Saat Ditangkap Polisi Seword #1 Opini Indonesia  (Read 113 times - 98 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,422
  • Poin: 23.499
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Didi MJ:
Asal jangan cuma 'ditahan' diatas meterai 6000 thok! Begitu lem materai tersebut kering, maka kejadian serupa akan terus terulang tanpa adanya keseriusan untuk diselesaikan.

Kepada Pak Kapolda dan Pak Kapolres, masyarakat yang waras ingin melihat prestasi bapak2 dalam menegakkan hukum dan keadilan sesuai undang-undang. Jangan seperti kejadian saat pembubaran ibadah online di Cikarang Bekasi yang hanya didamaikan dengan selembar materai. Para ormas radikal berjubah agama seenaknya menginjak-injak harkat dan martabat hukum di negara ini. Artinya juga mereka menghina dan merendahkan bapak2 petugas hukum yang sah di negara ini!
Sudah cukup untuk bermain 'aman' dengan para radikalis ini, tunjukkan kebanggaan kepada kami masyarakat Indonesia bahwa kami masih memiliki aparat penegak hukum yang dapat mengayomi dan memberikan kami rasa aman dan tentram untuk tinggal di bumi Nusantara ini!

Merdeekaahh.... ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

Maanaa Taahaan:
ini karena korban adalah dari agama yg sama,
jika korban dari agama minoritas, walau ditekan sekalipun, pølįsî tidak akan bertindak.

Maanaa Taahaan:
air mata, peci, dan materai 6000 perak adalah senjata terakhir para zombie bersorban perusuh.

FAUZi:
Tetap tak ada gunanya... harusnya seluruh kadal gurun dan gerombolan berjubah di basmi tuntas

Lanina:
Pake daster, ya maklum lah.... nangis

harriz salim:
Lupa bawa daleman jd nangis...biasa malam2 ada yg digrayangi di bui giliran nyamuk yg merubung

Claudy Knehans:
kwkwkwkwkwkwkwkw....cucok...sesuway kostum...sbg penjiwaan peran

Maanaa Taahaan:
daster emaknya dipake.
nangis karena teringat emak mau pake daster utk kondangan besok.

maafin udin mak, dasternya dipake nginap di penjara ... hiks hiks hiks

Arif Soetanto:
Kalo bela agama, sampai akhir dong. Masa baru ketemu polisi sdh mewek. Batal dpt pahala

Gabener:
Nyerang orang lagi ibadah dan hajatan bisa bergaya PKI ternyata mereka

Maanaa Taahaan:
komunis bersyariah

Fsasosi:
Jangan cuma di buat nangis aja... buat mereka semua sampai mereka ter-kencing2 dan tak-biraq-beraq

Alex R.:
Barangkali dia tidak menangis tapi hanya 'kelilipan' matanya.

Abu Delapan:
Hehehe pembela kepentingan Alloh, lucu ..... tidak mikir ....  Alloh kok dibela oleh manusia yg tidak berdaya seperti itu .... aneh2 saja ....

Maanaa Taahaan:
namanya juga agama buatan manusia ...
manusia nya yg harus membela diri sendiri dan membela agama buatan sendiri.

Abu Delapan:
Wah agama manusia perlu dibela manusianya, sementara allohnya hanya dibawa2 saja dong. kuwalat ituuuuuu ....

Maanaa Taahaan:
4JJi hanya mitos, semuanya hanya kata2 yg keluar dari mulut seorang yg ngaku nabi

Parlindungan Panggabean:
Coba lihat tatto ditubuhnya, jangan2 gambar pisang atau lontong.

Maanaa Taahaan:
apakah ini preman bersorban atau ulama bertatto ?

Garuda Di Dada ku:
Ulama Gak Punya Otak

harriz salim:
Mereka mabok agama itu sdh pasti...jgnkan setahun dibui , semalam aja udah kaya setaon...wuiiiihh....itu nyamuknya kaya laron ga bakal bisa tidur maka berpikirlaah sebelum berbuat kejahatan

purajp:
Nangis karena lupa bawa Materai om. Sudah lewat deadline 2x24 jam saatnya ganti Materai 6000 dengan Peluru.

Deedee:
Banyak di solo mantan preman yang larinya ke laskar fpi,mereka lari dari DPO polisi.

Maanaa Taahaan:
preman menyelamatkan diri dgn mengubah diri menjadi ustat hahahahaahaaa

silabo hatung:
kasihan. sesungguhnya mereka adalah korban ! .. korban ketololan diri sendiri dan juga guru gurunya ..

dave:
Ya itulah bentuk PKI yang sesungguhnya wkwkwkwk, tapi saya rasa semuanya akan selesai dengan METERAI Rp 6.000,- wkwkwkwk

Stevanes Ariffin:
Quote: "Dan dalangnya bisa jadi ikut dalam aksi kerusuhan atau berlindung di balik layar."


Buat kaum kadrun, dalang boleh dipastikan tidak hadir di TKP dan selalu berlindung dibalik layar. Jadi yg keciduk cuman orang orang goblok yg makan ta* mereka doang.

Garuda Di Dada ku:

(click to show)


The Susan:
..cman 100 org ?? ..bener ..??
..mari kita hitung ..100 x 6000 = 600 rb..kecil itu maah..sejuta jg ngak nyampe brother and sister ..

ABCDEFGHI:
padahal cuma mau diajak dialog...

...

di ruang interogasi, satu-satu ga rame-rame.

Deni Afandi:
emang mereka nangis???

Maanaa Taahaan:
ngompol

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Payah, Pelaku Pengacau Di Solo Menangis Saat Ditangkap Polisi Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/payah-pelaku-pengacau-di-solo-menangis-saat-40YzXZKwET

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: