You Now Here »

Menyelamatkan Pendidikan Indonesia Dari Jerat Radikalisme Seword #1 Opini Indonesia  (Read 106 times - 107 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,415
  • Poin: 23.492
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Brian:
Beberapa solusi untuk mendidik generasi penerus yang lebih baik:
- hapuskan pelajaran agama dari kurikulum pendidikan formal, dan ganti dengan pendidikan moralitas universal. Pemberian pelajaran agama dikembalikan ke lembaga keagamaan masing-masing yang sudah ada
- melatih kebiasaan berpikir kritis dan sikap skeptis dalam hal apapun, sehingga jalan pikiran tidak menjadi dogmatis dan kaku
- evaluasi seluruh materi pelajaran yg diberikan, terutama materi pelajaran sejarah & kebudayaan. Berikan materi pelajaran yg apa adanya dan tanpa bumbu2 propaganda

Dan semua ini juga perlu dilakukan bersamaan dengan membuang atau memusnahkan ideologi ekstrimis-radikal beserta pentolan, pendana, pengikut dan pembelanya.

Maanaa Taahaan:
setuju, lebih baik pendidikan moral ... tapi dgn catatan, definisi moral jangan berdasarkan persepsi dari agama mayoritas.

karena selama ini pendidikan agama hanya dipaksakan berdasarkan persepsi agama mayoritas.
bahkan dulu pernah ada wacana mewajibkan semua sekolah minimal menyediakan mushola walau itu sekolah non muslim, (contohnya sekolah kristen, sekolah katolik, sekolah buddha) tapi syukur alhamdulilah wacana ini dibatalkan.
lucu aja, sekolah kristen koq wajib ada mesjid atau mushola.

pendidikan harus mengutamakan logika dan pola pikir sehat utk mencegah penyesatan oleh ulama2 kecap.

FAUZi:
sudah telat om

"mereka" sudah bergerak dari awal reformasi gagal total dan terkutuk 1998 ...

"mereka" sudah merasuki duni pendidikan sejak 20 tahun lampau, dan anak anak kita yang saat itu usia sekolah sekarang sudah "matang" dengan isi kepala yang radikal dan utamanya pro khilafah


"mereka' sudah melakukan pemusnahan budaya asli nusantara dan menggantikannya dengan budaya onta dan kadal gurun.

Dan perlakukan sama terhadap semua yang keracunan agama apapun agamanya.

Jalan satu satunya hanya melakukan pembasmian kepada pentolan2nya, melakukan monitoring secara aktif, membatasi akses pekerjaan dan pendidikan kepada mereka dan menerbitkan perppu UU subversif.

Diluar itu Indonesia hanya menghitung waktu menuju kehancurannya

Maanaa Taahaan:
ideologi kadrun mudah merasuki warga karena mindset warga yg  begitu memuja agama.
semua orang yg berpakain serba putih dan bersorban dianggap manusia suci yg pasti selalu benar omongannya walaupun khotbahnya bersifat provokatif dan menyesatkan.

Brian:
Waktu yg tersisa mungkin tinggal 1-2 generasi lagi saja

Maanaa Taahaan:
dulu mereka dgn terang2an melakukan pemberontakan di/tii, di zaman orba mereka nyungsep dan tiarap, di zaman pasca orba mereka dgn terang2an mewujudkan diri tapi tidak mengadakan gerakan penberontakan melainkan dgn gerakan menghasut melalui dakwah dan dunia pendidikan yg akhirnya hasutan di dunia politik.

bahaya laten khilafah, sekarang telah menjadi nyata

Brian:
Jalan satu-satunya menghadapi makhluk2 tsb adalah tidak dengan dialog, melainkan dengan tindakan super represif.

Dialog digunakan untuk meng-expose kebusukan & kebohongan yang dilakukan makhluk2 tsb, harapannya supaya orang-orang yang masih ragu-ragu menjadi mantap untuk meninggalkan ideologi makhluk2 tsb.

theoderic:
Tindakan tegas pemerintah? Sudah dari dulu ditunggu-tunggu. Apakah masyarakat harus turun tangan sendiri kalau aparat melakukan pembiaran terhadap tindakan intoleran?

Maanaa Taahaan:
masalahnya adalah pola pikir atau mindset warga yg memuja agama apalagi agama ekstrim yg mengajarkan radikalisme.
menganggap lebih penting pendidikan agama daripada pendidikan moral, apalagi persepsi akhlak dan moral hanya berdasarkan persepsi dari agama mayoritas.

contoh : dgn bebas menyatakan yg berbeda agama (khususnya agama minoritas) sebagai kafir dan jika ada yg protes disebut kafir pasti akan dituding penistaan agama.
semua permasalahan moral hanya dipandang dari sudut pandang satu agama yaitu agama mayoritas.
contoh dalam berpakaian, disebut berpakaian tidak sopan jika berpakaian jilbab, apalagi sesama satu agama pasti akan dibully.
makanya ada jilbabisasi seragam, dan wanita yg tidak berjilbab akan didiskriminasikan

Maanaa Taahaan:
motto pendidikan yg mengatakan "mengutamakan akhlak" ... tapi definisi akhlak hanya berdasarkan persepsi dari agama mayoritas.

Bossi Thian:
Sebenarnya kristenphobia lebih nyata tumbuh dan mulai subur dibbrp wil dinegeri ini.

Brian:
Istilah kristenphobia adalah istilah yg cukup tepat di negara kita, karena memang nyata bahwa terdapat rasa takut/tidak suka yg irasional terhadap berbagai hal yg berhubungan dengan kekristenan

Maanaa Taahaan:
lebih tepatnya, salibphobia.
ngaku beragama tapi bertingkah seperti drakula vampire yg mendadak kepanasan ketika melihat salib
wkwkwkwk

Fsasosi:
Cukup pake salib aja bukan pake bom ato demo 7 juta umat... udah cukup bikin mereka jadi phobia

Maanaa Taahaan:
ngeliat perempatan jalan bisa mendadak kepanasan karena dianggap salib wkwkwkwk

Bossi Thian:
??? ??? ??? ??? ??? ?????

Maanaa Taahaan:
kristenphobia adalah tidak beralasan karena nyata-nya tidak pernah membahayakan, hanya karena para zombie yg takut murtad ketika melihat simbol2 kristen.
sedangkan non muslim setiap hari diharuskan melihat simbol2 islam tapi tidak jadi mualap koq.

islamophobia jelas beralasan karena nyata-nya berperan dalam menimbulkan gerakan radikalisme berdasarkan agama, contohnya gerakan teroris jihad

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Menyelamatkan Pendidikan Indonesia Dari Jerat Radikalisme Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/pendidikan/menyelamatkan-pendidikan-indonesia-dari-jerat-ScLYcGhy5a

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: