You Now Here »

Kelihatan Jelas! Jenderal Doni Dihalangi Terapkan TPK Untuk Basmi Covid 19 Seword #1 Opini Indonesia  (Read 91 times - 75 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,415
  • Poin: 23.492
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Yudhi Christian:
Sang Jendral telah diberi kesempatan saat menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 namun kesempatan itu dilewatkan. Apalagi saat dirinya berpidato dengan pakaian lengkap seragam Jendralnya, mestinya dilanjut dengan merobohkan dan menyingkirkan para penghalang. Tapi tidak dia lakukan, dan akhirnya dinilai jauh dari harapan presiden.

Amin widodo:
Prediksi saya kekacauan covid ini berakhir di akhir desember ato awal januari 2021..kalau diakhiri di hari hari ini banyak yg masuk bui. udah itu aja bosskuhhhh...

Barbarian King:
Yg wajib,apapun obatnya tapi murah..
Bila mgkn gratiskan..
Jgn jadikan pandemi ini jadi ajang bisnis dan bagi'' keuntungan atas hal itu..
Vaksin butuh brapa tahun lagi..?
Keburu ambruk dunia persilatan..
Yg ada dulu lah pakai...
Atau sengaja ada yg mengail di air keruh..?
Agar negara ambruk dan rakyat kolaps..?
 Musuh dlm selimut..?

Waspada...

Agung Nugroho:
Jokowi ... apa memble..? (Ini pakai bahasa yg halus...mau pakai yg kasar..?)

Reza Aditya Digambiro:
Terapi Plasma konvalesen itu masih dlm taraf ujicoba,  trlalu riskan utk dipakai dlm skala besar. kemarin seorang dokter d medan (positif covid 19)  baru saja meninggal krn efek samping plasma konvalesen, Trali namanya. Tranfussion Related Acute Lung Injury.  Jangan berspekulasi dlm memberi pengobatan yg blm ada kejelasannya dan pembuktiannya secara ilmiah. Kalau pasien meninggal krn plasma konvalesen, siapa yg bertanggung jawab? ?????

Wele Wele Machih Learn To Joke:
gua jadi ingat dulu sama "kadrun penebeng" berusaha manipulasi angka perolehan suara buatan kubu sebelah sana yg berubah2 dari waktu ke waktu alias pengibulan..
harusnya dibikin transparan nih.. kalau gak transparan kan jadi potensi manipulasi

GalihK:
Uji coba vaksin harus pakai control group yg pakai placebo, sebelum bisa dibilang bahwa vaksin itu terbukti berhasil.

Untuk TPK juga harus dibandingkan dengan control group yg dikasih placebo, sebelum bisa dibilang bahwa TPK telah terbukti berhasil.

Ini yg masih ditunggu hasil research-nya, sedang dilakukan di negara2 lain (karena di Indonesia belum ada yg melakukan uji klinis ke TPK).

Aan Widjaya:
Orang solo emang selow, biar lambat asal kelakon, mau bilang apa, coba, cape kan! TPK dari maret sampe skarang udah 4 bulan coy, dah brapa yg disembuhkan , bisa dihitung tuh. Ambyar ambyar APBN-ku punya negara n rakyat.

YOSEP Official:
Aku juga heran, kenapa para "pakar/dari universitas" tidak tertarik pd "terapi plasma/TPK" ?  Anehnya mereka lebih tertarik menggalakkan "obat racik" (menggabungkan obat2 yg sdh tersedia di pasaran), memang tujuannya bagus, tetapi sementara ini obat2 yg ada di pasaran dunia belum ada yg "joss", artinya ya percuma saja (buang2 biaya), makanya ada masyarakat yg mungkin ikut2an juga meracik herbal, kan tujuannya bagus juga, Jadi aneh juga kan?

Wele Wele Machih Learn To Joke:
gak aneh kalau ingat uang adalah motivasi tertinggi (kebanyakan gitu, kan?)

Roedy Siswanto:
sob , sampeyan salah dengar info ...alat plasmaferesis di Indonesia saat ini belum ada 70 ...saya hitung mungkin baru sekitar 10 unit . Jend. Doni akan mengadakan 70 unit agar di setiap propinsi ada minimal 2 unit . Ini yg dihalangi oleh you g lebih jendral .

Fidi W:
Sebenarnya seberapa jauh pengetahuan rata² dokter terhdp TPK, krn di wag ada teman dokter yg sering sekali posting kabar dokter² yg meninggal krn Covid19. Klo dokter yg kita anggap lebih mengerti aja tdk mau di terapi dgn TPK, sulit utk meyakinkan yg lainnya. Mungkin ini benar² perlu influencer TPK utk mendobrak halangan thdp TPK

Johan Mulyadi T:
Sampai saat ini beredar lewat WA, kabar sudah ada 100 dokter yang meninggal karena Covid19, lengkap dengan daftar nama2nya. Mengapa tidak ada inisiatif untuk memanfaatkan TPK?

Fidi W:
Itu yg menjadi pertanyaan saya..  koq tdk ada kel, saudara kolega yg dengar mengenai TPK dan berikhtiar mencoba TPK

Fidi W:
Itu salah satu dasar pertanyaan saya, mkn jawabannya spt reply nya Roedy Siswanto.

Roedy Siswanto:
Ada penghalang yg lbh besar mbak Fidi . Ini yg sedang dicoba diterobos oleh orang orang yg punya hati untuk menolong bangsa ini .

Santai Saja:
Bacalah Hirarki Maslow, dimana level dasarnya manusia adl untuk memenuhi kebutuhan fisiologis nya.

Saat ini level manusia Indonesia baru sebatas memenuhi kebutuhan fisiologis-nya. Hampir semua orang Indonesia masih dalam tahap mencari makan. Ulama, politikus, polisi, ASN, PNS, Hakim, Jaksa, dll, semua nya sedang memenuhi kebutuhan dasar nya.

Kita belum mencapai level mencari "kedamaian, rasa kasih sayang, ataupun kehormatan/penghargaan diri, apalagi ke level tertinggi di aktualisasi diri.

Dengan memahami level manusia Indonesia spt itu, kita menjadi tidak perlu lagi pusing kepala, mereka sedang mencari makan. Baru sebatas itu saja.

Zolda:
Bukan mencari makan, lebih tepatnya rakus, tamak, serakah.

Santai Saja:
Setelah orang sdh kenyang, baru berpikir untuk level berikutnya, spt orang Jepang, orang2 yg sdh maju.
Level kentangnya itu gak ada batasnya, yg anda bilang menjadi serakah, rakus dan tamak itu.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kelihatan Jelas! Jenderal Doni Dihalangi Terapkan TPK Untuk Basmi Covid 19 Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kelihatan-jelas-jenderal-doni-dihalangi-terapkan-JmH4b9oXEI

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: