You Now Here »

Pemerintah/DPR Mau MUI Tak Monopoli Sertifikasi Halal, Netizen Serukan Bubarkan MUI! Seword #1 Opini  (Read 76 times - 73 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,537
  • Poin: 23.615
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Joe aja:
Sekalian semua HP,, komputer, flashdisk, TV,, mobil, motor, pesawat, kapal, kereta api, busway, MRT, LRT, dll di label halal. Biar adem hidup tanpa produk haram.

Fsasosi:
Babi bisa di lebelin halal juga kah ? Wkwkkkwk

Bobo Djowang:
Ada yang pesan Babi Panggang Karo, tukang ojol gak mau nganter, kecuali ada label halal kali ya.

Mike©-®BEYER:

(click to show)
wik...wik...wik....

Joe aja:
Tanya yg pernah menikmati lezatnya babi kecap dan babi rica2 ke ustad felix sial dan yahya kelonin.

Santai Saja:
Seandainya otak dan kepandaian orang2 Islam sedunia dipakai demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya yakin dunia akan jauh lebih baik. Bayangkan ribuan tahun karunia pengetahuan manusia telah diberangus oleh kaidah agama yg mengikat manusia dg aturan2 yg menurut saya belum tentu berasal dr Tuhan. Perempuan2 Arab yg diikat oleh kaidah aturan agama di sana, mereka pastinya minimal memiliki pendapat, dan pastinya ada yg IQ nya tinggi yg bisa jadi memiliki kepandaian setara orang2 lain.
Ribuan tahun kelompok manusia yg beragama Islam sdh disempitkan sudut pandangnya agar mereka hanya patuh kepada ulama nya (yang nota bene sejatinya adl manusia biasa yg sama dg pengikut nya, punya nafsu yg sama spt HRS ke Firza). Bayangkan seandainya orang2 Islam itu memiliki kebebasan spt bangsa2 lain yg saat ini maju, saya yakin teknologi 5G sdh ada di dunia puluhan tahun lalu. Kita mungkin sdh pergi ke luar angkasa secara mudah.
Tapi orang Islam lebih memilih untuk memikirkan ttg hidup setelah mati, walaupun tidak ada yang tahu seperti apa.

Serupa dengan ajaran Islam, orang2 Jawa diajarin ttg "nrimo", yg menurut orang Jawa adl ilmu kehidupan yg Adhi luhung, yg paling luhur. Menurut pendapat saya, nrimo itu diajarkan oleh raja2 Jawa saat itu, supaya rakyat nya tidak berontak kepada raja. Saat ini, banyak orang2 Jawa spt saya sdh fight dan tidak bersikap nrimo lagi. Ttp sebagian besar masih nrimo walaupun kemungkinan besar hanyalah "excuse" dr kekalahan bersaing di dunia

Santai Saja:
Betapa sulitnya hidup sbg orang Islam. Begitu njelimetnya aturan yg dibikin, pantesan menjadi kalah bersaing dengan orang lain. Krn dikit2 musti nanya ke ustad nya. Walaupun sarjana dr ITB, UI, UGM, tetap aja kalah dengan ulamanya. Pantesan di kampus PTN ternama itu mudah disusupi oleh kaum radikal, krn ranah iman sih, gak ada logika nya.

Bobo Djowang:
Kalo diluar negeri, jadinya makan apa dong? mau makan daging, takut daging babi haram, mau makan ayam, itu tempat masaknya bekas goreng babi, haram, mau makan kambing, yang motong bukan Muslim, haram, mau makan ikan, ikannya disiram wine, haram, ya udah makan rumput aja deh.

Santai Saja:
Benar.
Seandainya yg makan babi, pegang liur anjing, ataupun yg nge-s3x setiap hari akan membuat orang itu hidupnya gak barokah; kog orang2 bule hidupnya lebih maju drpd orang2 Islam.
Pasti jawabannya bhw di akhirat nanti lah orang Islam akan dimuliakan. Kalau memang pikiran orang Islam hanya demi akhirat, jangan dong syirik kepada orang Kafir yg hidupnya lebih maju, jangan dong menganggap Islam dikalahkan di dunia. Kalau memang orang Islam hanya memikirkan akhirat, tinggal aja di pesantren dan gak usah mikirin membangun dunia yg katanya hanya sesaat.

Bobo Djowang:
Masalahnya mereka kan merasa benar sendiri, yang lain salah semua, ketika yang bangsa  yang mereka anggap salah ternyata jauh lebih maju dan hidup enak, terus kata mereka orang2 itu sudah dipersiapkan untuk masuk neraka, dan dibiarkan hidup enak didunia, emangnya Tuhan sejahat itu? itulah yang namanya susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah.

Odank Sagala:
itulah yang dibilang karl marx bahwa agama adalah opium bagi masyarakat

Han:
Teman2 kuliah saya dulu banyak yg seperti itu, bahkan sampai sekarang juga. Padahal otaknya sebenarnya cukup encer, IP-nya juga bagus2 malah beberapa lebih tinggi daripada saya. Tapi kalo sudah menyangkut satu itu, semua logikanya jadi tumpul. Bahkan sama anak SMP swasta saja kalah.

Jack Jersey:
penyembah setan itu selalu cari duit dengan label halal.

ustadz sayyid habib yahya

Fsasosi:
Nyari duit haram dgn lebel halal...

Santai Saja:
Mahluk hidup yg ada di dunia, yg seukuran satu sel maupun tumbuhan, binatang dan manusia, semuanya memiliki esensi dan kemampuan untuk bertahan hidup. Semua perjuangan mahluk hidup adalah mempertahankan hidupnya. Coba saja perhatikan secara mendalam, tidak ada satupun mahluk hidup yg esensi nya untuk mati.
Tuhan memang ciptakan dunia untuk menampung kehidupan, diciptakan untuk mahluk hidup. Sementara Islam mengajarkan ttg hidup setelah mati dan dengan aturan agama yg njelimet telah menafikan kehidupan di saat manusia masih hidup, melupakan bhw sbg manusia kita berhak menikmati kehidupan. Ttp Islam menjadi munafik ktk agama2 lain mengajarkan kasih sayang, Islam mengajarkan bermusuhan kepada orang2 lain, kafir etc. Hanya Islam yg mengajarkan beristri sah lebih dr satu, bagaimana seseorang bisa mengasihi orang lain jika di saat yg sama dia menyakiti istri nya dengan menikahi wanita lain.
Jika memang Ulama2 Islam mengajarkan ttg surga dg 72 bidadari (s3x oriented fantasy of heaven, too humanized level), coba saja mereka bunuh diri agar segera ketemu bidadari. Pasti dibilang bunuh diri melanggar aturan. Atau coba Tengku Zul berani melawan orang2 Dayak, kan dibunuh oleh orang Kafir bisa masuk surga. Saya jamin Ulama2 itu lebih memilih untuk kabur. Krn esensi manusia sbg mahluk hidup untuk bertahan hidup. Tapi ada begitu banyak orang2 Kristen yg bersedia dibunuh demi mempertahankan keyakinan nya saat2 awal agama Kristen, walaupun sorganya orang Kristen tidak mengajarkan 72 bidadari.
Islam menganggap Tuhan tidak percaya bhw manusia bisa hidup dg akal dan nuraninya, shg menurut Islam harus diberikan aturan yg sangat njelimet (kalau detail tidak masalah, tp njelimet artinya gak masuk akal). Sementara orang2 di luar Islam bisa hidup apa adanya tanpa aturan ini itu, akibatnya orang2 seperti ini bisa maju dan berkembang.
Jangan karena kalah bersaing dg bangsa2 lain, saat ini orang Islam merasa dikalahkan, dibunuh, dll. Salahnya sendiri mau saja dimanipulasi oleh ulama nya dengan aturan yg usianya sdh ribuan tahun, dan tidak mau menikmati karunia terbesar yg Tuhan berikan: yaitu hidup itu sendiri. Menyia2kan karunia kehidupan dengan segala macam aturan yg saya yakin belum tentu berasal dr Tuhan.
Bandingkan dg Muhammad yg bisa menikmati hidup dan kekayaan krn posisi dia sbg Nabi. Nah posisi kenabian ini yg dicopy paste oleh puluhan ribu ulama agar berkuasa atas umatnya. Mereka bertahan di posisi itu krn berhasil membodohi umat Islam. Ujung2nya umat Islam terbelakang dr panggung persaingan dunia.

toto Mulya:
Stempel halal = duiiiiit
MUI adalah LSM yang dibentuk soeharto untuk "ngaminin" Semua kebijakan sang orde Baru itu. Seiring waktu MUI tidak merasa LSM, mereka merasa wakilnya Tuhan sehingga apapun produk MUI adalah "mengikat", apalagi periode sekarang banyak kadrun.. Sudah saat nya MUI harus diletakan posisinya sebagai LSM, dan stempel halal seyogyanya harus department agama.

........:
saya cuman punya usul lain gimana kl MUI diakusisi pemerintah aj ya gpp dibiayain APBN!
tp jd nya semua ulamanya pemerintah yg pilih, dan ga ad lagi "maen belakang" dlm sertifikasi apalagi kl bs gratis kan bgs
semua pengurus digaji negara dan bs koordinasi lgsng dgn badan POM

aluwatu:
setuju bubarkan MUI. Percaya di dalam  tubuh MUI banyak sekali ahli ahli agama. Tetapi ibarat bejana, jika ada satu saja yang ngaku ulama tapi kelakuan celeng..dan sebegitu banyak manusia ahli agama diam saja ...SOLUSINYA BUBARKAN MUI. UNFAEDAH

Jesse Sihombing:
Hahahahahaha baru tau saya ternyata peralatan masak hrs sertifikasi halal, sampe kulkas juga,,,komen saya waduh,,,,,,nkri ku tercinta malang nian nasibmu,,berarti peralatan masak yg saya sudah beli, harganya termasuk biaya sertifikasi halal ya,,,,,capek deh,,hidup itu hanya sekitar HALAL dan HARAM

Mike©-®BEYER:
yang paling bikin saya garuk2 kepala , itu loh detegen buat cuci baju sampai punya sertifikasi halal . emang ada yg mau minum air detergen ?? salah produsennya atau gagal paham yg menerbitkan sertifikat ini ya .....

Mike©-®BEYER:
'' uang...lagi lagi uang '' by Nicky astria....

Oma Acel:
Ganjen banget yang halalnya...

Alex R.:
Demi kesejahteraan pengurus MUI biarlah monopoli sertifikat halal dipegang oleh MUI. Ini termasuk salah satu bentuk penghormatan kepada para ulama agar beliau-beliau bisa hidup layak dan mudah-mudahan bisa tambah kaya.

FAUZi:
Fakta lagi, agama sejatinya hanyalah alat untuk berbisnis belaka,

sarana cuci otak sejak kanak kanak yang tak bisa dibuktikan, lalu hasilnya hanya untuk mencari kekuasaan dan bisnis TAK LEBIH DARI ITU

Santai Saja:
Persis

hoetomo:
Akal2an untuk cari uang itu yang hebat di negeri ini.
Kalau cari uang dengan kerja keras ya enggaklah , malas.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pemerintah/DPR Mau MUI Tak Monopoli Sertifikasi Halal, Netizen Serukan Bubarkan MUI! Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pemerintahdpr-mau-mui-tak-monopoli-sertifikasi-QqZgVUUaW6

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: