You Now Here »

Setelah Viral Larangan Ibadah Dicabut, Istana Merespon Soal Kematian Pendeta Di Papua Seword #1 Opin  (Read 97 times - 102 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,537
  • Poin: 23.615
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Joe aja:
Ingat:
Tuhan tidak akan memberi ular beracun bagi yg minta roti.
Saatnya akan tiba, kita lihat pelangi kasih datang dan indah pada waktunya....

Bossi Thian:
Amin

FAUZi:
:)

Bossi Thian:
Tp kalo tidak ada masa, kayaknya bisa lamaaaaaaaaaaaa banget ??? ??? ??? ???

Joe aja:
Kita kalau berdoa dan memohon sama Tuhan gak hari itu juga akan dikabulkan. Itu semua harus dgn proses. Walaupun kita dah capek doa berkali2 sembari berusaha tapi gak ada perubahan dan kadang kita kesal sambil mengumpat ke Tuhan. Tapi ingat, ketika permohonan ada dan nyata dan melebihi apa yg kita minta, pasti deh yg tadinya marah sama Tuhan akhirnya memuji2. Itulah manusia...dan Tuhan memaklumi krn Tuhan mengasihi dan menyayangi umatNYA

Bossi Thian:
Amin

FAUZi:
hasan... (si amin absen hari ini, digantiin hasan dulu)

Garuda Di Dada ku:

(click to show)


Joe aja:

(click to show)


Hades:
Yg satu ini udah rahasia umum, diketahui tp pura pura tdk tahu.
Ada yg mayoritas,bangun tempat ibadah,jgn kan 2 km jaraknya, ini tetanggaan ,gak masalah,sampe kl jam ibadah nya, tandingan keras kerasan toa. Tp kl tempat ibadah minoritas,udah jaraknya 10 km an msh kagak keluar IMB nya,KL pun keluar penuh dgn pungli dan ancaman. Yah inilah "INDAH" nya UDD 45 dan sakti nya " PANCASILA".

Jay:
Sudah GK heran di NKRI ini yg minoritas susah tuk beribadah......

Hades:
Hanya mayoritas yg punya Tuhan, minoritas dilarang punya Tuhan, krn mau dipake sbg alasan politik "komunis"

Jay:
Pemilik kavling surga

FAUZi:
beribadah di kamar saja kenapa sih ?

Bossi Thian:
Setelah rumah dilarang, dikamarpun bakal dilarang karena kamar masuk bagian rumah ????
Gini sob, rumah ibadah selain tempat berdoa(yang utama) jg berfungsi sbg titik kumpul umatnya dalam satu wilayah , agar bisa bersosialisasi dan mengenal satu sama lain, serta bgmn kabar dari setiap individu umatnya.
Contoh: semisal ada berita duka , maka para jemaat disekitar wilayah tersebut bahu membahu membantu yg berduka. Masak mayat disuruh gali lubang kubur sendiri? ??? ????.

FAUZi:
akhirnya perkumpulan itu jadi eksklusif kan... agama jadi identitas... padahal seyogyanya walau satu keyakinan juga tak perlu saling tahu soal apa yang di anut... hal private malah di umbar ga karuan



Yang lebih menggelikan lagi   bila ada yang meninggal semua yang melayat selalu bilang :

SEMOGA  khusnul khotimah
SEMOGA diterima diterima disisi YME
SEMOGA diampuni kesalahannya

DLL


semua di awali kata SEMOGA jadi tak ada yang bisa membuktikan apa yang dialami si mati...



Kecuali kalau misalnya si A meninggal lalu yang melayat berkomentar :

Wah si A ini enak lho, di surga langsung dapat kedudukan dan fasilitas macam macam............ nih ada screenshotnya dia kirim pas sampai disana

atau



Wah si B waktu hidup jahat sih, tuh dia masuk neraka dapatnya disiksa 3x sehari @ 2jam, kamarnya juga dapat dekat WC... kasihan ya... makanya jadi orang jangan jahat...


dst...



Semua cuma 'kata kitab' tak ada pembuktian... dan tetap saja jadi sumber konflik ....



Maka kukatakan agama memang harus di akui sarana cuci otak yang paling jenius yang ditemukan manusia

Kampret212:
ah klu ngomong doang sih semua bisa, Pak. Gabener itu omongnya lebih sip lagi daripada Pak presiden.

Garuda Di Dada ku:

(click to show)


Martabak Sweet:
Jadi kelihatan sang penulis yang pendukung berat Presiden itu terlihat emosinya menggelegak atau menggelegar. “Intoleransi di Desa, Teriaknya Langsung ke Kuping Jokowi, Situ Sehat?”


Belum pernah lihat artikelnya. Penasaran nih. Siapa penulisnya? Ibu ibu?

Bossi Thian:
Hints, yg biasa ada tulisan:
begitulah tulis tulis
??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ?????
#kompormledug

Yeska Haganta:
harus dibaca sih satu per satu artikelnya sob

si memble:
Om om.

Martabak Sweet:
Yang mana? Makin kepo nih.

si memble:
Manuel

Martabak Sweet:
Terima kasih

Lanina:
Ooo si ahli karma

FAUZi:
Kalau masing masing individu melakukan ritual keagamaan secara pribadi saja, tak perlu menunjukkan identitas agama, kalau semua tabu menanyakan apa agama orang lain, dan kalau agama tidak dibawa ke ranah horizontal maka tidak perlu ada rumah ibadah dan salah satu sumber konflik berkurang

Dewa Rengkong:
bisa sob juga ngomong ke kaum sono.. dimana mereka menjadi mino.. inget yang kasus minahasa dimana akhirnya difasilitasi menag ???? kalo yang bener2 mino hanya menangis sob... jangan kamu simpan asumsi kamu sendiri.. kecuali kamu bener2 ATHEIS..

FAUZi:
karena sejak awal bahkan sejak SMP aku konsisten, agama hanya urusan pribadi, tak perlu ada manusia lain yang tahu,



mau dikatakan atheis, atau apapun aku ga peduli, karena agama memiliki nilai privasi yang sangat.

Kita kan ga pamer celana dalam dimana mana dan kemana mana toh ?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Setelah Viral Larangan Ibadah Dicabut, Istana Merespon Soal Kematian Pendeta Di Papua Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/setelah-viral-larangan-ibadah-dicabut-istana-23EFnnESNF

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: