You Now Here »

Dicecar Najwa, Gibran Tak Terpancing Dan Beri Jawaban Telak! Seword #1 Opini Indonesia  (Read 80 times - 117 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,549
  • Poin: 23.627
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Joe aja:
Pertanyaan2nya tendensius dan mem-justifikasi narasumber. Potong pembicaraan bukan seorang jurnalist yg baik.. Cocok jd pengacara aja deh. Seorang jurnalist harus mendengar info dari seorang narasumber sampai selesai bicara. Kalaupun mau dipotong, jangan teriak2 juga kaleee...

At Heist:
Biasanya karena ditengah jawabannya tiba tiba terbersit pertanyaan baru yang kalau tidak langsung ditanyakan, nantinya bisa terlewatkan atau terlupakan.

Saya suka dengan cara begini, karena artinya sang penanya memahami masalah dan yang berkaitan dengan masalah itu sendiri.

Lagi pula, hal itu akan mengganggu konsentrasi orang yang ditanya saat diberondong dengan pertanyaan baru ketika sedang memberi jawaban untuk pertanyaan satunya.

Seringkali narasumber yang ditanya sedang mencoba mengelabui dengan berbohong, menjadi kelabakan dan terbongkar bohongnya.
Hal itu yang membuat saya menjadi penggemar setia acara Mata Nazwa sebelumnya. Kini setelah kenetralannya memudar, sudah berbulan bulan Rabu malam kuisi dengan kegiatan lain

Joe aja:
Sebenarnya boleh2 saja seorang jurnalis memotong pembicaraan narasumber supaya lebih kritis lagi mengulik info lebih dalam.

Tetapi tdk semua audiens menangkap isi wawancara secara jelas dan akurat. Mereka kadang kesal krn info yg harusnya diteruskan menjadi berganti dgn topik yg lain. Kalau acara debat ok lah, tp ini kan sesi wawancara biasa yg seharusnya menggali info lebih intens dari sang narasumber. Bukan kebalikannya info dari host atau pewancara.

At Heist:
ralat dikit sob, ini talkshow bukan wawancara...hehehe

Joe aja:
Yap, talkshow utk mewawancarai narasumber

Garuda Di Dada ku:
Cocokjadi Debt Collector

Joe aja:
Hahaha... DC kredit motor

Gabener:
Ternyata gibran sangat matang dan smart, jadi bukan cek kosong jebakan ns teratasi sempurna menaikkan rating persepsi positif gibran, nadjwa sihap yang amsiong

Arumanis:
Brani ga najwa nanya yg rese rese ama anies?wkwkwkwkwk...kata gua najwa kalo nanya anies bakal banyak muji drpd nanya fungsi jaring item apa an...wkwk...

........:
satu turunan lah ga akan nanya macem macem

Mr.BIG:
Itupun jawabannya sdh dipersiapkan oleh ns jadi amis cuma ngebaca jawaban doang

afarinah:
Sudah males kali. Abud gak dateng atau diwakilkan saja. Kalaupun datang jawabannya mutar2 doang.

FAUZi:
bisa bisa "di kasih" sama anies, apa ga mohon2 nanti si najwa itu ?

Parlindungan Panggabean:
Boleh2 saja mengajukan pertanyaan yang menjebak, tetapi adalah tidak sopan bila ditengah pemaparan lalu melakukan interupsi yang mengintimidasi narasumber. Sepertinya Nana berusaha menunjukkan superioritas dengan mendominasi lawan bicaranya. Lha.. mestinya yang menjadi fokus kan pemaparan narasumber sebagai tamu, bukan opini dari host atau presenter. Soal penilaian, biarlah itu menjadi bagian publik.

Aan Widjaya:
Gibran terinspirasi Ahok, inilah Ahok selanjutnya, yakni menolong orang banyak dengan duit negara

NightRouge:
Lha sebenarnya yang diributkan Najwa (dan kelompok sebelah) soal mas Gibran dan mas Bobby itu apa? Nepotisme? Dinasti kekuasaan? Kalau iya, kenapa itu kemarin putra mahkota Cikeas nyalon DKI satu sampai Wapres, anak² jendral yang dg mudah masuk akademi militer, anak² kepala dinas yang mudah jadi PNS dan sebagainya koq nggk diributkan sekalian?

Tuh contoh nepotisme dan dinasti kekuasaan udah ada, namanya klan Cendana.. berani nggk tuh sama Najwa diwawancarai, dicecar gitu? Paling juga ciut, takut jatah duitnya ilang..

persia budi:
sekali kali mbok lah nadjwa yg dicecar di depan publik ...live show,...., ibarat catur blokir...., biar tau dia rasanya kalau dicari-cari kesalahannya...dicecar habis-habisan.... tidak ada manusia suci di dunia saat ini kak......

aira berlogika:
dia mau diundang klo yg nanya dari kalangan artez biar gampang diajak ngeles

XxX:
Edan.... cerdas ini ternyata beda sama AHY

Supreme Leader:
Bapak sama emaknya aja beda, pekerjaan sebelumnya juga beda, kesian klo di samakan bang

Awam Wahono:
Gibran gigih berani gitu loh

Babi Berisik:
Ah Gibran jahat, bisa2 kedepannya si bedrun (betinanya kadrun) wawancarain lemari, meja yg gak ngelawann diintimidasi.

piter:
hanya orang tak waras berbicara sendiri, di siarkan pula di tv, hanya orang bodoh dan tak waras yang berbuat seperti itu, di tonton oleh orang banyak, secara langsung menyatakan kebodohannya ke rakyat nkri

theoderic:
Dari dulu memang cuma gibran yang bisa membuat najwa mati kutu dengan jawaban biasa aja. Dari segi bisnis, di usia muda gibran sudah menyamai pencapaian ayahnya. Cuma ya, pasti banyaklah yang bukan untuk konsumsi publik.

Ndemik:
Sandi juga pengusaha,juga terbiasa memanage ribuan orang..kok ga ada artikel macam gini ke Sandi ????

Tony Gede:
Lah, Sandinya sendiri kan belum nyalon.  Baru gabung di timnya Bobby aja.

Ndemik:
Kemarin ketika sandi disebelah diserang diragukan kepemimpinannya karena basicnya pengusaha murni, sekarang gibran yg pengusaha murni disanjung" pengalaman memanage orang banyak. Bedanya sandi dg gibran dimana? Sama sama Pengusaha,sama sama blm pengalaman di bidang politik, sma sma kader instan.

Wenas:
Situ naksir SU ya mas...

Ndemik:
Bukan masalah naksir mas, saya tau ini media buzzer,sy juga pendukung pak jkw,liat aja komen" sy selama ini..tp mmg penulis nya gampang banget berubah pikiran dikala diseberang diserang ketika dipihak sendiri disanjung2..

Wenas:
SU beda jauh loo sama Gibran...Gibran ndak jago ngedance - gak genit - ga neko neko - ga ngakal bulus spt SU...ttg SU udah banyak diartikelkan di SEWORD...
Mungkin penulis pindah hati jadi suka SU krn jadi timsesnya...klo aku tetap tidak pada SU...(& PS)
Aku ga kan dukung siapapun yg berpasangan dgn PS - SU sekalipun GP atau RK...

Ndemik:
Iya beda nya dg gibran krn tangan kotornya.. tapi disini kan poinnya bgamana memanage orang banyak dg basic murni pengusaha tanpa pernah berkiprah di politik,bahkan kader pun bukan. Kan sudah apple to apple tapi ...

si memble:
Cuma pengen tau: kalo Gibran ga muncul, apa akan ada sesi standup kursi kosong khas nadjwa yg lagi trend itu ya. ????

«§»:
penistaan ayat ayat bangku (kosong)

Triastika Yogi Pratiwi:
Begitu cepat nya NS berubah menjadi kadrunwati

Hades:
Ya kl ayahnya singa, ya anaknya akan jd singanl, kl ayahnya anjing ya anaknya akan seekor anjing.. tak mungkin ayah anjing punya anak singa... Ga bener itu.....

Leo Vargaz:
Najwa metro jelas beda dengan Najwa trans.

Donny Rahardian:
Gibran sudah banyak berubah dari emosi yg bisa ditahan dan public speaking yg sudah mulai ada kemajuan, tapi tetap emosional gibran msh keliatan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Dicecar Najwa, Gibran Tak Terpancing Dan Beri Jawaban Telak! Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/dicecar-najwa-gibran-tak-terpancing-dan-beri-LNFEA69bsw

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: