You Now Here »

Titah Sri Sultan Jogja, Ijinkan Warga Melawan Perusuh  (Read 93 times - 53 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,540
  • Poin: 23.618
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Titah Sri Sultan Jogja, Ijinkan Warga Melawan Perusuh
« on: October 13, 2020, 04:32:08 PM »




FAUZi:
Kenyataan bahwa bahkan kepala daerahpun sudah lelah melihat takutnya pimpinan negara kepada gerombolan gerombolan tak jelas

firman proindo:
Pemerintah pusat main aman menyerahkan masalah kepada kepolisian. Sedangkan kepolisian juga main aman menyerahkan masalah kepada pemerintah pusat ????

Fsasosi:
Ngahahahha main dakon

B-Over:
Nah itulah, kenapa kepala daerah bisa, kenapa presiden kok ngga bisa ya???
Mau bilang presiden kita sabar karena kultur budaya jawa, Sultan itu jawa tulen loh
Mau bilang langkah catur, tapi kok ya hanya sibuk cari blokir dan menempatkan perwiranya hanya dekat raja, tidak dipakai menyerang. Ibarat pegang bidak putih dan unggul perwira atau bidak, tapi hanya bertahan cari remis...

Alamakkk:
si fauzi ini gak bosan2nya ngomongin Jokowi kalah sama radikalisme.
Salah kamar sob. Emang cuman itu aja jualanmu?

TMP2020:
Memang ini kamar apa ??

B-Over:
Memang pernah tidak kalah, mas sob?
Lalu salahnya dimana ya kalo ngga bosan ngomongin Jokowi kalah sama radikalisme?

Di:
Ulasan/Opini seperti ini biasanya  kesukaan Fauzi

Sekali lagi, waktu dan tempat dipersilahkan untuk mengeluarkan untaian kata-kata indah khas beliyo. Mbah Fauzi monggo...

Hehehe...

Sita W:
Seandainya oom Fauzi tinggal di Yogya, mungkin akan berada di garda terdepan? ??? ????

Di:
Dan aku tak mampu membayangkan, apa yang selanjutnya terjadi dengan si Om Fauzi yang bersangkutan

Apakah akan lari tunggang langgang??
Apakah tetap maju ke medan perang??
Apakah akan balik badan, pulang kandang??
Apakah pulang kandang kemudian ngurung diri dalam kamar kemudian ngoceh-ngoceh tak karuan??

Wallahualam... Tuhan dan Fauzi seorang yang tahu

??? ?????

Sita W:
Mari tanya rumput yang dangdutan? ???

Di:
Aseekkkk...

??? ?????

FAUZi:
Kalau om ikut di akhir operasi seroja sebelum oleh si habibie di berikan cuma cuma ke asing melupakan darah dan nyawa anak bangsa

Kalau om ada di tanjung priok waktu cikal bakal onta dan kadal gurun dihabisi

Pasti tahu apa yang akan kulakukan

B-Over:
Saya lahir dan tumbuh besar di tanjung priok setiap hari mennyaksikan para kadal gurun itu khotbah tebar fitnah, menghina kepercayaan agama lain, menghina rakyat indonesia keturunan tionghoa, pecah kerusuhan, para kadal gurun berdaster bertakbir melakukan penembakan dengan senpi rakitan ke arah bioskop terbesar di tanjung priok saat itu, melakukan penjarahan, melakukan pembakaran sampai melakukan pemerkosaan.

Pada akhirnya, di jalan deli dan jalan sindang, saya juga menyaksikan para kadal gurun yang merasa kebal sajam dan senpi tetap maju walaupun sudah diberikan tembakan peringatan berulang-ulang, ingin menembus barikade aparat dengan hanya bermodalkan sajam dan senpi rakitan serta takbir. Mati konyol di jalan sampai banyak juga bangkenya yang tercebur ke kali di jembatan sindang.

Sampai sekarang saya masih tinggal di tanjung priok, jadi saya pribadi sangat setuju dengan opini om Fauzi kalo bicara cara mengenyahkan kadrun dari bumi indonesia.

Mike©-®BEYER:
sama. sob fauzi sy alami sendiri jg peristiwa itu. sy masuk dlm gol yg halal darah ya mengalami terror dan intimidasi hampir tiap saat. 1 bln seblm pecah kami sekeluarga pindah begitu sj.

Di:
Njih Mbah, lakuken yang njenengan inginken

Johan Mulyadi T:
Pakai pelantang suara, gembar gembor Pemerintah mandul, Pemerintah cengi, Pemerintah takut, dsb, dsb,dsb............................

Sita W:
??? ?????....saya nontoooon...

Buaya2009:
Udaahhhh, mas @@disqus_NY9rVXz5pi:disqus  , jangan dipanggil2 wkwkwkwkkwkkkk .
Semenjak dipanggil di lapak na sis Erika, Fauzi belum nongol2 lagee loowwhhhh
Wkwkwkwkwkwkkk

B-Over:
Ngga perlu juga nongol di lapak penulis yang merasa paling bener sedunia seword, ngga bisa terima kritik kok wanita itu

Kampret212:
kenapa saya merakan hal yang sama ya... haha

B-Over:
Jauh sebelum najwa wawancara kursi kosong, ada penulis seword yang seperti itu... Aneh kok memaksakan pembaca harus mengikuti pola pikir dalam tulisannya sendiri

TMP2020:
Biasa itu....MERASA pintar hanya karena sanggup MENGANGGAP orang lain bodoh...

B-Over:
Dan yang merasa pintar itu merespon kritik komentator di artikelnya dengan statemen kalau tidak puas dengan pemerintah kita jangan tinggal di indonesia... Sudah masuk kategori MERASA benar hanya karena sanggup MENGGANGGAP orang lain salah... Hihihi

No Fear:
hihihi....Benér antüm

Di:
Hehehe...

Maap Om, ini hanya ngasih tahu si Mbah Fauzi aja kok Om...

Beliyo kan suka banget sama ulasan bijinian...

??? ?????

B-Over:
Waduh cak, bicara sikap Sri Sultan yang kepala daerah istimewa yang notabene jawa tulen, juga sudah sewajarnya membandingkan dengan pemerintah pusat dalam hal ini presiden. Jika Sri Sultan bisa bersikap, bagaimana dengan presiden yang memiliki kekuasaan dan perangkat yang lebih lengkap untuk kasus2 lainnya?

Yang ditunggu adalah kepastian adanya tindakan pemerintah terhadap aksi anarki, aksi radikal dan aksi2 lainnya dalam merongrong keutuhan bangsa dan negara.

Jangan juga berlindung dibalik demokrasi atau kebebasan menyampaikan pendapat sehingga aksi anarki, radikal dan aksi merongrong keutuhan bangsa dan negara dibiarkan berlalu begitu saja seperti yang selama ini terjadi.

Langkah catur? Sudah basi... Kultur budaya jawa? Sudah basi... Karena negara ini memiliki berbagai macam kultur budaya

Parlindungan Panggabean:
Menurut saya, sultan HB-X sudah sampai pada batas puncak kesabaran. Sabar yang adalah budaya luhur bangsa ini, sudah tidak bisa lagi mentolerir budaya jahiliah, budaya kadrun yang barbar, budaya yang selalu menimbulkan kekacauan dan kerusakan dimanapun dia berada. Tinggal satu pilihan sikap.. LAWAN.!!.

Glent Lim:
Ga setuju cuma LAWAN, tapi PURGE! BLOODY PURGE!

Parlindungan Panggabean:
Monggo.. silahkan kedepan, kesempatan dipersilahkan..

Love The Truth:
Saya rasa sudah saatnya TEGAS dan KERAS...dimana yg dikasih hati minta jantung. Para Demonstran melakukan demo dengan membuat kerusuhan ini tidak bisa ditolerir...kalo mau demo ya yg tertib jangan rusuh dan merusak.

theoderic:
Apa sih yang ditakutkan? Apa karena sadar banyak kadrun atau warga yang lebih percaya hoaks? Lalu kenapa tidak dari awal ditangkapi. Selalu saja pertimbangannya politik sehingga rakyat tidak tahu apa-apa dalang dan penyandang dana kerusuhan. Gitu terus.

B-Over:
Yang ditakutkan pastilah banyak, om. Namanya juga politik yang notabene penuh intrik. Sewaktu menjadi presiden saja banyak yg menyerang dari kiri kanan muka belakang, apalagi nanti sudah tidak jadi presiden. Apalagi saat ini anak dan mantu terjun dalam pilkada. Tentunya semua kondisi yang ada harus diperhitungkan secara matang.

ivan:
wes wayah e.....sudah waktunya.....terlalu lama yg berwenang membiarkan hal2 yg sepele...padahal bs memicu hal yang lebih besar lgi....kriwikan dadi grojokan...

Mblandyang:
sendiko dawuh,. . mmg perlu bersikap n bersifat tegas kok ngadepi perusuh, lha mreka itu penjahat

Parganago Lumbannahor:
Segera buat Protokol Keamanan menghadapi pandemi Cadrun 212.

Glent Lim:
Lebih baik dianggap represif, anti kritik, otoriter atau apapun daripada membiarkan penhkhianat2 antinasionalisme menghancurkan negara. Itu cara yg dipakai China menumpas setiap pengacau yg harusnya diikuti negara ini. Tidak ada ham bagi pengkhianat! Cuma ada bantai!
(click to show)


Kampret212:
Jokowi gagal di sini

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Saya menyimak dari jauh sambil makan combro isi keju

Bobo Djowang:
Awas hati2 mengandung minyak samin.

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Lagi ndak makan kadal penyet jadi bebas samin

Chrisno Hertanto:
Saya itu sering ke Yogya untuk pekerjaan dan menginap minimal 3 hari

Yang saya temui pas di Yogya bahwa masyarakat Yogya itu damai, tentram, nrimo lan sumeleh
La kok ini bisa-bisanya terjadi peristiwa yang tidak mencerminkan masyarakat Yogya?
Jadi ndak habis pikir...
Semoga masyarakat Yogya cepat pulih seperti sedia kala dengan damai, tentram serta nrimo lan sumeleh

B-Over:
Waduh yogya sekarang sudah tidak seperti yogya dulu, mas. Mungkin karena mas sob hanya berhadapan dengan orang yogya asli. Saya sering berhadapan dengan yang bukan warga atau orang yogya asli, apalagi yang ada item2 di jidatnya

Bobo Djowang:
Semoga masyarakat Yogya cepat pulih seperti sedia kala dengan damai, tentram serta nrimo lan sumeleh

Setuju kecuali bagian "nrimo", kotanya dirusak ya jangan nrimo.

Kampret212:
kalau dulu jogja "berhati nyaman". sekarang jogja "berhenti nyaman", Om.

Mr.BIG:
Saya sangat setuju dgn titah dari Sri Sultan HB X. Utk menghadapin kelompok perusuh mmg HARUS dgn cara kekerasan atau kasarnya dgn cara brutal.
Disinilah sangat diperlukan KEKOMPAKAN dari warga sedaerah dari berbagai suku.
Dgn perlawanan ini, kedepannya DIPASTIKAN tidak akan ada yg berani melakukan demo lgi. Dan dibawah/ dikomandoin Banser NU dan Muhamadiyah

Bobo Djowang:
Betul gak usah dengerin lagi Komnas HAM, masa Komnas Ham malah melindungi gerombolan yang jelas2 melanggar HAM.

BENZ GUN:
Ternyata benar apa yang dikatakan Presiden RI pertama Soekarno :
Perjuanganku lebih mudah karena melawan Penjajah, namun Perjuangan Kalian akan lebih Sulit karena melawan Bangsa sendiri...

Hades:
Salut buat Sri Sultan...

BENZ GUN:
Wah...kalo masih nekat demo dan bikin rusuh di DIY ...Bisa di Bedil Pasukan Keraton nih...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Titah Sri Sultan Jogja, Ijinkan Warga Melawan Perusuh Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/titah-sri-sultan-jogja-ijinkan-warga-melawan-7ycWOTQftP

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: