You Now Here »

Ternyata Produktivitas Buruh RI Rendah, Tapi Upah Tinggi, Wajar Investor Lari Ke Vietnam  (Read 83 times - 86 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,674
  • Poin: 23.752
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




piter:
Saya mau cerita ketika membawahi kurang lebih 1200 operator penjahit di KBN cilincing. Waktu itu teknisi yang dipakai orang asing, yaitu dari Hongkong. Kami terima order untuk lady dress untuk merk yang cukup terkenal dan di ekspor ke Amerika dan Eropah.



Untuk buat lady dress dengan design normal,operator kita sehari hanya mampu buat 2-3 dress,dengan quality yang sangat minim serta perlu rework dan kotor.


Menurut teknisi yang orang Hongkong, operator hongkong dapat menyelesaikan design yang sama 12 unit dress dengan quality yang baik dan hampir tanpa rework.


Upah operator kita waktu itu kira sepertiga atau katakan maksimal seperempat dari upah operator Hongkong.


Namun, qualitas hasil jahitan dan akurasi jahitan sangat minim dan banyak butuh rework.


Upah operator tampak murah di Indonesia, tapi tidak menjamin pengusaha meraih untung.


Tampaknya buruh2 kita perlu meningkatkan skill bila tidak mau digantikan oleh mesin otomatis.
Khusus untuk industri garment, siap2 saja ditinggalkan buyer dari luar negeri.

Han:
Teman saya yang juga di industri garment pabriknya ditutup lalu pindah ke China dan belakangan Vietnam. Karena ya itu, ga tahan dengan buruh2 yang kelakuannya seenaknya malah melebihi sob. Padahal sementara produksi harus ngejar deadline.

HARIARA:
Data dan fakta yg terang benderang dan nyata itu ....selalu dibantah kadrun. Ada lagi hal yg 'luar biasa' tidak produktif, tidak etis, tidak logis yg saya perhatikan di lingkungan tempat kerja saya. Mereka berlindung di balik alasan dan ritual 'suci' ketika menyangkut pekerjaan, dan mengklaim bahwa sebagian 'duit' pengusaha kaya itu 'milik' mereka ketika menyangkut kenaikan gaji yang PASTI TIDAK DIBARENGI ETOS KERJA YANG BAGUS.

Han:
Kalo waktu sholat bisa setengah jam bahkan hampir sejam. Kalo ditegur bisa marah malah menuduh tidak toleransi apalagi kalo pemilik perusahaannya minoritas ganda. Memang buruh kita mentalnya parah apalagi yang di pulau sebelah barat. Kalo timur dan tengah masih mending.

........:
kadang penyesalan it dtg nya terlambat dan kadang saya mikir lho indonesia dibagi 2 aja dah satu wilayah buat KADRUN! satu lagi buat Manusia! nah ketika udh dibagi 2 terserah kadrun mau ngapain lah bukan urusan kita!

jd indonesia dijadikan kek mini Uni Eropa gt! tp cmn 2 bagian istilahnya! kita pake pancasila bhinekka tunggal ika! mereka mau make khilafah kek apa kek suka suka mereka aj gt lah

nah tar negara kadrun pst ancur ancuran kan! nah pst muncul pengungsi pengungsi kadrun! kita jgn ksh masuk, kita cmn dr jauh ngomong "Kasihan deh Loe"

Tony Gede:
Siapin senapan mesin anti tank.  Kalo pengungsi2 kadrun coba maksa masuk, langsung diberondong peluru anti tank.

........:
betoel! setuju kan jd, makanya mnrt udh aj indonesia jd spt uni eropa aj, indonesia timur dan barat! silahkan lah para khilafaers mau bikin negara sebelah mana aj! yg ga mau yah silahkan pindah jg! kl vacation yah ga perlu visa, namun spt 2 pemerintahan dalam satu negara, tp timur dan barat ga boleh ikt campur! saya si cmn pgn tau khilafaers bertahan ampe brp lama!

Mulyadi:
Bagaimana bisa buruh Indonesia jd lebih baik klo sekelas serikat pekerja yg notabene mendapat iuran bulanan buruh hanya mengurusi hukum perburuhan bukan sbg agent meningkatkan produktivitas.

Dia sibrodjo:
Bukan hanya buruh, para "beliau pns" produktivitasnya perlu sekali disesuaikan dengan gaji. Disesuaikan saja tidak usah ditingkatkan.

Fsasosi:
Waktu sekolah kerjaannya tawuran gitu lulus begitu sdh hasilnya...

Senopati:
Banyak faktor, kenapa Omnibus Law Cipta Kerja dibutuhkan SAAT INI.
Artikel membahas masalah tenaga kerja, yang tidak produktif sekaligus faktor tidak kompetitifnya Indonesia dibanding negara2 lain, baik secara regional ASEAN maupun Dunia.
Hal ini memang mendesak untuk dibenahi, sekalipun didemo banyak pihak. Tetapi konsekwensinya adalah arah pertumbuhan bangsa dan negara. Dimana kalau Omnibus Law Cipta Kerja gagal membenahi banyak sektor untuk Investasi, dalam kurun waktu singkat Indonesia bakal "turun kelas".
Faktor utamanya adalah Bonus Demografi, yang dimulai tahun ini 2020. Artinya usia angkatan kerja menjadi mayoritas dari demografi penduduk Indonesia. Hal ini bisa menjadi berkah, atau sebaliknya menjadi bencana.
Menjadi berkah, Indonesia "naik kelas", kalau tersedia lapangan kerja cukup bagi mereka. Pada saat mayoritas p[enduduk Indonesia, adalah usia produktif, dan sebagian besar berpenghasilan, otomatis akan mendongkrak PDB dan roda ekonomi.
Menjadi bencana, kalau tidak cukup lapangan kerja tersedia. Bayangkan saja kalau mayoritas pendudk justru menganggur tidak punya penghasilan.
Ironisnya, yang ikut demo UU Cipta Kerja, justru mahasiswa dan pelajar yang notabene menjadi pihak yang justru diperjuangkan UU ini.

Hero Cemen:
Pernah ikut tender pekerjaan konstruksi baja untuk bangunan gudang di Riau, Kami dari Jakarta, musuhnya dari Vietnam. Bisa-bisanya yang menang kontraktor dari Vietnam karena harga nya lebih murah. Rasa nya gak masuk di akal, tapi kenyataannya seperti itu.

Rosita:
Ikut sedih masbro.

Wele Wele Machih Learn To Joke:
semoga bangsa yg besar ini bukan besar nafsunya tapi besar kerjanya rajin gak banyak komplain gak banyak demo. ah sudahlah nanti gue dikira halu lagi kalau terlalu berharap yg muluk2 haha.. yg pasti tiap tahun minimal demo 1x itupun siap2 anarkis

Jessica Syarifah:
Memang , kalau kampret pengin nya kerja sehari libur 6 Hari, kerja pakai Mobil, rumah bagus, istri 2

septian rc:
"Mereka kalau jadi pengusaha pun, pasti ngamuk kalau karyawannya suka malas-malasan" >> what? Justru karena mereka malas makanya cuma mau jadi buruh.. kalo rajin pasti jadi pengusaha.. dan utk buruh yg tergolong rajin pun ga ngurusin demo2an dan nuntut sana ini itu.. gaji atau posisi akan sebanding lurus dgn prestasi yg dihasilkan.

Buaya2009:
Tinggal tunggu waktu sistem otomatisasi lewat robot dan kecerdasan buatan masuk ke industri manufaktur, mereka bakal menangis di pojokan.


Kurang setuju dengan statement ini !!! Menurut saiah mereka bakal menangis meraung-raung di tengah ruangan, sambil teriak2 bahwa mereka sudah didzolimi dan semua ini adalah salawi.
Croth !!

Tony Gede:
Yaelah, kirain nggak setujunya kenapa.

Taunya cuman posisi meraung-raungnya doang... ??? ??? ??? ???

Patrick Jahja:
Problemnya ga cuma di produktifitas sama upah lho.....................dan jujur sayangnya, produktifitas dan upah tu salah satu yang susah dibenerin........

Panda:
Belum provokasi dari Serikat Pekerja yg cuma nguntungkan presiden nya
Contoh said Iqbal.
Buruh Indonesia Bener2 kurang produktif
Banyak istirahat, minta upah tinggi terus.

TUgiyo:
Nda usah jauh2, coba bayangin aja yg kebutuhan pokok macam hasil pertanian, produk import sdh ditambahin ongkos angkut saja harganya msh lebih murah dari produk lokal...

si memble:
Gejala investor hengkang yg nampak dari beberapa tahun lalu  dan ditambah dari banyaknya investor padat modal yg masuk makin membuat lapangan kerja makin susut. Blom lagi masalah bonus demografi dalam dasawarsa mendatang yg bisa berbalik jadi bencana jika tdk dipersiapkan mulai sekarang.
Salut buat presiden Jokowi yg berani membuat terobosan untuk negri ini.

hoetomo:
Kalau komen dengan apa adanya sesuai kenyataan , bisa2 dituduh tidak nasionalis , tidak menghargai bangsa , pergi saja ke luar negeri atau  sebagai TKI atau TKW ???
Kalau slow saja ( diam2 saja) juga tidak sampai hati melihat keterpurukan Negeri.dimana kita dilahirkan.

........:
it nasionalisme yg tdk sehat!

si memble:
Untuk obati penyakit, harus mendiagnosa penyakitnya lebih dulu baru baru diberi obat yg cocok. Negri ini sudah terlalu banyak diberi placebo, yg penting aman tentram tapi penyakitnya makin akut. Hanya butuh pemimpin yg berani kasih obat yg benar, bukannya placebo, agar negara bisa maju.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ternyata Produktivitas Buruh RI Rendah, Tapi Upah Tinggi, Wajar Investor Lari Ke Vietnam Seword #1 Opini Indonesia yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/ternyata-produktivitas-buruh-ri-rendah-tapi-upah-ZxPVeoDXFn

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: