You Now Here »

Revolusi Mental, Bagaimana Kelanjutannya  (Read 86 times - 104 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,881
  • Poin: 23.960
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Revolusi Mental, Bagaimana Kelanjutannya
« on: October 24, 2020, 08:30:58 PM »




??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Utk merevolusi mental dlm hal pendidikan,  hal pertama yg harus dirubah pola pikir adalah para pendidik itu sendiri. Jgn berharap pada anak didik utk merubah mental mereka apabila guru, kepsek, dinas pendidikan dll tidak bisa di reformasi akal dan pikirannya.

BENZ GUN:
Setuju.... Perlunya Revolus mental pada pendidiknya.....dan ini harus di Motori paling tidak oleh Mas Nadiem untuk menyusun Formulanya...

Yang Tak kalah pentingnya dan sangat berpengaruh besar adalah didikan dari orang tua pada usia dini
Karena waktu yang sangat dominan terutama anak anak sampai tingkat SD lebih banyak dirumah...

Kemudian Faktor lingkungan juga adalah salah satu yang dapat memberikan pengaruh pada mental mereka untuk tahapan usia selanjut nya.

«§»:
dan juga harus ada pemisahan kewenangan antara institusi pendidikan (sekolah) dan institusi keagamaan.

pend. agama harus dijalankan di ins. keagamaan janganlah mengambil porsi di ins. pendidikan (sekolah).

mental,  moral,  pengetahuan dan keterampilan harus diajarkan di sekolah.
ins. keagamaan juga harus mengajarkan mental dan moral selain mengajarkan agama.

tapi kenyataannya porsi jam belajar mengajar di sekolah didominasi oleh pend. agama.

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Setuju sekali ??? ?????

«§»:
pola pikir masih berorientasi pada pendidikan agama.
dipikirnya hanya agama yg paling penting,  dipikirnya jika sudah menguasai agama pasti menguasai mental dan moral ....

kenyataannya ... banyak yg menguasai agama (hapal ayat dan tafsir,  jago ibadah) tapi kelakuan mental dan moral nya bobrok.

pend. agama hanya membuat orang menjadi munafik.
agama menjadi candu, karena ketika seseorang sibuk dgn agama,  dia lupa dgn hal lain,  tidak peduli dgn mental dan moral.

Tony Gede:
Pertama2, singkirkan para kadrun dari institusi2 pendidikan kita.  Karena mereka itu salah satu sumber penyakit mental masyarakat.

Harangan Toras:
hapus bidang studi agama

Tony Gede:
Bener.  Agama mendingan dipelajari di tempat ibadah aja.  Dan diajarkan oleh ulama2 yg benar.  Ga perlu masuk kurikulum sekolah.

«§»:
munculnya fenomena kadrun karena pendidikan indonesia hanya mengutamakan pendidikan agama makanya orang indonesia menjadi penyembah agama (baca: mabok agama)

Wele Wele Machih Learn To Joke:
betul..
kok malah jadi penyembah organisasi agama, padahal harusnya jadi penyembah Allah.

«§»:
karena tuhan tidak bisa terlihat sedangkan agama bisa dilihat.

zombie butuh hal2 yg bisa terlihat dan bisa diperlihatkan.

keimanan tidak bisa dilihat dan tidak bisa diperlihatkan sedangkan kesalehan bisa terlihat dan bisa diperlihatkan.
agama hanya menghasilkan manusia2 MUNAFIQ.

Jay:
Kadrun dh d mna².....bgmna?. Setidaknya mulailah dri diri kita sendiri.

Barbarian King:
Utk yg ini susah bung..
Selama para pejabat msh menganggap diri mereka "BigBoss'' ..

Utk yg satu ini memang ada peningkatan, tapi nggak signifikan..

Tapi cuma sedikit peningkatannya..
Ya kira'' 1% lah...
Jadi,msh mimpi utk saat ini bisa merevolusi mental mereka'' ..
Yg diatas terutama..
Salam..

Tantra:
"Kondisi yang lebih jelek andai dihadapi dengan mental yang baik, akan memberikan hasil yang baik, tetapi sebaliknya, pada kondisi yang idealpun andai dihadapi dengan mental yang kurang baik akan membuahkan hasil yang kurang baik juga." Inspiratif sekali mas Roedy.
Kita merasakan sendiri, bagaimana pola pendidikan hafalan dari SD sampai SMA tidak berguna sama sekali setelah kita memasuki dunia orang tua. Yang dibutuhkan memang budi pekerti dan sikap mental. *Good Article*

iam hêylêl:
Ane langsung pungut bungkus permen yg ane buang sebelum baca tulisan ini.. mental ane rusak rupanya.. ahaha

Tantra:
ha..ha...sama Kak

Niu Niu:
iya.... sy setuju dgn penulis. Revolusi mental hrs dimulai dr rumah. Dr ortu ke anak. Setlah dr rumah baru ke lingkungan sekitar trutama sekolah. Itu dasar utk membentuk revolusi mental.
Tp susahnya saat di rmh udah tertib, pas PPJ justru ada aja guru yg ga tertib. Ada guru yg saat mengajar menggunakan google meet, dia tidak tau fitur yg digunakan utk mengetik. Saat mengajar guru itu msh otak-atik fitur mengetik di google meet nya karna ada tulisan yg hrs disampaikan. Butuh bbrp menit utk dia bs menemukan fitur itu. Kebetulan pelajaran bahasa inggris. itu, hal pertama yg bikin yg geleng2 kepala.
Hal kedua, saat membahas materi itu, dia bertanya pada murid ttg halaman buku yg memuat materi itu dan guru itu bilang dia ga tau halaman brp karna ga bawa buku materi !!!! Busyet dah... itu seorg guru yg mau mengajar daring tp tidak siap dgn peralatan atopun materinya. Jd bener2 contoh yg sangat tdk baik utk para anak didik.
Ada juga guru lain saat daring, guru PPL saat itu sedang menggantikan guru utama. Itu pelajaran PPKN. Daring berlangsung di ruang guru tp masya Allah..... suara background nya itu kayak lagi ngajar di pasar. Karna guru lain itu pd ngrumpi.
Kadang sy menyesalnya disitu, qta udah mengajar anak2 utk tertib dan disiplin...tp pihak sekolah malah mengajarkan/mencontohkan sebaliknya.

semoga aja pandemi ini cpt berlalu dan progam Jokowi utk revolusi mental di periode ke dua ini akan bnr2 dilaksanakan.  Mulai dr rumah dan sekolah.

Mike©-®BEYER:
saya agak pesimis dgn progress revolusi mental pada periode ke 2 pemerintahan skrg . tdk ada ketegasan yg bisa membuat masyarakat nya berpikir dan bertindak bahwa perubahan yg baik itu dimulai dr dirinya sendiri .mau kaya raya tp dgn cara yg salah , mau naik jabatan tp nyogok , mau pintar tp dihambat dgn kearoganan dan kenyamanan sang pendidik , mau mencari Tuhan tp sdh mengkapling kapling surganya sendiri ..(silahkan tambahi poin2 yg menghambat bangsa ini utk maju )........

Harangan Toras:
mo nanam padi tp harga ditekan...xixixixu

Mike©-®BEYER:
mau cintai PLODUK2 Indonesia tp kran impor dibuka gila2an

Yulius:
Tulisan p Roedy ini sangat layak dapat jempol. Mari kita cermati berapa jempol yang layak diberikan :
1? ???. Tulisan bercorak responsif bukan sebatas reaktif (mengcounter suatu opini secara langsung / berbantah), walau yang reaktif tentu akan lebih disukai para pembaca yang "heboh".
2? ???. Tulisan ini sanggup menyajikan cita rasa berbeda yang mampu sebagai pelipur kebosanan terhadap tulisan2 reaktif yang sangat marak.
3? ???. Tulisan ini menyajikan testimoni, bahwa isu utama (revolusi mental) bukan sebatas utopia / ide impian belaka. Proficiat juga untuk alumni Askarlo.
4? ???. Tulisan ini bernada tidak menggurui, berisikan tantangan ayo berpikir dan bertindak bersama kemasa depan.
5? ???. Tulisan ini punya penetrasi tajam kesetiap kalbu pembaca, bahkan oknum "kadrun" sekalipun, dengan catatan yang bersangkutan masih punya secuil otak.
Jadi, 5? ??? untuk p Roedy, saya antusias menunggu tulisan2 berikutnya. ????

Tantra:
penilaian jujur dan bagus Kak. Seorang penulis akan bahagia bukan dilihat dari jumlah View. Tapi seberapa karya tulisan bisa membekas di hati pembacanya. syukur pesan yang disampaikan punya nilai dorong bagi kemajuan pembacanya dan banyak orang.

Lanina:
Revolusi mental hrs di mulai dr atas/pimpinan dl, spt kata Ahok.... kepala nya hrs lurus dl, spy yg di bawah bisa mengikuti. Presiden nya sdh benar, tp di sktr nya termasuk yudikatif & legislatif, kacau. Gmn jd contoh ke rakyat?

Wele Wele Machih Learn To Joke:
revolusi metal eh mental ini berusaha dibantai abis sama revolusi akhlak ala imam mesum besar haha sarkas lho

«§»:
revolusi syahwat

«§»:
bagus sob,  sudah kutunggu tulisan tentang revolusi mental

«§»:
di indonesia, bukan mental tapi "akhlak" .... indonesia dijajah oleh agama.
pendidikan reguler dan pendidikan mental di sekolah telah diserobot oleh pendidikan agama.
padahal seharusnya pendidikan agama dilakukan oleh instansi keagamaan bukan di sekolah.

Fsasosi:
Sulit mau revolusi mental dgn perut dan dompet msh kembang kempis...  lbh setuju dgn yg dikatakan Ahok : otak, perut dan dompet terisi... tentu saja musti di kerjakan secara berbarengan...

Harangan Toras:
dibidang kehutanan ada slogan..hutan lestari..rakyat sejahtera...birokrat kayaraya? ??? ??? ?????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Revolusi Mental, Bagaimana Kelanjutannya Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/revolusi-mental-bagaimana-kelanjutannya-HDbendBlBv

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: