You Now Here »

Kebebasan Berekspresi A La Indonesia VS Perancis  (Read 93 times - 41 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,908
  • Poin: 23.987
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kebebasan Berekspresi A La Indonesia VS Perancis
« on: November 02, 2020, 04:27:34 PM »




Anggun Nidyanto:
mui mengatakan kebebasan berekspresi ada batasnya menyindir presiden prancis.tapi si sugik nur di sini hina nu di sebut kebebasan berekspresi .aneh standar ganda

Erika:
Ya itu.... krn cara pikir MUI berdasar pada UU ITE yg membatasi pelaku dan melindungi penonton

iam hêylêl:
Pihak "luar"tahu ttg ini, contoh pd isu LGBT mrk bisa memakluminya. isu Kartun jadi spt sengaja di goreng utk tujuan tertentu. oleh teroris jadi ajang eksis cari simpati, bgtu juga erdogan.. kl Jokowi  krn utk menjaga kestabilan keamanan nih negara dr penyakit kejang kejang kadrun.. ahaha

Mblandyang:
giri lusi jalmo tan kena kinira . .
dimana apa yg tersirat blom tentu itu yg tersurat

apik tulisanmu mbakyu,. welcome back

Erika:
traktir doooong.... wkwkkwkw

Martabak Sweet:
Karenanya, ketika kebebasan berekspresi di Perancis jatuh ke tangan Bangsa Indonesia, apa yang terjadi adalah kesalahpahaman. Bangsa Indonesia sudah "terbiasa" dengan aturan dan undang-undang yang memagari pihak "dalam" dan melindungi pihak "luar". Lalu memaksakan "kebiasaan" ini untuk diterpakan pada Perancis.


Ya ini benar.

Pemagaran pihak "dalam" dan melindungi pihak "luar" ini sangat rancu karena selama ini di Indonesia sisi atau kaca mata yang dipakai berubah sesuai status mayoritas/minoritas dan intimidasi, serta standar ganda. Sangat subyektif "definisi serangan ke pihak luarnya"

si memble:
Di beberapa taman kota di inggris ada tempat yg namanya speaker's corner, dimana seseorang bisa berbicara tentang apa saja, kritik apa saja atau kritik siapa saja atau berdebat dgn publik yg berkumpul. Biasanya perang kata yg sengit sering terjadi antara speaker dan penonton tanpa adanya tindak kekerasan.
Kira2 itu gambaran kedewasaan freedom of speach dinegara barat, walaupun belakangan ternodai oleh insiden pemukulan oleh penonton imigran yg merasa agamanya di hina.
Intinya ada orang yg masih maksa pake baju pesta waktu berenang.

Erika:
Sumbu pendek confirmed

Donny Rahardian:
Yang saya heran justru Feedback dari Statement Macron adalah meng " Iya " kan, bukan menyangkal dengan simbol perilaku sebaliknya.


Anda di Cap Teroris tapi anda menjawabnya dengan amarah, anarkisme, penusukan dan pembunuhan, sekarang pertanyaan nya adalah Apakah anda Teroris ?

si memble:
Dari awal sepertinya Marcon berusaha meredam masalah dgn nenjadikannya sbg kasus terorisme/radikalis, tapi karena protes dari luar malah menjadikan kasus ini mendapat sorotan dari sisi ideologi dan membangkitkan sentimen negatif negara uni eropa terhadap agama pelaku. Terlebih lagi setelah ada penyerangan dan pembunuhan di sebuah gereja diperancis.

Alexander David ™️ ✅:
Sehari setelah kejadian di Nice ada penembakan pendeta Orthodox oleh org yg tidak dikenal ... orang2 mengaitkannya dgn tragedi Nice. Kemarin ada lagi kekerasan di Canada, pelakunya masih diintrogasi ... lagi2 orang mengaitkannya dgn tragedi Nice

Kalau hari ini ada orang kepeleset kulit pisang, pasti deh, kata orang2 ada kaitannya lg dgn Nice :/ Yg paling menjadi korban, sebenarnya itu citra / nama baik agama, dan ironisnya dilakukan oleh mereka yg aku yakin "cinta agama".

Agama vs Dunia : Baik kejadian Nice maupun LGBT, kasus Gallileo Galilei di abad 16 akan terulang. Agama selalu gagal paham, kikuk & ketinggalan zaman. Pemenangnya ya pasti kaum Atheis :/

Thanks sis Erica.

Erika:
Sepertinya tak hanya galileo saja. Darwin juga dianggap gila saat dia mengungkapkan teori.

Alexander David ™️ ✅:
Iya, yg paling parahnya itu, agama ikut campur dlm hal yg bukan urusannya. Kitab suci yg isinya metafisika & moral untuk perbaili akhlak dianggap buku sains Padahal sains  kan bisa berubah. Teori macam darwin itu hanya baru asumsi yg sewaktu2 bisa digantikan theori lain.

Mas B:
Seberapa yakin kamu kasus Galileo Galilei akan berulang kembali ? Yakin sekali ya ?

Alexander David ™️ ✅:
Seperti, serupa, mirip : ya :(

Erika:
Dunia berputar. Nol derajat dan 380 derajat berada pada titik yang sama.

Wilefhas62:
Tulisan ini benar2 Mantul

Kolik kulik:
Kebebasan berekspresi kita, dibatasi oleh kebebasan berekspresi orang lain. Ketika kebebasan berekspresi kita, mengganggu atau melanggar kebebasan ekspresi orang lain, maka kita harus siap, bahwa kebebasan berekspresi orang lain itu, akan dilakukan untuk mengganggu kebebasan berekspresi kita.
Akibatnya, kebebasan berekspresi kita akan "diserang" oleh kebebasan berekspresi orang lain, yang memungkinkan kebebasan berekspresi anda akan dinafikan

#sesederhana itu

Martabak Sweet:
Kebebasan berekspresi kita, dibatasi oleh kebebasan berekspresi orang lain. Ketika kebebasan berekspresi kita, mengganggu atau melanggar kebebasan ekspresi orang lain, maka kita harus siap, bahwa kebebasan berekspresi orang lain itu, akan dilakukan untuk mengganggu kebebasan berekspresi kita.


Fair. Yang berbicara nanti koridor hukum dan konteks hukum.

Yang terjadi di Indonesia, kebebasan berekspresi kita dipaksakan memakai kacamata islam atau mayoritas :).
Parahnya ditambah, penegakan hukumnya.

Erika:
Tergantung duit ujung2nyq ??? ??? ??? ???

Indisen:
Malah jd pusing bukan sederhana baca tulisan mbah kolik. Udh kembali jd dukun lagi aj mbah

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kebebasan Berekspresi A La Indonesia VS Perancis Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/kebebasan-berekspresi-a-la-indonesia-vs-perancis-WZIywWiuPO

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: