You Now Here »

Ketika Rumah Sakit Dan Dokter Tidak Mengutamakan Keselamatan Pasien  (Read 101 times - 37 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,895
  • Poin: 23.974
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




sumsumMerahPutih:
tidak akan pernah selesai pola kerja dokter seperti itu di negeri 62. "dokternya yg sakit mentalnya". perlu revolusi mental.
paling susah ktmu dokter pasien ranap, visite 1 menit dah lama itu. ibaratnya datang lihat, dpt jawaban dri perawat, tulis resep/tindakan selanjutnya.

lihat jg dokter praktek rawat jalan. pasien masuk ditanya sakit apa, keluhan apa, tulis resep,  silahkan tebus obat. sekitar <5 menit. lama antrinya doang.
boro-boro promosi kesehatan. klo bisa makin penuh RS makin tajir melintir.

oh iya biasanya dokter2 kita ini one man show. benar salah dia yg maha tau, gak ada team gak ada supervisor. salah diagnosa dah, gak ada yg tahu orang jual sawah demi pengobatan salah diagnosa tanpa hasil.


turut bersimpati untuk temannya Om Roedy...

Fsasosi:
O iyalah... banyak orang di negri 62 ini yg otaknya pinter kerjanya urus agama krn ngga ono duwit buat kuliah... maka yg goblok malah yg jadi dokter krn ortu banyak duwit e.. dan tentu saja tujuannya utk nyari duwit..

Libra Astuti:
Ha ha ha

Roedy Siswanto:
Saya rasanya pingin meledak dan nyusul ke Semarang , tapi disaat bersamaan kami sekeluarga harus isolasi mandiri karena swab yang positif ... Terima kasih atensinya ??? ?????

sumsumMerahPutih:
duh . . .  hal kek gini emang baiknya diledakkan
Cepet sembuh dan sehat sekeluarga . . .

[sy tau rasanya]
untuk yg berani ke jalur hukum kemungkinan akan ditawari damai/duit. dgn hukum yg masih bisa dibeli. mereka membuatnya berlarut-larut menghabiskan energi.
indonesia butuh lebih dari sekedar sebuah kasus yang diledakkan.
1 kasus saja harusnya sdh warning karena itu melibatkan ahli, bukan orang awam. belum kejadian2 di faskes lain.
TAPI
apa iya akan ada reformasi "yankes" klo otaknya duit dan bukan "yan"kes? [bc: pelayanan].bagi orang kebanyakan dokter bertindak layaknya tuan bossy bukan melayani, tidak mencerahkan apalagi menyemangati pasien.

Kay Kayleigh:
Semoga lekas sembuh, dan sekeluarga semua kembali sehat...

Fsasosi:
Laporkan dan viralkan kalo perlu sampe masuk tv...

Roedy Siswanto:
??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

WTH:
Sebelum pandemi saja dokter khitan anak kecil sampai tewas, masih bisa praktek, jangan heran dokter hanya gelar saja.
Pembiaran dokter menangani asal asalan pasien sering terjadi, malpraktek isapan jempol untuk dibenahi.

Marzel:
Itu kenapa kita juga haris belajar walau gak kukiah kedokteran. Sama seperti aku juga belajar ilmu tukang besi, kayu, beton. Walau nantinya si tukang yh mengerjakan, minimal aku gak dikibulin dng ongkos kerja yg selangit apalagi dng harga bahan yg di mark up gak karuan. Dan gak dokibulin karena aku taju cara kerjanya yg benar.

Jangan percaya 100% ke orang Bung klo gak mau kecewa....

Ayo belajar...belajar dan belajar....terus

WTH:
Begini, maksud saya, selagi masih dikasih nafas sama Tuhan, cari sebanyak banyaknya informasi fakta yang benar. Dengan banyak ketahui fakta, ketika dalam pergumulan berat/kesusahan mengerikan, mental semakin kuat meskipun otak kacau harus menerima keadaan mengerikan.
Jangan goblok sesat, merespon yang terjadi, mental yang kuat mampu mengarahkan pemikiran benar.
Bukan teori, tapi ini praktek yang bisa dikerjakan. Orang sudah banyak menipu, karena alasan perut harus isi, mau bermimpi ditipu dokter katanya cumlaude, iris kulit pen1s saja, bisa tewas orangnya.
Kritisi kehidupan, banyak orang gila sesat, pura pura bego pinter, yang penting hepi.

Roedy Siswanto:
Naaah

Di:
Mudah-mudahan, pihak terkait dalam hal ini, Menteri Kesehatan, segera menegur dan mengevaluasi RS Telogorejo. Agar kedepannya, kasus seperti itu tidak terjadi kembali.

Turut berduka cita untuk temannya Om Roedy...
??? ?????

Roedy Siswanto:
Semoga om , terima kasih ??? ??? ??? ???

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Saya sedih membaca artikel ini dimana tidak semua dokter dapat melakukan protap plasma konvalesen. Saya turut berduka cita atas meninggalnya sahabat mas Roedy semoga arwah beliau diterima di sisi Allah yang maha kuasa.

Buat para dokter di Indonesia, semoga anda dapat belajar dari pengalaman penulis bahwa keperluan yang sangat urgent dalam penanganan covid 19 khususnya protap TPK, harus dipelajari dan diterapkan karema sudah banyak pasien C19 sembuh dan berhasil.

Roedy Siswanto:
Ya mas, terima kasih.

Marzel:
Kebanyakan dokter sekarang mah....Jangan harap mereka melakukan seperti yg seharusnya...

Lebih bener dokter yg praktek sendiri. Karena klo pelayanan mereka gak baik, maka jelas gak bakalan rame kliniknya.
Sementara klo di RS....susah.

Jadi ada baiknya artikel ini diviralkan supaya RS mendapat kontrol sosial dari masyarakat secara efektif sehingga mereka bisa berbenah

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Udah dari dulu kalau pergi ke RS belum tentu baik pelayanannya. Karena mereka punya tempat praktek yang lain sehingga kalau jam periksa mereka sering telat atau tidak datang karena mungkin sibuk praktek ditempat lain. Jadi tidak fokus pada RS. Makanya banyak para dokter meraup keuntungan dengan praktek di banyak tempat dengan mengabaikan profesionalitas pekerjaannya.

WTH:
Yang namanya cara nipu banyak, orang sekarang pintar pintar untuk urusan perut lapar.
Pernah tau dokter yang rame, tapi gilanya persis Rizieg, yang datang rame, dibelakangnya juga rame.
Lihat si rizieq, gak bisa praktek agama, krn harus dihentikan banyak menipu orang.

Martabak Sweet:
Apabila ternyata di RS Telogorejo belum ada yang bisa menangani TPK secara baik, saya meyakini DR.dr.Theresia Monica Raharjo SpAn.KIC.MM.MBA, selaku penggagas TPK akan dengan senang hati berbagi ilmu.


Makanya harus bertahap dan ada yang ngawal.
Mana bisa teriak teriak seperti orang gila maksa dijadikan program nasional. (dimulut dan jadi pencitraan saja hasilnya... implementasi masih ya jalan di tempat).

Harus realistis dan berstrategi.

Turut berduka cita... masih muda, sangat disayangkan.

Roedy Siswanto:
Sebenarnya semua anesthesiologist sangat mengerti mbak . Ini ada kemungkinan sang dokter yang memegang pasien menganggap remeh atau karena sebab lain.

Arif Soetanto:
RS yg terkenal mahal

Roedy Siswanto:
Betul mas .

Anang Pratama W:
Turut Berduka Cita atas wafatnya sahabat
Mas Roedy, Tan Han Soen. ????

Roedy Siswanto:
Terima kasih mas ??? ?????

sugianto:
Menteri Luhut pengin buka akses dan izin agar ada RS dari luar dan Dokter dari luar indonesia. kalo bisa artikel ini bisa sampai dibaca opung Luhut sehingga segera realisasikan, kasus ini sudah sangat umum dan banyak terjadi, dulu teman saya dari daerah bapaknya operasi karena ada cairan di otak di RS elite di jkt juga sama hanya tanya ke dokter ybs, dokter marah-marah dan sangat AROGAN, tidak tau orang gadai aset demi bisa berobat dan cari kesembuhan. semoga alam semesta dan karma akan membalasnya.

Tatang:
Itulah kenapa orang lebih suka berobat ke luar negeri, dokter disini kebanyakan, bahkan bisa dibilang sebagian besar, money oriented, tidak ada empati dg pasien sama sekali.

Ari:
Same thing happened to my dear mother. The hospital staff seemed to neglect my mom. They put mom in the isolation room but they did not treat her properly. Mom had stroke and diabetics. We were afraid the hospital staff just monitored her from the screen. Before she was moved to the isolation room, she was healthier and very optimistic. After 36 hours in the isolation room, she passed away. The worst thing is when the hospital informed us about mom's death, they had already put my mom into the burial box. How could they not call the family in her critical time?? And after she died, the hospital told us that our mom was tested positive covid 19 . Who to blame? ??? It's s really heart breaking.

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
My condolences for your mom...
I feel sorry to hear your story. I know it's hard to believe that hospital should've called you and family and comfirmed that your mom in critical condition. It might your mom in unconscious and weaked. Stay strong my friend.

May your mom rest in peace...

Niu Niu:
Saya selalu pesimis dengan mutu dokter di Indonesia yg hanya mengejar duit bukan karna kemanusiaan... RS yg bertaraf internasional tidak menjamin pelayanan dan dokternya bagus. Sy di smg juga mas Roedy, tp ga pernah menjadikan Rs tersebut sbg rujukan utama. Hya sekali aja dl pas ibu sakit trus periksa lab disana. Mahal... tp blm tentu bagus dan manusiawi.

Tantra:
Dengan status sosial pasien seperti itu saja masih dibuat binggung, apalagi rakyat jelata seperti saya. Hadehh

Alex R.:
Apakah dokternya tidak bisa dituntut?

Roedy Siswanto:
Dilema om. Menuntut berarti menanbah kepedihan keluarga sementara mereka sedang mempersiapkan pernikahan anaknya yang akan berlangsung pada 12 desember nanti.

Paijo:
Nyawa buat mainan, ada PMI kacab Semarang, knp ndak mau kerjasama tuh RS? Konyol sekali.
Ada dokter spesialis PD tp ndak bisa diandalkan. Konyol sekali.
Ada RS standard international tp ndak punya standard prosedur utk terapi plasma. Konyol sekali.
RIP buat pasien, smg diberi kebahagiaan di sisiNya.

Roedy Siswanto:
Itulah , dan mengapa nggak mau diserahkan kepada anesthesiologist yg pasti mengerti tentang tindakan tersebut ?

Odank Sagala:
turut berduka cita atas meninggalnya bp Han Soen, dan sangat sangat prihatin atas kebiadaban rs algojo

Roedy Siswanto:
Terima kasih om ??? ?????

Tony Gede:
My deepest condolence, om Roedy.

Ronindo:
Haduh repot yaq

Roedy Siswanto:
Ya om ..

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ketika Rumah Sakit Dan Dokter Tidak Mengutamakan Keselamatan Pasien Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/ketika-rumah-sakit-dan-dokter-tidak-mengutamakan-n8cRm8VpUR

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: