You Now Here »

Puisi Keprihatinan Waketum MUI Pusat, Buya Anwar Abbas : Rakyat Juga Bisa Berpuisi  (Read 104 times - 99 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,879
  • Poin: 23.958
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Lanina:
Kalo nyawa kafir minoritas melayang, puisi nya berlaku tdk?

Masrat Viola:
Ini puisinya utk kaum kafir

HAKEKAT NYAWA KAUM KAFIR

Manusia adalah ciptaan Allah. Tapi sungguh nistalah orang orang yg lahir dlm keaadaan kafir dan mereka menyatakan bahwa Allah itu tiga, sesungguhnya Allah itu tidak beranak atau diperanakkan dan terkutuklah yang menyatakan manusia sbg anak Allah. Demikianlah mereka akan tetap kafir seumur hidupnya krn Allah maha penipu.

HAKEKAT NYAWAMU kaum kafir
Bagi kami kalian adalah seonggok debu karena sesungguhnya kalian penghuni neraka jahanam terdalam. Tapi kami kaum beriman Allah, Allah telah menetapkan kalian sebagai musuh utama kami. Kepala, kaki, lengan kalian telah dihalalkan untuk kami, demikianlah agar tegaklah agama iti semata mata dan tidak ada fitnah dan syirik lagi di dunia.

HAKEKAT NYAWAMU kaum kafir.
Bagi kami, kalian adalah jalan tol untuk mendapatkan jannatul kami nanti. Nyawamu adalah tiket yg pasti untuk kami mendapatkan kenikmatan surga kami. Sudah lama kami rindukan berjimak dengan bidadari bidadari kami dgn pen1s yg tidak pernah loyo dan merekapun perawan kembali.

HAKEKAT NYAWAMU KAYM KAFIR.
Sungguh tidak ada nikmat yg tidak ada duanya yg tidak dapat lukiskan

Lanina:
??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

Bobo Djowang:
Menurut mereka kafir kan gak dianggap sebagai manusia, kafir adalah bahan bakar neraka

Tantra:
tanya buya aja Kak he..he.
kan dah aku jawab versi rakyat dengan ngikuti kalimat2 nya. itu kalimat sebenarnya bumerang semua kalo dijabarin.

Lanina:
Memang itu pertanyaan utk si mui. Siapa tau baca!

Alexander David ™️ ✅:
Kalo nyawa petugas (polri / TNI) melayang, puisinya berlaku gak ?

Tantra:
tanya buya aja Kak he..he.
kan dah aku jawab versi rakyat dengan ngikuti kalimat2 nya

pris oner:
"Apalagi kita ini adalah penduduk dari negara yang berbudaya dan menghormati agama."
menghormati agama?? agama yg mana? ????? bukankah di negeri ini, kenyataannya hanya 1 agama saja yg harus dihormati..??

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Tepat mengenai jantung... sepertinya percuma tertulis di konstitusi pasal 29 ayat (1) dan (2). Lebih baik hapus saja pasal itu..

Njoto:
Mantul bener jawaban puisinya.. nyawa aparat jauh lebih berharga daripada nyawa kriminal yg selalu melakukan teror terhadap masyarakat dengan bungkus sorban dan daster putih

Njoto:
Kadrun menyusup ke lembaga berlabel ulama.. patut dipertanyakan kadar ke-ulama-an nya...

windujati:
Mantabz sobat....ada yg kejang² ..wkkkk

Abdul Kahar:
MUI ngga buat puisi buat pemenggalan di sulawesi?? buat MUI hal itu halal kali ya karena sesuai ajaranya? ???

Lanina:
Diam tanda se7

pris oner:
Jawaban puisinya paling da best lah.. ??? ??? ??? ??? ???? saya suka..saya suka.. ????

Tantra:
Makasih

Awam Wahono:
Belum pernah dengar ada jihad ke israel !!! yg ada jihad ke suriah , jihad ke afganistan , yg lucu di Indonesia nyuruh orang jihad , sendirinya ngumpet , makanya bukan dapat bidadari Tapi malah diuber janda ditagih janji untuk nikah diledek janda tukang obat !

pris oner:
Jihad k Israel itu cari mati namanya.. ????

No Fear:
6 nyawa melayang jadi tumbal bibibkabuurr

#matikonyolmembelayangkabur

AlumniTjebong2019:
Puisi untuk bapak yang sedang belajar berpuisi:

Katamu itu puisi?
Kataku,itu huruf-huruf tanpa arti
Pun itu kauanggap puisi
Puisimu itu garing,puisimu itu kering

Puisi itu rasa,puisi itu seni
Jadi kataku puisimu kering,mungkin juga alam batinmu

Tuk memaknai
Ku takut melacurkan arti puisi
Kubatalkan
Karena puisimu memang bukan puisi

Yang kamu sebut puisi
Hanya bualan yang membuncah
Karena nuranimu telah pecah oleh kebencian dan kedengkian

(Antiklimaks)
Wahai bapak yang sedang belajar berpuisi.
Pasti Bu Yayuk atau Bu Nur Handayani memberimu nilai 5 atau mentok 6 untuk puisimu.

Tantra:
Wk...wkkk makanya balasannya juga simpel, puisi keprihatinan juga.
Kakak pintar bersyair juga.

Bobo Djowang:
Viralkan, mudah2an tidak terkena penistaan agama atau pencemaran nama baik.

Tantra:
Tak ada kalimat yang menyinggung agama atau menjelekkan agama lain. Dan siapa nama baik yg dicemarkan? Aku cuma membalas puisinya, yg sebenarnya kalimat2 beliau adalah bumerang bila dibalik. Itu saja yg ingin aku tegakkan. Dah aku pikirkan dengan baik Kak.
Saatnya kita harus berani, tetapi tetap dng koridor kesopanan.

Bobo Djowang:
Memang tidak ada, tapi kalo menurut kelompok sana ya mungkin beda, mudah2an tidak terjadi pada penulis, mantap, lanjutken.

Tantra:
Lanjtkan

pris oner:
??? ?????

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Mengherankan ya hidup yang katanya menjunjung kebhinekaan. Ternyata itu hanya bualan semata utk menyenangkan kaum minoritas. Manis dibibir, menusuk dari belakang. Indahnya negeriku...

hoetomo:
Lihat manusia tua ini , bukannya tambah bijak tetapi makin ngawur
ini kelasnya sama dengan amien r

Hinamata:
Good. FW langsung sob ke blio nya...biar tahu jawabannya rakyat Indonesia bagaimana... Two thumbs up.

Tantra:
kalo blio melek literasi, aku yakin blio akan baca.
terima kasih atas dua jempolnya.

Noval Adianto:
Kirimkan  puisi balasan ini ke anwar abbas supaya bisa di baca olehnya. .agar pikirannya menjadi berimbang....dan   netral...ternyata usia tua belum tentu bisa  bijak.....

Andy Gunawan:
gk mungkin bikin si kadrun itu berubah

Tantra:
Lha ini kan sudah muncul di seword. kan dulu selalu di kritik penulis2 seword dan mereka tahu. Jadi seword juga jadi bacaan orang2 MUI, meski bikin neg mereka.

bams:
Mohon segera dikirimkan ke mui dng pos kilat sangat khusus

Bobo Djowang:
Bubarkan ajalah

bbhari:
Bagus ... bagus .... hehehe.....puisi harus dilawan dengan puisi... provokasi lawan provokasi... seimbang hihihi...

Wilefhas62:
Mantul.. Banget lagi... IMHO, Nyawa Aparat itu jauh lebih berharga dari Nyawa ke-6 orang itu, bahkan mungkin dari nyawa Buya itu sendiri

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Puisi Keprihatinan Waketum MUI Pusat, Buya Anwar Abbas : Rakyat Juga Bisa Berpuisi Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/puisi-keprihatinan-waketum-mui-pusat-buya-anwar-slCwzCTOdF

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: