You Now Here »

Anak Pak Lurah Bukan Hasil Didikan Semacam Bangsat  (Read 63 times - 45 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,892
  • Poin: 23.971
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Anak Pak Lurah Bukan Hasil Didikan Semacam Bangsat
« on: December 21, 2020, 12:02:01 PM »




??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Sudah saatnya dewan pers menegur media yg keseringan membuat berita yg tidak akurat. Sayangnya dewan pers di isi dengan orang² mereka.

Suatu saat media gorengan alias TEMPE  mbosok akan kena batunya sampai rehat selama²nya seperti kawan medianya spt ILC. Ini sudah penggiringan opini dan tentunya pembohongan publik dengan menulis angka nominal yang dikeluarkan utk dana kampanye sang anak lurah.

Syakaf-911:
mudah-mudahan secepatnya terjadi. ????

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Kita berharap aja ????

No Fear:
di media ini juga ada penulis yg memakai tempo sebagai rujukan sumber. udah baca ?

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Udah, makanya tadi kasih komen ke artikel dia terus ane protes

Tantra:
Lha artikel ini untuk meng counter nya. Wuenak tho?

No Fear:
antum  T.O.P , bib ??? ????? !!

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
??? ?????

WelehMachihLearn2Joke:
nah bagus nih terjadi perang opini lagi.
ciri khas seword yg paling top.

C Jon:
Harus dihajar habis-habisan, supaya ngga seenaknya memakai data dari kadrun.

Tantra:
Dewan redaksi nya aja yg dirombak. Kasihan karyawan yg punya sdm mumpuni. Mereka cuma bekerja berdasarkan perintah sob

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Karyawan juga harus di seleksi lagi biar gak ada lagi otak kadrun

Tantra:
Kembalikan tempo doloe

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Lebih baik rombak direksi dan pentolan2nya dan ganti nama lebih bagus utk "mencuci" nama baik

Tantra:
Punya usulan nama?

??? ??? ??? ?????? ??? ??? ???:
Jurnal Baru, MedRef (Media Reformasi), Suara Perubahan dll

Anggun Nidyanto:
berita ttg gibran ini tempo hasil copy paste dari berita online dari link anonym.kalau kata ferdinand hutahaean link ini ketika di klik lagi sudah error not found.jadi hanya menebarkan isu.tapi di perbesar oleh tempo.sehimgga bisa bombastis dan jadi bahan gorengan dadakan bagi kaum oposisi dan pembemci jokowi.nanti narasinya gibran kebal hukum.tajam ke bawah tumpul ke atas.ujung2nya kan opini gibran ttp korupsi tapi kpk takut mengusutnya karena anak presiden.narasi itu yang akan di giring opini selanjutnya oleh oposisi.

Tantra:
Arahnya kelihatan ke sana

Leo Vargaz:
Jika itu fitnah, yang dituduh harus tegas. Seret ke pengadilan!

Arijanto Notorahardjo:
Tempo kalau tidak bisa menyebarkan berita yang faktual sebaiknya tidak udah melanjutkan usaha sebagai media. Lebih baik jadi konsultan pemilu saja jadi jelas posisi dan kedudukannya. Polisi dan AJI jangan berdiam saja bila media resmi seperti Tempo menyebarkan asumsi dan berita yang tidak dapat diverifikasi karena apa bedanya berita tersebut dengan hoaks?

si memble:
Sepertinya tempe turun kelas lagi dari tabloid gosip jadi tabloid hoax.

Bahari:
Tempo kok dipercaya

Popeye:
Jaman purba aja masih percaya sama tempo ketukan 3/4 kecepatan nada dan bukan keakuratannya

Tantra:
Kuncinya G minyor

Sriwedari:
Tempo udah jadi situs penyebar HOAX, tuh sekarang bikin laporan eksklusif 3 anggota BIN ditangkap fpi, dan pimpinan BIN udah jawab HOAX

Sriwedari:
Tempo udah jadi situs penyebar HOAX, tuh sekarang nyebarin 3 anggota BIN ditangkap fpi, pimpinan BIN udah jawab HOAX..

Regiano Gashareth:
Iya sob..keren, ada penulis malah percaya Tempe, dungunya minta ampun..

iam hêylêl:
biasalha. majalah kadrun yg ptg laris, dibuktikan tolol belakangan tidak masalah.. semoga Gibran spt Jokowi smp Presiden dan tempo tetaplab tempo, sebuah majalah yg stlah dibaca lalu dilupakan.. ahaha

Fredi Budiarto:
Tempe tempe tidak perlu baca tempe yg sdh BOSOK ( bau )

Sumadi ra basa basi:
kalau artikel tempo bener (artikel tempo atau tempo copy artikel dari berita online ngak tahu yang bener yang mana) Gibran melakukan itu hany satu yang saya minta ke pak Jokowi ..... coret nama Gibran dari KK pak Jokowi. eh tapi Gibran sdh punya KK sendiri ding.... baiknya gimana ferguso...

C Jon:
Kelihatan kan Tempe sangat tendensius. Ngapain juga bikin goodie bag 10 juta pieces padahal penduduk Solo hanya 600 ribu. Kalau pun goodie bag dibagikan di TPU di Solo dan sekitarnya, sisanya masih jutaan pieces.
Ini contoh otak kadrun yg selalu mencoba membodohi masyarakat dgn matematika abal-abal. Tempe dari redaktur sampai reporter hanya kadrun guoblok. Gimana nih, mas GM? Apa ente juga bersimpati kepada kadrun?

yusuf muhammad:
tempe,,tempee
berlindung dibalik kebebasan pers enak banget
yayayayayaaaaa

Hermanto Purba:
Ada beberapa catatan dari tulisan Anda ini.

Yang pertama, ada kemiripan beberapa paragraf di awal dengan tulisan saya tentang anak Pak Lurah.

Yang kedua, Anda menulis goodie bag untuk kepentingan Pilkada. Anda salah benar di sini. Goodie bag dipesan Kemensos untuk tempat bansos sembako Covid-19 yang dibagikan ke masyarakat. Tidak ada bubungannya dengan Pilkada Solo.

Dalam artikel Tempo ditulis kesepakatan itu dicapai pada jauh sebelum Pilkada, yakni April 2020.

Yang ketiga, dari artikel Anda ini saya simpulkan Anda belum membaca artikel Tempo tentang anal Pak Lurah itu. Anda hanya mengutip dari artikel saya.

Yang keempat, saya sarankan baca dulu artikelnya. Setelah Anda baca Anda akan malu melihat tulisan Anda ini. Karena tidak sesuai dengan apa yang ditulis Tempo.

Yang kelima, sekali lagi jangan suka mencomot dari artikel orang lain ya. Saya pribadi malu melakukan itu.

Salam.

C Jon:
Lalu apa maksud antum menulis opini dgn menggunakan Tempe sebagai sumber penulisan antum? Kelihatannya antum sedang membenarkan diri sendiri.

Tantra:
Berdebat di ruang pembaca bagi sesama penulis kurang gregret. yang terjadi nanti debat kusir. tanggapi juga dengan opini. agar ruang diskusi bisa terbuka.
Mohon maaf bila ada kata yang menyinggung. Saya baru belajar menulis. jadi masih banyak yang perlu aku pelajari. masukan dan kritikan sangat aku harapkan.

Hermanto Purba:
Gak perlu saya tanggapi. Karena Anda menyebar hoax. Justru Anda yg telah menanggapi tulisan saya tidak sesuai fakta.

Tidak ada hubungannya dengan belajar menulis. Lalu, apakah kalau belajar menulis bisa menyebar hoax atau menulis tanpa didukung fakta yang jelas?

Tantra:
alenia awal memang ini terinspirasi dari Anda. Dan untuk memulai sebuah tanggapan, bagi saya perlu sebuah prolog dari tulisan yang akan ditanggapi, agar menjadi sebuah tanggapan yang nyambung.
Dalam sebuah opini, mengambil beberapa sumber dari opini yang ingin ditanggapi bukan suatu plagiat sepanjang kata per kalimat yang ditulis hasil ketikan sendiri.
saya lebih malu menuduh orang baik dengan sesuatu yang tendensius menjurus fitnah.
biar pembaca yang menilai.
terima kasih.

Hermanto Purba:
Anda sedang menyesatkan publik. Anda beropini tanpa membaca sumbernya lalu Anda beropini sesuka Anda. Di sini saya katakan, Anda sedang menyebar hoax. Tulisan Anda ini akan saya tag ke Tempo karena Anda menulis tidak sesuai fakta. Tapi sesuai selera Anda. Jadi yang tendensius siapa?

Hermanto Purba:
Masalahnya anda beropini tanpa membaca artikel Tempo yang menjadi rujukan saya. Itu sebuah kesesatan dalam menulis.

C Jon:
Justru opini antum yg mencoba menyesatkan pikiran waras pembaca.

Stevanes Ariffin:
Kelompok kadrun cenderung melebih lebihkan angka sob...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Anak Pak Lurah Bukan Hasil Didikan Semacam Bangsat Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/anak-pak-lurah-bukan-hasil-didikan-semacam-bangsat-5eWwhrEBdR

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: