You Now Here »

Anak Penjarakan Ibu. Dipikirnya Di Telapak Kaki Ibu Sudah Tidak Ada Surga  (Read 47 times - 118 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,889
  • Poin: 23.968
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Semarsays:
Hmmm.... tidak selalu seorang ibu itu benar.
Tidak lah baik menghakimi seseorang tanpa tahu kebenarannya seperti apa,
Kalau sdh dinyatakan lengkap mk artinya ya memang sdh lengkap alat buktinya
UU perlindungan anak sdh menyatakan demikian jd tak perlu lg membuat pernyataan lain, adanya UU tsb sdh sbg bukti kl org tua memang sering nelakukan kekerasan thd anak, dan org tua di maksud di sini adlh kedua belah pihak, ayah dan ibu
Dan dr mana penulis tahu pasti kebencian sang ayah yg menyeret si anak?
Dr mn pula penulis tahu bhw sang ibu adlh pihak yg benar? Sy pun baca beritanya di detik dan tidak ada pernyataan sprt itu.
Yang salah katakan salah yg benar katakan benar, jgn malah menyalahkan si anak dgn dalil surga itu di bawah telapak kaki ibu, lho mas, lantas perempuan yg aborsi ilegal krn malu pny anak di luar nikah, perempuan yg tega menbunuh bayinya lalu membuang ie tempat sampah, ibu yg tega membunuh anak kandungnya itu gimana penjelasan logisnya?
Tidak ada seorangpun yg tahu segala sesuatu kecuali mereka sendiri, mk tidak lah tepat kita mengomentari permasalahan ini,
Dan sy tolak keras dalil pembenaran surga di bwh telapak kaki ibu, krn tidak semua ibu itu adalah baik adanya, itu fakta yg tidak bisa penulis ingkari, kl masnya sadar betapa luar biasa kejamnya pelaku aborsi ilegal itu, menghabisi nyawa yg tidak bisa melawan dan tidak bisa pula memilih

Tantra:
setuju. Ibu memang tidak semuanya baik adanya. contoh ibu yang kejam juga banyak. tapi, melihat kasus di demak, penulis melihat sudut pandang dari  usia  si A yg sudah mencapai 19 tahun. Berarti disitu ada proses perjuangan seorang ibu mulai saat melahirkan sampai mengasuh selama 19 tahun.
Kaitannya dengan hal menghakimi, penulis juga tidak masuk kesitu.

terima kasih sudah mampir. Komentar yang bagus.

zeffanya n zeevanka:
Maklum jauh2 Dari Jkt mauny mandi ga ada ganti????woles aja

hoetomo:
Teman saya ditinggal istrinya yang pergi sama bule , dua anaknya perempuan jadi tak terurus batinnya (sedih melihatnya) .
Sebenarnya tidak mudah berumah tangga apalagi setelah lewat beberapa tahun,watak aslinya pada keluar.
Ibu tidak selalu membawa surga contohnya : Ibu-Kota (Jakarta) dengan gubernurnya.

Tantra:
Ibu-Kota (Jakarta) dengan gubernurnya.
Karena dia ayah tiri..he..he

Juan:
maaf sebelumnya, tapi saya sekarang tidak mengikuti doktrin "surga di telapak kaki ibu" secara membuta. karena jaman sekarang, banyak orang tua yg sebenarnya belum siap jadi orang tua. apalagi kalau yg 'terpaksa' jadi orang tua karena hamil di luar nikah atau alat KB bocor. yg tidak 'terpaksa' saja belum tentu siap.

kembali ke topik, ya secara pribadi sih saya sulit beropini akan sesuatu yg belum terbongkar semua kedua sisi masalahnya. saya belajar banyak dari kasus perceraian BTP-Vero.

Semarsays:
Ya itu yg sy mksd mas, mkn bnyk yg masih belum paham prosedur pelaporan kasus2 kyk gn, tidak mudah tidak gampang, itu bnyk tahapannya mulai dr spkt, lalu konselling dlu di unit PPA, lalu bw memo ke spkt lg, abis itu masuk reskrim di BAI, stlh itu balik ke unit PPA lg, baru BAP,
Dlm tiap tahapan itu hrs bisa dibuktikan unsur pidananya, apalagi ini sdh p21 dr kejaksaan, sdh bulat itu
Pisahkan dlu mslh surga2 an itu, mknya sy bilang kl benar ya katakan benar kl salah ya katakan salah
Kl mas penulis sdh pernah bergumul di lsm atau dinsos, atau kpai atau p2tp2a wah.... mkn bisa berubah, krn jauh dr kt  surga di telapak kaki ibu
Apalg kl sdh pernah jd pendamping anak bermasalah, terlalu bnyk cerita mengerikan yg sy saksikan sndr
Contoh seorg ibu yg anak remajanya di hamili kakak kandungnya, bukannya di bantu, mlh di paksa aborsi oleh si ibu, ktk sang anak tewas krn aborsi itu si ibu mlh menutup2 i perbuatannya, ktk kami sbg pendamping dtg pun mlh di usir, dan si kakak kandung( pelaku perkosaan thd adik kandungnya )di ungsikan ke bangka utk menutupi jejak
Kasusnya kami angkat dulu tp itu sebelum ada UU perlindungan anak
Jd utk kasus2 sprt yg kami tangani itu apakah msh berlaku jargon surga di telapak kaki ibu?
Itu hny 1 contoh sj dr bnyk sekali kekerasan oleh pihak ibu yg pernah kami tangani lgsng, artinya kami benar2 tahu dan paham detail kasusnya, bukan hny sekedar bersandar pd berita

Semarsays:
BTW, anak di sebut dlm risalah mas penulis itu umurnya sdh 18 thn, artinya si anak sdh bisa menilai dan memilih, bukan anak usia balita yg gampang di pengaruhi atau di seret2 begitu sj, dia sdh bisa menilai sendiri dan dr cerita itu pihak si anak sdh ikut prosedur dgn dtg dlu ke pihak ketua RT
BTW lg, sy sdh jadi pendamping anak bermasalah sejak tahun 1999 smp memutuskan utk berhenti bbrp tahun lalu, jd memang sdh terlalu bnyk kasus yg sy lihat kyk gini, kasus yg benar2 real kami hadapi face to face, ibu kandung yg jual anak gadisnya yg masih bawah umur bahkan jd germo anak kandungnya pun pernah kami urusin, dan bukan cm sekali kasus2 serupa
Jd tidak lah baik menilai apalg menjudge salah satu pihak dan mengagung2kan pihak lainnya dgn jargon yg salah kaprah kl hny bersandar pd berita sj
Biarlah waktu yg akan menunjukkan yg mn yg benar, tidak lah elok kl belum apa2 sdh memojokkan satu pihak sj

Tantra:
Setuju Kak. Hanya saja penulis melihat dari sisi perjuangan Ibu tersebut dari saat melahirkan sampai mencapai umur 19 tahun. Dalam proses tersebut, tentu kasih Ibu tak akan bisa dibalas oleh apapun oleh seorang anak.

Terima kasih. Masukan yang bagus.

Ndemik:
Mungkin di anak sudah menggantikan peran ibunya..

Aris Namaku:
Waduh..gawat kalau itu

Muhammad Bakir:
??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Anak Penjarakan Ibu. Dipikirnya Di Telapak Kaki Ibu Sudah Tidak Ada Surga Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/urusan-hati/anak-penjarakan-ibu-dipikirnya-di-telapak-kaki-BQpP0ubE1O

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: