You Now Here »

Semakin Dibenci, Blusukan Justru Semakin Trendi Dan Merobek Hati Pengemis Anggaran  (Read 55 times - 120 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 23,889
  • Poin: 23.968
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Parlindungan Panggabean:
Penyakit sosial dapat diselesaikan dengan mudah oleh 7 juta umat kadrun. Syaratnya, santuni seluruh kebutuhan mereka agar mereka dapat fokus berdoa dengan khusyuk bermohon kepada baliho ymm untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa ini demi tercapainya kesejahteraan dunia akhirat, dijamin..

B-Over:
Khilafah, solusi dari kadrun

Jaya Surbakti:
Hahaha, gak ikutan ah, takut disiram air teh

Prihatin Prihatini:
Cita-cita mulia pendahulu di pemrov DKI membangun rumah sakit kanker di sumber waras ,malah di kriminalisasi.
Cita-cita mulia pendahulu di pemrov DKI membangun rumah jompo sekelas resort di depok pun di kriminalisasi.

Jaya Surbakti:
Nah, nttu die

Jay:
Mantap silih.... lanjutkan.

WelehMachihLearn2Joke:
setiap kali orang miskin itu timbul karena selalu saja ada orang2 yg menyombongkan diri ke desa untuk pamer kekayaan padahal belum tentu juga kaya. bisa jadi karena utang atau mengambil harta orang lain atau bukan haknya misalnya korupsi.
padahal mengadu nasib ke kota itu bisa saja dapat nasib sangat buruk.
"mengaduh" nasib.. aduhhh

NightRouge:
Nyumbang solusi nih buat pak gubernur Indonesia, bumi, sekalian jagat raya buat permasalahan tunawisma:
1. Jakarta kan punya program rumah DP 0, nah ketimbang mangkrak khas candi Hambalang, kenapa nggk dialokasikan ke para tunawisma aja, nanti diberikan sedikit kompensasi katakanlah 1-2 tahun. Lha terus duit mereka bayar dari mana?

2. Dirikan dan didik para tunawisma untuk membuat badan usaha mikro di daerah rusun tsb. Zaman serba online sekarang, sebuah sampah jika kembali di olah + sedikit kreativitas aja bisa jadi duit koq, ada semangat peduli lingkungan juga tuh, nanti pasti diapresiasi dunia. Lha terus dana dan yang ngajari mereka siapa?

3. Kan ada tim TUGPP, katanya tim percepatan pembangunan dan pendidikannya tinggi-tinggj masak menyisihkan 2 hari waktu kerja buat ngajarin tunawisma nggk mau, toh bisa juga kan menyisihkan gaji mereka sedikit buat modal badan usaha para tunawisma, bisa patungan lah klo merasa berat ngeluarin duit 100 juta buat modal.

4. Modal dan bimbingan pun nggk selamanya, nanti kalau usaha mereka udh berjalan sendiri ya kita lepas, angsuran rumah juga sekalian diminta dari mereka, kompensasi 2 tahun tadi kan juga biar jadi motivasi buat mereka kerja, nggk malah leyeh-leyeh, karena manusia juga harus kerja nggk boleh tangan itu mengadah minta terus. Ini juga bisa jadi dongkrak ekonomi di provinsi ente pak, katanya mau jadi presiden, kan lumayan buat nambah track record.. wkwkwk

DKI anggaran sak bejibun, timnya gubernur juga banyak dengan gaji tinggi, koq malah terkesan 0 kerja aja. Permasalahan di bawah masih banyak, bukannya diselesaikan malah ditutupi pakai narasi manis terus kayak waring kali item dulu. Btw.. itu tadi saran dari lulusan SMK lho pak gub, masak ente dan tim TUGPP yang berpendidikan, udah S3 punya gelar PHd segala nggk kepikiran sampai situ?

Parlindungan Panggabean:
Masalahnya mereka itu malas menggunakan otak, lebih suka bekerja dengan ititnya. Tanya aja Said Didu.

NightRouge:
Haha.. bukan cuman "itu", tapi buat perut juga.. wkwkwk

yawming:
Biasanya orang2 gelandangan dan pengemis semacam dibiarkan oleh entah kalangan tertentu atau sistem tertentu supaya ada "pelanggengan sistem ketergantungan". Sistem ketergantungan ini bisa saja dinamakan dng menspiritualkan "membantu". Yg kuat (powerful) membantu yang lemah, namun dalam kerangka sistem ketergantungan, bukan pemberdayaan. Cara-cara sinterklaus-karitatif memang kita lestarikan namun sayang itu sering tdk disadari (atau disengaja) sebagai sistem yang membuat tergantung. Semoga Dinsos mempunyai terobosan agar tidak menciptakan sistem yang membuat orang tergantung. Tolong-menolong sih boleh dan OK, cuma jangan membuat tergantung, tak memberdayakan tp memperdayakan.

Jaya Surbakti:
Tepat sekali. Setuju

B-Over:
Kalau saya melihatnya, para tunawisma sampai gepeng khususnya didekat tempat tinggal saya memang termasuk dalam seni peran juga. Apalagi di bulan puasa dan desember, makin banyak disepanjang jalan alur laut plumpang.

Jaya Surbakti:
Iya ya, betul juga. Hahaha.

B-Over:
Nah... wkwkwkwk

Rosita:
Sudah sangat banyak ulasan dengan judul yang sama, sepertinya (honor) nulis dipaksakan!

Jaya Surbakti:
Alasan honor bisa jadi betul. Namun, yang pasti selama ada kelompok yang malah menghujat pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, maka selama itu pula judul ini akan terus bergema. Hidup blusukan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Semakin Dibenci, Blusukan Justru Semakin Trendi Dan Merobek Hati Pengemis Anggaran Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/semakin-dibenci-blusukan-justru-semakin-trendi-MUNNfRTR3U

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: