You Now Here »

Faktanya Di Padang, Intoleransi & Diskriminasi Sekolah Terhadap Nonmuslim Dianggap Lumrah  (Read 101 times - 75 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,278
  • Poin: 24.357
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
islam, yang citranya seperti comberan, itu selalu jualannya "dagang mayoritas"

Lucunya mereka mencoba tetap menjadi mayoritas dengan cara nakal, curang, jahat dan tidak elok:

1. Praktek islamisasi yang bahkan sampai ke sekolah negeri. Korbannya anak-anak pula
2. Intimidasi, peer pressure
3. Via struktural lainnya dari level ormas sampai ke pemerintahan daerah maupun pusat
4. Via perbuatan fisik sampai bahkan ke tindakan kriminalitas dan pelanggaran nilai kemanusiaan
5. Serangan ke praktek Ibadah Agama lain
6. Mempersulit ganti KTP dari islam ke Agama lain

Kan lucu, entah kenapa...
Rebutan uang jatah dari Kementrian agamakah?
Supaya subsidi dari uang pajak ke ormas islam tetap besarkah? Makanya sulit ganti KTP dari islam ke Agama lain.

Dan mereka seakan bangga melakukan hal diatas, bahkan ada yang merasa itu "kewajiban agamis". Atau minimal tidur, pura pura tidak tahu (yang selalu mencoba membela, kalau itu "oknum" selagi sejawatnya di kanan kiri berbuat hal keji tersebut)

Segelintir yang masih waras ya justru adalah "oknum" yang baik, tapi tidak bisa berbuat apa-apa kecuali membuat tulisan di seword, karena powernya kurang dan tidak punya 7 juta pengikut.

PecintaNKRI:
Saya org padang. Saya muslim dan seorang ibu. Saya sendiripun sejak keluar kebijakan ini jg sgt2 merasa heran. Memaksakan penggunaan jilbab bagi sekolah negri apalagi non muslim. Kecuali utk sekolah khusus agama dan swasta yg memiliki peraturan sendiri. Melihat anak kelas 1 sd yg masih sgt kecil menggunakan jilbab kesekolah sy merasa kasihan. tentulah kurang nyaman sekali disamping cuaca dipadang yg panas maka menggunakan jilbab sepanjang belajar didalam kelas akan membuat kurang nyaman dan sepanjang pengalaman saya melihat sangat jauh dari kata rapi.  Mengenai kearifan lokal Tidak ada hubungan penggunaan jilbab dgn baju kurung. Toh pada zaman dahulu para "mande rumah gadang" hanya menggunakan baju kuruang dengan selendang bukan jilbab.
Bahkan ada lagunya
 " baju kuruang ondeh2 sibaju kuruang , basalendang suto aluih nan bamaniak maniak"
dalam syair bukan "bajilbab"
Salam NKRI.

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Gue pengen ada daerah mayoritas non muslim yg memberlakukan khusus warga minang untuk mencopot jilbab dan memakai kalung salib. Gimana coba rasanya jika dipaksa seperti itu. Jangan menang sendiri untuk membuat aturan buat minoritas, sementara merantau ke daerah lain mengeruk keuntungan sebesar²nya. Jari telunjuk menunjuk tapi jari kelingking berkait.

Nawadi Zheng:
Papua kearifan lokalnya pake koteka sob ??? ??? ??? ???

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Dan wanitanya pake rumbai² daun kering. Biar sekali² mereka mencoba kearifan lokal.orang lain

F545150:
Resto padangnya harus tersedia rendang babi... rancak banarrrrrr!

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Plus saksang balado...onde mandeeee...

Panda:
Pantesan ketua DPR mba Puan bilang Provinsi Sumbar kurang Pancasilais
Tapi kalo Di bilang "ngambek"
Eh malah bangga sdh 15 th.
(ya wong ga ada yg protes)
Sama spt orba 30 th juga biasa2.
Yg lucu Katanya kearifan lokal.
Mana ada jilbab kog kearifan lokal,
Ya Karena agama lah.
Padahal Sekolah negeri bukan Sekolah agama.

TUgiyo:
Arab sob...arab bukan islam. Dana petro dollar yg dikeluarin rezim wahabbi di arab saudi buat propaganda gede. Coba aja cek foto2 sejarah muslim di dunia dibawah thn 1980an...dimana2 ga ada yg jilbab.

HIR HODOK:
Soal jilbab, muslim Indonesia tidak satu pandangan. Namun, ada kelompok yg memaksakan kehendak dan bahkan kebablasan. Kelompok ini percaya bahwa wanita (muslim) tidak pakai jibab BERDOSA. Luar biasa bodohnya. Sementara di dunia beradab, pemakaian hijab, burqa, dan sejenisnya dianggap lambang perbudakan terhadap wanita.

zeffanya n zeevanka:
Sepertinya negara kita berputar2 saja pada masalah ini. Perlu efek jera agar tak semena2. Pemutusan jabatan hingga pelarangan mengajar klu perlu hukuman pidana.

Anwar bunawar:
baru sekarang diributkan, karena sekarang payung hukum lebih jelas krn didukung presiden dan mentri agama yang nasionalis pro pancasila... Sebelumnya, bersembunyi dibelakng karena takut kehilangan dukungan...klo presiden skrg kan sdh tidak ada beban,,,yg tidak sesuai pancasila, ya dibabat habis, klo dulu ga berani..gitu aja kok repot....

Ari Kurnia:
Ternyata membubarkan ormas dll yg intoleran  Dan radikal saja tidak cukup, para kepala daerah, parpol, pejabat2 dll yg mendukung tindakan intolerant Dan radikal pun harus di tindak tegas juga, jgn ada pembiaran2 terjadi disana termasuk perda2 yg intoleransi harus di corner Dan dibatalkan. Dgn pengawasan yg penuh

Bobo Djowang:
Sudah 15 tahun tidak diributkan, berarti itu sudah ngelunjak dong, makanya sekarang waktunya untuk meributkan aturan macam begini dan membuangnya ke tong sampah, urusan pakaian adalah urusan masing2 individu dan tidak boleh diatur-atur, yang penting asal jangan tidak berpakaian aja.

Oen:
Lumrah Rumah makan Padang Basuo tak pernah mendiskriminasi dan melakukan intoleransi terhadap pengunjung semua boleh makan rendang dan tambuoh nasi duo piring wuahaha

Grud:
untuk ku agama ku, untuk mu agama ku

Anwar bunawar:
oh gitu ?

Donny Rahardian:
Sebenarnya ini Polemik dua sisi koin yg saling perang ego, padahal kalo mau memenuhi kearifan lokal, budaya, kesoponan dan etika cukup dibuat aturan Pakaian Tertutup Kepala, Badan, Lengan dan kaki. Titik.


Yang satu menarik nya ke arah muslimah dengan ketentuan Jilbab, pdhl penutup kepala kan bukan hanya Hijab toh tidak menyalahi aturan manapun.


Yang satunya menarik nya ke arah lain, Jilbab selalu identik dengan muslim, memang salahnya Jilbab di mana secara etika kesopanan ? Toh kan tidak dipaksa belajar agama Islam, dan sbnr nya bisa di siasati pakai Scarf misalnya.


Kearifab Lokal saya setuju karena sesuai dengan Etika dan Kesopanan, Maka Aturan dibuat general saja " Pakaian harus tertutup kepala, badan, tangan, kaki "


Kalau seadaainya ada yg ingin memakai scarf, Topi ataupun Helm sekalipun tidak menyalahi aturan dan tidak menyalahi norma Islam.

Bobo Djowang:
Kalo gitu pake baju Ninja aja.

Donny Rahardian:
black widow aja

FAUZi:
Kearifan Lokal saya setuju karena sesuai dengan Etika dan Kesopanan,
Maka Aturan dibuat general saja " Pakaian harus tertutup kepala, badan,
tangan, kaki "



BAU banget om.................



negara tropis ini, dan sudah budaya nusantara sejak dulu, masa siswi siswi kita mau dijadikan sumber polusi BAU dengan di bungkus karung goni ?

Donny Rahardian:
Ya jangan pake Sha'ri itu sih kebangetan haha,


tapi kalo dari sisi ortu, kalo anak nya pakai pakaian yg sopan dan agak tertutup kan  hrs nya gak mslh, bukan tertutup bgt sampe gak bisa bedain mana anak sendiri dan mana maling ya.

TUgiyo:
Kearifan lokal apa interlokal atau malah SLI ?

Anwar bunawar:
beu

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Faktanya Di Padang, Intoleransi & Diskriminasi Sekolah Terhadap Nonmuslim Dianggap Lumrah Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/faktanya-di-padang-intoleransi-diskriminasi-FKBB4SMYuO

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: