You Now Here »

Mematuhi Protokol Kesehatan, Menjaga Kebersihan Diri Selama Masa Bencana Pandemi CoVid19  (Read 102 times - 80 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,279
  • Poin: 24.358
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




FAUZi:
Maka aku sdh malas lihat acara TV, kecuali berita yang pembacanya melepas masker saat membacakan/membawa berita, cuma liat wajah pakai masker ngapain ? apapun acaranya

Mending buka netflix/disney/mola yang baru, nonton film lebih seru

Jenova_D:
Halo, saya kira ada beberapa pertimbangan jika berhubungan dengan penyampaian berita. Bisa jadi jika memakai masker, pewarta berita (anchornews person) tidak dapat berkomunikasi secara gesture dengan pihak kru tv dan sebaliknya. Setidaknya mereka, para pembawa berita lebih mawas. Mereka juga menggunakan siaran televisi sebagai fungsi edukasi publik. Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca. :)

FAUZi:
Itu yang kumaksud, kalau pembawa berita masih okelah ditonton, tapi kalau acara reality show, pakai masker kelihatan konyol...



Tapi memang ada acara TV selain berita yang layak ditonton ? kayaknya nggak deh

Jenova_D:
Ada, TV kabel luar yang menampilkan pilihan acara seperti discovery channel dan film dokumenter. Sayangnya tidak ada di stasiun tv nasional kita yang lebih suka menampilkan produksi drama picisan/ pepesan kosong.

Alexander David ™️ ✅:
Sebaiknya mereka pakai masker sob,... Tanggung jawab moral krn jadi contoh masyarakat. Ngapain ikutin orang bule yg  VVIP (Very2 Idiot Person). Kalau punya uang, kita juga harusnya ganti masker dgn yg agak bagus spt tipe KN atau KF, atau pakai masker dobel. Karena situasinya kayak gini :

(click to show)

Semoga saja berita ini tdk benar...

(click to show)

Hanya Tuhan yg tahu sudah jadi apa mahluk itu di negara kita. Sementara manusia masih sibuk dgn egonya... pokoknya gua dapet vaksin duluan, pokoknya gua untung & balik modal, pokoknya gua seneng... pokoknya lagu Bento bang Iwan Fals. Homo homini lupus idiot :/

FAUZi:
Ini kan masalah tampilan di TV, kalau perlu buatlah acara dengan sistim virtual,

Toh Stasiun TV memiliki fasilitas dan kapasitas untuk itu, banyak ruangan bisa didesign agar 'nyambung' dan tiap orang terpisah total, daripada lihat wajah pakai masker ..............

Kalau cuma pentingkan isi kata kata dan audio ya balik saja ke radio, tak perlu visual kalau cuma lihat wajah bermasker bukan ?

Alexander David ™️ ✅:
Ok om... Masker memang bisa pengaruhi estetika, tapi tidak pengaruh ke esensi / pesannya (kecuali itu acara macam miss universe). Plus buat aku, orang yg pakai masker saat pandemi itu kesannya lebih punya tanggung jawab, menghargai hidup & berpendidikan (bukan covidiot). Estetika itu relatif om... gpp agree to disagree. No big deal :)

FAUZi:
Betul pakai masker, terlihat memiliki kesdaran, tetapi bukan untuk dipakai dalam acara show terutama TV om




Membayangkan Carmen Monarcha bernayanyi habanera dalam andre rieu's concert pakai masker ... duh kok tragis ya




Atau melihat Andrea Bocelli melantunkan nessun dorma pakai masker atau Amira Willghagen menyanyikan O mMo Babbino Caro pakai masker, bukan tragis lagi kali' ya





Membayangkan Helene Fischer concertnya dengan lagu falshdancve pakai masker.. apa nggak nggilani ?




Kasihan kan Sundari Sukotjo menyanyikan keroncong pakai masker, atau Ratna Listy melantunkan bengawan solo pakai masker

Atau buka channel fashion TV dan para peragawati pakai masker...

Bukan estetika lagi yang dirusa om tetapi budaya umat manusia atuh



kalau lagu lagu dangdut sih bodo amat, aku merasa telingaku terlalu berharga mendengar kumpulan suara tak jelas macam begitu

Jenova_D:
Dear Fauzi,

Well, in case you haven't noticed how people working in classical music industry, particularly in Italia, they all wore standard mask while were performing tribute to Ennio Morricone and Christmas Carol(s). What you've written above are specific to people whose career in art and music industry requires them to exercise a good breathing technique in order to perform at one's best. (Wind instrument sections and Classical singers) That means they cannot perform well  behind protective standard mask, thus it's inevitable for them to remove the mask during performing particular aria or musical segment and don it again. In order to reduce the possible airborne transmission, each player sits relatively far from one another, each has one's music stand, instead of sharing it with another, inside a relatively high-ceiling building or good ventilation system (you can imagine how engineering acoustics have to arrange seats and all in order to accommodate both the health protocol and sound quality). That's as far as they can contribute to help government suppress a number of people contracting Sars-Cov-2 as well as reduce the number of spiking fatality/ mortality rate, thus they are still be able to earn economically for themselves by making sure they don't put their whole member at risk of transmitting/contracting this highly mutative Corona Virus from each other.

PS: It's ignorant with high educational background I detest wholeheartedly.

FAUZi:
As you had written, >>>

requires them to exercise a good breathing technique in order to perform
 at one's best. (Wind instrument sections and Classical singers) That
means they cannot perform well  behind protective standard mask>>>




Yes I do really understand about it,




How Juan Diego Florez can perform Nessun Dorma with mask covering his face ?

What I mean is, when perform on TV, there must be a way to perform without mask, with good preparation and all the system a TV station has it is more than possible...





Isn't it silly if you watch not only classical music but also talk show like Oprah's talk show and she wear a mask ?




I am imagining andre rieu with his Stradivarius violin perform 'blue danube' and he wear a mask on his face 





In order to reduce the possible airborne transmission, each player sits relatively far from one another, each has one's music stand, instead of sharing it with another, inside a relatively high-ceiling building or
good ventilation system (you can imagine how engineering acoustics have to arrange seats and all in order to accommodate both the health
protocol and sound quality).



and that condition is for an Off Air  performance,  TV station will be able to do more, giving their audience a good show and keep the health protocol  at the same time...



But please do not threat us the audiences as an idiot, forced to watch faces with mask On TV

Jenova_D:
I believe I've made myself clear, I need not say anything further. You go and watch on YouTube how classical musician performs particularly from Italia, one of the countries in Europe hit the hardest by Sars-Cov-2 in the beginning, unlike China, this virus suspect of origin outbreak.

I suggest you to visit RSCM, national referral hospital particularly paviliun Kencana for treating CoVID19 patients. Go and compare the environment with idea of enclosed space, possible bad air-conditioning system, fifty people inside a closed studio.

I would be hesitant to call anyone idiot without any reasonable ground(s), unless that person 'voluntarily' addresses oneself, which I have no problem readdressing it.

FAUZi:
iki sing jarene wong rusia iku "salah wesel" :)
ning saiki mripatkuwis tinggal sisa 5 watt

Isukan dicobian ku abdi ngajelaskeun maksad abdi nya'
Kuduna kedah sateuacan ngawaler, ngartos hartos heula atuh nyaiii

Jenova_D:
My father speaks most polite form of Sundanese language, I don't have to go further explaining the implication. No, I am not barking on the wrong tree, and I don't like to go into ad hominem personal conflict. If we're here to argue about an idea or an objective point of view, I must say we've done a rather poor job on it.

Still, thank you for taking your time running this discussion :)

FAUZi:
Bahasa Sunda memiliki tingkatan, ada sunda 'lemes' biasa digunakan untuk bicara kepada orang yang lebih tua dan/ dihormati, ada bahasa Sunda hari-hari yang digunakan antar kawan, dan ada sunda pesisir yang menurut masyarakat sunda disebut Sunda kasar (contoh kata ganti 'aing'/'sia' dan sejenisnya


Bahasa Jawa juga sama, ada kromo inggil sampai ngoko .... tergantung pada forum apa dan siapa yang diajak berkomunikasi



Kembali ke topik, karena terlalu melebar, Aku hanya ingin menyampaikan, karena aku tahu persis fasilitas dan kapasitas serta kemampuan sebuah stasiun TV, sesungguhnya mereka mampu (kalau mau) membuat acara tanpa harus mempertemukan pengisi acaranya secara tatap muka...

Dan sebagai pemirsa, melihat acara TV dengan pembawa/pengisi acara pakai masker sama sekali tak menarik, terlihat bodoh dan mengurangi esensi acara yang dibawakan


Contoh contoh yang kusampaikan tentang artis2 dunia yang tak kan bisa perform dengan pakai masker adalah contoh, bagaimana akan konyolnya kalau protokol kesehatan diterapkan secara paksa...


Bahwa dibalik panggung atau di belakang layar semua dipersiapkan matang untuk menjaga agar aman adalah pasti... dan semua fihak memiliki win win solution... , tetap bisa menikmati wajah cantik Carmen Monarcha atau Sarah Brightman, tetap bisa menimati suara Andrea Bocelli, tetap bisa menatap wajah Patrizio Buanne dan menikmati suara alto nya...



Maka kukatakan, janganlah menganggap pemirsa sebagai kawanan 'idiot', memaksa  menonton semua bermasker ria, sementara Stasiun TV memiliki kapasitas untuk membuat acara dengan 100% aman dari penularan virus..


Akhirnya daripada nonton TV masker, mending buka channel lihat Justine Schofield masak deh

Alexander David ™️ ✅:
Tergantung orangnya, kembali ke diri masing2 om. Seorang temanku yg jadi guru kelas 1 SD, dia pakai masker di rumah waktu ngajar murid2nya. Tujuannya buat kasih contoh, bukan krn keamanan.

Bulan kemarin bbc inggris buat tulisan judulnya "Covid: 2020 saw most excess deaths since World War Two." Google aja. Intinya mereka katakan Excess Death (Jumlah kematian diatas rata2 normal / krn pandemi) melebihi jumlah korban waktu mereka perang lawan Hitler di ww2 dulu. Sayangnya catatan kependudukan kita jelek, jadi kita tdk tahu excess death kita. Kalau misal biasa rata2 tiap bulan mati 1000, kini mati 1500, yg 500 itu excess death.

Biar sudah jelas fakta korbannya covid lebih banyak dari perang... tetep balik ke orangnya... tetap ada yg anggap semua ini plandemic, flu, konspirasi, dll.

Jenova_D:
Saya suka tidak habis pikir dengan individu yang mengusung konspirasi menyerocos dengan rasa percaya diri berlebihan, tetapi tidak ada latar belakang keilmuan medis atau peneliti virus atau penyakit menular atau biologi molekuler atau kimia. Pernyataan mereka tidak memiliki dasar yang kuat, namun ngotot membuat saya tertawa dengan hidung sambil berpikir, "Sejak kapan Indonesia punya epidemiolog dadakan besar-besaran tanpa dasar keilmuan, bicara tentang virus, tetapi tidak tahu virus itu apa. Ditanya apa itu Parasit obligate intracellular tidak bisa menjelaskan, tapi bisa ngotot teori konspirasi sampai arteri carotidnya menonjol, saya kira akan serangan jantung.

Alexander David ™️ ✅:
Survey mas Burhanuddin terbaru katanya hanya ada sekitar 50% yg mau divaksin. Sisanya ya ragu / tdk minat... sebagian ya gara2 terpengaruh hoax & kata2 para covidiot itu.

Sebenarnya siapapun bebas berpendapat. Dan kebenaran itu tidak tergantung pada siapa yg ucapkan. Semua manusia, termasuk ahli / ilmuwan juga bisa salah. Bahkan science juga bisa salah. Bedanya cuma pada kredibilitas yg sampaikan, dan apakah pendapat tsb didukung logika & alasan / dasar yg kuat.

Masalahnya saat ini ada beberapa ilmuwan yg lagi error atau mungkin punya kepentingan tertentu. Disaat yg sama orang2 baik lg sibuk... dokter2 jg sibuk... jadi kekurangan tenaga buat menjawab disinformasi ini.

Jd ingat dr Ines tweet gambar2 lucu tadi ... intinya jaman dulu, ilmuwan itu urusannya : "kita akan ke bulan", "kita akan kloning domba", "Kita akan temukan obat HIV".... Jaman NOW, ilmuwan itu urusannya luruskan : "Bumi tuh bulat gak datar",  "Kalo gak divaksin anakmu bisa mati", "Pakai masker biar gak kena virus"... wkwkwk xD

Ayahku yg kuliah kedokteran, aku sendiri programmer komputer. Jadi cuma orang awam biasa yg belajar sendiri soal pandemi.

Bantuin sebisanya sob... Kasihan... :)

FAUZi:
Bukan memandang ringan pandemi ini, prokes diperlukan, pun kalau keluar rumah aku pasti pakai masker,



Tetapi SAAT PERFORM DI ACARA, khususnya TV karena utamanya visual, apapun tehnisnya namun janganlah pakai masker, lebih baik dibuat secara virtual dimana satu sama lain tak perlu berada di tempat yang sama... (walau mungkin di gedung yang sama dengan ruangan yang berbeda), karena menggunakan masker saat tayangan TV jadi terlihat bodoh, itu maksudku



Apalagi pada acara acara yang memerlukan ekspresi untuk performanya..

Alexander David ™️ ✅:
Tiap orang beda prioritas & misinya om. Ada orang yg anggap nyawa manusia lbh penting dari apapun (termasuk uang, estetika, karier, dll). Ada juga yg sebaliknya, masa bodo soal nyawa. Akibatnya ya... yg kita bicarakan ini. Seperti guru SD tadi, mungkin dia pikir "aku tidak bisa bantu apa2, tapi bisa bantu kasih contoh supaya pandemi cepat selesai..."

Sabar om,... bantu aja yg bisa kita bantu biar gak lama2 kayak gini :) Enggak berencana mau pakai masker selamanya kan ? Wkwkwk

FAUZi:
memang skala prioritas tiap orang berbeda om, kuakui itu

aku lebih baik terlambat atau bahkan tak hadir di meeting yang maha  penting daripada datang dengan baju yang kebetulan terkena noda atau pletikan api rokok sekecil apapun dan takkan ada yang melihatnya.




bantu aja yg bisa kita bantu biar gak lama2 kayak gini :)


Dalam kapasitas dan pilihan yang kutentukan sih iya, diluar pandemi tapi karena banjir, sampai pagi ini sudah ada 43 ekor anjing yang kuterima mengungsi karena rumah pemiliknya terkena banjir, tapi pemiliknya tak kuijinkan ikut mengungsi ditempatku, hanya anjingnya saja, pemiliknya mau hidup, mati, tenggelam atau selamat sama sekali tak menjadi perhatianku  ... :)

Alexander David ™️ ✅:
Hmm... afaik, anjing, kucing, harimau, dan beberapa hewan lain, mereka itu punya ACE3 receptor. Artinya mereka juga bisa kena covid sob.

Sama, ada 43 kucing masuk rumahku... dari pada bawa virus, mereka aku siram air kalau masuk... pemiliknya aku gak pikirin juga  :))

FAUZi:
Kucing aku tak terlalu concern, mereka lebih mampu hidup liar dan survive, beda dengan anjing apalagi dimusuhi oleh kadal gurun ...


Disamping itu aku memang dog lovers,  kalau ada orang dan anjing menyeberang jalan saat aku mengemudi dan tak ada pilihan harus menabrak salah satu, pasti 100% aku akan memilih menabrak orang...

Kalau... (amit amit) kalau sampai harus positif karena menyelamatkan anjing aku masih rela, tapi tak kan rela kalau positif karena membantu seekor kadal gurun

Alexander David ™️ ✅:
Wkwkwk... yaudah yg penting anjing om jgn dilepas jalan keliaran tanpa masker xD ntar pulang bawa teman dia :D

Aku serius. Cannis lupus familiaris / dog itu punya lumayan banyak reseptor ACE2. Walau gak sebanyak manusia & keluarga kera. Google aja...

Awas aja kl ntar aku lihat ada doggie antri vaksin,... so pasti itu anjingmu ! Fix !

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mematuhi Protokol Kesehatan, Menjaga Kebersihan Diri Selama Masa Bencana Pandemi CoVid19 Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/mematuhi-protokol-kesehatan-menjaga-kebersihan-gw9kdaENdP

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: