You Now Here »

Dulu Saya Bela Ahok, Tapi Sekarang Saya Tidak Bela Nakes RSUD Pematangsiantar  (Read 87 times - 87 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,186
  • Poin: 24.265
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




»§«:
apa kerjanya ulama?
hanya konser di acara2 tausiyah dgn bayaran mahal?
apa kerjanya mui?
hanya bisnis jualan label halal dan fatwa?

kenapa tidak ikut bantu dalam pandemi ini dgn menyediakan orang2 pemandi jenazah khususnya di RS di daerah2 yg bukan mayoritas zombie?

mike andrew:
Kabarnya nakes yg ada awalnya gak berani memulasara jenazah,  dan meminta suaminya untuk mencarikan, namun setelah berapa lama si Fauzi suami almarhumah  tidak mampu menghadirkan...

»§«:
seharusnya agama ribed yg banyak maunya, menyediakan sendiri kebutuhannya sendiri.
RS mengutamakan kesehatan bukan ngurusin ritual keagamaan.

»§«:
rumah sakit hanya mengurusi kesehatan medis, mementingkan keselamatan masyarakat dari penyakit menular, tidak ngurusin ritual agama dan tidak terpengaruh dgn pertimbangan agama,sesuai dgn sumpah hippokrates.


semua adalah zombie, dan zombie bisa menjadi kadrun.
kadar kekadrunan setiap zombie berbeda-beda.
khusus utk penulis ini, kadar kadrunnya cukup tinggi .... mungkin si penulis bisa mendukung ahok tapi khusus urusan agama, si penulis berubah menjadi kadrun 10000%, lebih kadrun dari kadrun.

yg jadi pertimbangan si penulis hanya dari segi agama TOK.

itu RS ada di siantar, mayoritas bukan zombie, seharusnya lembaga ulama disana sadar diri menyediakan pemandi jenazah terutama di saat banyak yg meninggal karena covid.

agama menjadi penghambat kinerja dunia medis.

cobalah menilai sesuatu dari banyak aspek.

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Sepakat, tidak ada sisi baik dari pihak RS, hanya bisa menghakimi pihak RS.

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Emang dari dulu penulis ini zombie kadal bertopeng cebong. Gue liat tulisan masalah agama waktu pemenggalan di perancis, tulisannya sangat tendensius. Sama kayak penulis lain yg bernama T.A Nugroho.

»§«:
yup benar sekali.
di kasus decapitation di prancis, si penulis ini jelas2 menunjukkan identitas kekadrunan nya.

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Zombie tetaplah zombie, tidak bisa ditutup identitasnya dengan apapun kalau sudah menyerempet ke agama.

»§«:
makanya gw sering ketawa ketika ada zombie nyinyirin kadrun ..... padahal mereka ini zombie2 adalah calon2 kadrun yg bisa berubah menjadi kadrun sumbu pendek hanya karena mayat mandi.

kampret yg nyinyirin drakula padahal kampret ini akan berubah menjadi drakula hanya karena melihat leher cewek mulus.

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Kodok yang akan bermetamorfosis menjadi kadal purbakala.

BENZ GUN:
Komentator di seword juga banyak yg tendensius dan cenderung mengolok olok rosul dan ajaran islam  loh om...

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Opini harus seimbang, jd tidak akan ada perdebatan ataupun yg om bilang olokan.

BENZ GUN:
Betul.. Tapi kadang untuk opini tentang individu dibahas melebar pada ritual agama islam...

Raymond Ambarita:
Penulis Menulis Rasa Kadrun Banget..
Ciri Kadrun itu Sedikit Tahu Tentang Haram, HALAL, Tetapi Pikirannya Langsung ke HARAM.

Nakes itu Dilindungi Oleh Undang-undang dan Konstitusi BUKAN Hukum Agama, Apalagi Dalam Situasi Pandemi Covid-19.

Namanya Darurat, Makan Makanan Haram ???? Babi Halal dalam Darurat Kelaparan.

Isterimu Melahirkan Ditolong Oleh Pria Yang Mantan Perawat di Rumah Seorang Diri.

Pilih Mati atau Hidup Dalam 2 Kasus Diatas ??

Dari Mana Penulis Tahu, Kalau Korban Tidak Positif Covid-19 ??
Dari Pengakuan Suaminya ??

Semua Orang Yang Meninggal di RS Dan Ada Sedikit Saja FLEK di Paru-paru Korban, Dan Korban pun Masuk Ke RS Karena Sakit Sesak Nafas atau Penyakit Yang Tidak Diketahui Sebelumnya Jenis Penyakit Apa,  Tentu Saja Dalam Keadaan Pandemi Covid-19, NAKES Yang Sudah Bekerja Berdasarkan Niat Baik Untuk Menolong, dan Harus Secepatnya Korban Dimakamkan..

NAKES Bekerja Atas Nama Kemanusiaan, Untuk Meninggikan Sang Pemilik ALAM SEMESTA, dan Bukan Atas Nama Hukum Agama Tertentu.

Ayyas dan T Nugroho, Penulis Seword ini Zombie KADRUN kah ??

FAUZi:
penulis sudah menjelaskan dia tak peduli pendapat orang lain, pokoknya agama nomor satu, tak peduli walau tak bisa membuktikan...



perlu dikasihani keterbelakangan berpikirnya

Sontoloyo origin:
Jgn kasihani..
Murid sy pilih mati dibanding akui 1+1=2.
Ideologi yg dia pegang adalah 1+1=11.
Pilih mati dibanding buka kacamata kuda yg dia pakai.

Jgn kasihani..doakan saja..paling ujung2nya cm meringis di alam barzah sana..
Dan hy bs bilang :
'Sialaaan...!! Trnyata gw tertipu ..!!!!'

mike andrew:
Ooh bukan istrinya om Fauzi yg ini ya ?

Tony Gede:
Beda.  Om Fauzi yang ini tinggalnya kayaknya di seputaran DKI.  Kalo yang di artikel kan di Sumatera.

»§«:
kadrun tidak paham ini ....
pokoke TAKDIRRRRR !!??

Tong kosong:
Banget? ???

Lanina:
Para onta kalo sakit, jgn ke rs lah. Sdh tau rs itu institusi kafir, apa yg terjadi di rs jg tdk akan sesuai dgn kaidah agama nya. Bikin repot aja...

Alex R.:
Bagaimana dengan atasan si tenaga kesehatan, bukankah dia melakukan dengan izin atasannya?

zeffanya n zeevanka:
Pasti ada SOP sblm tindakan. Ada nakes wanita?

violet lavender:
kalau makanan  steak sapi yg tidak dipotong secara hukum syariah siap2 yg punya resto dikenakan pasal penistaan agama .....

ini looooh yg saya gak ngerti kenapa kena pasal penistaan agama. selama di seword siapa aja boleh koment kecuali seword dah jadi seword syariah.....

Kapal Selem:
Bagaimana bila yg terjadi sebaliknya: jenazah didiamkan saja ber jam2 (bahkan mungkin lebih dari 24 jam) sampai mendapatkan wanita yang bersedia memandikan jenazah terduga covid-19, dan ternyata esoknya baru diketahui bahwa jenazah tersebut adalah positiv covid-19. RS dan Nakesnya siap-siap terkena sanksi UU Wabah Penyakit Menular. Simalakama kalo sudah bicara tentang keyakinan sih.

Grud:
mas kita negara agama atau demokrasi sih?
memang salah tapi apakah harus dipenjara?

Agus:
Setahu saya banyak dokter kandungan adalah pria, pemeriksaannya mendalam dan bahkan selama 9 bulan, koq itu gak diributkan ya?

Red Ogix:
sebenarnya pendapat dan tulisan anda baik untuk mewakili dan sedikit memberi pencerahan... cuma memasukan kalimat "non muslim dilarang/tidak diperbolehkan komen", justru itu yg menjadi bahasan akhirnya... menulis pendapat dan pandangan sah2 sj, dan siapa sj berhak komen, dlm artian ini bisa jadi diskusi yg baik utk saling memberi masukan dan koreksi, soal benar atau salah, bukan masing2 kita yg menilai...

akhirnya boleh komen...

firman proindo:
Dalam segi apapun Nakes yg memandikan jenazah tidak bisa dianggap melakukan penistaan agama.
Lain halnya kalau mereka menghina nabi Muhammad

»§«:
menistakan mayat mungkin?
seperti si bango menistakan kuburan?

firman proindo:
Melanggar menurut hadits tapi karena di siantar yg berlaku adalah hukum pidana ya artinya nakes tidak bersalah.

Yg salah adalah memaksakan dan menerapkan pasal sistem hukum lain di tempat yg hukumnya berbeda

Kalo kejadiannya di arab baru bisa diterapkan

»§«:
memaksakan wisata syariah di danau toba ---> gagal
apa mungkin ini kelanjutannya dgn mengungkit nakes mandikan mayat?

xenakis2:
ambigu
Namun tindakan nakes RSUR Pematangsiantar memandikan jenazah perempuan bukan mahram tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun
......................
kesan dari tulisan tsb, menyimpulkan, jika
BUKAN nakes RSUR Pematangsiantar memandikan jenazah bukan mahram GAPAPA, gak masalah

masalahnya  karena daerah tempat memandikan yg lebih disorot oleh penulis
menjadikan agak gmana geto....... kayak ada kebencian terhadap masyarakat tertentu kesannya

peace sob

»§«:
apakah karena terjadi di siantar makanya di blow-up?
mana lae snipersiantar?
minta dijedor ini.

??? ??? ??? ??? ᵃʲᵃ  ✅:
Om Snipersiantar lagi ngasah peluru kalibernya

shiro:
kan menurut elu....

Santun:
Pelajaran bagi kita semua, no 1. Tanya agamanya, Apa ? no. 2, Jika Muslim, suruh urus sendiri semuanya. dari awal masuk rs sampai di makamkan, rs hanya menyediakan alatnya saja.

W1R⊙:
Saya hargai kemerdekaan penulis.....tapi saya tidak setuju anda tentang suspek covid.....justru karna masih suspek sudah seharusnya di disamakan dengan positif covid. Karena resikonya besar....nyawa manusia.
Aneh saja yang mandiin jenasah dirumah sakit masa tidak ada seorang wanitapun.
Kalau emang ada kaum ibu yang biasa mandiin jenasah tapi karna ada halangan jadi pria yang karna keadaan akirnya mandiin saya rasa bisa dimaklumi.....
Kasihan saja orang kecil yang hanya cara sesuap nasi untuk keluarga harus dipenjara....hanya karna keadaan terpaksa.
Dimanakah nurani keluarga jenasah.......

Julius DS:
Sejak merebaknya wabah corona banyak berita mengungkap sisi gelap penanganan diluar prosedur.
Kasus diatas sejak September 2020 dan meledak kasusnya baru saat ini Februari 2021, ada apa sebenarnya? Murni kasus agama atau politik internal rumahsakit atau pemda setempat? DPRDnya ngapain aja selama ini, DPRD diam membisu tak bersuara...

Memang pantas dan sebaiknya lembaga perwakilan rakyat dibubarkan....hanya komisi² diotak mereka....tidak tahu gejolak didaerahnya masing²

Stevanes Ariffin:
Suruh aja suaminya bikin surat pernyataan kalo ga bisa sediakan org yg bisa urus jenasah sampe jam tertentu, agar jenasah dibawa pulang dengan kesanggupan untuk ngurusin sendiri... Dlm hal ini Nakes ybs, teledor soal administratif. Tapi, ane ga sependapat kalo dianggap menista agama. Kalo pun dipaksakan, ya paling juga menista jenasah....

Ju Kamto:
Sgt tdk seimbang yg baca dg yg komen , tiap artikel mencapai ribuan yg komen mungkin hanya selusin , yg baca pd asam urat ya jari tangannya

Parganago Lumbannahor:
Pokoknya kalau demo paki baju karunq ( bukan kurunq) item,bakalan mendunia dan jadi alat penekan. Ustazdz odonq-odonq yg mulutnya bau pesinq itu lah yanq menista aqama tapi masih bebas nqebacot.

Love The Truth:
Its Fair opinion sob...Good one, Dan pendirian anda patut di Respect.. ??? ?????

Sontoloyo origin:
Sy prnh bilang..,jika sdh bicara/singgung ideologi ajaib itu,,maka lulusan S3 pun akan lsg tiarap serendah dasar septictank otak nalar nya.

Pengin komen abcd tp ngapain nunjukin pohon serta tanaman lain jg bunga2 yg indah di pinggir jln?
Percuma.
kacamata kuda mode is on..

Retarded !

BENZ GUN:
Penulis memancing munculnya Domba Gurun dan sejenisnya berkomentar.... Wk..wk..wk..

»§«:
lucu baca judulnya "....tapi sekarang saya bela ....."
lah, memangnya sampeyan siapa?

Tong kosong:
Soalnya biar dibaca,clickbait,sob? ??? ????

FAUZi:
Ya ga apa apa mau bela ahok atau tidak beloa nakes tak bersalah itu.......... itu hak pribadi ...

Sama seperti hak pribadiku berpendapat tata cara, syarat dan cara dalam agama (apapun) adalah NONSENSE

Buktikan Tuhan secara otentik isi kitab dalam agama (apapun) saja tak bisa kok, lalu mau bela kiri bela kanan.... keterbelakangan berpikir itu namanya

Grud:
sulit mas, iman adalah percaya tanpa perlu bukti
pembuktiannya ya saat hari kiamat . . .

Christoper Sigit:
Seword oh seword awal kemunculan tulisan nya sangat menginspirasi tapi sekarang ? Penurunan kualitas jelas terlihat.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Dulu Saya Bela Ahok, Tapi Sekarang Saya Tidak Bela Nakes RSUD Pematangsiantar Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/dulu-saya-bela-ahok-tapi-sekarang-saya-tidak-bela-4kZpIBzASB

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: