You Now Here »

Saat Archandra Ungkap Alasan Tesla Lebih Memilih India Ketimbang Indonesia  (Read 113 times - 98 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,186
  • Poin: 24.265
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Tony Gede:
Kalau Elon Musk mau masuk Indonesia, ya bagus. 

Tapi kalaupun enggak, memangnya kenapa?  Kok ketergantungan banget sama Elon Musk?

Kenapa nggak bangun industri kita sendiri saja? 

Apakah industri masa depan itu cuma industri mobil listrik saja?  Kalaupun iya, apakah produsen mobil listrik itu cuma Tesla?

Kita sebenarnya bisa bangun industri teknologi tinggi sendiri, bahkan tanpa Elon Musk. 

Anak-anak bangsa yang pintar dan berkemampuan tinggi itu banyak. 

Contoh paling gampang, inget kan waktu Jokowi beli moge produksi anak bangsa?  Itu motor yang bangun ya orang kita sendiri.

Saya sendiri ada kenalan di Indonesia yang bisa bikin moge sendiri dari awal.  Bahkan kalau sparepart ada yg ilang, bisa bikin sendiri (dia punya machine shop sendiri). 

Umpama anak-anak bangsa kita masih kurang di bidang teknologi IT dan AI, bisa dipelajari. 

Kalau mau diseriusin, anak-anak bangsa yang cerdas bisa dikirim belajar di luar negeri, lantas disuruh kembali untuk transfer ilmu. 

Atau datangkan instruktur2 dari luar untuk transfer ilmu ke anak-anak bangsa terpilih kita.

Anak-anak muda yang dipilih tentu yang mau mentransfer ilmu di Indonesia.  Juga dipilih jangan yang mabok agama, tapi yang berpikiran sehat dan waras.

Dan anak-anak muda tersebut juga harus diajari caranya membangun perusahaan sendiri, terutama yang berbasis koperasi pekerja.

Jangan lagi ada anak-anak muda yang cerdas, yang saat lulus cuma mau cari kerja di perusahaan gede.  Itu mentalitas yang sudah ketinggalan jaman.

Mentalitas anak-anak muda kita harus diasah ke arah mentalitas wiraswasta.

Dan anak-anak muda kita juga sebenarnya harus disadarkan bahwa yang namanya koperasi itu sebenarnya canggih.  Cuman aja belum banyak yang nyadar.

Bagaimana cara membangun industrinya?

Mulai dari desa.  Ini penting, agar ekonomi kita bergerak dari desa, jangan lagi di kota2 yg sudah terlalu penuh.

Program Dana Desa bisa dimanfaatkan sebagai penggerak awal, dijadikan salah satu pilihan akses permodalan.

Bentuk usahanya?  Kalau saya yang ditanya, tentu saya akan jawab Koperasi.

Lebih spesifik lagi, Koperasi Pekerja.  Yang dimiliki dan dijalankan bersama-sama oleh para pekerjanya.  Yang khusus bergerak dalam bidang industri pilihan. 

Bisa industri mobil listrik, atau industri robot2 pertanian, industri pertanian 4.0, atau apapun itu.

Dan koperasi-koperasi pekerja yang bergerak dalam bidang industri ini sebaiknya jangan bersaing, tapi bekerjasama.  Berfederasi, sehingga membentuk satu organisasi raksasa, federasi koperasi industri se-Indonesia.

Ini akan jadi seperti perusahaan industri raksasa skala nasional yang cabangnya ada di tiap wilayah Indonesia, di pedesaan.

Dimulai dari industri-industri kecil di desa-desa, bersatu, berfederasi, berkolaborasi, dan akhirnya menjadi raksasa industri di Indonesia.

Terapkan metode ini dalam berbagai bidang industri, maka pada saatnya nanti, Indonesia akan jadi negara industri yang kuat.  Dengan industrinya dimiliki oleh rakyat, sehingga kesejahteraan lebih merata.

FAUZi:
Mentalitas anak-anak muda kita harus diasah ke arah mentalitas wiraswasta.


Ini yang sulit om, karena mereka lebih suka mentalitas surga neraka, alasannya kan hidup didunia cuma sementara jadi persiapan ke surga lebih penting..

Selama pola ajaran dan pendidikan belum dikembalikan seperti sebelum reformasi kupret goblog 1998, dan membasmi ajaran teroris ikhwanul muslimin  maka takkan maju Indonesia om


FYI MBS di Arab Saudi saja sudah merasa bahaya nya maka semua ajaran ikhwanul muslimin di berangus...disini malah dikasih partai

Soal dasar kemampuan sebetulnya kita bisa asalkan porsi membungkus kepala, porsi pakai celana kebanjiran (cingkrang) dikurangi, sehingga wawasan bisa berkembang dan kemajuan di peroleh

Tony Gede:
Soal ini, saya juga paham, om Fauzi.

Tapi saya juga tahu masih banyak anak-anak muda yang berpotensi dan tidak tercemar dengan mentalitas ngawur seperti ini.

Yang cerdas-cerdas banyak.

Yang perlu kita lakukan adalah menjauhkan anak2 kita yang cerdas dari mentalitas-mentalitas ngawur seperti ini.  Pergaulan mereka jg perlu kita awasi.

si memble:
Yup, anda memang layak sbg bapak koperasi seword.

ivan:
sepakat...

hoetomo:
Sebenarnya memang banyak yang pintar cuma kelemahannya suka berpolitik dan attitude kurang.
Saya banyak punya teman2 yang jauh lebih pintar dari saya dan lulusan universitas top tetapi ya itu dari mudanya suka berpolitik mulai dari yang kecil2an sampai yang besar.
Konsentrasi disiplin ilmunya kurang.

Tony Gede:
Well, I never said that it will be easy.

Kalau dngn generasi milenial ke atas kita sudah terlambat, ya yg bisa kita lakukan adalah membina mereka2 yg lebih muda dri generasi milenial.

Generasi milenial dan yg sebelumnya kelihatannya memang sudah banyak yg terpengaruh semangat main politiknya generasi2 orba dan penerusnya.

valhendry:
Usul & ide Om Tony memang cemerlang cuma satu masalah utama di negeri ini yaitu kata-kata & perbuatan yang tidak sejalan.
Kepintaran & teknologi tinggi menjadi sia-sia kalau karakter manusianya sulit berubah.

Tony Gede:
Dan terlepas dari banyaknya karakter brengsek di Indonesia, saya jg yakin masih ada org2 yg bisa dipegang kata2nya.

»§«:
makanya itulah yg saya sangat harapkan dari revolusi mental ala jokowi.
tapi teenyata masih banyak pihak, bahkan dari pihak internal, yg menginginkan degradasi mental di indo.

Tony Gede:
Karena itu saya jadikan salah satu misi saya utk mendidik sebanyak mungkin, terutama kalangan muda, mengenai potensi koperasi yg sebenarnya.

Dan kalau masbro berminat, saya dan penulis Roedy Siswanto ada grup yg khusus utk pendidikan dan diskusi mengenai koperasi.  Bertukar ide dan pengalaman jg dngn mrk2 yg sudah praktisi senior.

Kmrn sudah saya kasih alamat emailnya.

Mungkin kt bsa diskusi ttg yg namanya housing cooperative.  Koperasi perumahan, yg banyak dpakai sbg solusi masalah perumahan.

»§«:
masalah utama bagi koperasi ada di "mental disorder":
1. bisnis masih berorientasi pada korporasi
2. orang indo lebih suka berkompetisi daripada bekerja sama.
makanya dulu di sekolah dibuat ranking kelas utk menciptakan kompetisi, tapi sekarang sistem rankin dihapus agar tidak mengarah ke kompetisi tapi kerjasama.

bisnis yg cocok dgn sistem kompetisi adalah bisnis korporasi.

»§«:
satu lagi masalah utama utk koperasi yaitu permodalan.

lebih mudah ngutang sana sini cari modal utk bikin perusahaan sendiri daripada menghimpun modal dari beberapa anggota. tidak hanya modal tapi juga trust.

Tony Gede:
Mendirikan koperasi sebenarnya mendirikan perusahaan.

Saat kita mendirikan perusahaan, kita tentu tidak sembarangan pilih orang-orang yang akan masuk perusahaan kita.

Ada seleksi juga.

Dan sebelum koperasi berdiri, seharusnya ada pendidikan untuk calon-calon anggota koperasi ini.  Juga sudah ada pembicaraan transparan di muka.  Mengenai segala seluk perusahaan, bagaimana caranya uang digunakan, dll.

Dengan demikian, jadi semua tahu ke mana uang mereka akan digunakan.

valhendry:
Asyikkk
Ananda siap belajar Om ??? ?????

Tony Gede:
Kalau berminat gabung, silakan email ke:  [email protected].

Kasitau nomor teleponnya, biar sama om Roedy dimasukkan ke grup.

»§«:
gabung utk apa nih?
apakah seperti pelatihan ok oce ?

Tony Gede:
Nggaklah... ini whatsapp grup utk diskusi dan saling berbagi ide ttg koperasi.  Dan saling  mendukung masing2 anggota untuk mendirikan koperasi.

Lewis Koswara:
Om Tony sudah ada buka manufacturing di Indo ? Kalau sudah mungkin gak akan ngomong seperti ini...

Tony Gede:
Kenapa begitu, kalau boleh tahu?

Dan buka manufacturing dengan cara gimana?  Sebagai investor pemilik tunggal?  Atau dengan format koperasi pekerja?

Kalau bicaranya bisa yakin begitu, pasti bisa jelaskan alasannya ke saya, kan?

Hafiez Sayid:
Setuju banget ????

pengen komen:
sob..kenapa ga bikin tulisan sendiri...komennya panjang amat...
tapi bahas pak Anies ya..biar viewnya juga manteb....

Mike©-®BEYER:
loh dia memangpenulis yg lg nyambi jd komentator . ciri tulisan dia ttg koperasi

pengen komen:
berarti saatnya komentator naik pangkat jadi penulis...jangan mau kalah...!!

Tony Gede:
Hahahaha...

Tony Gede:
Tadi udah coba dijadikan artikel.

Taunya belum cukup 600 kata.  Batal deh... heheheehe...

Heri:
kalo kurang khan bisa ditambahin kolak kulik kelok

Tony Gede:
Buat saya, tulisan harus efisien.  Tiap kata dan kalimat harus ada di sana karena memang perlu.  Bukan hanya utk menuh2in target 600 kata? ??? ??? ?????

»§«:
idealis amat hahahaa

pengen komen:
ooo...ok...

budiman:
kata-kata klise dari jaman dulu, kenyataanya mewujudkanya sulit, coba buat pabrik baterai mobil listrik dulu deh. buat salah satu komponen baterai pun mungkin sudah kesulitan.

Tony Gede:
BTW kenapa komentar kau nyinyir sekali sob?  Memang ada yang salah di komentar saya?  Atau ada yang salah kalau saya berpikir positif mengenai hal ini?

Tony Gede:
Yang mana yang klise?  Coba dijelaskan.

BTW udah dibaca betul2  belum penjelasan saya?  Atau baru baca sekilas, lantas komentar?

Dan saran saya, upgrade pengetahuannya sob, biar mengerti lebih banyak mengenai yang namanya koperasi.  Jangan kepatok sama koperasi2 yg ada di Indonesia. 

Saya nggak pernah bilang mewujudkannya bakal mudah.  Tapi juga bukan mustahil.

Yang jelas, saya melihat potensi, di saat orang2 kebanyakan cuma melihat masalah.

Tapi kalau kita cuma bisa berkomentar sinis dan nggak bisa melihat kemungkinan yang ada di balik apa yg kelihatan sekarang, ya memang kita nggak bakal ke mana2.

Alexander David ™️ ✅:
Optimis & pesimis sama2 perlu : Orang optimis membuat pesawat, orang pesimis membuat parasut. Apapun kalau ekstrim  akan jadi gak baik.

30+ thn negara salah urus begini, ibarat benang kusut susah mengurainya. Ada pandemi pula. Pasti akan banyak sekali rencana pak Jokowi yg tidak bisa terlaksana :/ Andai 2024 dapat pemimpin yg tidak bisa lanjutkan... Indonesia mungkin akan alami nasib spt kemajuan jakarta sepeninggal Ahok.

Kemarin, pak jokowi hujan2an di tengah sawah... aku harap dia dpt inspirasi. Mungkin gara2 pandemi, kita malah bisa swasembada pangan ? Entahlah....

Cari materi, trus jadikan artikel sob, sayang... biar ketika orang google bisa keluar. Koment ini masuk ke database diaqus doank, tidak bisa di google.

Tony Gede:
Saya jg nggak pernah berpikir bahwa rencana ini mudah.  Perlu waktu, mungkin puluhan tahun.

Tapi bentuk koperasi pekerja ini bukannya tidak ada.  Sudah banyak, dan banyak yg sukses.  Bahkan ada yg sudah jadi perusahaan raksasa.

Dan dengan peraturan UU Cipta Kerja, akan lebih mudah utk menciptakannya.

Saya nggak ngomong ini dalam jangka setahun atau 10 tahun ke depan.

Tapi setidaknya 30-50 tahun ke depan.   Dengan kemajuan teknologi skrg, mungkin bisa diakselerasi lebih cepat lagi.

Jadi ini harus dimulai dari sekarang2 ini.

Tapi kalau kita hanya pesimis terus, bukannya mulai dengan mendidik sebanyak mungkin generasi muda tentang berkoperasi, dan menginisiasi usaha2 koperasi pekerja kita sendiri, kapan lagi?

Alexander David ™️ ✅:
Iya aku dukung, makanya bagus dijadikan artikel. Kalau gak sekarang kapan lagi ???

Ps. Kalo gak cukup target 600 nya, tambahin bonus puisi kek hahaha xD Sekali2 bonus gpp sob... sama temen :))

»§«:
bingung dgn konsep koperasi pekerja.
biasanya yg dikoperasikan adalah barang (KUD), modal (koperasi simpan pinjam) dan jasa (koperasi taksi, angkutan umum).

Tony Gede:
Di Indonesia, kita memang tidak familiar dengan bentuk koperasi pekerja.

Tapi pada intinya, itu adalah perusahaan, yang dimiliki dan dijalankan bareng-bareng oleh para pekerjanya.

Jadi para pekerja inilah yang mendirikan koperasi, memiliki, dan menjalankan bisnisnya bersama2.

Sebenarnya ya seperti perusahaan biasa.  Bedanya hanya pada kepemilikan dan hak suara. 

Jika perusahaan PT kepemilikan dan hak suara ada pada pemegang saham, di koperasi pekerja, itu ada pada pekerja2nya.

Dan sudah banyak yg sukses kok di seluruh dunia.

Yg terbesar ada di Spanyol, namanya koperasi pekerja Mondragon.

»§«:
utk koperasi penyalur tenaga kerja (jika memang ada), bagaimana sistemnya?
pemiliknya adalah manusia dan produknya juga manusia.
apakah produknya (yaitu tenaga kerja) juga sebagai pemilik?

Tony Gede:
Penyalur tenaga kerja?  Kurang tahu jg saya.

Tapi kalau koperasi untuk freelancer itu ada.  Di luar negeri disebut Gig Cooperative.

Jadi isinya ya para freelancer.  Tujuan koperasinya utk meningkatkan kesejahteraan para freelancer ini.

Saat koperasi mengambil kerjaan utk freelancer, mereka bisa putuskan kerjaan itu akan dilakukan oleh satu freelancer, atau sebagai proyek bareng2.

»§«:
maksudnya, koperasi dgn produk tenaga kerja freelance?

Tony Gede:
Semacam itulah.

Jadi prinsipnya mirip sama koperasi pekerja.  Tapi koperasi ini dimiliki dan dijalankan para pekerja freelance.

Bedanya, kalau pekerja di koperasi pekerja itu digaji per bulan.

Pekerja freelance di koperasi freelance ini dibayar per proyek / job yg mereka kerjakan.

»§«:
ouw .... gw kirain koperasi yg produknya menjual jasa workforce (tenaga kerja) ... mungkin koperasi penyalur tkw, babysitter,dll.

ternyata maksudnya koperasi yg dimiliki oleh para pekerja yaa ...
koperasi ini produknya bisa apa aja yaa yg penting dimiliki oleh para pekerja?

Tony Gede:
Betul sekali. 

Bisa bergerak dalam bidang apapun.

Manufaktur, IT, jasa konstruksi, dsb dsb.

Tony Gede:
Oke, ntr saya bikin jd artikel.

Btw, sbnrnya saya ga masalah dngn org yg beda pandangan sama saya.   Asal, dia bisa menjawab kalau saya nanya balik, mengenai apa alasan dia berpandangan beda.

Yg ngeselin itu kalo komentar nyibut.  Nyinyir cabut.  Udah komentar nginyir, pas ditanya balik, ga mau jawab.  Itu bukan mau diskusi, cuma mau ngetroll namanya.

Makanya saya salut sama orang kayak kawan kita Harry.

Biarpun saya sama dia sering beda opini, tapi dia mau diskusi / debat.  Dri situ kt bsa saling belajar dri sudut pandang yg beda.  Widen our horizon.

BTW, temen kt yg satu itu kmn ya? Lama nggak nongol? ??? ??? ??? ??? ???

Alexander David ™️ ✅:
Hahaha kok bisa sama... aku jg kangen dia. Wkwkwk... Susah cari org spt Harry & sob Tony.

Terima kasih sob, semoga artikel2nya jadi berkat buat banyak orang.

Kemarin aku baru baca ... presiden Biden bilang "kita sudah kebal dengar ratusan - ribuan orang mati." Semua jadi seperti normal2 saja. Padahal jumlah korban US di perang ww2 + vietnam + korea  (total sekitar 10 tahunan) itu lewat dgn korban pandemi setahun di US. Di BBC juga sama ada tulisan excess death krn corona itu lbh tinggi dari waktu inggris perang ww2 (1939-1945). Covidiot malah makin banyak... Masyarakat kita juga makin jarang yg pakai masker :(

Jaga kesehatan sob, salam utk keluarga. Aku capek dgn situasi ini, mau refreshing off dulu sebentar :)

Tony Gede:
Btw, maksud kau itu mungkin optimis dan realistis kali ya?

Orang optimis bikin pesawat. Orang realistis bikin parasut.  Orang pesimis nggak naik pesawat, sob.

Alexander David ™️ ✅:
George Bernard Shaw quotes : “Both optimists and pessimists contribute to society. The optimist invents the aeroplane, the pessimist the parachute.” Its not mine. Aku gak sepinter itu sob :) Dia orang Irlandia abad 19, politikus, kritikus, pemenang nobel, dll.

»§«:
realistis adalah gabungan dari optimis dan pesimis
yin and yang

Yosef Kurniawan:
Kalau mau ngomong agak kejam, Indonesia itu terlalu terbuai dengan "Gembar-gembor"

Dulu gembar-gembor "kaya akan SDA", kemudian "Swasembada pangan", sekarang " Ditelpon Elon Musk buat pabrik mobil listrik"

Masalahnya, kita langsung percaya dengan gembar-gembor ini, dan langsung memiliki mindset aman dan nyaman. Kita tidak pernah mengerti apa pentingnya kerja keras, kerja lebih banyak untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Kita jauh tertinggal dari segi teknologi, tapi yang parahnya, mentalitas SDM kita sama sekali belum siap untuk bersaing. Kita harus introspeksi, tapi akan sulit untuk berubah tanpa hubungan dengan negara lain yan sudah maju. Inilah pentingnya menarik investor asing yang mau mentransfer teknologinya, itulah mengapa saya cukup gembira dengan tindakan pemerintah mengundang investor dari korea, jepang, china, untuk bikin pabrik dan mengajarkan rakyat kita akan sedikit teknologinya. Sangat support juga dengan omnibus law yang bisa meningkatkan efisiensi penanaman modal asing di sini.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Saat Archandra Ungkap Alasan Tesla Lebih Memilih India Ketimbang Indonesia Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/saat-archandra-ungkap-alasan-tesla-lebih-memilih-s4POzaoZlo

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: