You Now Here »

Yang Perlu Dipahami Oleh Pembaca  (Read 75 times - 57 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,186
  • Poin: 24.265
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Yang Perlu Dipahami Oleh Pembaca
« on: March 18, 2021, 08:47:42 AM »




Debrodjo:
Penulis opini boleh saja menuliskan sikap terhadap suatu tema berbeda dengan penulis lainnya. dan berbeda dengan komentator. Tetapi konsistensi di mana penulis opini berpijak itu penting.  Jikalau sikap/watak penulis tidak konsisten/berubah-ubah, akan menimbulkan komentar sesuai watak tulisan opini penulis. Karena itu kalau penulis memilih untuk merdeka dalam menentukan pijakan opininya, biarkan para tukang komen juga berkomen dengan merdeka. Jadi posisi kita seimbang, meskipun tidak setara.

«§» scarlet:
sebenarnya, biarkan aja si penulis plintat plintut dalam berbagai tulisannya.
kadrun pun bisa² aja menyebarkan racunnya di seword.
toh, seword membiarkan.

siapa aja bisa jadi penulis.
karakter penulis² secara kolektif menentukan karakter seword.
jika semakin banyak penulis yg plintat plintut, mungkin akan mempengaruhi penulis lain, malas nulis lagi, dan akan mempengaruhi pembaca dan komentator yg akhirnya akan membangun image buruk terhadap seword.

banyaknya penulis yg plintat plintut akan memberi image jelek utk seword. mungkin akan membuat seword semakin sedikit pembacanya. apa bedanya seword dgn situs opini abal²lainnya?

dan komentator juga punya kebebasan utk berkomen.

Alexander David ™️ ✅:
Sepertinya sdh mulai banyak ya yg malas :(

Kalau viewer video di Tjokro / follower bang Denny makin naik, tp view di sini makin turun itu bahaya... harusnya ini lampu kuning buat pengurus / pendiri Seword.

Indisen:
Kasus yang ditanggapi penulis seword dan bikin follower kabur :
- Macron,
- Kaesang,
- Nakes,
- (Tambahkan Sendiri)

Lalu biasanya ada kadrun yg nyasar baik sebagai silent reader atau komentator, tp sejak isu buzzer ramai oleh Tempo begitu lihat tulisan seword udh males aj klik.

Frans Gouw:
Isu buzzer dilancarkan kadrun krn kuatnya pengaruh buzzer utk mencerahkan kadrun. Merosotnya penggemar Pekaes, Bemokaratan, Hatei, PKI, eh Efpei, juga Gerandong, menjadi lampu merah buat mereka.

Jadilah maling teriak maling dan harapannya adalah orang2 menjadi muak dgn bujer pro nalar sehat.

Indisen:
Dan harus diakui mereka cukup berhasil. Banyak free thinker yg terbiasa logis aja kena sama framing tempo..

Alexander David ™️ ✅:
Ketika argumentasi (tulisan / koment) melulu full subjektif, tidak didasari fakta / dasar yg kuat... tidak salah juga kl mereka sebut buzzer. Mau benar / salah pokoknya buzz buzz... cuma brizik tidak beri nilai tambah apa2 buat orang lain.

Indisen:
Gw ga bicara benar atau salah. Tp faktanya sejak tempo angkat isu itu, dampaknya besar sekali.

Kl soal full subjektif, sebelum isu buzzer diangkat tempo juga sudah banyak yang seperti itu.

Jangan masuk ke pertempuran yg tidak bisa dimenangkan, sayangnya bnyk yg membahas hal yg bikin seword malah babak belur, seperti kasus Nakes dan Kaesang.

IVN:
Gw sebenernya mulai males sejak kakak pengasuh whatever sebutannya, mulai angkat suara soal Covid dengan sudut pandang yg sangat berbahaya (cenderung meremehkan) buat gw. Ya gw ngerti sih ini portal opini, tapi jgn bikin statement yg bikin celaka atau bertentangan dengan akal sehat lah. Gw msh bisa terima kadrun, mabokers agama yg suka hit and run dan gak pernah mau proper bales argumen gw. Tapi ini ngomongin "the man"-nya Seword loh, dan kalo liat jargonnya "mewaraskan" gimana caranya mewaraskan kalo bikin artikel aja bertentangan dengan akal sehat dan science? I mean itu ngomongin penyakit loh, virus, gak perlu semua dijadiin konspirasi. WTF Seword?

Alexander David ™️ ✅:
Memang heartless satu itu :(  Entah dia dapat data A1 dari planet mana, korban sdh sebanyak itu bisa dianggap biasa :/

Kalau dapat giliran vaksin, ambil sob...

Aku sdh vaksin, tapi tetap perasaanku gak enak 2021 ini. Semakin banyak aja covidiot... Grounhog Day, Super bowl, dema demo, libur ke luar kota, bebas masker... udah gitu variannya nambah mulu (kemarin di prancis ada lagi jenis baru yg bisa lolos pcr standar). Produksi vaksin, sdh dimonopoli juga lemot minta ampun. Cuma bisa doa, semoga negara2 yg pegang paten tdk egois dan sadar mereka gak akan mampu produksi sendiri buat 7 milyar manusia.

IVN:
Iya sob. Ini jg lagi berusaha, tapi sibuk banget, somehow di tempat gw, semua bisa dikerjakan secara wfh, jadi malah hampir 24 jam kerja itungannya.

Betul, meskipun udah vaksin tetep harus jaga diri, tetep pake masker, tetep cuci tangan kalo dari luar. Jaga jarak dan hindari ngumpul2 kalo gak penting2 amat.

Covidiot, itu yg gw cari2 dari tadi istilahnya, artikel itu bener2 cerminan covidiot, semua dijadiin konspirasi.

Sean:
Yg nulis berdasarkan berita hoax aja dibiarin, udah kelas recehan jadinya terutama yg bawa2 identitas agama....malah komen2 pembaca ada yg diblok krn tdk sesuai "selera" admin, katanya bebas beropini dan berpendapat.

Alexander David ™️ ✅:
Setahuku, belum pernah ada sensor begitu. Tuh bisa kan komment ? Kalau di FB / tweeter tuh baru sekali di blok gak akan nongol lagi kita.

Kalau yg sudah2 itu kesalahan dari disqusnya sob, lain kali coba refresh browsernya, atau kl gagal coba clear cookie / cache, trus login lagi dan koment ulang. Admin cuma setting kita tdk bisa posting web link di koment seword.

Indisen:
Kalau komen diblok kadang dr sistem discuss.. saya komen kepanjangan sering banget auto blok..

«§» scarlet:
jelas beda dong, beda platform
tjokrotv berbasis video, seword kan tulisan.
seword harus bisa menonjolkan kelebihan tulisan daripada video.

Alexander David ™️ ✅:
Buat perbandingan saja... jadi itu artinya tidak bisa kita berpikir "Ahh, orang2 memang lagi fokus pandemi / lagi malas update info."

Indisen:
Ujian sebenarnya dilihat nanti kl mau dekat-dekat pilpres.. tp emg hrs diakui dulu channel yg comot artikel seword view-nya ada yg sampai 5 juta, skrg paling puluhan ribu.

Tp ya itu bisa sampai 5juta view krn dekat pilpres dan pileg..

Kolik2000:
Ada dua sebab utama
1. Tidak ada isu nasional yang sexi, seperti pilkada atau pilpres
2. Karena pandemi, banyak yang tidak punya kuota internet, tapi cuman ada kuota sosmed

Di IT Seword, semua ada datanya. Mulai dari trafik sampai jenis hape yang digunakan

Kabul Pudjiwidodo:
Memang seharusnya penulis seword jangan berfikir tidak butuh pembaca yang kritis.
Justru komentar yang kritis sebagai cara untuk mengukur diri sendiri dari kualitas opininya

Alexander David ™️ ✅:
Setuju sob... kalau ada yg model begitu justru bisa buat latihan, memacu diri kita belajar & berpikir.

Baru minggu lalu sob Tony Gede (yg penulis) ngobrol sama aku, dia dan aku sama2 kangen sama Harry xD Padahal orang itu selalu berlawanan dg pemerintah, argumennya kelas berat, tapi orangnya fair. Manusia langka Wkwkwk xD

Kabul Pudjiwidodo:
Benar sekali. ??? ?????
Kita pembaca juga bukan berharap opini selalu memuji pemerintah. Mengkritisi selama hal yang baik boleh saja. Beda dalam beropini hal wajar asalkan berdasarkan argumen yang logis. ????
Jangan baper...

HIR HODOK:
Mudah2an oOM David punya data. Saya punya pendapat yg sama tapi tidak punya data hanya FEELING. Tapi feeling saya tidak hanya sekadar feeling, ia nyaris 100% selalu benar.

Alexander David ™️ ✅:
Dlm beberapa bulan terakhir saja beberapa kali aku pernah baca ada teman2 yg menulis di koment "... jadi malas baca Seword." Atau senada itu.

Sedih aja kalau makin sepi, krn sejak awal aku sdh disini :( Pastinya 200an dari yg follow aku di disqus, mereka tadinya aktif di koment seword dan kini tdk sampai 25% yg aktif.

WeleWeleAntiJoker:
Bisa pakai metode pribadi dengan men"skip" / sengaja melewatkan artikel penulis yg memblokir komen kita

Kabul Pudjiwidodo:
??? ??? ??? ???

F545150:
Penulis kadrun sedang playing victim kah ini ?mo nyalah2in para komentator...wkwkwkwkkwk

WeleWeleAntiJoker:
Aduh gue jadi ikutan baper nih merasa berdosa karena gak sepaham sealiran jurus mantra eh tantra..

Wenas:
Sejenis cebong tapi sukanya di gurun

F545150:
Biasanya katak tapi ini Cebong yg amphibi...

WeleWeleAntiJoker:
Cebong yg terlalu cepat dewasa terus naik ke darat pakai perut menggeliat2

Sutamines:
bisa juga kadrun spesialis ampibi

FAUZi:
Menurutku di seword ada pakem tak tertulis, bahwa seword anti terhadap radikalisme, intoleransi dan pro khilafah, (mudah2an aku tak salah). dan menurutku siapapun termasuk penulis yang sangat fanatik dan mengagungkan agama serta menonjolkan identitas diri dengan simbol keagamaan adalah radikal terkecuali mungkin rohaniwan/ulama (yang sungguh ulama), namun kalau orang awam, maka 90% sudah terindoktrinasi radikalisme


<<Saya berharap penjelasan singkat saya ini bisa memahamkan para pembaca agar tidak salah dalam memahami seword. >>> tidak ada yang salah memahami seword, yang ada adalah penulis yang tidak memahami pembaca seword.

Alexander David ™️ ✅:
Ya aku setuju... harusnya Seword ini buat NKRI & mengawal pemerintahan pak Jokowi.

Kalau ada penulis / komentator yg mau debat agama, ya bukan disini forumnya...

HIR HODOK:
Tidak masalah penulis seword menulis soal agama. Namun, mereka harus bisa menerima kalau pembaca memberi komentar apapun.

Alexander David ™️ ✅:
Hmm... apapun ? Kalau itu pantasnya di forum sendiri sob. Aku pernah beberapa tahun aktif di forum spt itu duluuu... waktu yahoo mailing list masih ada "debat islam kristen" dll. Kalau orangnya siap, ditanya apapun is ok... tapi tidak semua orang di forum begini siap hatinya kalau diberi pernyataan yg terkesan "menghina" agamanya.

Jadi kalau baca koment yg terlalu "vulgar", aku kadang ingatkan teman2 jgn sampai kita "Winning the battle but losing the war"... Buat apa sih menang debat agama kalau NKRI bubar ??? Ada yg tobat ? Enggak. Tambah ilmu ? Enggak. Tambah temen ? Enggak. Wkwkwk... itu kalau menurut aku pribadi ya :)

WeleWeleAntiJoker:
Lebih baik jadi duta damai daripada duta agama tapi salah mimbar

HolyGanZ:
Tambah musuh? Iya.
(Menang ataupun kalah debat)

Alexander David ™️ ✅:
Kalau forumnya tepat dan caranya gak kasar (tanya baik2, gak menghina) ya enggak juga sob... awalnya niat debat jadinya malah diskusi, buntutnya jadi teman malah :)

HolyGanZ:
Setuju sob, itu kalau masing2 menjaga egonya yg sering sulit.

WeleWeleAntiJoker:
Be ready to face all the consequences

Affifa Noor Fatemma:
Benar. Ini tulisan pro NKRI. Menyatukan visi misi perbedaan agama dgn saling menghargai. Bkn menghina agama lain. Sy debat dgn  kadrun Rudi Amin YG sgt radikal. Walo sesama Islam Saya menolak radikalism Islam. Pun debat dgn seorang non muslim YG selalu menyebut keyakinan sy dgn sebutan zombie. Sy lbh menghargai toleransi Dan perbedaan .tapi sy juga akan lawan mereka YG sdh kelewat batas.

Rara Dayatri:
Ini baru Mantap argumentasi nya Lik, mantap sejati, lanjutkan Lik.. Semoga menjadi berkah dan ijabah  dunya wal akhirat .. Allohumma.. Aamiin Aamiin yaa Rabbal'alaamiin

Affifa Noor Fatemma:
Kl pun sy msh di seword itu krn Saya dukung penulis seword. Sy suka baca opini.
Sdh Dr thn lalu sy undur diri Dr group group politik. Dan hny ngikutin berapa page yg pro jokowi.

Kadal Gunung:
ngga ikutan jadi penulis aja? ikut grup yg anti jokowi juga ada bagusnya, jadi bisa tau narasi yg mereka mainkan

Affifa Noor Fatemma:
Saya dl pernah  pegang newsletter JD editor. Cuma Bantu bikin newsletter di cetak di jual ke tki. Duitnya untuk Bantu tki YG bermasalah. Tapi cuma berapa bln gk bs lanjut.terlalu  dikejar deadline  cetak mingguan sementara sy gk di hk Dan sy   kerja .
JD penulis itu Berat. Tanggung jwbnya gede? ???. Mending gini free. Suka suka.

Kadal Gunung:
iya juga, paling males kalo kena deadline, moga2 ga bosen jadi komentator deh mba

HolyGanZ:
??? ??? ??? ??? ??? ????? muantab pol..

WeleWeleAntiJoker:
Muantuapsss

Alexander David ™️ ✅:
:)

Sean:
Terutama penulis yg ini yg merasa geer selalu merasa benar sendiri...apalagi apa2 yg dibandingkan dgn agamanya, bukan tempatnya di seword bawa2 identitas agama.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Yang Perlu Dipahami Oleh Pembaca Seword Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/yang-perlu-dipahami-oleh-pembaca-seword-wcafuKDAiq

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: