You Now Here »

Saya Putus Asa Dengan Pemerintah Soal Penanganan Kopit  (Read 79 times - 116 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,175
  • Poin: 24.254
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Saya Putus Asa Dengan Pemerintah Soal Penanganan Kopit
« on: April 06, 2021, 04:07:30 PM »




Orang Bodo:
covid ga cuma ada di indo, tapi di seluruh dunia, yang  ekonomi terganggu ga cuman di indo tapi di seluruh dunia....Inilah kekuasaan dan kedaulatan Tuhan, manusia tidak berdaya, manusia hanya bisa menyalahkan org lain dari akibat covid ini, dan menyalahkan pemerintah, padahal pemerintah juga bukan tuhan, sama-sama manusia yang tidak berdaya... tapi..pernahkah anda berdoa dan percaya kepada Tuhan yang anda imani ? Bahwa Tuhan berkuasa dan bertindak sesuai kehendakNYA ? Tuhan berdaulat penuh atas apa yg terjadi di dunia yang kita tempati sekarang...setelah anda berdoa, apakah anda melakukan apa yang seharusnya anda lakukan utk menghadapi  / mengatasi covid secara pribadi ? dan bukan menyalahkan org lain ? Inilah ujian iman buat setiap org yang beragama... Siapa yang mampu bertahan maka dialah yang akan lulus ujian.

protokol kesehatan adalah buah dari akal / kecerdasan / hikmat yg diberikan Tuhan. Dengan mengikuti protokol  bukan krn kita takut, tapi kita  melakukan pencegahan apapun yg bisa kita lakukan secara pribadi...Jika kita tdk merasa perlu utk ikuti protokol kesehatan, maka sebenarnya kita menantang  maut...krn virus itu ada, dan manusia tidak akan pernah bisa mengalahkan virus, karena virus adalah produk dari akibat jatuhnya dunia dan manusianya  ke dalam dosa....

Alexander David ™️ ✅:
Daftar Kesalahan :

Salahnya covid : Kenapa ukuran dia cuma 100an nanometer. Coba sebesar durian, pake kumis yg sangar gitu, yakin gak akan disepelekan orang2.

Salahnya pemerintah : Komunikasi yg buruk, kurang konsisten, dan gagal majukan pendidikan rakyat sblm pandemi.

Salahnya rakyat : Lebih percaya informasi yg sumbernya tidak jelas, plus sombong dan takabur menyepelekan kekuatan alam.

Salahnya dokter : Gagal membuat barisannya kompak satu suara.

Kesalahan mas Alif : Langsung menulis tanpa langsung ke wisma Atlet dulu buat lihat dan buktikan kebenarannya.

Kesalahan gua : Ya jelas gak ada ! Semua orang lain salah, di dunia ini yg benar dan paling pinter itu cuma 1 orang : GUA !!  Kan udah jelas gua rakyat, jadi kudu sombong :)

B-Over:
Lebay? Saya setuju sekali dengan kakak pembina. Toh di-mana2 yang saya lihat, bahkan di rumah sakit sekalipun (1 bulan belakangan ini saya 2 hari sekali menjalani terapi backpain di rs mitra kelapa gading) kekhawatiran orang2 yang tetap menjalankan prokes sudah makin menurun.

Ini berarti semakin banyak warga yang peduli terhadap prokes yang baik, ketakutan dan kekhawatirannya sudah menurun jauh. Tentunya bagi warga yang sedari awal tidak terlalu peduli atau bahkan tidak perduli sama sekali makin tidak terasa ketakutan dan kekhawatiran yang dirasakan sebelumnya oleh banyak orang.

Sudah saatnya, fokus tercurah pada sektor pemulihan ekonomi.

Alexander David ™️ ✅:
Kalau mau pulihkan ekonomi ya pikirkan bgm caranya pandemi bisa cepat selesai,... Bukan cuma selesai di Indonesia tp juga global, karena rantai supply pasok itu antar negara.

Masalah apapun tdk akan jadi hilang dgn jurus burung unta yg masukkan kepala ke pasir. Makin pada cuek... makin senang & ganas si Covid... makin lama pandemi... makin parah ekonomi. Mau begitu ??

B-Over:
Loh apakah fokus pemulihan sektor ekonomi tidak bisa dijalankan dengan tetap menjalankan prokes yang tepat tanpa perlu dibebani kekhawatiran dan ketakutan berlebih akan pandemi?

Sudah saatnya untuk lebih khawatir akan kelumpuhan terhadap ekonomi daripada kekhawatiran akan pandemi yang sering digaung-gaungkan oleh para pengambil keuntungan akan situasi dan kondisi pandemi. Saya bisa bicara pengambil keuntungan karena masih sering memfasilitasi kegiatan mereka khususnya para importir alkes dengan instansi terkait. Memuakkan dengan mendramatisir kondisi yang ada

Alexander David ™️ ✅:
Btw, yg kemarin topik vaksin km katakan ada mafia vaksin. Lalu aku katakan bahwa mafia itu tdk ada, vaksin itu hanya bisa kl G2G Goverment to Goverment... Sudah selesai ? Benar gak ?

AFAIK, akes juga mirip2. Bisnis saat pandemi ini spesial. Bisa dipastikan gak akan mungkin ada masker N95 yg asli buatan USA, Vaksin Pfizer, Moderna, dll  dijual di Indonesia krn tdk diizinkan pemerintah USA.

B-Over:
Gini deh, sebelum si om melebar kesana kemari, tolong di-quote komentar saya mengenai mafia vaksin yang kalau tidak salah ingat di artikelnya om manuel bukan. Jadi biar clear siapa menuduh siapa

Alexander David ™️ ✅:
Tuduhanmu itu cuma jadi hoax murahan kalau kamu tdk bisa  sebutkan alkes apa, nama importir dan inatansinya apa. Coba buka datanya, harganya, dll. Kita buktikan apa mereka memang memperkaya diri dan ambil keuntungan secara tidak wajar. Berani ???

Kalau buat aku, yg paling memuakkan itu manusia egois & serakah yg tidak peduli keselamatan nyawa orang lain. Mereka itu mirip Kompeni Belanda / Jepang dulu...

B-Over:
Saya bicara mengenai lebay terkait apa yang dituangkan di artikel ini. Bukan bicara meniadakan covid atau prokes. Fokus statemen saya ada di kekhawatiran dan ketakutan di masyarakat akibat dramatisir situasi dan kondisi. Pahami itu dulu, sob

Kemudian, tantangan om mengenai buka data. Saya profesional dalam servis yang diberikan perusahaan saya terhadap semua pelanggan. Jadi tidak perlu melebar jauh kemana-mana apalagi menuduh saya membawa satu tuduhan. Clear?

Mblandyang:
kopit ada ?  ... yaaa memang ada,.
lha mungkin qt sdh hidup berdampingan kok dr jaman duluuu,.
wah apa iyaa,. lha kok tau datamu dr mana bs omng gitu ..  klo sy jawab sy dapat inpoh dr para leluhur saat saya semedi, apa yaa pada percaya,.. hahaha

saat sy dianggap positip kopit oleh medis,. obat saya buat pulihkan imun itu cuma tiktok ama udut camel,. wayooolohh,.. hahaha
pikiranku yg tenang, jiwa yg rilex itulah obatku .. (pahami yaa maksudku)
sy sepaham dg mas alif,. tapi yaa klo mau speak up, ntar mlh dikira bikin gaduh,nyebar konvrontasi,dan blaa bla blaa ..
lha itu banyak yg mati loh karna kopit ?
waahh,.. yo gimanalagi klo mmg mati karna kopit,. . sy gk bisa jawab lagi
gini loh gaes,.
sdh byk qt diskusikan bab kopit ini dr segi ekonomi,segi kesehatan,segitiga sama kaki mpe segitiga biru,mpe segi segi yg lain,.
menurutku pribadih,..
Seleksi Alam itu bukan (maaf) korban jiwa yg meninggal nya,. tapi cara kita bersikap n bersifat thdp semesta dmn qt hinggapi ..
sikap saya jelas, patuh thdp sgl hal perprotokolan kesehatan ttg perkopitan ini
tapi sifat saya yaaa "kopit gak perlu tak takuti, sy lebih takut gak punya duit n gak makan"
mohon dipahami nggih maksud ketikan saya ini,... 

cape juga ngetik bwnyak ini,kwkwkwk

B-Over:
Setuju. Anda lebih memilih meninggalkan rumah kosong dengan keamanan yang cukup daripada tidak berani meninggalkan rumah karena takut kemalingan. Kira2 begitu yang saya tangkap, om

Mblandyang:
yaa tull,. kiri kiri begitu om .. ehh kira kira, ya spt itu mksd yg tersirat

B-Over:
Om @@disqus_8U0hRXtlwc:disqus coba simak ini, mungkin om lebih memahami yang komentator maksudkan

Sita W:
Katakan hal ini pada seluruh negara di dunia mas Alif, karena semua negara 'lebay' menganggap dan menangani serius virus ini. Lalu apakah kita memang lebih pakar dari para Pemimpin dunia yang bersusah payah mengatasi pandemi ini? Mungkin kalo Arab Saudi tidak membatasi Umroh dan 'menggantung' pelaksanaan Haji lagi di saat pandemi ini, saya baru mau berpikir ulang untuk mengatakan virus ini nothing☺️☺️Saya berharap Mas Alif menulis surat ke Arab Saudi agar mereka membuka negara itu, baru saya berani melepas masker dan meninggalkan prokes...

Doly Sinaga:
seandainya rate vaksinasi kita sesuai target 1 juta per hari, harusnya kita gak akan perlu pakai masker lagi di bulan Agustus (bisa dipaskan dg 17-an biar keren, kemerdekaan dari masker). sayangnya nasi udah jadi bubur, ya dinikmati aja.

Anggun Nidyanto:
kalau vaksin sudah 70 persen jumlah penduduk.itu herd imunity nanti.dan nanti pasti ada ruang bisa kembali normal.jadi sebelum 70 persen vaksin.kita harus ttp prokes.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Saya Putus Asa Dengan Pemerintah Soal Penanganan Kopit Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/saya-putus-asa-dengan-pemerintah-soal-penanganan-MzunMc5DT4

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: