You Now Here »

Klinik Di Cirebon Borong 6 Mobil BMW Terbaru Untuk Dokternya  (Read 178 times - 123 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,279
  • Poin: 24.358
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Klinik Di Cirebon Borong 6 Mobil BMW Terbaru Untuk Dokternya
« on: April 09, 2021, 05:18:20 AM »




GalihK:
Maaf ya, orang yang menganggap 41 ribu orang meninggal itu tidak signifikan dan tidak berdampak, yang menganggap vaksin/PCR/Antigen/APD/masker hanya buang-buang uang, yang menyepelekan penyakit ini dengan menulis sebagai kopit dan  covedd, itu semua biasanya adalah kelakuan para covidiot yang tidak terpelajar dan tidak membantu dalam mengatasi pandemi ini.

Orang-orang yang meninggal karena COVID-19, baik yang punya comorbidities maupun yang tidak, mereka itu semua tidak akan meninggal kalau tidak terinfeksi virus ini. Jangan pernah hanya berkonsentrasi kepada orang yang meninggal tanpa comorbidities. Malah yang harus dikhawatirkan adalah pasien dengan comorbidities yang terinfeksi, karena merekalah yang lebih beresiko parah/diopname/ICU/meninggal.

Kemarin ada Dokter di Twitter yang bilang Kakak Pembina sudah membuat artikel berdasarkan data dan fakta, dan Kakak Pembina sendiri yang pernah berpesan dahulu kepada para penulis Seword agar melihat sesuatu dengan jelas dan detail, agar kita bisa menjadi tim penulis yang bisa menyimpulkan segala isu dengan benar, di tengah derasnya informasi media dan media sosial. Tapi sayangnya berdasarkan apa yang ditulis di sini terlihat itu semua hanyalah opini belaka.

Sugi:
Bener Dok. Orang yang tidak mengalami sendiri hal yg nga mengenakkan paling gampang menjadi sinis dan nyinyir kok. Toh tidak ada resiko buat mereka selain dinyinyirin org lain di kolom komentar.

Bagaimana dng papa teman saya yg meninggal kena komplikasi akibat tertular covid? FYI beliau dokter dan kepala rumah sakit yg cukup dikenal. Trus temen saya sendiri anaknya yang belum genap 40th juga menyusul meninggal 1 mgu kemudian? Sakit hati dan sedihnya itu loh, meski cuma sebatas teman kita juga merasa sangat kehilangan.

Gampang memang bilang kopat kopit komat kamit covedd dll dsb, dan gampang juga menyalahkan comorbiditas nya. Kalau ada yg meninggal krn ada comorbid: suruh siapa perokok berat, suruh siapa obesitas, suruh siapa jantungan. Tolong ya, KALAU TIDAK TERTULAR COVID mungkin mereka masih bisa hidup bertahun-tahun lagi. Selama ini setia mengikuti SEWORD karena rata2 penulisnya mengedepankan logika dan data, karena logika dan data itu adalah kekuatan kita menghadapi kaum sebelah yang paling suka tebar hoax tidak jelas. Bahkan tulisan Kakak Pembina paling saya tunggu2, tapi khusus kalau membahas COVID kayaknya next saya gak akan baca deh, daripada tambah emosi.

Saya tahu kalau ada beberapa pihak RS yang mencovidkan pasien, itu bukan salahnya Pemerintah. Biarkan itu menjadi tanggungan dosa mereka. Tugas kita yang bisa berpikir LOGIKA dan mengandalkan DATA yang benar adalah ikut andil mengatasi pandemi ini, bukan malah nyinyir bin sinis dan menganggap covid ini ga ada beda dengan masuk angin yg bisa diatasi dengan kerokan.

Tony Gede:
Pak dokter, ralat dikit soal penulisan sebagai kopit dan covedd.

Penulisan begitu hanya supaya artikelnya mudah dibagikan di Facebooknya Seword dan afiliasinya.

Soalnya kalau ada kata Covid atau pandemi, biasanya kena filter sama Facebook.

Jadi penulisan kopit atau covedd itu hanya utk supaya ga kena filter aja.

Gitu.

GalihK:
Ooh begitu.

Makasih Pak infonya. Saya belajar sesuatu yang baru.

Semoga sehat selalu ya

firman proindo:
Lah covid kan tidak mematikan karena covid bisa sembuh dgn sendirinya dgn cukup beristirahat dan tidur. ??? ?????

GalihK:
Untuk orang muda, sehat dan tanpa comorbidities memang kebanyakan cukup begitu. Cukup istirahat saja dan isolasi agar tidak menulari orang lain.

Tapi kalau yang terinfeksi adalah lansia, adalah pasien dengan comorbidities, ceritanya bisa lain ya.

Semarsays:
Wuaduhh covidiot? Kok kedengarannya agak kurang sopran pak dokter...
Btw nanya lg dok, org tua sy yg sdh lansia pake bgt ( 84 thn dan 82 thn ) sdh di vaksin pertama covid, nah utk vaksin kedua jadwalnya kok berbeda dgn yg selama ini sy baca? Setahu sy rentang waktunya 2 minggu tetapi org tua sy jadwal vaksin keduanya rentang waktunya 3 minggu lebih ini, apakah ada pengaruhnya thd fungsi vaksinnya dok?
Atau bolehkah sy pindah tempat vaksin org tua sy ke RS lain agar bisa memenuhi rentang waktu 2 minggu itu?
Sy sdh bertanya wkt vaksin pertama
Pertanyaan kedua, itu knp org tua sy setelah di vaksin dlm 2-3 hari pertama setelah vaksin makannya kok jd banyak banget tmya? Biasanya semangkok udah ndak mau nambah berubah jd kira2 1,5 piring nasi+lauk+sayur, dan frekuensi makan jd nambah 4-5 kali sehari
Pertanyaan ketiga, knp kedua org tua sy itu kok biasa2 sj? Knp ndak ada gejala demam/panas setelah vaksin? Apa vaksinnya tidak bekerja dok? Bagaimana sy bisa cek apakah vaksinnya berfungsi atau tidak?
Informasi :
Org tua ( ayah ) umur 84 thn, mengidap vertigo sejak 2018, tiap hari minum obat pengendali tekanan darah kl ndak salah
Juga mengidap prostat, september tahun kmrn operasi prostat
Ibu 82 tahun mengidap hipertensi dan suka sesak nafas
Dua duanya sdh di vaksin pertama
Tgl vaksin pertama orgtua sy adlh tgl 20 Maret 2021 sekitar jam 11 siang, setelahnya hny ada rasa mengantuk ringan, tidur kurleb 3 jam, bangun lalu makan ( di situ masih biasa pola makannya, 1 mangkok udah nggak mau nambah pas makan malam udah berubah pola makannya jd over dosis ) tp tidak ada gejala panas/demam atau sakit apapun,
Subuh pagi org tua sy malah sdh jogging seperti biasa krn kuatir sy susul lalu sy suruh pulang ndak usah jogging dulu dan smp skrg masih sy larang keras utk jogging cm suka ngabur diem2 lewat pintu belakang smp harus bolak balik sy susul dan sy ajak pulang krn kuatir

Jadwal vaksin kedua tgl 14 April 2021
Dr kmrn mau nanya tp lupa terus

GalihK:
Memang jeda waktu Sinovac sekarang itu 28 hari. Riset menyatakan hasilnya lebih baik dalam membuat kekebalan daripada disuntik terlalu awal.

Memang ada orang yang menjadi lapar seteah disuntik, tapi gak papa. Asalkan hanya sementara dan jangan berkelanjutan terus, takutnya nanti malah bisa ada efek buruk kepada penyakit comorbidities yang ada kalau terlalu banyak makan ya.

Kalau pasien yang setelah disuntik tapi tidak ada reaksi demam itu juga tidak apa-apa. Tidak berarti kekebalan tidak timbul ya, karena tidak ada hubungannya. Kekebalan akan tetap terjadi walaupun pasien tidak merasa apa-apa.

Kalau orang tua mau berolah raga dan sudah biasa melakukan itu ya silakan saja, asalkan masih dalam batas yang wajar. Tapi mesti ingat selalu menuruti protokol kesehatan ya waktu di luar rumah.

Ya maaf deh kalau ada yang merasa tersinggung bahwa kelakuannya itu dibilang covidiot ya. Semoga kelakuan masyarakat bisa berubah ke arah yang lebih baik.

Semoga lancar vaksinasi dosis ke 2 nanti ya, dan semoga sehat selalu.

Sukaryana:
Sesuai dengan penjelasan Anda, Dokter. Terima kasih! Dua kali vaksinasi dengan jeda 28 hari tidak ada efek samping. Itu yang saya alami. Aktifitas harian tetap lancar, mengantar istri kerja. Tetapi tetap tidak lupa prokes, mengenakan masker kain yang dicuci. Sekali pakai langsung lepas masuk rendaman sabun cuci.
Sehat selalu dokter, semangat melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan Anda.

Semarsays:
Terimakasih bnyk pak dokter, at least sedikit melegakan pikiran, slmt bekerja kembali

Sita W:
Bila membaca berita online lebih rinci, PT Sehati Medika Pratama baru berencana membangun klinik yang diharapkan dapat beroperasi 3 bulan ke depan. Pembelian mobil mewah dengan harga fantastis menurut saya adalah cara beriklan yang bombastis. Mungkin lebih baik Kakak Pembina mengulik PT ini siapa, bagaimana dan dari mana sumber dananya, daripada sekedar menggiring opini bahwa ini semua adalah hasil 'bermain' dengan covid dan tetek bengeknya. Walaupun pandangan di sisi berbeda, dana yang sedemikian fantastis untuk meningkatkan image lebih baik digunakan untuk hal lain yang lebih bermakna untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Anti Prakerja:
Setuju dengan pandangan anda. Artikel kk pembina ini kualitasnya hanya nyinyiran. Tidak ada data, tak ada bukti cuma asumsi saja. Di masyarakat sudah berkembang kepercayaan kalau sakit jangan ke rumah sakit, ke klinik saja. Kalau memang harus rumah sakit jangan ke RS rujukan bisa-bisa dicovidkan.

Jadi kalau kelasnya klinik swasta, bukan RS rujukan yg beli BMW rasanya tak perlu kecurigaan seperti itu.

Hafiez Sayid:
Atau jgn2 cuci cuci... ????

Alex R.:
Bisnis kesehatan cuannya gede jadi apalah artinya belanja 6 mobil BMW, sebentar juga kembali modal. Lagian seri 320 itu murah punya, kalau seri 740 misalnya baru layak dipertanyakan. Yang penting dokternya tidak bikin orang sakit, selama orang sakit mau berobat dengan bayar mahal ya itu rejeki klinik dan dokternya. Sekolah dokter itu mahal, lama dan penuh perjuangan boleh dong mereka nikmati hasil jerih payah mereka.

Faizal:
lu percaya aja ama tulisannya org ini perihal kopit, coba di telusuri lagi iyu klinik nta sdh lama dibangun atau belom, udah berdiri semenjak kopit meledak atau sesudahnya

Freez ❎:
Satu lg kecyduk bung Alex..

Tony Gede:
Sarkasme itu gampang2 susah emang... terlalu halus, orang bisa salah paham... heheheh...

Semarsays:
Sy kok rasanya kurang sreg dgn penggunaan kata " hanya " kpd jumlah para korban covid pd paragraf ke 10 dr artikel ini
Smp merinding sy mbacanya
1 nyawa sj sangatlah berharga dan mulia, apalg kl kebih dr 1 nyawa
Krn mau debat kyk apapun faktanya smp saat ini belum ada 1 halpun yg dpt mengembalikan 1 nyawa yg sdh hilang dr raga manusia

Sendiri Lagi:
Hahaha, iya.... dari pertama kakak pembina ini skeptis bin sinis banget sama langkah pemerintah dalam menanggapi pandemik kopit-19 ini. Trek saja jejak digitalnya di Seword. Ada apa, yaaa?.

Faizal:
udah gk respek sama kakak pembina sekarang, semenjak terapi plasma gk dilirik pemerintah, gk jadi dapat jatah nih kayaknya dia, makanya jadi skeptis melulu sekarang

Arumanis:
biasakan membaca utuh,,,bukan menekan atau refer kata hanya..kalau menekan kata hanya..memang akan berbeda arti ketika membaca utuh..biasakan membaca dengan baik..membaca dengan utuh..
jadi inget orang orang yg seneng ngedit satu pendapat utuh orang lain menjadi beberapa kata saja kemudian di provoke...

Di:
Jangan-jangan kopit ini memang jadi ajang Bancakan Anggaran. Bang*at memang !!!

Frans Gouw:
****s**

Wen:
Sy kerja di klinik.. mmng pasien dan pengunjung hrs pk masker medis, tp gratis koq ga byr, malah klu orang tua sklian dipakaikan sama perawat nya.

F545150:
Mustinya yg kayak gini yg di bom sama kadruwn...

Wanda Bagus Sebastian:
Xixixixixi

Bells Bellz:
Keliru besar cara pemerintah tangani covid, karakteristik bangsa Indonesia yang resiko kematian, keberanian, kerelaan terhadap resiko kematian yang sejatinya sudah tinggi yang berbeda semisal dengan negara2 maju. Semestinya dengan resiko kematian covid seperti yang kita ketahui, Ini tiada artinya, semestinya kita abaikan. Bodoh sekali membuang2 sumber daya untuk hal yang sebetulnya sepele untuk keadaan yang seperti kita selama ini. Ingat saja resiko kematian terhadap penyakit, kecelakaan, malpraktik dll yang tinggi di Indonesia, resiko covid ini tidak melebihi itu semua dan seharusnya kita tidak berlebihan menghadapinya. Dan memang menyebalkan sekali orang2/kelompok yang mengambil keuntungan terhadap hal ini, masih ingat saya ,mungkin karena faktor kematian yang kecil disebarkan hoax yang mengatakan setelah kena covid maka organ2 tubuh kita akan rusak dan tidak bisa kembali sehat seperti semula. Benar2 berlebihan dan sesuatu yang berlebihan biasanya tidak baik hasilnya.

Bojaxhiu:
??? ?????

Faizal:
gk tau kalo.di daerah lain, tpi saya sebagai tenaga medis di rs daerah,, di rs saya dana covid cair nya gk se indah yg kakap pembina bayangkan, mau bangun ruang kusus isoalsi aja riwehnya minta ampun, ditambah lagi apd untuk naked yg di ruang biasa tetep seadanya, klo jatah hazmat lebih dikususkan untuk ruang isolasi dan di ruanh igd, jadi klo kakak pembina ber opini profesi di bidang medis dpt rejeki kayak ketiban durian, coba di pikir lagi,

doodleramen:
Angka-angka ini jauh di bawah prediksi para pakar statistik di Maret 2020 lalu.
Ya jelas di bawah. Wong statistik itu membutuhkan data akurat, sedangkan di lapangan kita baru mentes di bawah 50/1000 orang. Ane kasih tau ketika AS rasio tesnya di angka yang sama di Mei 2020, angka kasus mereka juga di sekitar 1.5 juta orang. Sekarang AS sudah mentes lebih dari 1000/1000 orang dan angka kasusnya 30 juta lebih. Berarti sekitar 10% dari jumlah penduduk. Kau hitung saja sendiri 10% dari jumlah penduduk kita berapa. Gampang kok.

valiant:
IDI = IKATAN DOKTER IBLIS .......................

firman proindo:
Selama tidak melanggar hukum ya gpp. Kalo pun melanggar toh siapa juga yg peduli.
Kalo pun itu termasuk dosa ya kan bisa ditebus sedikit demi sedikit dengan amal ibadah dan zikir, apalagi sebentar akan datang malam penuh pahala dan pengampunan yakni Lailatul Qadar ????

WeleWeleAntiJoker:
copid!
proyek!
cangkul yg dalam!
menanam proyek di kebun kita...

Jay:
Se7 buat pimpinan...sebuah penyakit yg d jadikan lahan bisnis. Sy percaya covid itu ad tpi apakah seheboh sekarang ini.....hampir smua org yg meninggal d sebut karena covid kan aneh juga !! Sungguh ironis...

firman proindo:
Sebelum covid, kanker sudah lebih dulu dibisniskan.
dan itu fakta

Bayu Aji Nugroho:
Proyek...  Proyek... Proyek...

Frans Gouw:
Copedd = proyek.

Berlebihan. F U

P1000OEAN:
Kalo bung pembina sudah melontarkan berita... kemungkinan besar bakal ada lanjutannya nih..

Arumanis:
hahahaha...om alif ini bener bener deh..mapping terus..tanggapan kopid tiap orang bagaimana..wkwk
udah jelas kopid konspirasi global..
gua suka kalo om alif udah bikin artikel kopid..pasti banyak yg bilang si om sentimen, kadal, bla bla bla....ayo sanggah lah di tajuk artikel..ato g buat paradoks kopid..ke resto pake masker..pas makan lepas masker..sehat kok..

Wilner Singarimbun:
Gampang ini mappingnya..yg tdk setuju dgn artikel ini kemungkinan besar tenaga medis atau punya komorbid atau punya empati yg bagus..yg setuju dengan artikel ini udah jelas cuma 1.. belum kebagian vaksin awkwkwk

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Klinik Di Cirebon Borong 6 Mobil BMW Terbaru Untuk Dokternya Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/klinik-di-cirebon-borong-6-mobil-bmw-terbaru-untuk-gzvo0enAFV

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL:
 

Show query request by visitor on this page (What This?)

klinik cirebon borong bmw,