You Now Here »

Isi Lebih Penting Daripada Kulit  (Read 63 times - 36 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,279
  • Poin: 24.358
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Isi Lebih Penting Daripada Kulit
« on: April 13, 2021, 05:28:16 AM »




????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Bagaimana mau meningkatkan budaya membaca, sekarang aja tulisan Seword bisa dilihat dan di dengarkan lewat Youtube. Banyak akun² membaca tulisan Seword dan viewer hanya mendengarkan.

Penulis juga harus ingat bahwa sekarang adalah jamannya mudah mengakses informasi dengan digital selain melihat di TV dan mendengar di radio. Mungkin jika era 80-90 an minat membaca masyarakat akan lebih banyak ketimbang memasuki era digitalisasi. Hiburan dalam informasi  dikala itu sangat minim karena hanya ada satu stasiun TV saja. Tidak mengherankan jika banyak bermacam surat kabar, majalah, dan tabloid berkembang saat itu. Literasi dan informasi di jaman itu pula di dapat dengan membaca daripada menonton TV.

Apakah penulis pernah menulis sebuah opini disurat kabar konvensional dan di publish dalam hitungan detik di era 80-90 an..? Tentu tidak..! Saya pernah menulis di kolom pembaca utk sebuah pengaduan di sebuah koran yang paling terkenal di jamannya. Dan tulisan saya dimuat hampir 2 minggu setelahnya. Dan bayangkan jika Seword ada di jaman itu, mungkin akan menunggu seminggu sekali membaca opini lewat surat kabar.

Menurut saya, minat membaca pada jaman now menurun karena berubahnya arus informasi melalui digital. Kebanyakan masyarakat lebih nyaman dengan meng-klik suatu bacaan  daripada memegang buku yang udah habis dibaca lalu hilang entah kemana.

Perbedaan membaca jaman dulu melihat cover yang bagus tertarik utk membaca. Di Jaman now, melihat judul langsung klik walau isinya sampah semua. Dan itu terbukti dengan maraknya portal-portal berita yang hanya menjual judul sebagai click bait  belaka.

Javaans:
Bener,jaman skrng jarang lihat anak2 pegang buku tp pegang hp,prihatin? ???

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Karena sejak kecil ketika mereka menangis di sodorkan HP supaya anteng. Sementara kalau dulu anak kecil nangis kalo gak di 'lelo ledung' atau gak di bacakan buku cerita.

Javaans:
Ho oh,ortu jaman skrng mudah skli ksh hp tanpa lihat umur anak? ???

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Karena ortunya gak kreatif sudah terbiasa karena waktu kecil salah asuhan.

Javaans:
Nah itu dia,penyakit menurun? ???

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Sebenarnya bisa sih di rubah kalau ortunya ada niat untuk membaca bagaiman mengurus dan mendidik anak dengan baik. Entah bisa lewat buku atau internet.

Javaans:
Pasti,semua bs diubah asal konsekwensi

Alex R.:
Maaf saja banyak penulis seword yang hanya kupas isu dari segi kulit tanpa sedikit pendalaman sumber data atau literatur untuk bikin tulisan yang agak bermutu. Beda dengan masa awal seword yang banyak penulis berkelas. Mohon Cak Alif dan tim redaksi tolong lebih selektif dan jangan hanya karena penulis "langganan" langsung dimuat.
Tapi tetap salut Cak Alif dan redaksi tetap hargai keragaman opini.

asriu:
ketimpangan pendidikan, sarana prasana, keterjangkauan hingga sistem. singkatnya terlalu lama pendidikan di abaikan sebatas cari gelar untuk kerja, syarat naik jabatan atau sekedar gengsi punya gelar mentereng. padahal dalam sistem pendidikan yg baik disitu orang akan belajar berpikir secara kritis, mendalam dan luas.

kritikan atau saran menjadi sebatas kulitnya. kata guru saya dulu, "kalian murid sd atau sma?" ketika yg model begitu muncul.
sains itu melatih logika, pola pikir terukur.
ilmu sosial melatih kepekaan terhadap sekitar
agama terkait spiritual.

mungkin kebanyakan terlalu bangga bisa menghapal tapi minus mengerti apalagi menerapkan

Alex R.:
Pelajaran di sekolah di tingkat SMA jangan banyak menghafal tapi perlu pelajaran mengarang dengan persyaratan mencantumkan minimum 6 sumber referensi misalnya.

Bagaz:
Ada lagi krn keseringan terlatih mendengarkan ceramah tp merasa mengerti bgt isinya walau seringnya ketiduran di saat itu.

Javaans:
Kalo saya suka ayam goreng yg ga gosong dan dagingnya msh lembut,he..hee..
Terus terang saya tidak ngerti byk tentang politik,dari seword ini saya br tau klo politik itu ternyata dagelan,makanya saya ga mau membaca? ???

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Saya suka ayam goreng ada lalapannya. Apalagi ayam goreng ada srundeng nya... hmmm maknyozz..

Setuju, politik cuma memperlihatkan badut² politikus berpolitik

Javaans:
Lha itu ada di nyonya suharti ayam goreng plus..plus? ???

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Lebih maknyus lagi ayam kampus plus ++

HIR HODOK:
Saya perlahan menyadari bahwa kedalaman berpikir harus diasah. Baiknya artikel atau tulisan itu juga harus mempunyai nilai lebih, lebih berisi, lebih informatif, lebih inspiratif.

Anda benar!!!

Belakangan ini semangat mula2 membaca artikel2 di Seword sudah hilang karena banyak artikel semakin tidak bermutu. Mungkin ini fenomena di Indonesia. Literasi mayoritas penduduk rendah, dan tulisan2 bermutu juga minim. Contoh, saya hampir tidak pernah lagi membaca hingga dua kali suatu artikel yg dimuat di Harian Kompas (terutama di era Internet). Dulu, saya sering membaca hingga dua kali karena tulisan itu bermutu, layak dikliping, menambah wawasan. Mungkin karena faktor usia, reading span saya makin berkurang. Tapi, saya pikir itu bukan alasan. Maaf, saya tidak mudah 'tergoda' untuk membaca tulisan2 sahabatnya kadrun.

F545150:
Sapa bilang minat baca kurang  ? Tuch baca2 ayat 5 kali sehari dgn pengeras suara lagi... apa unesco kagak denger ?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Isi Lebih Penting Daripada Kulit Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/isi-lebih-penting-daripada-kulit-EJgVMwVaaB

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: