You Now Here »

Bangkai Ibumu.  (Read 66 times - 54 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,279
  • Poin: 24.358
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Bangkai Ibumu.
« on: April 20, 2021, 08:33:37 AM »




????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Penulisan hampir sekelas sastra klasik. Mantap dan lanjutkan jangan sampai bosan menggali kata-kata dengan gaya puitis penuh makna.

Dengan kecewanya seorang ibu kepada anak gadisnya yang lupa akan jerih payah untuk menghantarkan anak-anak gadisnya menjadi sukses. Namun lupa untuk dikenang jasa besar seorang ibu yang tak bisa diganti dengan materi.

caroline wong:
Tulisan lama :p dan sy edit terus menerus sampai perpindahan kalimatnya halus. Karena setiap huruf di akhiran kata di setiap kalimat dalam paragraf membentuk pola tertentu. Capek juga. And thanks!!!

Bagaz:
Saking halusnya sy bacanya sampai puyeng.., untungnya ada bang Joe yg menjelaskan inti cerita.

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Ada sipnosisnya ya... hehehe..

Bagaz:
Sebenarnya sdh cukup singkat dgn batasan 600an karakter, tp tetep aja gak nyantol di otak sy.
sob joe lbh sinopsis dari sinopsis hahaha...

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Itulah nikmatnya membaca sastra karena bermain dengan rima kata, satir, hiperbola, dll mas sob...  kita harus mencerna isi setiap paragrafnya hehehe..

caroline wong:
Haha thanks sudah diniat-niatkan.

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
You're welcome, sis...

caroline wong:
Inti cerita sebenarnya sederhana. Penyesalan yang menghantui sang anak ke mana pun anak ini pergi.

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Hasil tidak menghianati usaha. Terus belajar dan berkarya. ????

mbok Darmi:
Hmm, berasa baca cerpen di Kompas, Kartini ato antologi2 cerpen sastra....

caroline wong:
Wawww thanks. Sdh 4 thn sy nyoba kirim cerpen ke Kompas dan Tempo. Tp sepertinya naskah sy terlalu terburu-buru seperti kejar setoran dan narasinya kurang kuat. Jd masih mencoba lagi. Semoga suatu saat bs tembus. Kemarin cerpen sy tayang di Fajar, Makassar. Senangnya bkn buatan.

mbok Darmi:
Mantapp ??? ?????
Kompas dan Tempo layak diperjuangkan, hasilnya sepadan. Bukan soal honornya walaupun memang gede hehe... tapi kepuasan sbg penulis cerpen. Dimuat di sana jadi semacam pengakuan eksistensi kita sbg cerpenis. Meskipun kalau tulus menulis, pengakuan sebenarnya menjadi tidak penting lagi. Tapi gimana ya....jadi bingung sendiri simbok haha... Pokoknya lanjutken !

caroline wong:
Haha iya sy publish di seword malah senang. Pdhal cerpenis sebenarnya menghindar untuk publish digital tanpa melalui media cetak dulu krn rawan plagiat. Tapi sy nggak terlalu peduli. Baca komen2 di seword aja dah senang sekali.

«§»foundUonly 2 letUgo again:
judulnya serem amat ....
coba diganti begini "PEMAHAMAN NENEK LO"

caroline wong:
Bangkai di judul cerita tidak merujuk kepada jasad manusia tapi kepada kenangan-kenangan tentang penyesalan yang mengikuti ke mana-mana. Ketika kita kehilangan seseorang yang semasa hidupnya tdk kita hargai sebagaimana mestinya. Tapi sy jg tdk menyalahkan jika pembaca langsung antipati dengan judulnya. Bagaimana mungkin Ibu yang berharga dirangkaikan dengan kata Bangkai.

Di:
Kumus-kumus atau acak-acakan

Ditempat saya, orang-orang biasa menyebutnya dengan istilah :

Kumut-kumut

Artinya sama, acak-acakan.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ibu . . .
Maafkanlah anakmu ini, belum bisa membuatmu tersenyum indah seperti pelangi.
Ibu . . .
Terima kasih atas segalanya yang telah engkau beri.

Kebahagiaan, kedamaian serta Kesehatan selalu untukmu Ibu...

caroline wong:
Dalam kenyataannya hubungan anak dan ibu adalah love en hate en love en hate again. Berbahagialah yg benar2 love en love.

«§»foundUonly 2 letUgo again:
ini hubungan antara ibu dan anak ceweq atau anak cowoq?

Di:
Sayang tapi benci ataupun sebaliknya. Manusiawi jika itu terjadi.
Tetapi saya sangat percaya, itu pasti ada alasan yang mengiringi. Bukan siapa yang paling benar dan sebaliknya. Tetapi, mungkin harus seperti itulah yang terjadi dan dilewati.

caroline wong:
Tidak bisa memilih anak, sama dengan tidak bisa memilih ibu.

Di:
Tetapi setidaknya, kita bisa merasakan salah satunya.

Gundul Pacul:
Sayangnya aku sangat bodoh dalam menafsirkan kalimat bersayap melambai2 dan berjuntai2.

caroline wong:
Sayangnya, kalimat2 di cerpen ini tdk melambai dan berjuntai, tapi hanya bersayap. Sebenarnya di paragraf ketiga sdh ada jawaban awal ide cerita, ibu yang ketika meninggal anak perempuannya samasekali tdk berduka. Dan akhirnya ke mana pun sang anak pergi, sang ibu juga ikut, entah sebagai burung merpati, entah sebagai air di permukaan sumur atau di dalam toko baju sebagai manekin atau bayangan orang atau bahkan lewat segala jenis bau-bauan di masa hidup sang ibu ; bau kain, bau sabun colek, bau seduhan teh dll. Hehe...

Celine Dionn:
Pake foto si Nyai badas.. SEO YE JI yang di Korea sedang kontroversi.
Cerita puitis yang luar biasa.. ditunggu tulisan selanjutnya kakk.. ??? ??? ??? ???

Kadal Gunung:
lama2 bisa jadi novel sekelas salah asuhan, saya tunggu kapan novelnya

«§»foundUonly 2 letUgo again:
salah belaian

Kadal Gunung:
Kalo salah belaian kayaknya si bibib

caroline wong:
Haha cerpen aja mata dah kunang2. Ibarat pelari, sy pelari di kompleks perumahan kecil. Bukan jenis sprinter apalagi marathon.

Kadal Gunung:
semua diawali dari yg simpel dulu,ntar lama2 juga bisa jadi pelari marathon, tinggal niat dan minatnya, berminat ngga bikin novel atau cerbung dulu :)

Tony Gede:
Bikin aja buku yang isinya kumpulan cerpen, mbak.

Buku kayak gitu juga bagus kok.

Kayak cerita Sherlock Holmes-nya Sir Arthur Conan Doyle, ceritanya kebanyakan cerpen.

Memang ada beberapa sih yang ceritanya satu buku beneran, kayak The Study of Scarlet, The Sign of Four, The Hound of the Baskervilles, atau The Valley of Fear.

Tapi yang lain2 biasanya cerpen2 aja.  Satu cerita pendek selesai.

Gitu juga asik kok.

caroline wong:
Sip rencana begitu. Tapi masih kurang fokus. Sementara masih uji nyali di meja cetak editor2 keramat. Kalau cerpen sy sdh tembus Kompas dan Tempo, sy baru ke penerbit.

«§»foundUonly 2 letUgo again:
utk urusan cerpen, tempo masih bisa diharapkan ya?

Tony Gede:
Di Twitter, ada jg yg bisa nerbitkan buku secara mandiri.

Coba2 aja email ke sini:  [email protected]

caroline wong:
Haha sip thanks. Sementara sy belum terlalu ambisi punya buku apalagi terbit mandiri. Sy prefer lewat seleksi editor. Kalau terbit mandiri aja gampang tapi apakah ada yang mau baca, hehe...

Tony Gede:
Ya udh gpp...

Nulis yg banyak aja di Seword? ??? ??? ?????

caroline wong:
Kutunggu terus kritiknya, atau apa pun. Jangan bosan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Bangkai Ibumu. Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/cerpen/bangkai-ibumu-34XoA2i6Qs

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: