You Now Here »

Kesalahan Penulis Muslim Dalam Memaknai Kemuslimannya Soal Joseph Paul Zhang  (Read 66 times - 59 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,279
  • Poin: 24.358
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




doodleramen:
Nah ini benar. Saya pun tidak peduli siapapun yang menghina agama saya, menghina pendiri agama saya, membakar/menginjak-injak kitab suci agama saya. Agama saya tidak mungkin bisa 'terhina' hanya karena ulah manusia. Sebaliknya si pelaku itu yg perlu dikasihani karena karmanya pasti akan tiba. Kalau agama saya bisa terhina pasti sudah saya tinggalkan sejak lama...hehehe

Martabak Sweet:
Kalau agama saya bisa terhina pasti sudah saya tinggalkan sejak lama...hehehe


Itu salah satu alasan saya murtad dari islam.

FAUZi:
apalagi aku .. 'mbahnya murtad' wkwkwk.........

mari kita banggakan dan ajak sebanyak banyaknya orang untuk ikut murtad...

Mike©-®BEYER:
sdh pak tetangga saya murtad 1 keluarga 2 minggu sebelum masuk bulan puasa

Kampret212:

(click to show)


Kampret212:
sudah hina dari sejak semula ya, Pak?

????☢︎︎乇 ????꒻ል ✅:
Dua jempol buat penulis. Saya apresiasi opininya karena sudah mewakili perasaan teman² minoritas.

Martabak Sweet:
Penulis yang ini ternyata lebih dewasa dalam beragama. Perlu proses yang panjang untuk bisa sampai ke taraf ini.

"Kristen adalah cinta kasih dan tidak membalas dendam sedangkan sebaliknya, ajaran Islam tidak persis seperti itu. Islam sebenarnya juga mengajarkan cinta kasih. Ketika dihina dan didzalimi, umat Islam diajarkan untuk bersabar dan tidak melawan. Namun dengan catatan yang dihina adalah dirinya, bukan agamanya"


ayyas, si penyakitan tidak sadar kalau dia justru menunjukkan betapa buruknya islam dan hinanya, serta betapa kekanakan islam dari tulisannya sendiri. Tapi terlalu bodoh untuk menyadarinya karena terperangkap dalam ego dan arogansi agama.

Persis dengan daeng yang tidak sadar kalau logikanya cacat dan seperti ayyas, mencoreng islam itu sendiri. Lebih parah lagi, merasa berhak diistimewakan dan itu adalah kewajiban orang lain untuk mengistimewakan dia dan yang dia percayai.

Sialnya orang semacam ayyas dan daeng itu banyak jumlahnya. Bahkan yang biasanya normal saja seperti penulis niha kalau sudah menyerempet beginian, sifat kadrunnya keluar.

Kampret212:

(click to show)


TukangTembok:
mantab.

ada org beragama A, menghina agama B, umat agama A lah yg harusnya lapor. begitupun sebaliknya, sebab tidak ada 1 ajaran agama pun yg mengajarkan kebencian.
jadi membuktikan kalau org beragama ini (yg melakukan penghinaan) memang benar2 salah jalur sebab dilaporkan/dikutuk oleh umatnya sendiri.

kalau sudah dicecar oleh pembaca, diam saja akui kesalahan, jangan membuat tulisan lagi yg semakin memperkeruh suasana.

saya curiga, penulis yg anda maksud memang benar2 membuat kontroversi untuk mendapatkan fulus saja, makin dicaci makin kenceng fulusnya, makin banyak komen artinya makin banyak yg membaca.

Javaans:
Sama pemikirannya,semakin diserbu smkin byk fulus? ???

TukangTembok:
kemungkinan fulusnya untuk mendanai sesuatu. sdh tau banyak ditentang tulisannya, eh makin banyak dia tulis.

Javaans:
Nahhh..

Kampret212:
ngapain orang dari agama A harus lapor? dia tidak bertindak salah atas nama atau mewakili agama A. Itu urusan pribadi dia dengan yang dihina dan terutama dengan Tuhannya. Dan untuk yang dihina, klu harga dirinya jadi merosot bahkan hancur lebur karena hinaan orang dari agama A itu, artinya dia masih kanak-kanak, inferior. Tak punya keteguhan. Berlian yang bagus meski dilumuri kotoran tidak akan mengubah nilai berliannya. Sekarang tinggal lihat saja apakah Agama B itu sebuah berlian yang bagus atau tidak?

Martabak Sweet:
Pandangan yang dipunyai ayyas dan daeng itu adalah pandangan muslim rata rata.
Penyebabnya apa ya? ajaran islamnya atau guru islamnya yang salah?

Kampret212:
tolong kasih pencerahan dong

zeffanya n zeevanka:
I think you knew the answer? ???

Semarsays:
Pasal 156a
Dipidana dgn pidana penjara selama2 nya 5 tahun, BARANGSIAPA dgn sengaja di muka umum..etc..etc

Itu bunyi pasalnya, Perhatikan kata BARANGSIAPA, artinya siapapun tanpa kecuali, lahh si om penuliz yg itu kok mbuat2 penafsiran ( opini ) sendiri mjd krn yg pihak muallaf dgn euforianya sdgkan yg pihak lain nonmuslim mk proses hukumnya berbeda yg 1 cepat yg lain lambat
Ini kan jelas2 NGAWUR DAN NGACO opini om penulis yg itu, sesat dan menyesatkan
NDAK BOLEH DAN NDAK BISA BEGITU DLM BEROPINI YG DISAMPAIKAN KE PUBLIK BAIK LISAN APALAGI TERTULIS
Sgt berbahaya kl di baca oleh org yg tidak paham lalu dikutip dan di sebarkan lagi ke org2 lain seolah2 itu benar adanya, jd bnyk nanti yg ikut tersesat, ada tanggungjwb moral sbg penulis utk menulis hal2 yg benar bahkan sekalipun dalihnya adlh sbg opini pribadi
Si om itu dlm artikelnya memcelengbuta memberikan penafsiran pribadi yg jelas2 salah dan keliru, mana ada muallaf dan nonmuallaf sbg unsur ataupun bunyi pasal dinaksud? Yg ada itu niat atau ndak niat aparat penegak hukumnya, itu sj, titik bulet dah, jgn digeser2 seolah ada faktor muallaf nonmuallaf nya
Hukum ndak kenal agama, ras, status sosial mk simbolnya adlh mata ditutup, tetapi hukum bisa, dapat dan sering dibengkok2 kan sesuai dgn kepentingan pihak2 yg terlibat di dalam proses hukum itu sendiri

Erick 73:
Bagi penganut Kristen yang memahami dan mengimani Firman Tuhan tidak akan bisa membenarkan perbuatan JPZ krn sudah melanggar Hukum Kasih, begitupun juga dengan perbuatan menghujat yang dilakukan terhadap Iman Kristen tidak bisa dibalas dengan kebencian karena ada perintah mengampuni. Jika pun ada tuntutan untuk memproses hukum penista Iman Kristen saya rasa lebih kepada keinginan sebagai anak bangsa untuk mendapatkan perlakuan yang sama di mata Hukum.

Javaans:
Sampeyan bnr2 ustad tak ksih ??? ??? ??? ???

Ju Kamto:
Yo , ayyas silahkan Komen di kolom ini dan jgn buat artikel yg sama untuk pembenaran diri agar tiada yg saling menyalahkan dan cas close dg wiwin solusi

Wenas:
AYYAS Si penulis SEWORD yg kayaknya pernah bilang dirinya termasuk golongan penulis senior itu ya...
AYYAS mana....AYYAS

Kampret212:
gak bakalan muncul di komen. Dia munculnya dalam bentuk tulisan baru. Mana berani dia komen, bahkan ditulisannya sendiri dia gak berani komen

HIR HODOK:
oh...ya
Dia lagi mikirin tulisan yg lebih kadrun lagi ya?

cinick:
lg bikin mie rebus, ayyas gak pernah puasa

Javaans:
Jelas ga mau,mesti buat lembaran baru u pembenaran,cari sensasi pokok men? ???

Ju Kamto:
Jangan dikomporin lg om , kasihan nanti banyak yg panas , dan saya aja udah malas baca artikel dia jk bahas yg sama :)

Javaans:
Aku jg males baca artikelnya cuma yg ini keluar recehan lg,emosi jiwa? ???

Lanina:
Soal ‘kebenaran yg di langgar’.... itu spt kasus Ahok. Rasain saja yg pd ketiban ‘karma’, krn kebenaran telah di dusta kan.

iam hêylêl:
Akibat buta pimpin buta..ahaha

Kadal Gunung:
saya nunggu tulisan bantahan nan baper dari penulis senior ah
ini baru opini sehat, kalo bisa saya kasih 4 jempol buat penulis

cinick:
biarkan saja dia menyalurkan hobinya menulis, timbang dia belajar merakit bom lbh berbahaya bagi kita

Kadal Gunung:
walah iya juga, kalo gitu mending kita jangan kasih komentar negatif daripada.....

Freez ????‍♂️:
Kalo tulisan tata cara merakit bom lebih parah tuh..

violet lavender:
akhirnya ada tulisan yang lebih masuk akal.....

HIR HODOK:
Interaksi saya dengan muslims pada periode 1982 - 1988 membuat saya membuat kesimpulan yg sangat memprihatinkan, "Sulit menemukan mentor atau pemimpin muslim yg sangat mumpuni memberikan 'pencerahan' kepada umatnya." Informasi yg semakin cepat dan luas di era Internet semakin menguatkan kesimpulan dari pengalaman enam tahun pertama bersama muslim. Muslims zaman ini 'dipelihara' tetap dalam kegelapan supaya lebih mudah dikendalikan para pemain politik busuk dan pihak-pihak lain yang mau mengambil keuntungan pribadi dari kebodohan mayoritas.

Mblandyang:
sbg manusia, kita tidak mengenal agamanya tapi yg kita kenal yaaa kelakuannya dlm berkehidupan karna itulah yg dia tampilkan sebagai cerminan apa yg dianutnya

HIR HODOK:
Di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan dan TimTeng banyak orang menuhankan agama. Itu salah satu sumber persoalan yg tidak mudah tuntas.

Mblandyang:
yaaa,. begitulah kehidupan

FAUZi:
Walau tidak 100% setuju karena aku tetap berpendapat agama hanyalah halusinasi dan alat serta sarana binis dan keuasaan, namun penulis ini layak di apresiasi..

Alex R.:
Penulis menunjukkan kematangan dalam beragama melebihi ustad abal-abal yang populer bersliweran di medsos. Pendekatan seperti yang dilakukan penulis inilah yang membangkitkan respek terhadap agama dan umat Islam.

Martabak Sweet:
Yang salah? Pemikiran untuk menghukum karena "agamanya dihina."


Yang salah agamanya atau guru agamanya yang mencetak mahluk mahluk seperti ayyas dan daeng dan banyak lainnya?

Solusinya apa?

Han:
Nah ini baru tulisan yang dewasa. Terlihat penulis yang satu itu beda kelas banget. Kalo dikit2 merasa perlu membela agama,lalu apa bedanya dengan FPI kalo gitu.

Toleransi:
Mantap

silabo hatung:
mestinya semua yang merasa terlibat wajib bersyukur jika kemarahan, ketersinggungan, kekecewaan dibawa ke ranah hukum terlepas penegaknya lebih nyaman membawa pisau tumpul untuk om mayor mulut ganas, dan pisau setajam silet kepada si mimin toyoy .. sebab jika semua kembali menghidupkan aturan masa lalu seperti yang dilakukan kaum sejenis is is tidak sudi memanfaatkan hukum manusia beradab, pasti betapa kacaunya negeri ini. suriah cs telah memberi contoh ! .. tetap bersyukurlah mimin tak perlu baperan, di atas langit masih ada langit, di atas rizik masih ada penyidik ???? .. dulu siapa yang menyangka beliau akan tinggal beribu ribu malam di kamar mini nan sepi .. manfaatkan lah waktu dan takdirmu untuk terus berkontemplasi. tak kebetulan kau ada disana, brow ! tapi, awaass tak enaak, eh awaass tak gilaa (lagi) nanti, ya .. semoga kelak menjadi manusia berguna, riziek baru. yang lama sudah berlalu !

hoetomo:
Umat Islam itu seharusnya tenang2 saja jangan risau dengan agama kristen.
Di agama kristen pun didalamnya juga ber-macam2 aliran yang bisa saling menyalahkan.
Ada aliran yang suka meramal hari kiamat tetapi salah/meleset terus menerus .
Ada yang menuduh anti kris 666 sambil menganalisa ber-macam2 .
Saya selalu menghindari debat walaupun dengan sesama teman kristen lain .bukan apa2 toh tidak akan ada selesainya malah makin saling membenci , dan kehilangan pertemanan.
Paling saya cuma senyum2 saja ,maklum saya orangnya tidak tegaan , cuma teman melihat muka saya yang terlihat kalau saya tidak mempercayai omongannya walaupun saya bilang iya iya iya.

Jack Jersey:
Dalam hadist lain bahwa kemarahan itu adalah perbuatan syeitan,karena beliau larang marah.
yg lucunya beliau marah karena kemarahan beliau adalah kebenaran. ????

Kampret212:
klu beliau yang marah mesti carai pembenaran dulu supaya kemarahannya tidak dikategorikan perbuatan syaiton

xenakis2:
karena perbuatan kebenaran itu yang sangat dibenci setan

zeffanya n zeevanka:
Bijak Kali kawan satu ini? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kesalahan Penulis Muslim Dalam Memaknai Kemuslimannya Soal Joseph Paul Zhang Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/sosbud/kesalahan-penulis-muslim-dalam-memaknai-jcmafVcVrq

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: