You Now Here »

Jokowi Menyebut Bipang Dari Ambawang Sebagai Oleh Oleh. Apanya Yang Haram?  (Read 147 times - 116 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,738
  • Poin: 24.817
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Tariu kidz:
Akhirnya ad artikel yng cerdas dari manusia yang cerdas. Nice Mbak Erika. Klau haram ya ndak usah dibeli, that simple. Ha3. Pak Jokowi presiden Indonesia bukan presiden satu agama saja, dasar ontatroper, stop merendahkan Pak Jokowi.

WeleWeleAntiJoker:
betul
presiden menyebut bipang mungkin karena menghargai perbedaan di negeri kita.
kita juga harus menghargai perbedaan.
hargailah perbedaan suku, agama, ras, budaya, kultur, bahkan pakaian dan makanan khas

cuma kadrun yg gak bisa melihat dan menerima perbedaan itu
apa2 semua solusinya khilafah
apa2 semua jenggotan
apa2 semua halal
apa2 semua haram
apa2 semua poligami
apa2 semua dipenggal-penggal
ini negara kesatuan zamrud khatulistiwa atau negara api gurun padang pasir arab ya?

Bobo Djowang:
Karena UAH mengatakan kalu Perbedaan adalah Rahmat itu Hadits palsu

Oen:
Capcay siomay bapauw kuwetiauw harusnya juga haram kecuali Pelik Siau itu halal , Heng Pong juga haram karena bisa dipakai nonton b0k3p terus buatan kapir double haram wuahahaha

Tariu kidz:
Ssst, nanti orang FeKaEs ngamuk lho klau sebut heng pong b0k3p. Wkakaka

........:
keseleo kek ahok! biasa diplintir
coba FPI msh ad bisa demo lagi tuh ????
makanya melarang FPI dan HTI ga memecahkan masalah dasar!
musti dihabisi semua diburu semua simpatisannya yg di medsos!
dibersihkan! krn ORANG MATI ga akan bisa lagi ngetik di medsos ????
gagah ga kl sy jd presiden

WeleWeleAntiJoker:
mirip kayak soeharto gitu lho... di-sukabumi-ken wkwkw

........:
yg bgs dr harto emg itunya! seandainya ga korup berserta klrganya!

Iwan Kaswad:
Sudahlah dari pada tdk ada lg rasa persaudaraan antar anak bangsa karena tembok agama, lbh baik nusantara ini pecah jadi 3 saja!
Contoh Indonesia barat jd negara islam, Indonesia tengah jd negara sekuler non agama, Indonesia Timur jd negara agama non islam...

Nanti akan terbukti mana negara yg terbelakang dan mana yg maju....

Bobo Djowang:
Mungkin buat mereka ini yang namanya bulubabi juga haram karena namanya mengandung unsur babi

Orang Bodo:
wah bener nih, indo sdh gawat darurat, semua sdh diukur dgn hukum yg satu ini, seolah indo ini sdh jadi negara berdasarkan yg mayoritas...padahal masih NKRI bhineka tunggal Ika....belum jadi beneran aja sdh begini, bisa ditebak, jika memang sdh jadi beneran, minoritas bisa tertindas

firman proindo:
Mestinya dijelaskan dahulu bipang itu apa kepada presiden, biar ga seperti ini jadinya.

zeffanya n zeevanka:
Waktu saya baca article bung ayyas jg bingung. Emg ole2 ITU punya agama yaa...

Valhalla:
Gerombolan peminum air kencing onta memang demikian perilakunya, kotoran onta buat bedak pupurnya. Itu halal asli benarĀ² halal.....

Lalat juga halal buat kadrun...

Babi halal kalau kepepet...

Inilah dampak ajaran turunan hti fpi pks dan gerombolan sejenisnya

zeffanya n zeevanka:
Babi2 ...kmrn ngepet skrg bipang...

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jokowi Menyebut Bipang Dari Ambawang Sebagai Oleh Oleh. Apanya Yang Haram? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/jokowi-menyebut-bipang-dari-ambawang-sebagai-oleh-at9ml7mI1m

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: