You Now Here »

Pemberontakan Sipil Berskala Besar, Sebuah Alarm Bahaya  (Read 173 times - 129 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,738
  • Poin: 24.817
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Pemberontakan Sipil Berskala Besar, Sebuah Alarm Bahaya
« on: May 12, 2021, 12:20:52 PM »




GalihK:
Beberapa koreksi kepada Penulis tentang artikel ini.

Ya, kita memang belum tahu tes apa yang dipakai untuk menyatakan 4 ribu lebih pemudik ini Positif. Kalau Rapid Test Antibody sih memang bisa hasilnya Positif kalau seseorang itu sudah divaksinasi atau merupakan penyintas. Tapi kalau yang dipakai adalah Test Antigen, itu tidak akan Positif lho hasilnya pada mereka yg sudah divaksinasi/penyintas. Test Antigen itu baru akan Positif kalau orang itu memang sedang terinfeksi virus COVID-19 ini dan terdeteksi ada virus di rongga hidung mereka.

Tidak bisa langsung bilang bahwa semua pemudik yang Positif itu tidak bergejala ya. Siapa tahu mereka ada batuk, pilek atau demam ringan tapi tetap saja pergi mudik. Kita gak bisa langsung berkesimpulan bahwa kalau ada gejala pasti mereka akan beristirahat di rumah ya.

Selanjutnya, hanya karena mereka tidak bergejala saat dites, bukan berarti mereka akan selalu tidak bergejala ya. Bisa saja 1-2 hari ke depannya barulah gejala mereka muncul.

Lalu para pemudik ini akan pulang ke kampung halaman mereka, akan berinteraksi dengan sanak keluarga dan teman-teman yang sudah lama gak ketemu. Apakah mereka akan taat melakukan protokol kesehatan di sana, coba anda bayangkan. Lalu kalau ternyata para pemudik ini sedang terinfeksi, ya akan sangat tinggi resikonya mereka menyebarkan virus di kampung halaman nanti.

Apakah anda yakin takdir dari virus itu untuk bermutasi menjadi semakin lemah? Data yang ada malah menunjukkan bahwa mutasi virus membuat COVID-19 ini lebih gampang menyebar, dan bahkan bisa juga mengurangi efektifitas vaksin yang ada sekarang.

Sekali lagi, kalau Penulis mau membuat artikel soal medis dan science, tolong cari data yang benar sebagai sumbernya. Kalau terus menerus menulis seperti ini, yang hanya menyebarkan hoax dan kebencian berdasarkan opini belaka, yang sama sekali tidak membantu dalam mengatasi pandemi ini dan hanya memperburuk narasi yang ada di masyarakat, ya Penulis lah yang akan terus jadi bahan ejekan dan selalu ditertawakan sebagai covidiot.

Agro Pualam:
Setuju. Sebaiknya Bung Alifurrahman tidak usah menulis tentang Covid. Banyak ngawurnya dan tidak berdasarkan pengetahua scientific. Karena pada dasarnya di pikirannya sudah tertanam keyakinan yg kurang percaya Covid itu pandemi yg bahaya. Mungkin Tengku Zulkarnaen baru sekarang percaya covid itu nyata dan berbahaya.

WeleWeleAntiJoker:
saya usulkan cuti aja dulu.. kan ada masanya: "lebaran tiba.. lebaran tiba.."

Martabak Sweet:
Kalau Rapid Test Antibody sih memang bisa hasilnya Positif


Benar sekali. Penulis ini buta urusan teknis tapi terus membuat narasi hoax seputar Covid.

WeleWeleAntiJoker:
rapid test antibodi itu emang setahu kita kurang akurat dibandingkan test antigen swab test antigen dan PCR.
cuma 1 ini kenapa dipakai orang2: rapid test harganya paling murah!

Martabak Sweet:
Seandainya rapid test antibodi kurang akurat, lalu yang dipakai untuk uji klinis itu apa? Antibodi atau antigen?

Dari sini saja jelas, pandangan umum dan koar koar pemerintah dan media salah kalau berkata antibodi kurang akurat. Problemnya di penggunaannya, kapan dan situasinya.

WeleWeleAntiJoker:
ah maaf
saya juga ada kesalahan.
ini ada koreksi dari berita:

 
(click to show)


WeleWeleAntiJoker:

(click to show)


utk menjawab pertanyaan mbak martabak:
yg lebih akurat itu tes: PCR
karena yg dideteksi itu materi genetik virus secara molekular (RNA-nya). ditest di laboratorium kalau ini (rumit, kayak test DNA kalee), terus hasilnya keluar lebih lama daripada rapid test

jadi rapid test buat screening.
terus kalau udah rapid test terus dilihat hasilnya, apakah perlu satu kali lagi dilakukan tes PCR yg lebih akurat

Martabak Sweet:
Karena salah pakai. Harus diperhatikan masa inkubasi dan infeksinya. Ini yang orang awam (atau yang keminter seperti penulis) tidak tahu dan yang pemerintah salah menginformasi dan tidak tahu juga.

1. Ada saat dimana test antibodi LEBIH AKURAT dari test antigen!
2. Jika anda di tes antigen tanggal 5 Mei lalu anda terpapar tanggal 6 Mei, hasil tes anda adalah sampah tidak berguna meskipun suratnya berlaku 3 hari atau 14 hari! Hasil tes antigen hanya valid di saat jam, menit, detik, tes itu dilakukan. Coba berapa orang yang paham tentang ini?

Kalau bicara antigen, ada antigen yang tidak akurat seperti merek Clungene dan Abbot yang dipalsukan di Medan. Sifat indonesiawi adalah bukan qualitas tapi harga murah meskipun produk tidak jelas. Lolos kemenkespun bisa pakai calo.

Tapi semua diatas bukan alasan untuk penulis membuat hoax yang membahayakan jiwa orang lain.

Rara Dayatri:
Kita pembaca di jagad raya khususnya nitizen +62 cepat atau lambat pasti akan mencari media sejenis sbg padanan seword yg founder nya tdk kayak gini,  rika ngandel ora Lik

WeleWeleAntiJoker:
di indonesia banyak faktor yg bikin lolos:
-gak ketat
-gak akurat
-salah paham soal masa inkubasi (abai/gak dipehitungkan dengan cermat)
-petugas error
-petugas korup
-nyogok
-masyarakat nekat dll

Kabul Pudjiwidodo:
Penulis lagi galau karena TZ meninggal ????

WeleWeleAntiJoker:
kalau gak salah ingat, bung galih ini dokter, kan?

GalihK:
Iya, betul Mas

WeleWeleAntiJoker:
terima kasih untuk jawabannya, jadi confirm buat yakinkan diri saya sendiri menurut saya yg awam ini, kita memang perlu pendapat dari dokter dalam hal ini

Rara Dayatri:
Setuju Lik, penulis ini njur mentang2 punya sewot istilah kita aka founder seword kok malah nulis ngasal yg bukan bidangnya, bidang Lik Cak ini cocok utk uruaikan sebab musabab Rijik saja jane lho, kupas tuntas lah ttg Rijik saja, jgn idealis si ngapa Lik Cak, sdh syukuri sj seword ini msh blm ada pesaingnya, ntar klo ada pesaingnya pembaca dan penulisnya tentu akan berbondong2 pindah haluan.. Percaya lah Lik, Gusti Alloh boten sare ya Lik..

firman proindo:
Yg varian di India itu kabarnya bisa melewati sistem pertahanan tubuh yg telah divaksin, apakah itu benar?

GalihK:
Memang berpotensi kemungkinan bisa seperti itu, tapi belum dapat dipastikan ya karena masih menunggu data-nya.

Data awal tentang variant B1617 ini menunjukkan memang virusnya jadi lebih gampang menulari antara pasien, tapi sepertinya vaccine yang ada masih efektif melindungi. Walaupun tidak tertutup kemungkinan bahwa perlindungan yang terbentuk tidak akan setinggi jika dibandingkan terhadap variant original yang dulu.

proyek kebumen somalangu:
widih adu pintar kah ?
pak e, anda harus bertemu dengan yang mempunyai pengetahuan penemu, anda pernah menemukan sesuatu ?
banyak komentar anda yang sok pintar namun mengacu pada standard yang ada, yang namanya penemuan itu baik penemuan teknologi apa bapak sudah bisa buat standard nya ?
bapak itu cuma teori saja, maksimal cuma pengguna hasil temuan dan menerapkan hasil uji atau SOP yang dibuat setelah penemuan tsb ada.
contoh sederhana agar sampai otak anda untuk berpikir, saat sdh ada kendaraan darat, lalu ada penemuan kendaraan laut, apakah sdh ada sop nya ?
standard penelitian dari sop kendaraan darat ?
otak anda keminter tapi g ada apa apa nya, bahkan anda seorang dokter pun cuma mentok hafalan saja.
detilnya anda renungkan sendiri, sambil sekolah lagi.
kuatin di spesialisasi penemuan, jangan cumapenguna.
artinya jangan sembarang komentar yang seolah gelar master yang anda dapatkan hanya sebatas pengguna saja sudah hebat.

GalihK:
Hehe, kalau soal science dan medis itu harus pakai data ya. Para penemu itu juga pakai data, bukan hanya opini, narasi, testimoni dan kepercayaan saja. Kalau anda lihat para penemu yang sudah diakui kelas dunia, mereka semua pakai metode scientific kok. Sebagai Dokter, kami juga harus sering-sering baca jurnal ilmiah kok, jadi tahu apa perkembangan terbaru dalam merawat pasien kami, dan jangan sampai stagnan ilmunya.

Maaf saja, kalau anda tidak mau mengikuti standard yang ada, mau jalan sendiri tanpa didukung data sebagai bukti ilmiah, ya pasti tidak akan dianggap di mata dunia, dan benar-benar hanya akan jadi bahan tertawaan saja.

Itulah faktanya ya, tapi sayangnya banyak yang belum tahu soal ini, sehingga pada punya pemikiran-pemikiran sendiri dan pada merasa benar sendiri.

WeleWeleAntiJoker:
salut pak galih!
terima kasih pencerahannya.

Alexander David ™️ ✅:
Minimal dia itu dokter beneran, gak asal bacot tanpa dasar.

Kalau ada yg salah, tunjukkan letak salahnya, dan yg benar bgm ! Dari pada protes gak jelas apa yg diprotes, lebih baik gih trolling di artikel agama aja yg kelasmu... or STFU.

Donny Rahardian:
Ferguso oh Ferguso, Dunia nyata loe emang di mana ?


Dari awal sudah dibilang yg Lethal. Deathly, Fatal itu Komorbid nya, dan Covid 19 Triggernya.


Yang jadi masalah brp banyak masyarakat Indonesia yg punya Medical Record mengetahui Komorbid yg  mereka derita,


 atau sesering apa masyrakat melakukan General Check up ?, atau Sesegera apa Masyrakatnya ke Dokter bila dirasa tidak sehat ?



Untuk Negara yg masyarakatnya msh ada yg seumur hidup belum pernah ke dokter, kebiasaan masyrakat yg sering menunda check kesehatan, dan fasilitas kesehatan yg msh minim itu FATAL

Martabak Sweet:
Ada sebuah berita menarik soal mudik. Yakni ditemukan 61 persen pemudik positif coped. Dari 6.472 orang yang dites, terdapat 4.123 orang dinyatakan positif.

Positif dalam arti hasil rapid tes antigen bisa beragam tafsir. Mereka yang sudah divaksin pasti juga akan positif, karena tubuhnya mengandung virus. Atau orang yang sudah pernah terpapar kemudian sembuh, tanpa sempat mereka sadari, juga akan terdeteksi reaktif atau positif.


Penulis sudah keterlaluan dengan hoax hoaxnya seputar Covid di beberapa artikel! Mau sampai kapan?!

Setelah vaksinasi, untuk mengetahui dilakukan tes yang mengecek Antibody Titer.
Pengecekan dengan Rapid Antigen, tidak menunjukkan kalau yang divaksin tubuhnya mengandung virus. Anda sudah terlalu sering melakukan penyesatan seputar covid!!!

Dari sisi teknis salah!
Dari asumsi dan alur logika, salah pula!

Covid benar benar membuat anda gila dan berhalusinasi. Carilah obat sebelum terlambat.

Alexander David ™️ ✅:
Heran aku juga... ustadz kita satu ini, otaknya tidak tambah pinter, moralnya tidak tambah baik... mikirnya uang uang melulu. Ustadznya aja begini, bgm jamaahnya ? Miris...

doodleramen:
Karena begitulah taqdir virus dalam tubuh manusia. Bermutasi ratusan hingga jutaan kali. Semakin melemah dan akhirnya dianggap tidak berbahaya sama sekali. Seperti flu.
Ini mah statement orang gila. Virus bermutasi setiap saat, ini benar. Virus bermutasi semakin melemah, ini mabuk. Kalau ente ngerti apa yang dinamakan seleksi alam, alam selalu menseleksi yang terkuat untuk meneruskan keturunannya. Pernah dengar yang namanya MRSA Super bug? Ini bakteri yang telah berkembang menjadi kebal terhadap beragam jenis antibiotik. Saat ini, para ilmuwan cemas virus corona ini akan berkembang menjadi semakin ganas dan gampang menyebar, bukan sebaliknya.

Alexander David ™️ ✅:
Betul, dan yg aku tahu contoh nyatanya itu virus Ebola.

Awal2 ditemukan, mortality ratenya sekitar 25%. Setelah cukup lama bermutasi dan ada varian2 baru, saat ini mortality ratenya bervariasi antara 25% sd 80% (dari 100 yg terjangkit, bisa 80 yg meninggal).

Kzl Gabut:
Maaf mas Alif, apakah masih ada orang tua?
Ngga kuatir jika mereka masih hidup terpapar virus ini?
Mas Alif masih muda, 99% kalau terpapar akan sembuh. Jika orang lansia, apalagi ada komorbid, resiko sangat tinggi.

Rara Dayatri:
Dia si Cak ini mentang2 Pendiri pemilik media Seword mana sudi jawab ke pembaca nya, paling nanti buat tulisan lagi  sng jwbn agar kita mau2nya dibodohin utk membacanya dan jadi duit krn click bait nya itu.. Rika ngandel percaya ora Lik.. wkwkwk

Han:
Kadang bingung kalo Mas Alif bikin tulisan tentang covid. Ini memang murni ga percaya covid (bahkan diplesetkan jadi coped) atau sengaja tampil norak biar banyak yang komen.

Rara Dayatri:
Betuuuul skali, rupanya Si Lik Cak ini kadrun click bait juga, tulisan hoax nya menjadi penguat dan bisa menjadi pembelaan ke Si Bibib Slangkangan Firza ini yg terlihat merah merona bak anu nya Ken Dedes mnurut Ken Arok mungkin, walo sejatinya tetap dominan unsur geseng hitamnya juga :) ????

iam hêylêl:
Yang penting sudah berusaha, siapa kena covid anggap saja dah resiko.
si Tengku Zul udah tahu tuh siapa covid, siapa mau nyusul monggo.

Karena tidak semua perantau bermental perantau.

ahaha

Aan Widjaya:
Berapa persen sih rakyat Indonesia yg cuek akan covid? Kayanya sih mayoritas deh. Jadi mereka pada "adu sakti" saja siapa yg kuat, kalah ya takdir. Kalau karakternya seperti itu, sebaiknya sih, pemerintah jangan jemput bola, tapi tunggu bola, tunggunya di puskesmas dan RS saja, ayo yg mau berobat silahkan. Kan Protokol Kesehatan sudah pada tahu semua.

Alexander David ™️ ✅:
Yup. Makanya yg waras sebisanya buruan vaksin, selagi ada kesempatan. Sudah vaksin blm sob ??

Btw, di tv India kemarin heboh, karena ada orang yg buang mayat2 pasien covid ke sungai. Andai sudah kayak begitu, ntar juga orang2 sadar sendiri... tp mungkin sudah telat.

WeleWeleAntiJoker:
setidaknya presiden sudah melarang untuk mudik
jadi jangan salahkan presiden

mau mudik? ngotot? keputusan kembali ke rakyat
rakyat yg memilih presiden, yg mencintai presiden harusnya belajar percaya larangan presiden

Trade For X:
Kakak Pembina,  cobalah berenang ke tengah,  jgn di tepian trs. Atau,  minimal, maenlah sedikit lbh jauh...

Faizal:
ya udah lu ngomong aja ke temen A1 lo buat ngomong ke presiden agar dibanyakin bangun rumah sakit kusus covidnya, sama tunjangan nakes dinaikin biar banyak sukarelawan yg mau bantu tenaga medis buat ngurusin org yg kena covid.
mau mudik terserah, kasus covid makin tinggi gk masalah, yg penting ada rumah sakit sama tenaga medis yg ngurusin ox covid. banyakin bangun rs nya yg semi permanen gkpapa, habis pandemi mau dibongkar lagi juga terserah.

doodleramen:
Ane sudah pernah komen di artikel lain sebelumnya, bahwa ane gak yakin kejadian di India bisa membuka mata pemabuk ini. Penulis tetap akan ngeyel soal covid. Sekarang benar terbukti.

Wanda Bagus Sebastian:
Begitulah (。・・)_且

Ferry Kurniawan:
Jujur saya melihat keberhasilan pandemi ini dari sisi positif yaitu pengurangan jumlah penduduk dunia. Tapi sebagian orang takut mati. Dan lucunya, penduduk ekonomi menengah ke bawah di Indonesia sangat tidak takut mati. Mereka meyakini dan sangat ikhlas menerima bahwa mati adalah takdir dgn segala sebab. Makanya jika merasa sangat ditekan mereka bisa berontak.

proyek kebumen somalangu:
yang terkena covid biarkan saja, tdk usah di biayai pemerintah.
mereka melanggar aturan juga dengan kesadaran penuh dan siap menanggung resikonya.
jika perlu karena mereka adalah pembangkang, kalau ASN langsung pecat.
kemudian bersama pecatan asn dan sipil lainnya di cabut wni, di deportasi kemanapun acuan negara yang menauladani sikap mereka.
percuma menang kuantitas tapi tdk berkualitas.
mending beresi kuantitas sdm dan pribadi rakyat Indonesia yang bener dan baik.
gampang gampang ajalah menyikapi masalah maslah pembangkangan.
sama seperti perusahaan dan anda sebagai pemilik usaha.
jika ada pekerja yang membangkang dan berpotensi merugikan perusahaan.

Semarsays:
Bukan begitu om, mereka berpotensi menginfeksi org2 lain yg tidak bersalah
Sebenarnya sy sgt setuju dgn pemikiran om ttp sy mempertimbangkan org2 lain yg berinteraksi dgn mereka
Kalau yg ngeyel ya biarin mereka yg ngerasain sendiri tetapi dalam kengeyelan mereka ada org2 lain yg berpotensi mjd korban

WeleWeleAntiJoker:
biasanya sih yg terkena kopit tetap dirawat sbagai bentuk tindakan kemanusiaan.

kita gak tahu pasti, gak bisa bedakan, di antara sekian banyak pasien itu, yg mana pembangkang, dan yg mana murni korban dijangkiti kopit dari si pembangkang.

akhirnya kita ikhlas berusaha membantu dan mengobati siapa pun bagaikan matahari yg menyinari memberikan energi ke semua makhluk hidup, entah makhluk itu baik atau gak baik.

ali molen:
Di kampung saya banyak orang yg tidak percaya adanya covid .. dan mereka beraktifitas seperti biasa sudah hampir setahun lebih tanpa masker dan mengikuti protokol kesehatan dan alhamdulilah mereka baik2 saja sampai sekarang ..
Entahlah .. pemerintah terlalu sayang sama kita , eh apa mereka terlalu takut .. hhee

WeleWeleAntiJoker:
karena tidak ada yg pasti di dunia ini
tidak ada jaminan pasti selamat di dunia ini

kalau mau bisa, caranya kurangin aja resiko penularan sebisa mungkin

ali molen:
Betul .. banyak kasus yang terpapar/terdampak virus itu.. tapi kebanyakan sembuh dengan hanya beristirahat dan minum obat/vaksin dr dokter..
Kembali ke takdir masing2.

Perbuatan Iman:
Kondisi sekarang seperti buah simalakama atau seperti pisau bermata dua. disisi manapun kebijakan pemerintah pasti akan ada efek samping yg buruk.
Dilihat dr sisi kesehatan masyarakat dan ekonomi masyarakat.  Dilema terjadi.

Banyak kasus yg terpapar covid 19.
Ada yg meninggal dan ada yg sembuh... betul sekali. (Saya melihat dan menyaksikan dilingkungan kehidupan saya)

Kondisi sekarang serba salah khususnya pemerintah.
di biarkan pulang trus covid meningkat. pemerintah juga yg di salahkan oleh oposisi dan kadrun

Di larang pulang pemerintah juga yg di salahkan. tidak menghargai budaya dan agama . oleh kadrun.

Tapi yg pasti para wiraswasta yg menengah ke bawah. sudah menjerit semua. tinggal sedikit lagi pada tumbang.
Ini effect ekonomi akan lebih berbahaya dr covid 19 itu sendiri.

Apa solusi yg terbaik ???

WeleWeleAntiJoker:
solusi nya sih masih vaksinasi ya

tapi di india lagi masuk masa vaksinasi tapi udah keburu disalip oleh kecepatan penyebaran tsunami kopit. terlambat sudah...

ingat: kadrun berniat jahat dengan berusaha mempengaruhi orang2 dengan isu vaksin haram dll
padahal bohong/hoax

Alexander David ™️ ✅:
Efek ekonomi ini dirasakan semua negara. Ini masalah "Supply Chain", jadi susah cari obatnya. Efek negatif ini tidak akan benar2 bisa pulih sampai seluruh dunia berhasil menang lawan pandemi.

Sebenarnya Indonesia jauh lbh baik ekonominya dibanding negara2 lain... kalau kita tidak bisa bersyukur, bersatu padu, ya malah bisa tambah parah lagi.

Kzl Gabut:
Beneran sob, sebagian besar sembuh. Tetapi kalau mereka membuat faskes lumpuh - orang penyakit lain akan terbengkalai. Juga pemakaian ruangan ICU meningkat. At the end of the day, premi asuransi kesehatan akan naik

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pemberontakan Sipil Berskala Besar, Sebuah Alarm Bahaya Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pemberontakan-sipil-berskala-besar-sebuah-alarm-0e7Y86toeS

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: