You Now Here »

Israel Dan Palestina, Konflik Yang Tidak Akan Pernah Usai?  (Read 73 times - 43 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,365
  • Poin: 24.444
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




??? ?????乇 ᵃʲᵃ ✅:
Konflik Israel-Palestina sepertinya bisa  saja didamaikan apabila kedua pihak saling menghormati niat baik masing-masing.  Konflik yang adalah bentrokan antara dua orang yang mengklaim kepemilikan eksklusif dan kedaulatan atas tanah yang sama, wilayah antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan. Ini ibarat mengadu domba dua orang dengan karakteristik sosial, ekonomi dan budaya yang sangat berbeda satu sama lain.

Ini juga melibatkan agama, terutama karena praktik keagamaan melekat pada situs-situs suci yang diperebutkan. Dan itu bertumpu pada persaingan narasi yang sangat paralel, hampir merupakan cerminan satu sama lain: 'saling klaim.'

Pada dasarnya, keluhan kedua belah pihak adalah sama yaitu:

> Keduanya melihat diri mereka sebagai korban, sama-sama mencari keadilan di pihak mereka, dan sama-sama menyangkal klaim historis tentang legitimasi pihak lain.
> Kedua pihak percaya pihak lain bertindak dengan itikad buruk, dan keduanya percaya perjuangan mereka adil dan eksistensial.
> Baik Israel dan Palestina mengalami pengasingan dari tanah air mereka sendiri, dan keduanya memiliki diaspora yang pandangannya perlu diperhitungkan.
> Keduanya melekat pada tanah Palestina / Eretz Israel, dan keduanya memiliki populasi signifikan yang menyangkal klaim teritorial pihak lain.

Dalam mempertimbangkan apakah konflik berkepanjangan Israel-Palestina dapat diselesaikan, penting untuk memikirkan secara mendalam tentang masalah narasi. Sekali lagi narasi yang dibangun harus ada pertimbangan yang tidak menyinggung satu sama lain. Memang, masalah terdekat adalah dalam 'sengketa wilayah.' Ini merupakan elemen inti yang telah menjadi fokus proses perdamaian hingga saat ini dan dapat diselesaikan dengan baik apabila kedua pihak saling menerima.

Negosiasi sebelumnya telah menunjukkan seberapa dekat para pihak dalam menjembatani perbedaan. Hasil upaya perdamaian di masa lalu telah mempersempit kesenjangan secara substansial. Dan kita berharap pendekatan dengan diplomasi semua negara di PBB dapat mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, terutama konflik Israel-Palestina.

Lone Wolf? ???:
Sebagai tambahan gerakan zionisme muncul di akhir abad ke 19 sebagai akibat sentimen anti semit yang meluas di Eropa. Sehabis PD I Ottoman Turki menyerahkan wilayah Palestina kepada Inggris sesuai dengan Perjanjian Versailles. Kombinasi dari gerakan anti Yahudi di Eropa, diserahkannya Palestina sebagai wilayah dibawah mandat Inggris dan Balfour Declaration yang menjanjikan tanah air sendiri bagi orang Yahudi merupakan faktor pendorong baliknya diaspora Yahudi ke tanah Palestina. Tapi mereka tidak merebut tanah milik orang Arab Palestina melainkan awalnya bergabung dengan kantong-kantong pemukiman Yahudi yang masih tersisa disana. Kemudian tuan tanah orang Arab Palestina melihat minat yang begitu besar dari orang Yahudi menjual tanah mereka kepada orang Yahudi dengan harga tinggi dan merasa beruntung bisa meraup kekayaan dengan menjual tanah mereka kepada orang Yahudi. Gelombang kepulangan orang Yahudi makin meningkat di periode antara PD I dan PD II  seiring dengan berkuasanya Nazi di Jerman dan negara lain dalam pendudukannya yang mengejar dan membantai orang Yahudi. Pada periode bersamaan Stalin sebagai pemimpin Uni Soviet juga melakukan diskriminasi terhadap orang Yahudi.  Berakhirnya mandat Inggris atas Palestina sehabis PD II menimbulkan kevakuman kekuasaan dan momentum tersebut dimanfaatkan orang Yahudi mendirikan negara Israel di tahun 1948. Orang Arab Palestina merasa terancam dam tidak setuju dengan berdirinya negara Israel, dan dengan bantuan beberapa negara Arab berusaha menghancurkannya. Tapi ternyata orang Yahudi memenangkan pertempuran dan bisa memperluas wilayahnya. Orang Palestina kemudian mengungsi ke tepi Barat sungai Yordan yang merupakan wilayah Yordania. Dalam perang berikutnya tahun 1967 wilayah tepi Barat ini direbut Israel dari Yordania begitu juga Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.
Orang Palestina dengan gerakan PLOnya berusaha mengenyahkan Israel dan merebut kembali tanah Palestina tapi tidak pernah berhasil. Akhirnya PLO sepakat menerima Israel dengan syarat mereka punya pemerintahan sendiri yang dikenal sebagai Palestinian Authority di tepi Barat dan jalur Gaza. Dalam perjalanan waktu Palestinian Authority ini terpecah menjadi kelompok Fatah yang mengakui Israel dengan wilayah kekuasaan di tepi Barat dan kelompok garis keras Hamas yang menguasai wilayah jalur Gaza dan tidak mau mengakui Israeel . Kelompok Hamas inilah yang gencar menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai reaksi atas kekerasan tentara Israel di masjid Al Aqsa sehubungan dengan penggusuran orang Arab Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Israel membalas dengan membom jalur Gaza dengan alasan untuk membungkam serangan roket Hamas. Kalau Isrsel tidak punya penangkal  "Iron Dome" sudah pasti pasti banyak jatuh korban juga dipihak Israel akibat serangan roket Hamas ke wilayah Israel. Seruan pemerintah Indonesia dan sejumlah negara muslim lainnya untuk menghentikan agresi Israel perlu disertai dengan seruan penghentian serangan roket Hamas agar seimbang. Konflik saat ini baru bisa berhenti kalau Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan senjata.

Anggun Nidyanto:
logikanya kalau hamas niat lawan israel.evakuasi dulu warga sipil.ini kan tidak.ada yg mengatakan warga berhak ikut perang berjihad.perangnya gimana coba.hamas aja pake roket.terus warga perang pake apa.pake modal nekad doang karena berjihad ?? ini bukan musim bambu runcing ferguso.warga palestina melawan yakin berjihad karena ada mesjid al aqsa peninggalan nabi muhammad.karena israel hanya ingin daerah gaza yg sengketa dan yerusalem temlat al aqsa.coba daerah indonesia ada yg klaim misalkan vietnam.saya yakin warga indonesia cuek2 saja..

Han:
Hamas memang brutal dengan mengorbankan warga sipil. Tapi tindakan balasan Israel lebih brutal lagi tanpa pandang bulu menghajar warga sipil.

Grud:
Loh bukannya israel sebelum ngebom mengumumkan dulu daerah mana yang mau dibom melalui kantor berita dan sms ?
Hamas waktu menembakan roket info dulu ga?
Cek dulu faktanya sob jangan asal bacot

Lanina:
Info nya ga lengkap

JSuparman:
Ha haa. ..  Seru juga nih!

Garuda Di Dada ku:

(click to show)


kalikoening:
Terus in dong Bang Roedy nulisnya... Biar banyak yang tahu lbh banyak sejarah berdirinya negara Israel

Garuda Di Dada ku:

(click to show)


Jay:
Kadrun mah kagak ngerti yg ginian....yg penting bisa teriak zolim.

iam hêylêl:
Buat perbandingan:

A.Fretelin :
langsung deklare merdeka saat portugis keluar tim tim walau belum dpt pengakuan dan mandat PBB

B.Palestina :
1. dah dapat mandat wilayah dari PBB  dan punya sekutu liga arab tapi malah  gak deklare merdeka.
2. bukan pikir diri sendiri dl,  malah ikutan maunya liga arab dgn korbankan diri
3. giliran mau berunding tidak bisa, wong blm jadi negara spt israel
4. bukannya deklare merdeka dan minta gaza, tepi barat & Jerusalem timur  malah ikutan perang 67

simpulan :
1.kebencian kadang membuat tolol dan lupa urus diri sendiri dan bawa sial bagi banyak orang.
2.selama palestina tetap minta sertifikat 48 dan tidak akui israel  sbg negara, konflik akan terus lanjut..

ahaha

Roe Dane:
Hamas dengan Fatah sendiri tidak pernah akur ibarat minyak dan air, ibarat pe ka es dengan pe de i karena perbedaan ideologi meski  punya cita-cita yg sama yaitu kemerdekaan Palestina, usaha untuk rekonsilisai keduanya juga sudah beberapa kali dilakukan salah satunya deklarasi Mekah, Hamas yg garis keras bersumbu pendek gampang meledak sering kali tidak kuat lama memegang perjanjian yang telah disepakati, Fatah yang Nasionalis juga kalah dalam merebut simpati rakyat (kalah pemilu 2006) karena cenderung mementingkan diri sendiri, ditambah palestina yang bersatu sama sekali tidak diinginkan Israel, sehingga berbagai cara dilakukan agar keduanya terus berkonflik, kadang dengan siasat kotor, adu domba.. dll jadi kompleksitas konflik palestin dgn israel itu sangat tinggi, ndak semudah orang meng judge bahwa itu perang antara Islam dengan Yahudi

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Israel Dan Palestina, Konflik Yang Tidak Akan Pernah Usai? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/israel-dan-palestina-konflik-yang-tidak-akan-w1zxnCl47Q

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: