You Now Here »

Kenapa Baru Peduli Setelah Meninggal?  (Read 142 times - 63 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,738
  • Poin: 24.817
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kenapa Baru Peduli Setelah Meninggal?
« on: May 22, 2021, 05:19:08 AM »




Manuel Mw:
Dari tulisan Anda, saya percaya Indonesia akan baik-baik saja... Karena masih ada relawan yang rela membela NKRI... Tapi apakah pemenang lagi-lagi membiarkan orang-orang pecinta NKRI sampai tawar hatinya?

Indisen:
Jangan tawar bang, banyak penulis yang hanya mendapatkan biaya langganan paket internet saja, tapi sampai saat ini masih bersuara..

#? ??? ????:
Politik mmng kejam-   sbg manusia kita tetap masih berharap bahwa jerih lelah kita dihargai dgn sepantasnya... kecewa adalah manusiawi

  Tp aku bangga dgn  pejuang2 opini  yg tetap berjuang  buat NKRI  mau tetap bersemangat nenghadapi 2024

Buat bang Bir... berisirahat  dlm damai perjuangan  abang adalah perjuangan kita.

cak anton:
#Nyimak

Sambil ngangguk-ngangguk kepala....plus ngelus dada dan bilang dalam hati.."SEMANGAT"

Kabul Pudjiwidodo:
Berjuang untuk kebaikan dan kemajuan NKRI jangan berpamrih

Ronindo:
Yup, well said.

Ketika baca tulisannya dr Otto bahwa beliau sampe minta cari RS yg perawatannya dibiayai Kemenkes (kalau saya nggak salah mengutip), jadi sedih juga.

HIR HODOK:
JAYALAH INDONESIA, JAYALAH MERAH PUTIH

Kabul Pudjiwidodo:
Majulah Indonesia ku ????

Bossi Thian:
R I P bang Birgaldo Sinaga

Kadal Gunung:
jangan lagi bilang corona itu 1% virus 99%propapanda, apa gak miris kalo misalnya bang bir tertular covid dari pembaca seword yg termakan opini anda lalu abai prokes, males maskeran karena sesak

Kabul Pudjiwidodo:
Benar juga ya.

Kadal Gunung:
Tanggung jawabnya besar kalo nulis opini dan dibaca ribuan orang. Boleh jadi  diri sendiri imunnya kuat. Orang lain belom tentu

iam hêylêl:
Jaga kesehatan kalo gt pak pimpinan.. serius..  ahaha

Jay:
Tiada kata slain" saluuutt".

Kabul Pudjiwidodo:
Sebagai relawan tapi masih berpamrih jabatan lebih baik diurungkan saja. Daripada nanti sakit hati berkepanjangan seperti AR Sipekok.

W1R⊙:
Yang tabah om......

........:
miris sih ????

Lone Wolf? ???:
Saya bersyukur Cak Alif tidak terpilih jadi komisaris atau direksi BUMN. Bukannya tidak ingin melihat Cak Alif dan keluarga hidup makmur dengan rejeki halal tapi sebagai pencinta Seword saya tidak ingin Seword kehilangan indpendensinya. Disinilah kekuatan Seword tetap berlandaskan idealisme tanpa pernah menggadaikan diri terhadap godaan duit dan jabatan dari pihak manapun. Sungguh sangat sulit untuk memiliki prinsip teguh seperti Cak Alif ditengah gempuran berbagai iming-iming yang saya yakin datang tiada henti. Dilain pihak tentu saya ingin Cak Alif bisa memiliki tingkat kesejahteraan yang meningkat sesuai dengan kontribusi Cak Alif sebagai tim relawan Jokowi.
Sayang saya tidak tahu caranya, mungkin perlu ada divisi komersial yang indenpenden dari Seword tapi bisa menyumbangkan pendapatan untuk pemilik dan pendiri Seword serta sedikit peningkatan honor untuk kontributor Seword. Sayangnya saya bukan orang bisnis jadi tidak bisa kasih ide dalam pembentukan divisi komersial dan jenis bisnisnya. Selain itu membangun "fire wall" antara divisi komersial dan Seword merupakan tantangan tersendiri dalam merealisasikannya.
Sekedar komentar dari seorang pencinta Seword yang walaupun bukan seorang kontributor tapi selalu setia kasih komen (yang serius maupun sarkas) untuk memeriahkan pertukaran ide di Seword setiap hari.

Love The Truth:
Jaya Indonesiaku, Makmur bangsaku, Tentram aman negeriku....Aminnnn...Aminnnn...Aminnnn.

Hung Wong Fei:
RIP...
Tetap jaga kesehatan, teman2.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kenapa Baru Peduli Setelah Meninggal? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kenapa-baru-peduli-setelah-meninggal-9fbqsYAUAZ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: