You Now Here »

Jika Maksa Tes, Gesekan Di Suramadu Bisa Memburuk  (Read 117 times - 122 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,746
  • Poin: 24.825
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Jika Maksa Tes, Gesekan Di Suramadu Bisa Memburuk
« on: June 08, 2021, 08:24:26 PM »




GalihK:
Saya gak habis pikir dengan yang nulis artikel ini. Gak mau membuka mata terhadap fakta bahwa COVID-19 ini nyata. Juga gak ada respek sama sekali dengan almarhum para Dokter dan Nakes yang sudah meninggal dalam menangani wabah ini, sangat menyepelekan dan menyinggung perasaan orang. Katanya punya teman Dokter seperti Dokter Monica, tapi berani gak sih Penulis bilang hal ini langsung kepada beliau?

Daripada terus menulis opini-opini liarnya tanpa data soal COVID-19 yang terus merusak dan tidak membantu sama sekali dalam mengatasi pandemi ini, alangkah baiknya kalau si Penulis ini diam saja ya (seperti di bagian komen-komen Seword ini, di mana kelihatan sekali si Penulis gak pernah berani ngomong untuk menjawab kritikan dari para pembaca dan penulis-penulis lain di artikel-artikelnya dari dulu).

Kabul Pudjiwidodo:
Bung Alif sudah terkontaminasi kadrun

firman proindo:
Dokter dan nakes yg meninggal karena sakit itu sudah ada sejak dulu.

Faizal:
Memang setahun hidup bebas, org madura kebal terhadap varian pertama di iyain aja, sekrang kan varian virus bukan hanya satu tapi sdudah ada bnyak, yg dampaknya berbeda antar individu, contoh ada yg oenyebaranya makin ganas kayak di india, sekarang gini aja klo suku madura maunya egois, kami yg indonesia juga bisa bersikap egois, penulis yg sebagai tokoh harusnya mengedukasi teman teman maduranya, bukannya malah menggunakan pengaruhnya buat nakut nakutin aparat, penulis gk ada bedabya kayak rizieq yg mulutnya seneng memprovokasi umat islam, mau ngajak gelut seluruh indonesia bih orang madura? Kenapa gk nyontoh bali, paling besar kena dampak ekonominya diantara daerah lain karena menggantungkan ekonomi dari wisatawan asing, sekarang orang madura mau ngancam ngancam gitu?

Kabul Pudjiwidodo:
Mungkin itu karakter aslinya

Garuda Di Dada ku:

(click to show)

 
(click to show)


Greg X:
Menghadapi Covid-19:
Jangan parno, tapi juga jangan nyepelein.
Kritiklah habis prosedur pemeriksaan yang bisa dibilang tak berguna bahkan lebih berbahaya daripada tak ada pemeriksaan itu, tapi jangan bilang tak ada kematian berarti selama setahun ini.

Kabul Pudjiwidodo:
Betul sekali ????

Joid:
penulis sudah terpapar kesukuan (Madura) .. perlu dibedakan dengan pandemi covid-19.  bantu pemerintah edukasi masyarakat yang ngeyel . covid-19 di Pati dan daerah lain sudah meledak ..



banyak kejadian (misal: Sampit) dan pengalama pribadi, temannya penulis raja ngeyel, mau menang sendiri.. semoga baut dan mur jembatan Suramadu tidak pada copot ..

al-Kawuri:
Saya sepakat, segera clearkan jembatan Suramadu dari tumpukan kendaraan yg numpuk di atas jembatan. Krn hal tersebut beresiko pada jembatan, kendaraan dan manusianya..

rcc bali:
saya mau tanya, benar2 mau tanya, kalo saya sudah lakukan prokes, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dsb, terus saya nggak sengaja ketemu atau papasan atau berinteraksi dengan orang yang sudah terinfeksi, apakah saya juga bisa tertular? seberapa besar kemungkinannya? Mohon pencerahannya dari yang paham. Suwun sebelumnya.

Kabul Pudjiwidodo:
Saya juga bingung melihat cara berfikir bung Alif. Kalau orang Madura adanya cuma di Madura saja mungkin masuk akal. Jadi kalau ada yang positif yang tertular sebatas Madura. Yang dikhawatirkan penularan kedaerah lain. Kemarin saja ada 70 orang positif waktu rapid di suramadu. Apalagi ada varian jenis baru diantara mereka. Justru pemerintah menjadi repot mengurus warga yang ngeyel. Selain dana keluar untuk mengatasi covid juga tenaga nakes dan aparat. Kenapa jadi Pembina seword malah seperti kadrun ya cara berfikirnya.

Hendri Gunawan:
Kakak pembina, saya setuju kegiatan ekonomi tidak boleh berhenti. Saya setuju kematian non-covid juga lebih banyak. Permasalahannya adalah jutaan orang sudah meninggal lebih cepat karena kena covid. Jadi jalan tengahnya adalah kita bantu pemerintah untuk mengatasi covid ini melalui berkegiatan dengan mengikuti prokes. Kita kritisi kebijakan konyol yg hanya menggendutkan kantong para oknum, tapi bukan berarti kita menjalani hidup secara normal mengabaikan masker dan jaga jarak. Bagi sebagian orang yang bertubuh kuat mungkin tidak banyak berdampak, tapi bagi orang tua kita, sekali terpapar mungkin sulit bertahan. Sebenarnya ini ladang amal dan pahala yang sangat besar. Dengan prokes mungkin kita menyelamatkan tanpa sengaja puluhan, ratusan atau mungkin ribuan jiwa. Dibandingkan kita secara tidak sengaja menjadi mesin pembunuh sesama kita karena menjadi pembawa virus ke orang-orang yang rentan. Kakak pembina dengan koneksi dan pengaruh yg ada mungkin bisa bantu kami utk memerangi covid dan mengkritisi kebijakan konyol. Atau setidaknya bantu kami menjaga sesama kami yg rentan, bantu jaga orang tua saya dengan mematuhi prokes, memakai masker dan jaga jarak. Karena walau kita berjauhan tapi kita sebenarnya terkoneksi secara tidak langsung. Tolong bantu kami agar kejadian chaos yg dikhawatirkan kakak pembina tidak terjadi. Terima kasih dan semoga sehat selalu.

BritneyYang:
tulisan ngeyel
hanya Karena kejadian Di Pulau
Madura???

septian rc:
Susah pak Alif ngeladenin Orang2 yg cinta mati sama doktrin global. Suatu saat mereka akan malu. Karena kena kebohongan terbesar sepanjang sejarah bumi ini berputar. Covid ada betul memang saya setuju. Tapi peruntukannya dan jenis yg valid nya itulah yg ditutupi orang bangsat yg menjajah Manusia bumi demi uang

Kabul Pudjiwidodo:
Memangnya covid bisa pilih pilih. Semoga saja anda nanti merasakan biar tersadar

ANS:
Mas Alif mbok yo mengedukasi kampungnya agar prokes, covid itu nyata lho

Ki Mupeng 212:
Belakangan boss seword menulis ttg penyebaran covid dg antitesis.
Bukankah sdh banyak kejadian diluar sana ( india, amerika dsb ) masyarakat anggap sepele covid dan tdk perdulikan ttg prokes apa yg terjadi ?
Bisa jadi wajar Indonesia masih sulit maju jika org spt mas alif sbg pendiri seword aja masih berpikir sempit dan primitif

BENZ GUN:
Mungkin Gesekan dan bentrok antara masyarakat dan aparat memang itu yg diharapkan oleh para oposan ...

Ulido Jaya:
Biar Mengalir Fulus Pemeriksaan!

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Jika Maksa Tes, Gesekan Di Suramadu Bisa Memburuk Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/jika-maksa-tes-gesekan-di-suramadu-bisa-memburuk-tVNAahjtm7

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: