You Now Here »

Anggaran Tes Suramadu Belasan Miliar, Hanya 0.8% Kasus Positif  (Read 133 times - 41 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,726
  • Poin: 24.805
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




AK-47:
Ada-ada aja ya.........
Jadi kalo menurut pola pikir si kacong ini, jika ane ngluarin anggaran untuk medical check up paket lengkap sebesar 3 - 4 juta rupiah dengan hasil cuma 0,8 % positip itupun karena ada sedikit gejala encok akibat asam urat yang agak tinggi maka itu menurut dia, MUBAZIR...
Mungkin dia pikir, "ngapain bayar juta-juta kalo hasilnya cuma kena encok dan asam urat?" Sepertinya maunya si jendral kancil ini kalo sudah bayar medical check up pake mahal maka hasilnya ya harus kanker dong... minimal setrok.... biar pas! bukan begitu taiyeeee...?

Angelia:
oalaa Indonesia mah kasus covid nya bakal makin banyak kalo pola pikirnya seperti penulis ini. Kacau...
Saya bekerja di Shenzhen, China. Di distrik Futian, tempat saya tinggal, 0 kasus, tapi diadakan tes nucleid acid massal sebanyak 1.17 juta org dalam 3 hari karena ada 16 kasus transmisi lokal di distrik lain. Untuk naik metro subway pun harus menunjukkan kode hijau bukti negatif covid.
Jangan melihat persentase atau untung ruginya, satu orang bisa menularkan ke banyak orang.
COVID ini jangan dianggap remeh.
Boleh beraktivitas, tapi harus menjaga prokes dan rapid test di titik strategis itu penting sekali untuk memutus rantai penyebaran.
Semoga program vaksinasi bisa cepat menjangkau semua lapis masyarakat

Martabak Sweet:
Nih yang sebenarnya terjadi di NEGARA ONO ANTAH BERANTAH YANG SUDAH MARATHON.

Semoga penulis Yaya, bukan saja Alif kebodohannya bisa tumbang dan kaca mata kudanya dilepas.

Bisanya cuma IRI DENGKI negara lain sudah aktifitas normal tetapi tidak pernah peduli mencari tahu program/effort/dan aksi nyata negara tersebut APA untuk mencapai hal tersebut.

Parahnya malah menganjurkan hal hal yang bertentangan dengan yang dilakakukan negara antah berantah tersebut supaya bisa normal kehidupannya.

Eko S. Nurcahyadi:
Nyimak

Sugi:
Minggu lalu dua temen saya dinyatakan + covid. Yang satu isoman di Semarang, yang satu di Surabaya tertular klaster kantor. Satu rumah dia + semua (istri dan anak2), Hari ini dapat kabar kalo temen saya yg di Surabaya kondisi drop dan sempat gagal nafas, sekarang lagi cari ICU. Yang di Semarang kondisi masih lebih bagus tidak perlu masuk RS.

Semoga semua teman/kerabat/tetangga/saudara penulis tidak perlu harus berhadapan dengan Covid, dan semoga kalau pun sempat tertular bener2 hanya seperti flu biasa dng kerokan/banyak istirahat/tidur cukup/minum vitamin bisa sembuh atau bahkan OTG saja cukup. Dan semoga pada waktu OTG itu TIDAK MENULARKAN KE ORANG LAIN yang dalam kondisi lebih lemah/punya penyakit bawaan.

Tatang:
Untung pejabat publik kita tdk seperti penulis jalan berpikirnya, bisa tsunami seperti india kita.

Joid:
Ingat pak Jenderal . mencegah lebih baik daripada mengobati . setuju!!!!

Jay:
Selagi masih banyak anggaran ....covid masih tetap ad.

Gusti Yusuf:
Lah nanya apa hasilnya? Gak mikir jika 130 OTG itu gak kedeteksi? Trus efeknya kemana-mana. Ya ampun, kepentingan mu apa sih? Malah Indonesia itu contact tracing masih rendah, perlu lebih banyak lagi contact tracing. Itu 130 orang yang ketauan, di tracing gak mereka ketemu siapa aja dst. Soal kematian, emang angka ini gak reliable, baca jurnal ini https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S205229752030127X
Gak ada yang meninggal dari 130 itu karena terdeteksi OTG, mereka diperiksa dijalanan, artinya simptom ringan. Kamu harus tau kena covid itu ada yang ringan gejalanya dan ada yang berat. Yang berbahaya itu yg berat sampai sesak nafas apalagi kalau ada komorbid sebelumnya. Ya jelas lah 13o itu gak ada yang meninggal krn dia OTG tapi bisa menularkan ke orang lain yang ada komorbid. Kamu pakai data tapi menggiring ke kesimpulan yang salah.

Tony Gede:
Halo om Batman, tumben nongol di kolom komentar.

Udah lama nggak keliatan om? ??? ??? ?????.  Kapan nulis lagi nih?

Gusti Yusuf:
Halooo....udah tuh nulis 2 artikel buat nge-challenge tulisan Mas Alif. Sengaja gak saya share tulisan saya di FB biar gak trending....Hahaha...kayak yg bakal trending aja yah

Tony Gede:
Oh ya...  bah, ketinggalan saya kalo gitu...

iam hêylêl:
Nanti kalo pemerintah biarin lalu muncul tsunami covid, protes lagi pemerintah abai dan pelit soal dana dibanding selamatkan nyawa masyarakat. Ahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Anggaran Tes Suramadu Belasan Miliar, Hanya 0.8% Kasus Positif Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/anggaran-tes-suramadu-belasan-miliar-hanya-08-XQbkrnMlSw

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: