You Now Here »

Mereka Bukan Covidiot, Mereka Itu Skeptis  (Read 133 times - 53 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,769
  • Poin: 24.848
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Mereka Bukan Covidiot, Mereka Itu Skeptis
« on: June 18, 2021, 12:28:12 PM »




Semarsays:
Bersikap skeptis itu adlh pilihan yg dipilih oleh mereka, tetapi adlh hal yg berbeda ktk membohongi org bnyk
Ini buktinya:
Dari sekian bnyk para penulis seword ada bbrp penulis yg dgn sgt lantang dan gagah berkoar2 bhw angka kematian hny 3% dan upaya pemerintah sdh sangat berlebihan

Letak kebohongannya :
1. Para penulis itu SENGAJA menutupi fakta data bahwa angka 3 % ini muncul adlh sbg HASIL dari upaya pencegahan pemerintah yg mrk katakan berlebihan dan mrk tentang/lawan habis2an
Kl anda para penulis bcr statistik mk tampilkan pula variabel2 pembentuk data statistik itu, jangan di sembunyikan krn kl anda menyembunyikan  data artinya anda tidak jujur dan anda pny maksud tersembunyi
2. Ketidak jujuran para penulis itu yg memperbandingkan covid19 dgn tbc dll, sejak bayi kita sdh di imunisasi/vaksinasi tbc dll, berbeda dgn covid yg baru kt kenal tbc pun tidak pernah menewaskan 1 keluarga atau bnyk sekali org dlm wkt yg bgt singkat,
Sesungguhnya para penulis itu sangat tahu perbedaan kecepatan penularan covid dan tbc berbahayanya antara covid19 dan tbc dr 2 hal pembeda ini sj sdh menunjukkan kl memperbandingkan covid dgn penyakit lain kyk tbc dll adlh absolut mutlak kengawuran dan kengacoan, ttp para penulis itu ttp sj ngotot memperbandingkan hal2 yg mrk sdh tahu tidak bisa diperbandingkan
Kebohongan dan ketidakjujuran sll mereka tampilkan dlm tulisan2 mrk
Memperolok dan menghina para nakes dgn sebutan " bangsat" adlh sama sekali bukan perbuatan yg terpuji, bukan org intelek terlebih org2 yg mengaku2 teredukasi dgn baik, krn pd dasarnya para penulis itu cm modal mbacot sdgkan para nakes itu benar2 bertarung dgn modal nyawa mereka sendiri, sdgkan kita sj SUDAH PASTI nggak akan mau menggantikan posisi para nakes itu walau cuma untuk 1 shift kerja

purajp:
Kata KhaDrun Kampret Dan Kurawa, Vaksin itu HARAM, tp obat cina mau...
Gerombolan GagaL Otak

Rara Dayatri:
??? ??? ??? ??? ????

Babi Berisik:
Sayang mayoritas umat tidak sepintar Cinta Laura

Yosef Kurniawan:
Sampai sekarang masih bingung.

Motivasi para penulis yang meremehkan Covid itu apa? Kita komentator tidak ada yang menyalahkan upaya pemerintah, mengkritik sih iya, tapi membangun.

Apa motivasinya sih sampai membuat orang lain mempercayai tulisan mereka, dan akhirnya menurunkan tingkat kewaspadaan mereka? Bukannya malah artikel mereka bisa membuat orang lain kehilangan nyawanya? Atau masih stress karena TPK belum dilakukan secara nasional? Hei, coba lihat dulu, kenapa pendataan soal plasma saja susah? Buktinya, masih banyak broadcast mencari plasma untuk golongan darah tertentu.

Kenapa sih tidak menurunkan ego dan mendukung keputusan pemerintah yang ingin mencegah covid melalui vaksin? Ini malah mengajarkan observasi ga jelas. Di desa saya... semuanya biasa saja, masih ngumpul... kalau kena juga kan tinggal istirahat... tanpa tau bahwa ada juga pembaca yang hidup di kota besar, yang tentunya kondisnya berbeda. Sadarkah kita kalau narasi mereka sudah gagal? Okupansi RS hampir penuh, kematian akibat covid banyak, sehingga mereka kecilkan dalam bentuk persentase. Saya tidak mengerti motivasi mereka, kalau mereka menulis karena frustrasi kondisi usahanya yang buruk, orang yang harus mereka tunjuk sebagai pelaku adalah diri mereka sendiri. Kenapa malah menghambat? Kontribusi anda ini negatif, bahkan lebih buruk daripada orang yang dari awal pandemi ga ngapa-ngapain, duduk di rumah doang. Daripada begitu, turunkan ego, kita juga tidak akan menghina terus penulis ngawur ini jika bahasan mereka masuk akal, sudut pandang mereka diubah. Justru reputasi penulis akan semakin buruk jika mempertahankan sudut pandang ngawur yang anti logika ini.

ivan:
tuhan macam apa yg masih butuh tentara....

iam hêylêl:
Cm prokes aja kok susah ya..padahal dah hampir 2 th ahaha

«§»丂⼕闩尺㇄乇 セ:
covid adalah bagian dari seleksi alam, baik disengaja (teori konspirasi china) atau tidak disengaja (penyebab alami).
setiap individu bagaimanapun harus terekspos pada covid.

vaksinasi hanyalah cara seleksi alam secara fenotif tapi tidak secara genotif.
apakah kekebalan yg terbentuk akibat pemberian vaksin bisa diwariskan ke keturunan berikutnya?
jika tidak, maka percuma vaksin diberikan, hanya kebal sekarang tapi anak cucu tidak kebal. harus selalu diberi vaksin utk setiap generasi.

selamat survive, for the sake of this species !!!!!

ivan:
betul...semua berjalan karena hukum alam...sebab akibat

Lanina:
Hayooo… kumpulin dana utk survival

«§»丂⼕闩尺㇄乇 セ:
duit udah habis buat nyawerin kapal selam n hamaz

purajp:
Kata KhaDrun Kampret Dan Kurawa, Vaksin itu HARAM, tp obat

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Mereka Bukan Covidiot, Mereka Itu Skeptis Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/mereka-bukan-covidiot-mereka-itu-skeptis-T56SV0ugqh

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: