You Now Here »

Diskriminasi Suku Madura Oleh Pemprov Jatim, Kami Makin Yakin Pisah  (Read 108 times - 62 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,726
  • Poin: 24.805
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




San Ken:
Baru gitu aja merasa dianak tirikan. Kesannya cengeng amat jadi orang. Bahkan pake ngancam ngancam pake mau misahkan diri segala. Lha orang Madura banyak yang sukses itu yang merantau keluar dari Madura lho, kang. Pulau tandus nan gersang macam itu tidak menjanjikan banyak hal bagi sebagian besar warganya. Karena itulah sudah sejak lama banyak penduduknya merantau ke segala penjuru tanah air. Jadi ide memisahkan diri hanya membuat pulau Madura menjadi pulau terbelakang. Orang Madura itu ulet, fisik kuat, tahan dengan kondisi serba kekurangan. Modal inilah yang membuat mereka banyak yang sukses di perantauan. Hanya saja ada stigma negatif yang melekat lama pada diri orang Madura, yakni temperamental, suka ngotot, gak mau kalah. Contoh nyata adalah penulis artikel di atas. Lihatlah narasi yang disampaikan kebanyakan bernada ancaman, merasa seolah dizholimi pemerintah daerah terkait kebijakan Prokes yg katanya memojokkan orang Madura. Beberapa kalimat bernada ancaman juga ditulis beberapa kali. Konyolnya seolah merasa suku paling terdzolimi hingga dengan sombongnya memunculkan ide mau memisahkan diri. Apa-apaan ini? Pemerintah terdahulu membangun Suramadu salah satunya agar memajukan perekonomian pulau Madura. Sekarang dengan pongahnya berkata ingin memisahkan diri. Silakan Bung Alif tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang anda anggap seolah mengebiri kebebasan orang Madura, tapi bukan dengan narasi menghasut seperti di atas. Tanpa anda sadari anda secara halus sudah menumbuhkan ide makar dalam tulisan Anda. Lama kelamaan bukan tidak mungkin Anda akan menjadi 'the next' Benny Wenda atau Veronica Koman. Saya salut dengan perjuangan anda menjadikan Seword sebagai bentuk kecintaan dan dukungan terhadap negara ini. Untuk kasus lain saya kerap satu pemikiran dengan anda, tapi tidak ketika anda mulai menulis artikel yang berhubungan dengan suku anda. Anda seolah hilang logika. Anda menjadi tidak netral. Bukan hanya mabuk agama, ternyata mabuk suku juga penyakit menjengkelkan.

Yudhiansyah Harto:
Dr opini di atas bener2 membenarkan stereotype org Madura, ngeyelan, ngototan, mau memang sendiri, g pernah mau patuh hukum dan aturan. Saya kira Bung Alif ini sdh lama merantau keluar dr Madura dan banyak bergaul dgn banyak kalangan sehingga lbh bisa berpikir secara terbuka dan netral tp ternyata sama saja, g berubah blas, sak karepe dewe. Kalau mau pisah ya biar pisah saja, org Jatim g keberatan kok, tinggal lihat bisa makmur atau tidak, la listrik aja msh di supply dr Jawa.

San Ken:
Andaikata tidak ada Jembatan Suramadu pastilah Madura akan tetap terisolasi seperti dulu. Hanya mengandalkan transportasi air tentu saja tidak seefektif jika dibandingkan daratan. Hal inilah salah satu alasan dibangun jembatan. Kini malah merasa besar kepala bahkan dengan pongahnya berkata mau memisahkan diri. Pulau Madura sendiri adalah pulau gersang sehingga banyak penduduknya yang memilih merantau untuk memperbaiki kesejahteraan. Tujuan terdekat dan termudah tentu saja Surabaya. Jadi bisa dikatakan tanpa Surabaya dan tanpa Suramadu pulau Madura bukan apa-apa....

Araz Prasetya:
11 tahun lebih suramadu berdiri tp pembangunan Madura gitu2 aja.. menunjukkan emang susah diajak maju.. menyebrang Suramadu hanya 15 menit dari Surabaya tp seperti melewati mesin waktu kembali ke 40 tahun silam. Dua daerah yang sangat kontras.

Martabak Sweet:
Kaka pembina satu ini biasanya memang konslet begitu bersentuhan dengan
1. PSI - PDIP
2. Covid dan seputarnya

Dan sekarang sepertinya memiliki bakat "tribalisme" juga.

Martabak Sweet:
Seandainya Madura pisah dari NKRI. Malah nasibnya akan makin mengenaskan.

Negara Madura yang isinya COPED, mana bisa bebas keluar masuk Negara lain? Mau NKRI (yang sudah negara yang berbeda), Australia, atau negara manapun pasti akan menerapkan aturan imigrasi yang ketat! Jauh dari sekarang.

Kontribusi Madura apa sih untuk orang lain? MAFIA BESI TUA DAN LIMBAH DAUR ULANG? Stok dan supply preman? Ini pulau yang isinya zombie zombie yang kiai berkata nyebur jurang... nyebur juga ya?

ARD:
Dulu ada guyonan : pesawat terbang aja takut mau jatuh disana, takut gak bersisa blas

San Ken:
Hahaha..... Masalah sobat besi tua dan pengepul barang bekas orang Madura gak ada yang lawan. Jadi ingat kasus hilangnya baut dan mur konstruksi Jembatan Suramadu yang hilang di awal jembatan itu mulai difungsikan. Pelakunya ya silakan ditebak sendiri. Untungnya ketangkep. Andai polisi kurang sigap mungkin dalam hitungan minggu Jembatan Suramadu tinggal pondasi doang waktu itu.

Martabak Sweet:
Di beberapa tulisan sebelumnya, saya sudah mengingatkan. Bahwa warga Madura berbeda dengan warga Bali. Orang Madura bukan tipe orang yang bisa ditekan dan ditakut-takuti. Semakin ditekan, semakin mereka berani.


Besar otot dari pada OTAK, kok malah dibanggakan. :)
Tabiat preman kok malah dibanggakan.
Egois dan salah kok malah dibanggakan.

Harto Yudhiansyah:
La kan sdh tabiatnya dr dulu, okol duluan drpd akal. Tp kalau kitanya g takut, mereka akan mundur, trs kalau g bawa teman ya mukul dr blkg

Yudhiansyah Harto:
Opini kekanak kanakan dan egois, Khas org Madura, ngototan dan karepe dewe.

San Ken:
Setuju, mas. Saya hidup puluhan tahun sama orang Madura. Jadi saya tahu luar dalamnya watak orang Madura. Saya kebetulan tinggal di Sampit jadi sudah tidak asing lagi dengan karakter mereka. Gegara karakter mereka itulah yang memicu kerusuhan di tahun 2000-an

HARIARA:
Belum lagi sejarah yg mencatat sepak terjang mereka di Kalimantan. Sifat kasar dan keras tidak layak dibanggakan.

San Ken:
Setuju. Panjang sebenar kalau mau diceritakan, tapi sifat seperti yang sampeyan sebutkan itulah yang memicu tragedi di daerah saya dulu

Araz Prasetya:
Karakter khasnya "Tanah ini Milik Tuhan"

San Ken:
Biasanya di awal kedatangan mereka mohon dipinjami tanah untuk bercocok tanam katanya. Lama kelamaan mulai deh bercocok tanam. Setelah beberapa tahun berlalu si empunya tanah berniat untuk mendirikan rumah di tanah tersebut. Anehnya mereka mengatakan itu tanah mereka karena mereka yang susah payah menggarapnya. Ketika pemilik tanah mengatakan bahwa mereka punya sertifikat sebagai bukti kuat, si Madura menjawab "Sampeyan punya sertifikat, saya punya clurit". Akhirnya daripada ribut biasanya tanah itu ya direlakan diambil si orang Madura. Lama kelamaan kasus ini berulang dan semakin menjadi jadi di berbagai wilayah di Kalimantan. Hingga akhirnya meletuskan kerusuhan di Sampit.

Santun:
kalu gitu coba kirim orang sampit asli ke madura, kalu madura ngga berubah, sekalian jadikan sampit ke 2 (jadi ingat peristiwa sampit, dimana orang madura mau menjadikan sampit sebagai sampang ke 2)

Hunter Hebat:
Baru digituin dah mau pisah, gimana kalau diperlakukan kaya umat Kristen ya?? Mgkn pengen perang kali ya

Garuda Di Dada ku:


Maksudnya Perang Batin ???


HARIARA:
Pembelaan mas Alif ....hanya berbeda dalam tingkat 'kehalusan' dari pernyataan Prof. AZ, apalagi dari pernyataan Munarman.

Sugi:
waduh...

Yosef Kurniawan:
Silahkan pisah. Tapi jangan bawa pasien rujukan ke rs surabaya ya. Kan katanya istirahat sebentar beres. Sekalian juga jembatannya dihilangkan biar orang pemda jatim ga ada akses ke sana. BOR di mana-mana udah penuh. Satu narasi mengenai kekurangan bed dan nakes sudah terjadi. Jakarta sudah tidak baik-baik saja, bahkan dalam narasi super duper mega optimis pemerintah.

San Ken:
Artikel si Kakak pembina yang penuh narasi kepongahan, mau menang sendiri.

Santun:
mirip kadrun

Enrico Davi Leonard:
Koq hati kecil saya mengatakan tidak apa-apa kalau Madura mau pisah ya, malah bercampur senang.

BritneyYang:
yg mesti berubah itu orang Madura.
GA usah ngeyel terus.
sekalian Aja bikin Negara Madura
Kalo masuk Surabaya pakai paspor.

Martabak Sweet:
Pakai visa. Dan tolak visanya sampai pandemi berakhir.

San Ken:
Madura tanpa Surabaya ibarat anak ayam kehilangan induk.

Martabak Sweet:
Pemkot Surabaya ini emang ga tau malu. Mereka melakukan diskriminasi terhadap warga Madura hanya karena ada kasus satu orang dokter meninggal dunia. Penyekatan dan pemeriksaan kepada seluruh warga yang melintasi jembatan Suramadu terlihat seperti perayaan. Warga Madura dianggap berbahaya, harus diperiksa dan dipastikan negatif copid.


Sangat mudah menampar covidiot dan bangsat, yaitu dengan menggunakan alur "logika" argumentasi mereka sendiri. Mari kita lihat,

Orang madura ini memang tidak tahu malu! Bangsat sebangsat bangsatnya.
Mereka berbuat, tapi tidak mau menerima konsekwensinya! Bangsat sebangsat bangsatnya.

Kalau ingin bebas, ya boleh, tapi jangan PAKSA ORANG LAIN mendapatkan resiko dari konsekwensi tindakan bangsat bangsat orang madura.

Ingin merokok? Silahkan. Tapi jangan komplen dengan konsekwensinya kalau DIUSIR DARI GEDUNG PERKANTORAN ATAU MALL saat nakal merokok dalam gedung.

Kenapa hanya karena bangsat madura, rumah sakit kami jadi ikutan penuh? Kenapa kami jadi ikutan mendapat resiko tinggi terpapar?

Martabak Sweet:
Masih ada waktu untuk berubah. Masih ada waktu sebelum karma sampai pada Khofifah. Karena isu data penerima bansos tidak tepat sasaran lambat laun juga akan menyasar Gubernur Jatim. Begitulah kura-kura.


Khofifah salah tidak semerta membuat tingkah madura menjadi benar!
Memang dua duanya tidak bisa salah?!

Jangan terus memelihara kobodohan dan berfallacy!

HARIARA:
Itu sudah khas kadrun.
Kan, saya sudah pernah buat komentar: "Saya sedang menunggu sampai sejauh mana mas Alif 'kelihatan' moderat."

Karena 'moderat dan radikal muslim',  betis kata Ruhut. Saya sudah saksikan personel Cokro TV, yang katanya moderat. Tapi ngak juga. Mungkin saya dan kaum mayoritas memiliki terminologi berbeda soal moderat.

GubernurTololAnjing:
bagian mana cokro TV tidak moderat?

San Ken:
Lebih tepatnya 'moderat musiman' kalau saya bilang.....

firman proindo:
Propaganda Covidiot dari kk pembina

Tatang:
Bisa diturunin gak ya jabatan sebagai kakak pembina?
Kok tdk layak ya tulisannya sebagai kk pembina,
malah perlu dibina nih...........

HARIARA:
lah..bukankah ini situs/portal/ atau apalah namanya milik kk pembina?
Jangan2 nanti dia malah menghapus kolom komentar

SATRIA HITAM:
MAYORITAS PENDUDUK MADURA PILIH KHOFIFAH JADI GUBERNUR.
LO ADA KOMENTAR...?

MAU JADI PROVINSI MADURA SILAKAN, MAU MADURA MERDEKA PISAH DARI NKRI JUGA SILAKAN sob, MAHFUD MD JADI PRESIDEN MADURA JUGA SILAKAN

Hery Purnomo:
Kita berikan edukasi ttg COVID-19 pd mereka yg mau dan mengerjakan pola hidup sesuai kondisi sekarang sj.
Yg tdk mau edukasi dan ternyata meninggal krn COVID-19 bila keluarganya tdk terima kenyataan tsb, biar dimakamkan sendiri sj.
Kalau mereka sekeluarga kena COVID-19 tentu dianggap sdh takdir (tanpa upaya?).
Yg membuat makin ribet/ribut adalah oknum yg memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi....
Salam sehat Seworders.

Martabak Sweet:
Maka kalau sekarang orang Madura mau dites, disekat, itu jelas tidak masuk akal. Ya gimana, udah setahun lebih kami hidup normal, kok baru mau disekat dan dites sekarang?

Bagaimanapun saya ini hanya warga biasa. Saran saya juga gratis saja. Tidak harus diikuti. Tapi percayalah bahwa akan selalu ada konsekuensi.


Konsekwensinya pilih pilih? Standar ganda sekali ya?

Martabak Sweet:
Dari seluruh tulisan para covidiot, ada 1 hal yang sangat aneh.

MENGAPA PARA COVIDIOT YANG SELALU IRI DENGAN NEGARA ONO ANTAH BERANTAH YANG SUDAH "BEBAS AKTIVITAS COVID"...

TIDAK PERNAH MENULIS UPAYA NEGARA TERSEBUT UNTUK MENCAPAI SITUASI TERSEBUT?

Apakah karena UPAYA NEGARA tersebut, justru yang para covidiot selalu langgar dan tidak taati?

Kura kura bertanya.

Sita W:
Ini nih yang saya seneng mbak! harusnya ada tulisan yang mengupas tuntas bagaimana fase yang harus dilewati berbagai Negara sampe saat ini bisa 'merdeka'. Jangan cuma ingin kemerdekaannya, tanpa mau melewati fase-fasenya☺️Mereka menerapkan aturan yang lebih sadiz dari aturan kita di sini yg banyak longgarnya.

Martabak Sweet:
Sadiz tapi manis hasilnya.
Bukan cuma manis tapi cepatz pulak.

Sita W:
Ya betul mbak? ??? ????

Lanina:
Penulis perlu di twk

Kimonostereo:
Alif kok ngomporin gt ya? Dulu tragedi Sampit Dayak VS Madura sebabnya apa sih? Tolong jangan jd provokator!

Wakaseh Birowo:
haha ... rasanya alifurahman  ke bablasen ...

Andy Wark:
Wah iyo bener. Arek iku jan gak genah

andrea:
Laahh...ea Wajar supaya tdk terjadi penularan yg meluas,,tp faktanya banyak jg kan yg positif...?

Abyudaya Dakara:
jadi inget orang india,,, kayak nya mirip nih ama orang madura,,,,
keras hati,, keras kepala,,, dan keras urat2 nya....

Araz Prasetya:
Sudah ah jangan ditanggepin lg.  Kakak pembina lg pansos.  Seword udah mulai sepi jadinya bikin opini kontroversi. Yuk pada makan dulu, ingat lapar bisa merubah orang yang berakal sehat bisa jadi kardiman

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Diskriminasi Suku Madura Oleh Pemprov Jatim, Kami Makin Yakin Pisah Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/diskriminasi-suku-madura-oleh-pemprov-jatim-kami-ZwciPWuisz

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: