You Now Here »

Covid RI Tembus 2 Juta, Ini Angka Beneran?  (Read 111 times - 71 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,726
  • Poin: 24.805
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Covid RI Tembus 2 Juta, Ini Angka Beneran?
« on: June 22, 2021, 04:32:21 PM »




Martabak Sweet:
Covid RI Tembus 2 Juta, Ini Angka Beneran?


Oke deh, karena penulis yang ini masih waras secara historis menghadapi covid, saya bagikan beberapa info yang kadang bukan bahan untuk di share atau tidak diketahui umum.

Penulis lain seperi penulis yaya, alif dst yang jelas idiot, lain cerita.

1. data pemerintah diambil dari data positif PCR yang harus dilaporkan
2. sedangkan data positif antigen tidak harus dilaporkan.
3. antigen sendiri barangnya macam macam ada yang akurat, ada yang tidak akurat. Antigen yang dibeli online itu kebanyakan abal abal dan efektifitas rendah, bisa sampai cuma 60% an. Harganya memang murah dari pada yang bagus. Merek seperti clungene yang termurah itu abal abal. Tapi banyak yang pakai.
4. Karena itu Falsa Negative dari antigen sangat banyak. (False negatif itu sangat sedikit)
5. Dari antigen yang positif, sebagian dari itu melanjutkan dengan tes PCR. Ada angka sifnifika yang isoman tanpa PCR, jadi tidak dilaporkan.

Jadi semua hal diatas menunjukkan kalau yang sebenarnya kena covid itu JAUH LEBIH BANYAK DARI PADA YANG DILAPORKAN

2 JUTA ADALAH REAL DAN MALAH LEBIH KECIL DARI KENYATAAN.

1 hal yang perlu diingat. Indonesia ini banyak penyelewengan bukan cuma tentang covid tapi banyak hal lainnya.

Tapi harus diingat pula kalau penyelewengan tersebut tidak semerta-merta menihilkan bahaya covid/bahaya hal yang diselewengkan lainnya, dan upaya pencegahannya.

Perbaiki yang diselewengkan, bukan malah upaya pencegahannya yang didiskon atau disepelekan. Jangan jadi orang idiot kelas emak emak.

Yosef Kurniawan:
Setujuuu..... nyinyirin orang eropa dan China sana, tapi gak pernah ngaca. Emang pemerintah kita setajir eropa? Setegas China? Emang warga kita sepatuh China? Ngaca tuh ke India, pemerintah udah berusaha vaksin aja masih bisa kecolongan. Masyarakat ngeyelan, ada upacara keagamaan juga. Yang sana aja bisa jebol, apalagi yang sini. Mau ngaca ke negara ASEAN? Lihat tuh Malaysia Singapura aja lockdown, warganya emang berani nerobos lockdown? Engga lah, karena mereka sadar ngeyel di sini, nyesel di kemudian hari.

Sadarlah negara kita bukan negara kaya, area luas, penduduk ngeyel. Di sini lebih berlaku hukum alam. Kita komentator hanya ngingetin dan kritik opini-opini yang udah cacat logika. Bagi yang gak percaya silahkan, cuman tolong jangan nyuruh orang lain biar gak percaya juga. Emang ini negara milik anda sendiri?

B-Over:
Pemberitaan media massa mengenai covid yang terkesan bombastis, seharusnya bisa disikapi dengan bijak. Yang paling bijak menyikapi judul2 yang terkesan bombastis itu adalah supaya masyarakat kita benar2 peduli terhadap potensi penyebaran virus dan sesegera mungkin melakukan vaksin sebagai proteksi tambahan sehingga nantinya penyebaran covid secara nasional terhenti.

Entah apa yang ada dibalik redaksi media, namun yang disayangkan sampai dengan saat ini kesadaran masyarakat kita masih belum cukup baik untuk menghentikan penyebaran covid. Para pejabat pemerintah daerah sampai ke pelosok juga banyak yang minim monitoring dan minim upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, contohnya jakarta. Bikin muak!

Tapi disamping itu, tak kalah banyaknya ada juga pihak2 yang juga sama memuakkannya dengan menjadikan isu covid sebagai ladang untuk mencari keuntungan. Lebih bikin muak!

Jay:
Sy jga bkn anti covad cavd covid....tpi ini terasa aneh bin ajaib. Angka dari mna jga gk tau.....dari dulu covid ini gk ad kok tiba² hebohnya luar biasa bagaikan dunia ini mau kiamat. Lihat rakyat kecil yg cari makan aj sdh kesusahan....seakan² covid ini ad yg tdk mau berlalu dan terus menerus.

Wenas:
100% sepakat sama penulis tampan

Lanina:
2 jt itu yg terdata. Mending tdk usah tau sebenar nya, toh tdk percaya jg.

Martabak Sweet:
1. data pemerintah diambil dari data positif PCR yang harus dilaporkan
2. sedangkan data positif antigen tidak harus dilaporkan.
3. antigen sendiri barangnya macam macam ada yang akurat, ada yang tidak akurat. Antigen yang dibeli online itu kebanyakan abal abal dan efektifitas rendah, bisa sampai cuma 60% an. Harganya memang murah dari pada yang bagus. Merek seperti clungene yang termurah itu abal abal. Tapi banyak yang pakai.
4. Karena itu Falsa Negative dari antigen sangat banyak. (False negatif itu sangat sedikit)
5. Dari antigen yang positif, sebagian dari itu melanjutkan dengan tes PCR. Ada angka sifnifika yang isoman tanpa PCR, jadi tidak dilaporkan.

Jadi semua hal diatas menunjukkan kalau yang sebenarnya kena covid itu JAUH LEBIH BANYAK DARI PADA YANG DILAPORKAN

2 JUTA ADALAH REAL DAN MALAH LEBIH KECIL DARI KENYATAAN.

Yosef Kurniawan:
Kalau menurut saya malah data positif kurang dari kenyataan. Tracing minim dan banyak orang yang mungkin sudah terpapar-istirahat- kemudian sembuh tidak terdeteksi. Lihat saja contohnya di aceh yang ada cerita swab hanya ada seminggu sekali. Yakin betulan tidak ada orang terpapar, atau memang karena kekurangan tenaga medis?

Ekonomi harus tetap jalan setuju. Ibaratnya kita sedang menikmati sisi pahit dari kengeyelan dan kekeras hatian kita. Kalau pasien membludak, udah gak mungkin lockdown, gak ada duit. Cepetan cari vaksin aja, walaupun masih bisa kena, ada kemungkinan gak akan jadi gejala berat. Setidaknya kalau gak ada kamar RS pun, bisa sembuh sendiri waktu isoman itu sudah sebuah berkah.

Martabak Sweet:
1. data pemerintah diambil dari data positif PCR yang harus dilaporkan
2. sedangkan data positif antigen tidak harus dilaporkan.
3. antigen sendiri barangnya macam macam ada yang akurat, ada yang tidak akurat. Antigen yang dibeli online itu kebanyakan abal abal dan efektifitas rendah, bisa sampai cuma 60% an. Harganya memang murah dari pada yang bagus. Merek seperti clungene yang termurah itu abal abal. Tapi banyak yang pakai.
4. Karena itu Falsa Negative dari antigen sangat banyak. (False negatif itu sangat sedikit)
5. Dari antigen yang positif, sebagian dari itu melanjutkan dengan tes PCR. Ada angka sifnifika yang isoman tanpa PCR, jadi tidak dilaporkan.

Jadi semua hal diatas menunjukkan kalau yang sebenarnya kena covid itu JAUH LEBIH BANYAK DARI PADA YANG DILAPORKAN

2 JUTA ADALAH REAL DAN MALAH LEBIH KECIL DARI KENYATAAN.

Belum lagi yang ditutup tutupi, tidak melaporkan karena takut dikucilkan

Danu Djojosoemarto:
Setuju, karena masih banyak yang meninggal karena covid, tapi keluarganya malah menutupi. Banyak juga OTG yang ngeyel tidak mau ditest/isolasi mandiri, alhasil menulari orang lain. Ada juga yang sudah sakit, tapi tidak bisa tracing sebelumnya sudah ketemu siapa saja (sudah terlalu banyak orang). Saya sering dengar berita "dicovidkan rumah sakit" mungkin sebetulnya memang covid tapi tidak mau mengakui, karena takut dikucilkan/dijauhi. Pagi ini staff saya mengeluh istrinya karantina mandiri, tapi masyarakat ada yang melakukan penolakan, selama covid masih dianggap aib saya rasa angka yang tetampil tidak akan pernah cocok.

Arif Soetanto:
Gimana lagi? Jumlah pasien kan tidak mungkin berkurang. Yg penting kasus aktif tidak banyak

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Covid RI Tembus 2 Juta, Ini Angka Beneran? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/covid-ri-tembus-2-juta-ini-angka-beneran-o1SPMmwWKi

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: