You Now Here »

Sadarilah, Kita Ini Debu.  (Read 116 times - 74 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,876
  • Poin: 24.955
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sadarilah, Kita Ini Debu.
« on: June 23, 2021, 12:12:31 PM »




??? ?????乇 ᵃʲᵃ ✅:
Mungkin kalau di lihat dari jagat raya, kita bukan hanya seperti debu, tetapi yang lebih kecil lagi yakni virus yang tak terlihat.

Di alam semesta ini, kita gak sendirian. Masih ada kehidupan lain di luar sana yang belum kita tau. Jadi jangan menganggap diri kita hebat, Karena  mungkin saja ada peradaban yang lebih maju 10 bahkan sejuta kali lebih cerdas dari kita.

WeleWeleAntiJoker:
tapi kita manusia secara global pasti gagal kalau melawan alien
sekarang aja udah sombong banget kok
agama aja diributin kek apa saja

??? ?????乇 ᵃʲᵃ ✅:
Karena bagi mereka agama bukan buat pedoman, tetapi buat petantang petenteng.

WeleWeleAntiJoker:
what a herd stupidity

CarolineW:
Baiklah, sy tdk akan mempermasalahkan hal2 receh lg.

Sita W:
Dan berjanji tidak akan membuatmu patah hati lagi? ???...aku menantimu di gerbang Alamanda, dan aku yakin engkau akan menghampiriku, walau diriku hanyalah sebutir debu? ???..ditunggu cerpen berikutnya mbaak (eh ini Mbak Carol kaan? ????)

Tony Gede:
Betul.

Tpi katanya itu cerpen terakhir... Sayang banget? ???

CarolineW:
Sy masih akan tetap menulis, tp di media yg lain. Lelaki bermata coklat itu, butuh untuk dibukukan.

WeleWeleAntiJoker:
wuih kerennn
sudah main buku-bukuan
gue bisa2 jadi kutu buku

Tony Gede:
Oh... Jadi mau bikin novel nih?  Apa format novel, atau kompilasi cerpen?

CarolineW:
Kumcer. Tp masih lama.

WeleWeleAntiJoker:
ngeriii abissss.. konsisten ya sis
dari komenmu kan susah bikinnya
jadi jangan putus tulisannya
cari udara segar yg banyak buat ide

Tony Gede:
Semangat deh... Ntr bilang2 klo udh terbit? ??? ??? ?????

CarolineW:
Proses yg rasanya panjang. Hrs mengumpulkan tulisan2 sy, mengeditnya dan menawarkan ke penerbit. Menunggu proses penolakan atau diterima. Kalau beruntung once in a life time sy bs punya 1 buku aja dah hepi, warisan yg tdk hilang, selama manusia masih membaca dan menulis.

WeleWeleAntiJoker:
good legacy

Sita W:
Mari kita rayu bersama mas...supaya tayang lagi cerpennya? ???

WeleWeleAntiJoker:
ayo dong mbak sita... menulis lah lagi... please...

Sita W:
Menulis cerbung...sebelum cerita langsung bersambung? ???, ayo Mas William buatkan cerpen horror-romantic doong

Tantra:
hmm...masih kurang curcolnya karena ditinggal Carol?

Sita W:
Karena sebenarnya saya adalah pria bermata biru itu? ??? ????...Mas Tantra pria bermata coklat? Koq kayak gak rela gitu? Whaahaaaaa

Tantra:
Ya iyalah jelas ga rela. siapa sih yang sudi meluangkan waktu untuk memperkaya kasanah literasi di Indonesia? tak lebih dari 1 % dari 270 juta orang. mana ga menghasilkan materi lagi (jangan bandingkan dengan ayu lestari ato lainnya yg sudah terkenal).


Penulis di seword (apapun genre dan spesialisasinya), adalah orang2 'iseng' yang sudi meluangkan waktu untuk mencerdaskan masyarakat. Saya sebut iseng, karena menjadi penulis di Indonesia itu belum dapat dijadikan profesi yang menjanjikan. Diperparah dengan minat baca warga +62 yang sangat rendah.


Warga +62 lebih tertarik dengan visual dalam konten2 'sampah' di youtube, yang tidak memberikan manfaat apa2. Atau hanya mengamati berita2 'rerasan' di medsos. Terbukti, konten2 itu punya view ratusan ribu bahkan jutaan.



Coba kalo minat baca di Indonesia tinggi. Bayangkan satu artikel di seword dibaca minimal 100 ribu orang. Berarti satu artikel dapat honor 300 ribu. Kalau menulis 10 artikel saja, sudah dapat 3 juta per bulan. Tapi kondisi saat ini, dapat view 4 ribu aja sulitnya minta ampun.


Maka menjadi penulis adalah sesuatu banget ditengah2 kondisi Indonesia saat ini. Begitupun dengan para pembaca. Orang yg mau membaca artikel2 di website, adalah orang2 yg mempunyai kehausan akan ilmu pengetahuan. Tidak semua orang2 terdidik dapat bersikap seperti itu.


Kehilangan penulis maupun pembaca, adalah ke 'duka' an di tengah2 sulitnya memahamkan kepada masyarakat akan arti pentingnya literasi, dimulai dari literasi baca dan tulis.

CarolineW:
Wwwkkk ditunggu tulisan Mbak Sita, kumenanti di gerbang hijau yang rimbun, dengan serumpun bunga Lilac di tangan.

Sita W:
Mbak, banyak yang patah hati kalo Mbak Carol nggak nulis cerpen lagi...

Tantra:
apalagi ternyata mba Carol cantik

Sita W:
Setujuuuuuuu? ???

WeleWeleAntiJoker:
uhuuyyyy

WeleWeleAntiJoker:
mencintailah
tapi jangan peduli pada cinta yang receh
--gue lagi beromansa

Tony Gede:
??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

Ulido Jaya:
wkwkkwkwkw

CarolineW:
????

Semarsays:
Dunia paralel/dimensi paralel, topik yg selalu menarik utk di bahas

WeleWeleAntiJoker:
misteri hantu juga karena ada dunia paralel/dimensi lain weke3 joke

Semarsays:
Walah kl hantu2 an mah aye kaga ikutan om, tatuttt..

Sita W:
Artikel ini nggak receh, ilustrasinya butuh daya imajinasi yang nggak receh juga. Jadi mengingatkan diriku untuk bertanya 'Seberapa banyak di antara kita yang menyadari bahwa kita hanyalah sebutir debu?' dan pertanyaan terpentingnya 'Apakah diriku termasuk orang yang sudah menyadari hal itu?'☺️....tanyakan ini pada diri kita masing-masing, karena Bung Tony sudah mengingatkan dan sudah duluan menyadarinya di detik ini...

CarolineW:
Bener2, ini jg bikin sy kayak SMP SMU lg, belajar IPA bahkan mungkin lebih dr itu.

WeleWeleAntiJoker:
satu2 nya penulis seword yang ke-einstein-einstein-an itu bung tony gede!
weke3

Tony Gede:
Terus terang waktu pertama kali baca teorinya, mata saya jereng? ??? ??? ?????

Musti baca berulang2 baru bisa nangkep

CarolineW:
Opini ini layak tayang di halte Jawa Pos.

Tony Gede:
Makasih kalo suka...

WeleWeleAntiJoker:
katanya sih : einstein juga butuh waktu bertahun2 (kira 7 tahun) berulang2 untuk membayangkan, berpikir, menganalisa dll

jadi sama aja kan kita perlu berulang2 baca juga sebenarnya...
penemu teori nya aja ulang2 kok
apalagi kita nih yg awam, harus ulang2 dah

Tony Gede:
Ini baru penjelasan umum yg bisa dimengerti secara intuitif aja.

Gimana dengan penjelasan yg melibatkan perhitungan2 rumit... jereng beneran ngeliatnya... heheheh...

WeleWeleAntiJoker:
kalau anak sekolah zaman sekarang sih bukan jereng lihatnya waktu belajar yg rumit2

tapi juling lihatnya
alias nyontek ke samping lihat jawaban teman

CarolineW:
Sy baca ulang artikelnya. TG menjelaskan sisi ilmiahnya, sy jd mikir2 teleportasi. Dan jd ingat pernah baca tulisan pendeta Daud Tony, yg sebelumnya adalah seorg dukun. Ybs menulis ttg perpindahan t4 secara gaib. Kok jd ngeri yah.

Tony Gede:
Kita cenderung menamai fenomena yg belum kita pahami sebagai hal yg sifatnya gaib.  Orang dri 1000 tahun yg lalu akan berpikir kalo mobil itu gaib.

Fenomena lintas jarak (bukan teleportasi, teleportasi itu beda lagi) itu memang dijelaskan oleh konsep wormhole ini.

Tapi saya pikir ini ga menutup kemungkinan bahwa lintas jarak ini bisa terjadi di bumi ini, dengan cara yg sedikit berbeda.

BTW, teleportasi itu beda lagi dengan wormhole.  Karena dilakukan dengan melebur satu obyek sampai ke tingkat enerji, lantas menciptakan kopinya yang sama persis di tempat lain menggunakan prinsip keterkaitan kuantum.

Santet itu sebenarnya teleportasi.  Prinsipnya sama.

WeleWeleAntiJoker:
yg susah itu bagaimana cara "click"-nya biar bisa teleportasi pribadi weke3
kalau semua orang tahu, bakalan gak laku alat transportasi di dunia

Tony Gede:
Daripada teleportasi, saya mendingan wormhole untuk lintas jarak.

Teleport itu kayak transporter deck di pesawatnya Star Trek. 

Badan kita harus dilebur sampai ke tingkat energi, lalu informasinya dibaca, dan seluruh atom2 dalam tubuh kita disusun lagi di tempat yang dituju.

Makasih deh...

WeleWeleAntiJoker:
oh iya gue ingat... teleporter deck ala star trek...
tapi di film star trek yg pertama, teleporter deck nya error
lalu hasilnya di situ tergeletak tumpukan bukit daging giling rasa manusia... hiiii seremmm waktu ngebayanginnya... (walau gak diperlihatkan oleh film, cukup dibayangin aja)

Tony Gede:
Naaah... itu dia..

CarolineW:
Wah sy hrs baca ulang lagi artikelnya ????

WeleWeleAntiJoker:
pekomen yg cerdas!

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sadarilah, Kita Ini Debu. Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/spiritual/sadarilah-kita-ini-debu-5F9RBRuJrp

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: