You Now Here »

Kapan Pandemi Berakhir?  (Read 113 times - 59 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,769
  • Poin: 24.848
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Kapan Pandemi Berakhir?
« on: July 15, 2021, 05:17:19 AM »




iam hêylêl:
harusnya  PPKM dijadikan moment petugas turun ke lapangan tiap desa or wilayah untuk Vaksin.
contoh di kupang, katanya PPKM micro tapi  terjadi kerumunan saat antri vaksin.

ahaha

Donny Rahardian:
Semenjak dari Jokowi mengumumkan New Normal, yang katanya Polri dan TNI dimobilisasi nyata nya hanya digerakan untuk Penutupan dan Pembubaran.

Harusnya Satpol PP, Polri dan TNI bisa Patroli keliling setiap hari, untuk Mencegah Kerumunan sebelum terjadi.

Karena Pembubaran itu sebenarnya sudah telat, karena penyebaran virus sudah sangat mungkin terjadi.

Contoh

Putusan sidang rizieq di Jaktim, masa iya gak bisa di antisipasi, massa sudah berkumpul baru ditahan.

Mcdonald BTS, setelah seharian dan viral baru dibubarkan.

Antisipasi nya mana ?

B-Over:
Bener, om. Sepakat kita. Saya rasa PPKM atau PSBB dulu itu, khususnya di jakarta. Ngga pernah efektif

Di wilayah saya justru lebih terasa PSBB awal pertama kali muncul

Donny Rahardian:
Kalau menurut saya ketidak efektifan PPKM karena masyarakat tidak ada kegiatan justru terkonsentrasi secara mikro di wilayah tempat mereka tinggal.

alasan paling simple untuk membeli kebutuhan sehari hari masyarakat pasti mobilisasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Daerah suburb seperti Tangsel, Bintaro, Bekasi justru ramai selama PPKM tetapi malah luput dari pengawasan.

di sisi lain untuk masyarakat menengah ke bawah atau pekerja harian lepas, pilihan mereka ya die or die skr mereka terpaksa harus tetap beraktifitas,

berbeda dengan masa PSBB pertama kali,  di mana msh ada sisa nafas ekonomi, di saat masyarakat msh punya sesuatu.

B-Over:
Ya sangat disayangkan memang penerapan dan pengawasan PPKM darurat kebanyakan dilakukan di sektor dunia kerja yang sebagian besar menerapkan prokes yang sudah mumpuni. Ujung2nya peningkatan aktivitas terjadi di wilayah pemukiman. Jika sudah di wilayah pemukiman, mana lah ada satu aparat-pun mulai dari babinsa, satpol, polisi dll yang muncul. Ini pengamatan langsung ya, sambil putar2 jakarta, bekasi, pamulang cari2 tabung oxigen dan isi ulangnya.

Mungkin akan jauh lebih efektif kalo dibarengi dengan sosialisasi, penerapan dan pengawasan lebih intens lagi untuk vaksinasinya.

Donny Rahardian:
Nah itu, subjek nya itu kan manusia bkn gedung, kenapa test nya di tempat usaha, yg di awasi tempat usaha, yg di lockdown tempat usaha.

Harusnya dibuatkan Pos Pos kesehatan di setiap kelurahan bahkan RW yg berinduk ke Puskesmas di kecamatan sebagai pusat Informasi, Pengawasan, Testing, Pemeriksaan awal gejala, bahkan Membantu yg Isoman.

??? ?????乇 ᵃʲᵃ ✅:
Makanya PPKM harus dijadikan momen utk vaksinasi mumpung semua usaha dan kantor tutup

Donny Rahardian:
Masalah nya vaksinasi massal msh terkonsentrasi di satu tempat untuk cakupan wilayah yg sangat luas,

Seharus nya pusat vaksinasi dipecah2 berdasarkan wilayah agar tidak diperlukan mobilisasi dan penumpukan massa dan terjamin nya pemerataan vaksinasi untuk tiap wilayah.

??? ?????乇 ᵃʲᵃ ✅:
Mungkin krn letak geografis yang berpulau² jadinya susah?

Jay:
Akan berakhir klo yg bukan kena covid jgn d covidkan...

Ju Kamto:
Nah yg ini ane setuju ,

IVN:

(click to show)


B-Over:
2 hal yang saya benci dalam menyikapi pandemi ini:
1. Orang atau pihak yg terlalu fokus kepada covid bahkan terlalu over
2. Orang yang abai

Tetapi yang pertama yang saya paling benci, karena segmen inilah yang menjadi target spekulan, mafia obat palsu, pemicu panic buying dan kalau kita dengarkan terus malah bikin emosi.

Bahkan dalam 1 minggu ini, beberapa yang saya temui berprofesi sebagai dokter yang datang ke rumah ibu saya yang sedang isoman ditemani oleh saya sendiri.

Semua hanya fokus dengan fisik ibu saya yg turun drastis terlihat sangat lemah, saturasi ibu saya dan hasil test antigen-nya yg postif. Lalu fokus pada pengadaan tabung oxigen, antivirus dan obat2an yang biasa untuk pasien covid. Apalagi ibu saya belum sempat vaksin.

Singkat cerita, semua saran penanganan pasien isoman standar covid semuanya saya tolak mentah2 karena saya lebih fokus pada gula darah ibu saya yang sepertinya sudah mengganggu lambung. Apalagi walau baru test antigen yg hasilnya postif, ibu saya tidak memperlihatkan adanya gejala covid.

Puji Tuhan, sampai dengan saat ini keyakinan saya yang benar. Ibu saya mulai bisa bangun sendiri dari tempat tidur, kadar gula sudah mulai mendekati normal dan sering saya biasakan latihan pernafasan. Gejala covid masih belum tampak. Setelah ibu saya lebih kuat akan saya proses untuk test PCR berikut saya sendiri

Pesan moral, covid itu ada. Jangan pernah abai dengan prokes dan selalu waspada. Namun yang lebih penting tetaplah kita tenang dan  rasional. Disaat kita tidak tenang dan sudah tidak rasional lagi, akan ada banyak pihak yang dapat mengambil keuntungan.

Rana didjaja:
Ada yg tanya kenapa SBY mulus2 aja..? beliau pernah menghadiri kongres Biedelberg di austria tahun 2010.selain SBY semua Presiden Indonssia dijatuhkan, dikudeta, temasuk pa Habibi yg mau bikin pabrik pesawat sendiri, Ibu Mega yg membatalkan pembelian F 16 dan beralih ke Sukoi.saya tidak sedang bicara masalah Politik.semua keputusan turun dari keputusan Politik sampe soal sanitasi.jgn iri sama Jepan, Korsel dan Turki yg ada dlm gerbong mrk.ada yg tanya kenapa Pt. PAL Indonesia dan para Jendral ngga dilibatkan dlm rencana pembelian ALUTSISTA,..?

Lone Wolf? ???:
Kitanya capek tapi virusnya nggak kenal cape mau bilang apa. Tidak ada pilihan selain daripada taat prokes kalau mau selamat sementara pada saat bersamaaan vaksinasi masyarakat harus terus digencarkan.

Christoper Sigit:
Itu 50 rb case sekian menurut saya hanya ujung gunung es. Aslinya lebih banyak lagi drpd yg terdeteksi. Saya pnya karyawan saja ogah2an untuk tes antigen pdhl saya yang tanggung, alasannya takut dikarantina, takut positif, takut hidungnya disogok, dll. Setelah saya sedikit memaksa untuk tes baru dilakoni, hasilnya ? Ada beberapa yang positif. Setelah dikonfirmasi positif trus minta obat ke puskesmas, obatnya kosong. Sistem pendidikan, penyebaran informasi dan kesehatan Indonesia sangat memprihatinkan.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kapan Pandemi Berakhir? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/kapan-pandemi-berakhir-4QAk6eA7E2

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: