You Now Here »

PPKM Harus Stop 20 Juli, Atau Perlawanan Warga Semakin Meluas  (Read 117 times - 66 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,769
  • Poin: 24.848
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




«§»​ ⓔⓝⓛⓘⓖⓗⓣⓜⓔⓝⓣ:
ulama tidak diberdayakan utk menangkan rakyat agar mau tunduk pada kebijakan pemerintah mengenai pengendalian penyebaran covid?

ataukah ulama sudah gak mau ikutan membantu pemerintah tapi hanya sibuk "mempermuliakan diri" dgn titel 
keagamaan?

para kaum mabok agama ini hanya mau mendengar ulama, dan mengabaikan pemerintah.
jika ulama sudah gak mau bantu pemerintah dalam pencegahan pandemi tapi malahan bikin kacau dgn melemparkan hoax dan hujatan kepada pemerintah, maka siapa lagi yg bisa membuat rakyat mau tunduk pada kebijakan pemerintah?

katanya, indonesia hanya bisa bersatu jika menghadapi musuh bersama.
tapi sepertinya covid belom menjadi musuh bersama sehingga banyak faksi² politik dan faksi² sosial yg melakukan aksi ambil untung dalam dalam kesimpang-siuran di pandemi ini.

we are at war against invisible and invincible agent of death, i.e, covid

Martabak Sweet:
Subsidi pesantren dan uang pajak yang dihamburkan oleh kementerian agama harus distop total.

Gunakan dananya untuk memperkuat kepolisian dan TNI serta hal hal yang berguna untuk Negara.

«§»​ ⓔⓝⓛⓘⓖⓗⓣⓜⓔⓝⓣ:
status mayoritas begitu dimanjakan.

Han:
Saat inilah sebenarnya diharapkan Pak Wapres untuk berperan aktif dalam mengendalikan ulama-ulama tersebut. Banyak orang2 Indonesia (tak hanya kadrun saja) lebih mendengarkan perkataan ulama bahkan untuk hal2 yang sifatnya non agama sekalipun dibanding pemerintah atau orang2 yang sebenarnya lebih kompeten di bidangnya. Sedangkan Pak Wapres kita boleh dikatakan sesepuhnya para ulama2 tersebut.

«§»​ ⓔⓝⓛⓘⓖⓗⓣⓜⓔⓝⓣ:
makarov hanya sebagai pajangan.

tugas makarov sudah selesai sejak jokowi terpilih.

Wanda Bagus Sebastian:
CoD MW ????

«§»​ ⓔⓝⓛⓘⓖⓗⓣⓜⓔⓝⓣ:
apa tuh artinya

Birowo Birowo:
Maju kena mundur kena .....  Solusinya .... Kalau PPKM ... d hentikan ....adakah solusi linnya ..?

TR Kurniawan:
PPKM nya seperti awal .......... Pembatasan ........ bukan penutupan. Saat ini yang terjadi banyak Penutupan Paksa ... seperti toko alat rumah tangga, PKL, Bengkel ... dan termasuk mall yg sdh taat protokol kesehatan... Kecuali jika Negara sanggup memberikan bantuan kepada semua yang terdampak  ...

Arijanto Notorahardjo:
Ada Pak, tuntut akuntabilitas para pemimpin daerah untuk mengurangi angka COVID di wilayahnya. Lakukan dengan tegas dan yang tidak sanggup langsung dipecat tanpa basa basi politik.

fluffy bunny:
sadar woy, negara2 asing ekonomi nya tetep bisa muter meskipun di-lockdown, jadi mereka nyikapin pandemi ini dgn berinovasi


kalo rakyat nyikapin PPKM dgn penolakan, nuntut ekonomi jalan dgn cara lama mulu, brarti (sebagian) rakyat adl kepala batu yg enggak mau berinovasi, mungkin bisa2 aja diturutin, tapi siap2 aja, ntar ekonomi nya digiles negara2 asing yg lebih inovatif


pak jokowi kan juga bilang : "bajak momen covid", jadi lihatlah covid sbg kesempatan, buat merubah yg salah2 di masa lalu

Yosef Kurniawan:
Masa covid ini saya liat banyak yang mulai melek investasi dan tidak lagi terbiasa hidup hedon. Mungkin pelajaran lain yang bisa mereka petik itu untuk tidak terlalu memikirkan politik, toh walaupun jagoannya menang, tetap saja tidak berpengaruh super banyak ke usahanya. Jadi ngapain dibela mati-matian?

Secara bisnis, online conference, online training dan work from home bakal populer, bahkan setelah pandemi selesai. Banyak orang juga yang saya rasa bisa memakai waktu di rumah yang biasanya hilang di jalan, untuk mengeluti hobi atau kegiatan baru. Kita sebenarnya bisa masuk misalnya dengan menawarkan jasa pelatihan, karena banyak orang yang akhirnya mencari dan mencoba hal-hal baru.

Arijanto Notorahardjo:
Bapak/Ibu yang baik, mohon maaf bila saya tidak sependapat dengan apa yang Bapak/Ibu katakan. Sebenarnya sudah banyak rakyat Indonesia yang mulai beradaptasi, berinovasi dan berubah pola pikir dan kegiatan usahanya sejak COVID-19 melanda Indonesia. Namun di sisi lain kita juga harus tetap "menjejak bumi". Masih banyak rakyat Indonesia yang memang kerjanya dari sebelum pandemi ada di sektor informal dan sektor riil (baca: menjadi buruh). Di kwartal 3 tahun 2020 saja menurut data BPS ada 17,5 juta buruh di sektor manufaktur - turun 1,8 juta dari tahun sebelumnya karena pabriknya berhenti. Mau disuruh apa mereka bila PPKM darurat yang membatasi semua sektor usaha kecuali yang kritikal terus dilanjutkan tanpa hasil pasti?

Dedi Setiadi:
Udah belajar jadi provokator nih, dari cara milih judulnya.... hahahahaha....

fluffy bunny:
1 hal lagi buat penulis ya


gw enggak terima WFH-ers dituding "penikmat pandemi"


gw kerja di bidang IT, & gw WFH-ers, gw kerja keras mungkin malah di level yg lebih tinggi drpd pas WFO, bates antara jam kerja & jam off udah nggak jelas

& produktivitas gw malah naik krn energi & cost gw enggak kesita buat transport rumah-kantor pp

Dedi Setiadi:
Saya saat ga WFH, durasi jam kerja selama 8-9 jam sehari.
Saya saat WFH, durasi jam kerja berubah menjadi 10-14 jam sehari.
Kaya gini dibilang "penikmat pandemi" ?

Tony Gede:
Kalau jumlah pertambahan terus melonjak, dan kondisi kita udah jdi kayak di filem Outbreak atau Contagious...

Mungkin yg akan keluar bukan lagi kepolisian, tpi militer.

Penjagaan diperketat, bahkan sampai ada pos2 tentara di titik2 vital utk mencegah kerumunan.

Tank2 berseliweran, helikopter militer patroli tiap hari.

Klo situasinya udh kyk begitu, ya jgn salahkan siapa2 selain kita2 yg dri kmren ga mendukung saat pemerintah minta kt stop dulu beraktivitas utk sesaat.

cinick:
melihat kengeyelan orang2 thd anjuran pemerintah saya malah mikirnya gini bung, biarkan saja nanti kl terpapar gak usah digubris oleh pemerintah terserah mrk mau berobat sendiri atau modar sendiri dan gali makam sendiri, pemerintah cukup sediakan lahannya saja

Rana didjaja:
Baru2 ini ilmuwan Israel mengatakan, belum ada corona virus yg seperti ini.dan belum pernah ada juga peneliti yg mengumpulkan dan warga yg tinggal dekat goa kelelawar terinvsksi virus ini dari kelelawar.yg ada justru warga yg tinggal dekat Lab VIW di Wuhan dan penelitinya yg di indikasiakan terinfeksi virus ini krn gejalanya mirip, yg dikomfirmasi oleh pejabat CDC di Wuhan Cina ke Robert Redfield mantan kepala  CDC Amerika. setelah itu Redfield mendapat banyak ancaman pembunuhan yg masuk ke gadgetnya.penelitian dan pengamatan Irjen Pol Dharma Ponhrekun sebagai wakil kepala BSSN menyatakan,                       
 klo memiliki step seperri kopit ini, dari, alhpa, beta,gamma, delta, lambda,ada kapa, berikutnya akan rilis epsilon berarti, by design kata beliau.pastinya beliau bukan kaleng kaleng.siapa berani bilang itu hoax,ngawur,ngga punya akal sehat,... hayooo,..

Jay:
Kok rmh sakit gk pernah d audit....apakah smua pasien yg d inapkan benar² pasien covid.? Sy bukan anti covid tidak....tpi klo lihat sekarang ini banyak yg d sengaja d covidkan.

asriu:
hmm coba deh lihat pemda pada ngapain
coba perhatikan yg bandel pada ngapain

jujur saja pemerintah pusat sudah habis-habisan tentu juga dengan kekurangannya, sekarang coba deh penulis marahin tuh implementasi di tingkat pemda
tunjuk saja~

aturan tanpa pengawasan, penindakan dan, evaluasi cuma jadi sekedar pepesan kosong.

TR Kurniawan:
PPKM ketat tanpa bantuan keuangan bagi yg terdampak akan seperti bow waktu ...

Stefan Daniel:
Bilang pendukung jokowi tp memprovokasi menentang kebijakan jokowi.

Badam Sinaga:
Pokok masalahnya kan proses vaksinasi yg ribet dan berbelit2 di awal, apalagi sebelum mudik kemarin. Harusnya kalau digenjot atau dipaksa sekalian, mungkin kondisi kita gak akan separah ini.

Solusi kalau gak mau PPKM ya vaksinasi digenjot lebih keras. Kerahkan ulama2, RT RW, polisi dan militer. Yg bandel gak mau vaksin atau males, dikejar door to door. Suntik gak usah pakai nakes, training aja relawan2 3-4 jam crash course cara suntik yg benar trus diawasi nakes yg berpengalaman.

Cluster2 covid di-isolasi dan diawasi isoman sambil dikasi kebutuhan pokok sampai sembuh.

Arijanto Notorahardjo:
Kali ini saya setuju dengan Pak Alif. Percuma PPKM darurat diperpanjang bila konsepnya saja tidak dipahami dengan benar oleh aparat pelaksananya. Tiap daerah atau kota punya penafsiran masing-masing. Pemerintah hanya perlu mempercepat vaksinasi nasional dan tuntut semua kepala daerah untuk bekerja maksimal menekan angka COVID-19. Yang tidak becus seperti di Jakarta dan Jawa Barat pecat kepala daerahnya. Jangan korbankan rakyat dan menunggu adanya kerusuhan karena PPKM darurat.

firman proindo:
Yang ada sekarang adalah pihak rumah sakit senang merawat pasien tanpa gejala karena bayarannya sama.
Wah kok malah nuduh rs? Kk pembina emang provokator
Yg ada Rs lg kewalahan karena lonjakan pasien yg minta opname

Badam Sinaga:
ya iyalah RS gak mau terima pasien yg kondisi parah, lah supply oxigen nya aja gak terjamin. nanti pasien pada meninggal yg disalahin pemerintah RS-nya. inget kasus RS Sardjito?

Sugi:
Ini lagi:

"Orang yang cukup makan dan tidur dalam 10 hari kalau sudah sehat dapat secara otomatis dinyatakan sembuh, tanpa tes tesan lagi. itu menurut standar WHO."

Skrg quote 'standar WHO', lebih canggih deh ya.

Kalo gitu kenapa kematian pasien isoman juga meningkat ya? Masak yg lewat kloneng2 sampe belasan/puluhan kali sehari itu tukang es putar atau abang bakso keliling?

Ayah temen saya isoman dan akhirnya meninggal, ini bukan hoax bukan katanya temen yg dari temen yg dari sepupu yg dari tetangga yg dari WAG. Ini temen deket saya sendiri loh. Skrg mama nya juga lagi isoman sudah hari ke 14, kondisi masih naik turun tapi semoga bisa pulih.

Soal pihak RS lebih senang merawat pasien tanpa gejala: apa kakak pembina sudah cek di lapangan? Kan sudah tidak ada penyekatan ya di Suramadu. Silahkan main2 ke Surabaya gih. RS mana yg lebih suka menerima pasien tanpa gejala? Trus pasien tanpa gejala mana yang cukup gila buat setor diri ke RS kalau memang nga ada gejala? Bukti nyata skrg RS sudah tidak menerima pasien meski gejala berat, krn sudah over kapasitas. Masak iya sih nakes satu Indonesia itu nga punya hati nurani dan lebih suka milih pasien OTG daripada yg gejala berat?

Kesalahan pemerintah itu nga mau buka mata terhadap keluhan rakyat yg 'perang' dng aparat setiap kali mau menerobos penyekatan, krn sejatinya siapa yg ga mau tinggal dirumah perut kenyang di kondisi seperti ini? Tapi krn pemerintah terlalu banyak pengecualian ini itu boleh buka blahblahblah akhirnya pengusaha juga banyak yg kucing2an dan karyawannya yg jadi korban. Mau WFH nga dikasih perusahaan atau memang nga bisa WFH bidang kerjanya meski bukan kategori esensial atau kritikal, terpaksalah kerja dan kucing2an dng penyekatan petugas. Kemudian narasi yg dihembuskan melalui media adalah (lagi2) rakyat (kecil) tidak patuh.

Harusnya tegaslah terhadap para pengusaha hulu-nya, krn rakyat pekerja tidak digaji pemerintah tapi digaji sob mereka sendiri2. Aturan pemerintah jelas kalah dari urusan kantong dan perut.

Pleassseeeeeee deh ya kakak pembina jangan menulis soal copad copet PPKM dsb deh, lebih syahdu kalo menulis mantan-mantan sebagai pakar mantan.

firman proindo:
Teman saya yg di bali 2 hari yg lalu meninggal dunia karena covid, mengeluh sesak nafas terus dilarikan ke RS Sanglah Denpasar tapi tidak tertolong. Setelah saya cari tahu di beberapa artikel kesehatan ternyata itu adalah happy hipoxia dmn kadar oksigen dalam darah turun sehingga menyebabkan gagal nafas. Ternyata di Wuhan para otg yg meninggal dunia karena covid rata2 karena happy hipoxia. Covid dapat menyebabkan happy hipoxia/turunnya kadar oksigen secara drastis

Yosef Kurniawan:
Sekarang malah yang bergejala sedang sampai berat terpaksa isoman, orang gak dapet ruangan di RS kok, makanya banyak yang meninggal. Standar WHO 10 hari istirahat boleh keluar itu bener cuma buat yang gejala ringan, menurut mereka setelah 10 hari si penderita udah gak bisa nularin lagi.

Yang masih lucu ini penulis bilang banyak kasus karena tesnya diperbanyak. Secara kasat mata betul, tapi kalau direnungkan ya masih tinggi karena kita memang super undertesting. Pengennya sih tes banyak tapi persentase yang positif dikit. Sampai ke tahap itu, negara sudah dikatakan lebih aman. Ya kalau mau turunin kasus jadi 10000 per hari dengan membatasi pengetesan jadi maksimal 15000 tes sih gak apa-apa, paling negara kita dialienkan oleh negara lain. Sama aja kok, pariwisata gak akan jalan, gak ada investor yang mau bangun pabrik di sini, yang ada malah kabur. Bisnis kita sendiri pun gak akan laku kalau ada masalah wabah yang tidak ditindaklanjuti.

Lanina:
Suramadu jilid 2, skala nasional?

Victor Drummond:
Makin seru aja...

Lone Wolf? ???:
Kalau alasannya takut masyarakat ngamuk dimana wibawa pemerintah? Tolok ukurnya harus angka penularan dan angka kematian. Kalau trendnya belum melandai atau menurun maka berdasarkan ilmu kesehatan masyarakat PPKM darurat harus lanjut. Emangnya covid bakal pergi kalau masyarakat ngamuk?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel PPKM Harus Stop 20 Juli, Atau Perlawanan Warga Semakin Meluas Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/ppkm-harus-stop-20-juli-atau-perlawanan-warga-G0TlRir8QG

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: