You Now Here »

Agenda Busuk Kepala Daerah Di Tengah Pandemi  (Read 95 times - 89 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,872
  • Poin: 24.951
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Agenda Busuk Kepala Daerah Di Tengah Pandemi
« on: July 21, 2021, 12:20:12 PM »




Njoto:
Oposisi bergerak melalui kepala daerah untuk menghambat penanganan covid, seharusnya para kepala daerah tersebut diberi sanksi administrative dan sanksi pidana, karena membahayakan nyawa masyarakat

B-Over:
Harus, om! Sudah bosan saya komentar mengenai kemendagri selaku administraor pemerintah daerah. Mau kepala daerah itu dari partai oposisi, dalam situasi pandemi dan memegang amanah dalam penyaluran dana bansos bersumber dari APBN, seharusnya monitoring dari kemendagri itu bisa lebih ketat lagi. Tidak bisa secara hukum dalam situasi sekarang, pemerintah daerah berlindung dibalik otorisasi mereka yang diatur dalam uu otonomi daerah.

Mungkin sinergi antara Kemenkeu, Kemensos dan Kemendagri harus lebih ditingkatkan lagi dalam monitoringnya.

Njoto:
Para kepala daerah yg tidak punya empati ini seharusnya mulai di-ekspos ketidakbecusannya dalam menyalurkan dana bansos... sehingga masyarakat di daerahnya tidak akan memilihnya lagi dan juga tidak memilih partai² pengusung serta partai pendukungnya

TukangTembok:
sudah kelihatan siapa penjahat sesungguhnya, sengaja dibuat begitu biar terjadi kekacauan di masyarakat.
penjahat sesungguhnya adalah para kepala daerah, secara tidak langsung dapat dikatakan mau membunuh rakyat. rakyat dibuat menderita tidak diberikan bansos, mau tidak mau keluar rumah untuk mencari uang (makan) , lalu tertular covid.
sesudahnya menyalahkan pemerintah pusat.

penjahat sesungguhnya.

Lone Wolf? ???:
Birokrasi dimana-mana lamban kayak kura-kura (bukan kura-kura seword lho ya) walaupun dijaman semua serba komputer kalau orangnya masih mental kalkulator tetap aja lamban. Bisa juga karena tidak ada peluang untuk korupsi jadi kerjanya ogah-ogahan,

Semprul:
Lamban, bukannya mereka adl orang2 pilihan yg dipilih diantara ratusan juta Rakyat Negeri?
Kadang memang kita berasa seperti hidup dijaman kerajaan dimana jabatan didapat krn kerabat jadi ya dimaklumi saja klo mereka lamban krn memang terbiasa dilayani bukan melayani

B-Over:
Kecuali mas anies, ya om. Mas Anies itu cepat kerjanya untuk tampil didepan kamera. Wkwkwkwk

Lone Wolf? ???:
Disitu salah satu kelebihan Mas Anies, tapi bukan pencitraan lho ya...

B-Over:
Aseeeeem... Wkwkwkwkwk

TukangTembok:
ga aneh jabar masuk, cm jago pencitraan.

mil, minggu ini harus cair, ente jangan coba2 nahan2 lagi, kerja cepet, jangan cm pencitraan dengan menyalahkan pemerintah.  jangan coba2 lagi nahan bansos!!!! kerja mu lambat, mau bikin chaos? ???.

jangan enteng2 minta maaf, pencitraanmu sudah tidak laku. kerja harus bener!!!

Arif Soetanto:
RK waktu jadi walikota juga Instagram doang. Jadi gubernur podo wae....

Iwans:
waktu itu terpaksa milih karena lawannya pks....

B-Over:
Sudah berkali-kali saya berkomentar menyoroti kinerja pemerintah daerah dan kemendagri sebagai administrator-nya. Sedari awal kita kenal istilah PSBB, KPK bersuara nyaring akan konsekuensi penyalah gunaan dana bansos. Mungkin saat ini belum ada penyelewengan atau penyalah gunaan untuk memperkaya diri sendiri/ golongan.

Tapi mengingat ini situasi pandemi, Kemendagri juga terlalu lembek dalam monitoring sampai hal2 seperti ini bisa terjadi. Selanjutnya, kementerian terkait mulai dari Kemenkeu, Kemendagri dan Kemensos harus bersinergi lebih kuat lagi dalam mengawal penyaluran dana bansos kepada masyarakat terdampak.

biim satriani:
Sudah kuduga....jabar..propinsi dg korupsi masih tinggi, gubernurnya sibuk bikin taman ...

«§»​ ⓔⓝⓛⓘⓖⓗⓣⓜⓔⓝⓣ:
2 opsi :
1. ada anggarannya bansos di apbd tapi tidK disalurkan (berharap pemerintah pusat lupa dan mengabaikan bansos yh belom disalurkan)
2. memberikan laporan serapan 100% utk bansos padahal bansos nya belom atau tidak disalurkan 100%.
contoh : jakarta tidak ada di daftar prov yg belom menyalurkan bansos, apakah itu berarti jakarta sudah 100% menyalurkan bansos?
hemm mencurigakan sekali.

Tony Gede:
Sementara, banyak nakes mengundurkan diri karena beban kerja berlebihan tapi insentif nggak turun2.

Rupanya ditahan kepala2 daerah bajingan ini toh.... Bangsat bener.

Rosita:
DKI tidak di daftar??

ABC:
Yang tidak punya hati nurani dengan menghambat kepentingan dan hak rakyat sangat tidak pantas sebagai pemimpin daerah dan sessungguhnya mereka adalah perusak bangsa.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Agenda Busuk Kepala Daerah Di Tengah Pandemi Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/agenda-busuk-kepala-daerah-di-tengah-pandemi-IHRro0mEww

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: