You Now Here »

Pengalaman Dua Kali Positif Corona Setelah Vaksinasi Sinovac  (Read 172 times - 90 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,872
  • Poin: 24.951
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Galih Kunarso:
Untuk Ibu Penulis dan para pembaca lain, mohon gunakan akal sehat dan hati anda. Tolong janganlah keluar rumah dan tetap bekerja kalau sedang bergejala dan suspek COVID-19 (dalam hal ini Penulis sudah jelas-jelas merupakan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif).

Anda itu sangat-sangat mungkin menulari orang di sekitar, rekan-rekan tempat kerja, dan kalau anda bilang kerjaan itu ada hubungan dengan pasien, artinya anda sangat-sangat mungkin menyebabkan mereka tertular lho. Itu benar-benar perbuatan egois dan tidak ada perhitungan.

Walaupun semua pakai masker dan jaga jarak, risiko penularan itu sangat tinggi. Nakes yang pakai N95 dan APD lengkap saja masih bisa tertular, apalagi ini di tempat kerja yang “tidak sempurna 100%”. Banyak orang lain yang bisa terpapar, dan kalau mereka belum divaksinasi bisa saja mereka akan bergejala parah/perlu opname/masuk ICU/bahkan meninggal.

Tidak mau tes karena takut dicovidkan itu adalah pikiran orang-orang yang tidak dapat informasi yang benar. Kalau Penulis pernah mengaku punya pengetahuan soal obat dan latar belakang juga mendukung seharusnya tidak ikut-ikut dalam berpikir seperti ini. Kalau tidak mau tes yang harus dilakukan adalah isolasi 14 hari. Kalau abis itu sudah sembuh barulah boleh keluar rumah lagi. Ini perbuatan yang aman.

Kalau kelakuan orang terpelajar masih seperti ini, dan dengan bangganya pamer dengan dibuat artikel, saya tidak habis pikir bagaimana memberi edukasi kepada orang-orang yang lebih minim mendapatkan informasi. Kelakuan-kelakuan seperti ini tidak membantu sama sekali dalam menghadapi pandemi ini. Apa bedanya coba dengan penumpang Citilink yang ternyata positif kemarin tapi masih nekat naik pesawat dengan hasil PCR punya istrinya?

doodleramen:
Ya... saya lagi-lagi memutuskan untuk tidak isolasi. Saya tidak bisa meninggalkan anak-anak, dan pekerjaan saya... Sebagian dari pembaca mungkin menganggap saya egois, tapi semuanya sudah saya perhitungkan. Saya cukup yakin saya terkena infeksi dari anak-anak, sehingga saya berharap mereka tidak akan terinfeksi kedua kalinya dengan virus yang sama. Untuk rekan-rekan kerja saya, memang saya tidak memberitahukan, tapi di tempat kerja prokes cukup bagus. Jaga jarak, masker, dan cuci tangan lumayan patuh, walau tidak sempurna 100%. Lagipula saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang sedang banyak-banyaknya. Dan alasan terakhir, saya tidak mau dicovidkan oleh masyarakat.
Kalau ente di negara tempat tinggal ane, 100% pasti sudah dimasukin ke penjara. Hitung2 pala lu peyang, uda sadar kena covid masih saja kesana-sini. Ente kirain virus itu peduli sama hitung2an situ? Orang2 kaya ente ini yg menyebabkan pandemi di Indonesia gak selesai2.

doodleramen:
Ane sudah menduga dari awal penulis sampah ini pasti sudah pernah kena covid karena beberapa kali tulisannya meremehkan covid. Sama kaya si kakak pembina. Karena dia tidak mati setelah mengidap covid, dia menganggap covid itu bukan apa2. Lalu berkoar2 covid itu tidak perlu dirisaukan. Manusia egois kaya gini seharusnya di kasih pelajaran berat oleh covid sampai nyerah minta ampun.

firman proindo:
Inilah Hasil dari propagandanya kk pembina dan para konspirashit..
Karena berpikir toh ini penyakit bisa sembuh sendiri akhirnya
Penyakit ringan ini yg menyebar kemana-mana.
Padahal penyakit ringan ini bisa bikin kadar oksigen turun dan hal tsb bisa bikin orang mati karena gagal nafas

Sita W:
Saya kecewa....bagaimana mungkin sekelas Penulis yg bisa mendapat berbagai informasi dan mengolahnya dengan cerdas, bisa melakukan hal tsb? Membahayakan orang lain dan menceritakan dengan bangga dalam satu artikel, membuat saya bingung...harus marah atau menangis!! Jadi Penulis sudah tau kan kenapa pandemi di Indonesia sulit dikendalikan? Karena banyak orang seperti Anda...miris ya...

Bestofgres:
Ini contoh sempurna yg namanya dreadfully ignorant, lack of brain power. No empathy towards other people whatsoever. Ngga perduli bahwa org lain yg kontak dengan dia kemungkinan akan kena, ngga perduli kalo yg kena itu badannya ngga fit dan ngga kuat akan jadi fatal. Dan yg paling hebat, selalu menemukan alasan membenarkan diri. Dia percaya kalau dengan menuliskan pengalamannya org2 akan mengira dia hebat dan kalau di cerca dia akan ketawa2 jumawa. Kalau alasannya ekonomi, ngga ada satupun yg bisa dan boleh disalahkan. Bravo!!

Bond Choz:
Yang begini nih orang² yang gak tau diri..! Pantes aja covid di Indonesia gak turun2 karena ada 1000 orang aja kayak penulis banyak yang terpapar dan ada yang ko'it.

Seword bisa turun pembacanya karena penulis model kayak gini..!

Munajat Munajat:
Egois nih orang, ga mikirin orang lain yg staminanya ga kuat

anggi032 2:
Tetap harus waspada. Menularkan ke org lain tidak sengaja dan org yg ditularkan meninggal itu sama saja dengan pembunuhan

Dick:
Nyesel ane baca nih artikel, kirain bisa bagi pengalaman yang baik dan benar malah menyesatkan...suee

Bond Choz:
Makanya sob dicatat, kalo ada tulisan dia yang lain mending di SKIP drpd nyesel baca ARTIKEL SAMPAH!!

Lukman Rewa:
Tolong Seword lebih selektif dan bijak dalam memilih penulis. Manusia2 kadrun sampah yang kemungkinan besar sudah membunuh orang lain secara tidak langsung seperti ini seharusnya dilaporkan polisi dan dipenjara saja. Binatang seperti ini kemungkinan besar otaknya sudah tertutup hijab.

Donny Rahardian:
Loe gila setelah 3 minggu gejala dan suspect msh aktifitas seperti biasa dan baru test. msh paling infectious atau menular itu 14 hari pertama.

Anda mungkin tidak apa2, keluarga anda mungkin tidak apa2, tetapi anda mungkin sudah membuat seseorang terbunuh.

Abu Dias:
vaksinasi itu ibaratnya melatih dan meningkatkan kesiagaan penjaga ....
kalau penjaga sudah terlatih siap siaga, tidak berarti maling nggak bisa masuk .....
tetapi dengan penjaga yang terlatih selalu siaga, ada jaminan bahwa maling bisa dilumpuhkan .....
bisa saja nanti ada vaksinasi ulang, itu untuk mengembalikan kesiagaan penjaga yang mungkin sudah mulai kendor .....
begitulah kura-kura .....

........:
bisa jg diibaratkan helm!
helm it salah satu pengaman bukan anti kecelakaan

Opini Tadeus:
"Mengharapkan tidak akan pernah terkena Covid-19 ya bagus-bagus saja, tapi menurut saya itu mustahil."

Couldn't agree more...

Trigan:
Kalau banyak yang bersikap seperti beliau udah tau positip tetap beraktiivitas dan menyembunyikan kondisinya.. maka jadi sangat mustahil....

Aji Soko Santoso:
Saya terkejut ketika membaca tulisan ini. Meski demikian, bukanlah posisi saya untuk segera menilai dan menghakimi penulis.
Mungkin penulis punya alasan sendiri.
Semoga sang penulis cepat sembuh

Lone Wolf? ???:
Wonder woman!

BENZ GUN:
Saya yakin masih banyak lagi orang yg suspect Covid karena satu dan lain hal akhirnya tidak melakukan test swab/pcr..
Dan jika positif byk juga orang yg takut akan terkena sangsi sosial dan khususnya bagi para pekerja harian lepas mungkin juga takut akan terkena sangsi ekonomi juga krn dapurnya gak ngebul..
Yah begitula covid...covid...

Ju Kamto:
Bukankah anda mengatakan COVID itu adalah konspirasi negeri tiongkok , kenapa ada percaya kalo anda kena COVID ? Harusnya anda yakin bahwa COVID itu tidak ada , payah plin plan tidak seperti penulis senior dan bapaknya yg konstan berteori dalam menulis opini

Han:
Omong2, ini pengalaman beneran apa teori konspirasi lagi?

........:
betul emg bs terkena covid 2x walau sudah divaksin! ga cuman kamu, org tennnese di amerika pun sama, dia cerita sudah vaksin lengkap dan kena covid, tetap dia terkena kembali, maka dr it ttp patuhi protokol
skrg negara lain sdh memikirkan utk vaksin ketiga, israel sudah, UAE sudah, turki sudah, amerika msh gengsi!
vaksin jg sptnya mau dioplos, krn penelitian dr inggris bhw menggabungkan 2 vaksin mmbr kekebalan lebih
hanya negara kt br hanya melakukannya pd nakes, ditunggu sj nnt

Kolik2000:
Turut  prihatin

Rana didjaja:
Saran ane sih, sakit apapun yg terkena/sakit, yg sistim imunnya lemah.untuk mencgah, yg paling langsung dan fokus, ya tingkatkan sistim imun.untuk meningkatkan imunoglobulin guna menangkal dan menyerang musuh asing yg mau ato udah masuk ke diri kita

WeleWeleAntiJoker:
waspada saja, bagaikan nyamuk dbd lagi berkeliaran di mana2, begitulah covir juga mengancam siapa saja yg dihinggapinya, gak peduli udah divaksin atau belum.
ibaratnya:
-yg UDAH vaksin gak boleh dihinggapi lebih dari RIBUAN ekor covir.
-yg BELUM vaksin gak boleh dihinggapi lebih dari RATUSAN ekor covir.
jadi lebih baik vaksin lah, lebih susah covirnya menginvasi tubuh kita

sayangnya beberapa orang dari bangsa kita ini "memang beda"
tanpa masker dengan gagah berani menghirup udara covir

rcc bali:
kok nggak diceritain bapaknya anak2? kepo ih

sumsumMerahPutih:
Spertinya dilema single parent tulang punggung keluarga.. tapi masa sih sebegitu kerasnya si boss ga kasih gaji klo ijin kena covid..?
coba tanya tmn kerjanya dan kluarganya ada yg kena gak? apakah itu sebaran dari kak Yaya bukan?

Yaya:
Hahaha... Gagal fokus ya? Yang lain kan sibuk menghujat saya. Thanks udah komen

Galih Kunarso:
Kalau orang yang sudah melakukan kesalahan dengan sengaja ya patut diberitahu bahwa anda sedang melakukan perbuatan yang sangat-sangat tidak bertanggung jawab

Sita W:
Koq masih bisa tertawa mbak?

Han:
Bangga karena berhasil ngibulin orang2.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pengalaman Dua Kali Positif Corona Setelah Vaksinasi Sinovac Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/pengalaman-dua-kali-positif-corona-setelah-UaB5JyVCi2

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: