You Now Here »

Quo Vadis, Terapi Plasma Konvalesen  (Read 108 times - 107 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,726
  • Poin: 24.805
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Quo Vadis, Terapi Plasma Konvalesen
« on: July 26, 2021, 05:06:41 AM »




Ronindo:
Wah bravo Om Roedy, Anda saya tahu betul sangat responsif dan peduli bagi kebutuhan pasien yang butuh donor plasma. Saya salut dengan dedikasi dan perjuangan Om Roedy yang ikhlas dan benar-benar melayani dengan hati saat keluarga pasien mencari-cari plasma. Sehat terus Om, sayang belum bisa ngopi lagi kita ya.
God bless you Om Roed.

Roedy Siswanto:
Terima kasih atas doa dan dan dukungannya om Roni ??? ??? ??? ???

Rosita:
Terima kasih  atas pencerahannya, UmRoed.

Galih Kunarso:
Terima kasih Pak Roedy.

Dalam surat rekomendasi terakhir dari berbagai organisasi profesi kedokteran untuk Kementrian Kesehatan sudah disebutkan bahwa mereka sekarang menyadari kalau TPK ini tidak berguna untuk menangani pasien yang kondisi sedang, berat atau kritis. Sedangkan untuk pasien bergejala ringan atau tanpa gejala masih belum diketahui pasti apakah TPK akan membantu atau tidak.

Bahkan hasil sementara uji klinis lokal PlaSenTer yang dilakukan oleh Litbangkes Kemkes sendiri sudah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kematian, mungkin karena diberikan pada pasien yang terlanjur berat dan terlalu lambat sejak gejala awal dimulai.


(click to show)



(click to show)


Mereka sekarang menyarankan melakukan uji klinis dengan memberikan TPK di awal-awal, untuk pasien yang beresiko ditakutkan akan memburuk, untuk melihat apakah TPK ini bisa mencegah perburukan kondisi pasien.

Roedy Siswanto:
Terima kasih tanggapan dan infonya mas dr.Galih . Menurut saya pribadi yg paling pas memang kondisi sedang yg dikuatirkan akan memburuk .

Alexander David ™️ ✅:
"Menurut saya RCT (Randomised Controlled Trial) yang dilakukan kurang pas untuk TPK."


Menurut saya, logika anda yang kurang pas bicara soal sains. Sains itu harus ada bukti empirik yg obyektif, tidak bisa maunya sendiri. Sesuatu yang secara teori benar, harus juga bisa dipraktekan. Aku sudah katakan dulu : Percuma teori bagus tapi tidak bisa dibuktikan dalam kenyataan. "In-Vitro" dan "In-vivo" itu keduanya harus ada. Kalau gak suka tinggal suruh sahabatmu buang saja tuh titel akademis berderet2...



Logika gampangnya : Andaikan virus X menyerang manusia, mortality ratenya 98% (tiap 100 org, 98 meninggal). Trus pakai metode Y, dari 100 org  ada 50 yg sembuh... Tanpa RTC aku akan langsung percaya metode ini PASTI efektif.



Sekarang ekstrim sebaliknya : Andaikan virus X menyerang manusia, mortality ratenya 2% (tiap 100 orang, 2 yang meninggal). Trus pakai metode Y, dari 100 org  ada 50 yg sembuh... Trus anda mau bilang efektif ? Yang gak pakai apa2 aja peluang sembuhnya 98% ??? Pasti masih gak paham fungsi "pembanding" / control group di RCT ... karena memang gak niat, sudah punya agenda sendiri.


Tidak perlu ganggu pemerintah, urusan pemerintah sudah banyak. Pasti tidak mau kalau bantu misal buat tulisan tentang Vaksin. Kalau mau, teruskan saja hobby menyiksa keluarga pasien suruh cari darah... Memang buat tukang obat, mengobati itu lebih baik dari mencegah.

doodleramen:
Menurut saya, bila TPK bisa dilaksanakan dengan baik, ini akan sangat menghemat dana pemerintah dalam menanggung biaya perawatan covid
Ya itu kan menurut situ yang bukan dokter/ilmuwan/peneliti/immunologist yang berurusan dengan Covid. Kesimpulannya situ cuma bermodalkan keyakinan dan anekdot tanpa disertai bukti empiris dan studi yg menyeluruh dan mendalam. Lucu juga kalau masih ngotot dengan TPK padahal sudah banyak jurnal2 ilmiah yang mengatakan TPK ini tidak efektif untuk Covid.

India juga sama pada awalnya juga yakin TPK ini punya potensial, tapi belakangan sudah ditinggalkan karena tidak terbukti membantu.

https://www.thelancet .com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(21)00897-7/fulltext
https://in .news .yahoo .com/lancet-rules-plasma-therapy-ineffective-164200773.html
https://www .cochrane .org/CD013600/HAEMATOL_plasma-people-who-have-recovered-covid-19-effective-treatment-people-covid-19
https://www.businesstoday .in/coronavirus/story/plasma-therapy-dropped-treatment-against-covid-19-govt-panel-ineffective-296430-2021-05-18
https://www.ibtimes .co .in/plasma-largely-useless-barely-helps-covid-patients-read-lancet-study-836355

Semarsays:
Hebat pak, langit akan menaungi dan memberkahi org2 baik seperti anda dan para pejuang covid lain

Roedy Siswanto:
Amiin, terima kasih ??? ??? ??? ???

Cahyu Hening Purnawan:
terimakasih. saya juga berkeyakinan, terapi PK utk virus, jadi harus diberikan sejak awal ya, bukan ketika kondisi pasien sudah berat. Tapi sebaiknya bagaimana mengedukasi dokter yang merawat ? ada referensi nya kah om ?

Galih Kunarso:
Referensi Randomised Controlled Trial yang menunjukkan TPK bisa bermanfaat selama ini cuma ada 2.

Yang pertama judulnya “Early High-Titer Plasma Therapy to Prevent Severe Covid-19 in Older Adults” oleh Libster dan authors lain. Artikel ke 2 adalah “A randomized double-blind controlled trial of convalescent plasma in adults with severe COVID-19” oleh O’Donnell dan authors lain.

Selain dari 2 artikel tersebut, hasil-hasil randomised controlled trial lain menunjukkan bahwa TPK tidak berguna (contohnya hasil dari RECOVERY Trial di UK).

Roedy Siswanto:
Saya patokannya begini . Kalau pasien demam , minum obat , demamnya turun , nggak minum obat naik lagi, terus mulai ada gangguan nafas , Saturasi oksigen sdh turun ke 90 ...itu saatnya minta TPK.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Quo Vadis, Terapi Plasma Konvalesen Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/quo-vadis-terapi-plasma-konvalesen-cmUhpVMduU

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: