You Now Here »

Legenda Yang Terancam Binasa  (Read 82 times - 98 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,876
  • Poin: 24.955
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Legenda Yang Terancam Binasa
« on: August 18, 2021, 08:14:15 PM »




F545150:
Malaysia aja sampe mau merebut eh.. Sama kadrun malah di buang ganti daster dan kresek hitam...

«§»​zombienesia-zombienistan:
karena kafir cina sudah menjadi pengusaha batik

Roedy Siswanto:
Naaaah ...

Erika:
batik mati di tengah pertextilan karena yang namanya sandang itu banyak substitutenya. orang akan berpaling dari batik dan memilih kain polyester yang jauh lebih murah dan beragam. By the end posisi batik itu di museum dan pada orang-orang kaya, yang mau merogoh koceknya sampai jutaan untuk selembar kain baik. Batik pada akhirnya akan menjadi busana istimewa, apalagi batik tulis. Di pasar sekarang jumlah batik cetak atau printing mesin sudah spt air bah dan itu yang menggeser eksistensi batik tulis.

Saya punya selembar batik tulis seharga 4 juta, kain sutra dengan ukuran 1.2 meter x 3 meter. Mau dijahit saja, saya bingung takut salah salah potong atau gagal ga sesuai harapan.

Roedy Siswanto:
Ya mbak kalau batik kemudian hanya dipandang sebagai bahan pakaian. Kalau dipandang sebagai seni maka akan berbeda tetapi konsekwensi logisnya seperti yg disebutkan mas Tantra , upah dari pembatiknya harus diperbaikj agar regenerasi bisa berjalan . Kainnya mbak Erika jangan dikerjain sendiri mbak . Bawa ke penjahit yg ahli kain batik . Sayang kalau salah potong .

Erika:
kenaikan upah itu adalah akibat, kita disini perlu mendapatkan 'sebab'nya. karena upah dan kualitas kerja tidak seperti telur dulu ayam dulu. Bapak seorang pengusaha, jika dari 100 buruh ada 1 buruh yang berbeda, dia lebih menfokuskan kerjanya pada kualitas diri, pasti akan memperhatikan si buruh, mulai dari menghargai pekerjaannya, menempatkan dia diposisi lebih tinggi sampai menjadikannya role model bagi buruh lain. artinya, perbaikan upah hanya terjadi ketika buruh memperbaiki kualitas etos kerja. kuncinya tetap ada di manajemen perusahaan. bagaimana perusahaan merancang program peningkatan mutu buruh agar menghasilkan produk yang bermutu. sekali lagi POACE perusahaan harus kuat.

Roedy Siswanto:
Setuju bu ??? ??? ??? ??? ????

rcc bali:
batik printing juga merupakan karya seni juga, untuk sampai ke mesin printing, diperlukan desain yang cukup rumit (pengalaman dari bekerja di pabrik integrated textile dan garment di solo), jadi batik tulis dan batik printing tetap harus berdampingan dalam melestarikan seni batik di indonesia, juga perwujudan dari keadilan sosial sehingga batik tidak hanya dinikmati oleh orang2 kaya yang bisa membeli batik tulis yang mahal (juta2an), tapi juga bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke bawah, walaupun hanya mengenakan batik printing, juga setiap kota batik entah itu pekalongan, cirebon, solo ataupun yogya, dsb, seni batik printing berkembang bersamaan dengan seni batik tulis, kalau saya "njagong" (kondangan) di daerah-daerah gunung kidul, bantul, kulon progo, saya bangga karena masyarakat disana 90% datang dengan berbusana batik .......... meskipun hanya batik printing, jadi jangan pandang batik printing sebagai pesaing atau bahkan perusak perkembangan batik tulis, setuju pak roedy? ????

Roedy Siswanto:
Setuju mbak , itu segmen market yg berbeda kok ..batik cap, printing jelas beda segmen marketnya dng tulis . Yg satu industri , yg satu kerajinan mbak .

rcc bali:
saya laki2 dan sudah berumur 63 tahun pak roedy.

«§»​zombienesia-zombienistan:
Batik Oey Soe Tjoen ini digolongkan dalam batik tulis halus dan disebut sebagai batik terbaik di Jawa.
lho, batik itu punya jawa atau kafir cina?

Tantra:
Mengapa generasi pembatik lambat laun punah? Dimana2 kelihatannya problemnya sama. Yaitu pekerja batik adalah profesi yg tidak pernah menjanjikan, alias upah rendah.

Tidak di solo, yogya, maupun pekalongan. Semua sama. Pekerja batik tulis hanya diupah 60-70 rb per hari.

Satu2 nya jalan penyelamatan, beri mereka upah tinggi seperti layaknya menghargai seorang profesional seni.

Semarsays:
Sama halnya kyk wayang orang, tari tradisional dll
Gen skrg alamnya adlh youtuber, k-pop, tik tok  , Ariana Grande dll
Semua tatanan lama lambat laun tergerus jaman

rcc bali:
ah, nggak juga, sekarang makin banyak kok perkumpulan wayang orang dengan penari muda2, lihat saja di youtube, banyak menayangkan wayang orang dari perkumpulan yang ber-beda2 dengan penari yang muda2 bahkan di setiap pagelaran wayang orang di kraton yogyakarta penarinya muda2 nggak ada yang tua tuh, juga sendratari ramayana di candi prambanan penarinya juga sudah mengalami regenerasi ber-kali2, sekarang penarinya semua angkatan muda, nggak ada yang tua sama sekali, sebagai penari pria alusan tahun 80an saya cukup terkejut sekarang banyak penari pria alusan, dulu tahun 80an susah untuk mencari penari pria alusan, paling hanya ada mas agus di yogya, dan mas bambang dosen nhi, mas bambang geologi ITB, dan saya sendiri (hehehe). ITU HANYA CONTOH DARI SENI TARI, yang tidak sepenuhnya ditinggalkan generasi muda. O, ya, tari yang dilakukan di jalanan, seperti tari wanara (kera) itu penarinya generasi muda SEMUA, sob.

Donny Rahardian:
Untuk melatih Pembatik handal atau melestarikan Herritage lain, seharus nya menajdi corncern Pemda,

dan di sisi lain harus dibuat aturan pelarangan import Batik dari laur negri seperti China dan India, karena Batik apapun jenis nya harus made in Indonesia.

«§»​zombienesia-zombienistan:
orang indo sendiri gak sanggup beli batik tulis yg rata² mahal sedangkan cina bisa bikin batik cetak dgn harga banting

Debrodjo:
Sepengertian saya, legenda itu tidak binasa tetapi justru dimulai dari sebuah "kebinasaan", maka jadilah sebuah legenda. Agaknya semua legenda begitu.

Roedy Siswanto:
Ya, sstuju mas ...itu jadi legend karena perintisnya sdh lama almarhum ??? ??? ??? ???

Hafiez Sayid:
Sungguh kaya ragam budaya negara kita... ??? ?????

Orang Bodo:
celakanya jika legenda yg seperti ini harus dihapuskan/lenyap hanya karena akibat mabuk dan fanatisme agama

alexumboro:
Kok sedih membacanya ya...
Semoga orang-orangnya Pak Jokowi membaca artikel ini dan bergerak cepat.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Legenda Yang Terancam Binasa Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/legenda-yang-terancam-binasa-CoOh0Kam4h

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: