You Now Here »

Data Vaksin Presiden Bocor, Menkominfo Punya Malu?  (Read 91 times - 61 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,875
  • Poin: 24.954
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Data Vaksin Presiden Bocor, Menkominfo Punya Malu?
« on: September 03, 2021, 12:29:11 PM »




Indisen:
Menkominfo sibuk cari orang buat jadi buzzer mereka mas Alif, di seword ini ada penulis beberapa yg jadi buzzer dan kentara banget muji-mujinya. Loh kok tau? Ya tahu lah, wong saya juga pernah diajak, masih ada chatnya sampai sekarang. Hihihi

TMP2020:
Ya tahu lah, wong saya juga pernah diajak, masih ada chatnya sampai sekarang. Hihihi


Pada kemana tuh yg mengaku2 menggunakan AKAL SEHAT ??. Pdhal hanya bersikap MUNAFIK karena sdh konteks DUKUNG MENDUKUNG.

Bahkan sdh ada beberapa penulis yg tanpa malu menjadi PEMUJA INDIVIDU. Sdh taraf PENGKULTUSAN, yg dipuja selalu benar dan yg lain selalu salah !!

Greg X:
Oh...oh... bakal ada yang kebakaran jenggot.
Pantesan rame "success story" pak menteri di sini.

Indisen:
Yups, gw bisa share detail dan datanya tp ga akan di sini karena nanti dituduh editan dll.. Sayang di sini ga bisa tulis email ya :)

Jay:
Ngeri bahhh... pantesan ad yg ribut sama bung argo.

Aven Jaman:
Eh..saya yg kamu maksudkan?
Saya ributin karena seolah yg berbeda pandangan dg dia tdk pake nalar, abai logika dan tdk pake ajaran agama. Baca lagi baik2 kontraopini sy atas tulisannya itu secara utuh ya.

Lagipula, apakah klo angkat pencapaian itu pantas utk dibilang menjilat?

Jangan angkat pencapaian Jokowi juga dong klo apresiasi kinerja dinilai sbg upaya menjilat. Itu poinnya tolong jgn diabaikan. Be fair!

B-Over:
Menurut saya, selagi penulis mengangkat fakta akan prestasi maupun kesalahan presiden, menteri, tokoh politik dll, ya sah2 aja...

Yang menjadi lucu kalau yang satu berdebat akan satu prestasi dan yang lain akan berdebat mengenai satu kesalahan yang lain. Ngga nyambung jadinya... Wkwkwkwk

Jay:
Mohon maaf sy tdk pernah menyebut nama anda.....banyak penulis d portal seword.

Indisen:
Gw sih ga nyalahin yg jd buzzer. Selama yg disampaikan sesuai data atau prestasi yg tidak sempat diapresiasi, ya Monggo silakan.

Yg anti buzzer juga belum tentu benar kok, bisa aja karena ga kebagian slot jd BSH?

Jadi mari tetap objective dengan data yg disampaikan saja. Yg pasti gw cerita masalah buzzer ini, cuma biar tiada dusta diantara kita aja.

Aven Jaman:
Fair. Saya suka.!

Jay:
Mantap mas...tpi dri beberapa artikel yg saya baca kelihatan sekali memujinya setinggi langit. Ad ap kan begitu...thanks atas pencerahannya.

Indisen:
Ya dan bukan kali ini aja. Waktu bahas TPK juga banyak yg jadi buzzer (tim komunikasi bahasa kerennya. Hahaha) dan offside.

Contoh : Trump diklaim sembuh krn TPK, padahal bukan.

TPK one and only, padahal penggunaan TPK sendiri dibarengin dengan obat-obatan lain.

Jay:
Jadilah jadi buzzer kebenaran dan keadilan......(itu bagi saya ya)

Arijanto Notorahardjo:
Kalau data seorang Joko Widodo sang Presiden Republik Indonesia saja bisa bocor apalagi data saya dan semua rakyat Indonesia. Sepertinya ini saat yang tepat untuk memberitahu Pak Menkominfo  untuk berhenti membuai rakyat dengan program internet 5G. Benahi dulu kerahasiaan data daring dan juga tuntaskan rencana digitalisasi saluran televisi baru bicara hal-hal yang sifatnya futuristis.

Abdul muis:
Negara2 maju sdh berlomba2 merancang sistim internet 5G
..6G...seterusnya menujunl 10G, lah kementrian yg ditugasi mengurus teknologi komunikasi super canggih, mengurus keamanan aplikasi Ehac saja bisa bobol, apa sih kerjanya ahli2 IT dikemenkominfo yg kata2 pintar2 itu , sehingga data bisa bocot

B-Over:
Negara2 lain sudah cenderung rapih pendataan kependudukannya, om. Yah tinggal memanjakan penduduknya dengan internet bandwidth besar. Saya tidak anti internet cepat, saya sangat mendukung malah, tapi ada baiknya database yang sifatnya nasional seperti kependudukan itu yang diprioritaskan. Masa hari gini, mengurus segala sesuatunya masih aja ada budaya fotokopi KTP... Wkwkwkwkwk

B-Over:
Sampai dengan tahun besok, 4G yang merata keseluruh pelosok masih sangat mumpuni kok untuk kebutuhan penduduk kita. Namun prioritas kerapihan database penduduk itu yang harus diprioritaskan. Negara lain bisa memanjakan penduduknya dengan bandwidth 5g keatas karena database mereka sudah sangat rapih.

Dedi Setiadi:
Nunggu komentar penulis seword N, A, dan R terkait artikel ini

W1R⊙:
Bung argo sepertinya senyum senyum saja......

Abdul muis:
Kebocoran data Ehac ini harus diselidiki siapa yang melakukannya, selain itu Menkominfo harus bertangģungjawab atas proyek Ehac model abal2 seakan2 buatan mahasiswa IT tingkat 1, berapa anggarannya?, apakah Indonesia kekurangan ahli2 IT yg mampu menyusun aplikasi proyek pemerintah sehingga sedemikian gampang dibobol?, mungkin saja anggaran proyek Ehac ( curiga boleh dong, rakyat yg datanya bocor toh cuma diminta maklum)  ini jadi bancakan, sehingga yg dihasilkan adalah aplikasi Ehac abal2 ini, pemerintah harus selidiki, jgn dianggap selesai, buat malu saja , data VVIP selevel RI1 bisa bocor dan berseliweran di medsos, kalau tdk mampu baiknya menkominfo minta mundur saja, rakyat jadi ragu nih dgn aplikasi Pedulilindungi yg baru ini

B-Over:
Dalam kerjasama kemenkes dan kominfo dalam pendataan vaksin dan kemudian sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi, kita sudah sama2 tau begitu amburadulnya soal pendataan ini.

Saya ambil contoh, sertifikat vaksin pertama saya tidak bisa keluar karena NIK saya telah digunakan. Saya berhasil menghubungi pedulilindungi dan mereka melakukan pendataan nomor tiket vaksin pertama saya dan saya diminta datang untuk melakukan input ulang di vaksinator.

Saatnya tiba vaksin ke-2 di bpsdm kemenkes di hang jebat, atas arahan petugas dengan kondisi saya, saya melakukan vaksin ke-2 lalu ke bagian manual untuk perbaikan data vaksin ke-1 sekaligus input data vaksin ke-2.

Dari keterangan petugas, dapat diketahui bahwa:
1. Data saya akan terupdate maksimum 14 hari, saat ini masih hari ke-12. Lucunya database engine apa yg digunakan sehingga membutuhkan waktu selama itu untuk terupdate? Dan hal itu saya pertanyakan ke petugas yang agak2 sok ngaITi. Petugas yang melayani saya sampai memanggil pengawas untuk melayani argumentasi saya berikutnya. Jelaslah mereka semua disana tidak memiliki kapabilitas yang cukup dalam menjelaskan pertanyaan2 saya yang sudah sangat teknis.

2. Ada kesalahan dilakukan di bontang sebelum saya vaksin ke-1, mereka entah sengaja atau tidak memasukkan NIK saya, karena nama yang keluar jelas berbeda, mereka melakukan perubahan nama. Bagaimana bisa aplikasi yang disusun untuk keperluan seperti ini dengan menggunakan NIK sebagai kunci pencarian memberikan hak kepada penggunanya untuk melakukan perubahan data nama? Untuk apa hal seperti ini?

3. Jika kemenkes dan kominfo menggunakan database kependudukan dan database nomor selular yang sudah terregistrasi melalui NIK dan KK, tentu pendataan akan lebih baik. Anda tidak perlu repot2 untuk bawa atau melampirkan fotokopi KTP, cukup dengan memasukkan NIK atau nomor telepon, data akan ditemukan. Programer dapat mengatur, data apa saja dari dari database kependudukan dan database selular yang akan ditampilkan. Data kita dapat ditampilkan tapi tidak dapat dirubah. Kalau perlu, foto kita yang ada didatabase kependudukan dapat ditampilkan sebagai validasi data untuk petugas di lapangan.

4. Aplikasi PeduliLindungi, sudah banyak saya temui di keluarga saya aendiri yang tidak dapat mengeluarkan sertifikat vaksinnya. Beberapa bug yang muncul terlihat jelas ada kesalahan2 yang sifatnya elementer dalam dunia database programming.

Erick 73:
Ohh,,, begitu ya,  tapi masak sih?  Kok bisa begitu ya? tapi memang cukup mencurigakan juga,  kayanya arahnya kesitu,  pantesan,, saya rasa pun begitu...

Aven Jaman:
Boss Alif udah cekkah? Peduli Lindungi itu milik siapa?

Ibarat kata:
Kominfo ini DLLAJR.
Peduli Lindungi itu armada bus.
Busnya rusak, patut gitu ya DLLAJR yg ditanyain? Kenapa bukan tanya ke yg punya busnya?

Digembo El Diablo sampe bilang ente tolol lho Boss. Nih...
(click to show)


B-Over:
Mungkin el diablo ahli di satu bidang, om aven. Tapi dimana-mana, saat mau download, saat buka, jelas2 terpampang Kominfo-nya

Dedi Setiadi:
Ini apa ?

(click to show)


Dedi Setiadi:
Ini juga
(click to show)


firman proindo:
El Diablo yg keliru

firman proindo:
Emang kominfo yg harus tanggung jawab. Itu kalau mereka punya malu

Wanda Bagus Sebastian:
Menteri BUMN? Hadeuh.... doodleramen:
Ane gak membela JP tapi jelas penulis ini salah orang dalam kritikannya. Menteri itu urusannya bukan kemananan server, itu tugas developer dan adminnya. Level mentri itu adalah kebijakan (policy), bukan hal yang teknis. Kalau kebocoran itu akibat langsung dari kebijakannya barulah dia pantas mendapat kritikan ini. Misalnya, dia meminta data diupload ke suatu server yg keamanannya tidak jelas walaupun sudah ditentang bawahannya. Yang perlu dilakukan JP hanya mencari orang teknis yang bertanggung jawab dan mengganti dia dengan yang lebih kompeten.

Abdul muis:
Jgn mengampangkan permasalahan, masa aplikasi sepenting itu tdk melibatkan kemenkominfo?, justru dari kebijakan yg tdk beres bisa menghasilkan produk yg amburadul, kalau pencapaian prestasi suatu lembaga di Indonesia yg berkaitan internet menkominfo dgn  bangga turut tampil, ada masalah segera buang badan, bukan urusannya, sempurnakan dulu kebijakan2 di kementerian ini baru bisa menghasilkan produk yg unggul

B-Over:
Setujaaa, om

firman proindo:
Kalo Menkominfo masih Tifatul apa masih Dibela juga?

B-Over:
Kalau saya tetap mengkritik ke JP, om. Tapi ngga pake minta mundur, paling tidak berharap JP mengkoordinir jajarannya untuk sesegera mungkin memperbaiki supaya masyarakat tidak disulitkan lagi

doodleramen:
Kalau kepala desa korupsi dan Presiden sebagai pemimpin tertinggi harus dipecat karenanya, maka kita bisa ganti Presiden tiap hari atau tiap minggu.

rcc bali:
masalahnya yang memilih developer dan adminnya itu siapa? masalah lainnya data sudah terlanjur bocor, bagaimana mengatasinya. Apa memecat developer dan adminnya menyelesaikan masalah?

TMP2020:
Ga tepat argumentasinya.

Yg milih Menteri itu Presiden. Kalo Menterinya korupsi dan sdh terbukti dihadapan hukum, Presidennya kena ga, turun ga ??. Kok kamu ga koar2 turunkan Jokowi ??

Ato ini karena Presidennya Jokowi, makanya situ diem diem bae ??

B-Over:
Seperti biasa, om TMP langsung tembak... Wkwkwkwk

doodleramen:
Hehe perbedaan level seorang menteri dan seorang admin server itu jauh man, mungkin 5-10 level.

Orang Bodo:
...apa juga selama ada "duit" pasti bisa, apa sih yg ga bisa

Mulyadi:
Pecat adalah tindakan yg pas.....data presiden bocor gak bisa dimaafkan...

alexumboro:
iki bongso opo to?
data penduduk kan urusan amat serius, kok ditanganinya amatiran

Sugi:
Harusnya jebolan startup online yang sudah terbukti berhasil mengisi posisi Menkominfo.

rcc bali:
nadiem?

........:
alaaah si johny kan jagonya cuman blokar blokir situs ena ena, sedangkan berita hoax aj msh merajalela tanpa ditindak ????

Indisen:
Awas tar diserang buzzer Menkominfo loh. Penulis inisial N, AJ dan R ??? ?????

Lone Wolf? ???:
Kesalahan fatal dari si menteri dan jajarannya. Kalau tidak mau mundur sendiri ya pecat saja!

Samiun:
apa iya masih punya malu?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Data Vaksin Presiden Bocor, Menkominfo Punya Malu? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/data-vaksin-presiden-bocor-menkominfo-punya-malu-fNkk6cYm2J

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: